3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
TOPIK PERBINCANGAN


__ADS_3

๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


Tak!


Suara cangkir teh yang di letakkan sedikit kasar terdengar jelas dengan si pemilik tangan yang tampak kesal akan sesuatu. Ia mendongak dengan sinis kepada seorang pelayan yang sedang menunduk dalam kepalanya lantaran tidak berani menatap majikannya yang terlihat marah.


"Hanya itu informasi yang kau dapatkan?" tanya majikannya yang ternyata seorang gadis yang masih muda dengan nada tak sukanya atas kabar yang baru saja didengarnya. Dia adalah Yu Ming Luo.


"Be..benar, Nona." pelayan itu mengiyakan dengan tergagap takut.


Terdengar dengusan sinis dari seberang meja santai di gazebo taman, tempat yang saat ini di isi oleh beberapa orang majikan dan pelayan mereka. Dengusan tersebut menarik atensi semua yang ada disana.


"Tidak kusangka, dia benar-benar berani berbuat sejauh ini. Tidakkah dia takut akan hukuman yang mungkin lebih berat dari sebelumnya?!" kata seorang gadis lainnya dengan nada sombongnya seolah-olah dia yang menentukan atas hukuman yang di maksud. Dia adalah Yu Chan Yi.


"Kakak, kau sudah mendengar apa yang pelayan itu katakan. Lagipula aku sama sekali tak menganggap ini sebagai sesuatu yang aneh. Bagaimanapun dia sudah berdiam diri selama ini dari segala perlakukan kalian padanya. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin bila saat ini ia memilih memberontak." ungkap gadis lainnya lagi dengan santai. Gadis yang berdiri anggun menghadap kolam ikan di kediaman mereka dari gazebo tempat mereka bersantai. Ia terlihat lebih dewasa. Dia adalah Yu Chun Yang.


Mendengar penuturan tersebut, beberapa gadis lainnya menatap sinis kearahnya termasuk Ming Luo dan Chan Yi.


"Kau bicara seperti itu, karena kau tak pernah mau merepotkan dirimu sendiri selama ini untuk memberinya pelajaran yang pantas ia dapatkan, karena telah mempermalukan keluarga kita atas kehadirannya. Jadi, diamlah. Jangan jadi pengganggu disini. Seharusnya kau bersyukur dibiarkan ikut berkumpul, dasar menyebalkan!" sarkas Yu Chan Yi kesal pada adiknya sendiri. Dari seluruh putri keluarga Yu hanya Yu Chun Yang yang tidak ikut mengacaukan hidup Yu Rayan, padahal dia adiknya bukan adik Yu Rayan. Fakta itu benar-benar membuat para saudari Yu semakin kesal saja.


Chun Yang membalikkan badannya dan kini menatap saudari-saudarinya dengan jelas. "Benar. Aku memang tak ingin di repotkan dengan hal demikian. Dari sebelumnya pun aku juga tak turut andil dalam menyiksanya, tapi bukan berarti aku menyukainya. Dia tetap anak haram di keluarga ini. Tapi, bukankah lebih baik mengabaikannya dari pada mengusiknya. Yang ku lihat kalian hanya buang-buang waktu!" balas Chun Yang bijak dengan sedikit bumbu sindiran tanpa mempedulikan bahwa saudari-saudarinya kesal atas ucapannya. Menurutnya, yang ia katakan sudah benar. Namun, apa mau dikata bila setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing.


Alasan Yu Chun Yang tidak menyukai Yu Rayan adalah karena sejak hadirnya Yu Rayan nama keluarga Yu tercemar dengan adanya kabar anak yang lahir di luar nikah, hal itu membuatnya selalu menjadi objek cemoohan dengan mengaitkan dirinya dan anak haram itu adalah saudara bila Yu Chun Yang sedang berada di luar rumah. Jelas saja bila itu memicu rasa tak sukanya pada Yu Rayan. Tapi, pemikirannya tidak sedangkal saudari-saudarinya yang menganggap Yu Rayan adalah anak sial. Karena menurutnya, bagaimanapun Yu Rayan lahir tanpa tahu apa-apa dan yang ia tahu hanya dia di benci keluarga besarnya.


Oleh sebab itu, Yu Chun Yang tak ingin membuang waktunya hanya untuk yang sia-sia, seperti menyiksa Yu Rayan contohnya. Baginya selama Yu Rayan tidak mencari masalah dengannya maka semua masih aman terkendali dan nyatanya anak haram itu cukup tahu diri sehingga tidak mencari masalah yang akan mempersulit hidupnya sendiri.


Tapi, sayangnya hal lain di lakukan oleh saudari-saudarinya yang mana mereka membenci secara terang-terangan dengan menyiksa dan mempersulit hidup anak haram itu baik saat dia tidak melakukan kesalahan ataupun telah melakukan kesalahan.


"Adikku Chun Yang... Kau sudah cukup berani ternyata. Apa kau sudah merasa jauh lebih pintar dari kami?" geram gadis lain yang mulai tersulut emosi, dia adalah seorang gadis yang baru saja membuka suaranya setelah sejak tadi hanya diam menjadi pendengar. Dialah, Yu Chang Ni. Adik Yu Chan Yi dan kakak Yu Chun Yang.

__ADS_1


Yu Chang Ni ini bisa dikatakan memiliki temperamen yang buruk atau sederhananya dia adalah gadis yang mudah terpancing emosinya. Baik secara langsung maupun tidak langsung.


Melirik tak nyaman pada kakaknya, ia menunduk terpaksa. "Maaf, kakak. Bukan maksudku untuk mengatakan hal demikian. Tapi, aku hanya mengutarakan apa yang menjadi pendapatku. Mohon kakak dan saudari-saudariku memaafkan aku." tuturnya tak bisa apa-apa. Bukan karena takut hanya saja ia tak ingin ribut dengan kakak satunya ini yang sedikit-sedikit marah, karena bila sudah berlanjut maka buntutnya akan panjang hal tersebut harus membuat orang tua mereka turun tangan. Dan itu berlaku untuk semua generasi muda keluarga Yu bila berurusan dengan Yu Chang Ni.


Itulah yang tidak ia sukai dari kakak keduanya ini.


"Sudahlah. Jangan di perpanjang lagi. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah tentang cara menyeret Yu Rayan kembali ke kediaman ini. Dia itu pembawa masalah. Bila dibiarkan diluar sana, maka nama keluarga kita akan berada dalam masalah. Aku tidak ingin orang-orang di luar sana membicarakan kita hanya karena anak haram itu dibiarkan bebas berkeliaran di luar sana. Terlebih kejadian kemarin saja belum bisa di hilangkan sekarang di tambah dia yang tak kunjung pulang!" Yu Ming Luo berkata dengan menggeram dalam dan berat merujuk pada peristiwa dimana Ahn Reychu datang membuat onar di kediaman Yu.


Meskipun Yu Rayan hanyalah adik sepupunya tapi tetap saja darah mereka masih satu. Sulit untuk menutup fakta bila mereka bersaudara. Memikirkan hal itu saja sudah mampu membuatnya jijik dan marah. Sampai kini tangannya terkepal mencengkeram erat badan cangkir yang berada dalam genggamannya.


"Saudari Luo'er benar. Kejadian kemarin masih subur diperbincangkan. Tapi, aku tidak tahu apakah sudah tersebar keluar atau belum." sahut Yu Chan Yi mengiyakan perkataan saudari sepupunya.


Walaupun ia tak turut menyaksikan apa yang sudah terjadi hari itu. Namun, ceritanya sudah tersebar luas di kediaman Yu tanpa bisa dicegah. Padahal masalah Yu Rayan yang berubah ganas saja belum bisa di selesaikan akibat orang yang dimaksudkan tidak ada di tempat, kini masalah baru muncul lagi.


"Adikku, Yu Mei Lin. Bicaralah. Jangan hanya diam saja di sana." katanya tegas namun lembut pada sang adik yang tampak berbeda menurutnya. "Sejak kejadian itu kau jadi banyak diam. Itu membuatku benar-benar penasaran seberapa besar perubahannya..." ungkap Yu Ming Luo atas keingintahuannya. Meski sebenarnya rasa ketidakpercayaan lebih mendominasi tapi ia akan tetap bersikap bijak walaupun itu malah membuatnya terlihat sedang meremehkan hal tersebut hanya karena tidak melihatnya secara langsung.


Gadis yang di sebut namanya langsung mendongak secepat kilat dengan mata berkilat antara takut juga benci. Sebab untuk pertama kalinya ia merasa sudah dibuat menciut hingga telapak kaki bila mengingat kejadian malam itu.


"Jadi, benar-benar semenakutkan itu?" gadis bungsu keluarga Yu akhirnya angkat bicara. Mendengar itu yang lainnya segera mengalihkan perhatian mereka padanya seolah baru sadar bila ada adik bungsu mereka di sana. Tepatnya adik Yu Rayan.


"Tentu saja." Mei Lin membenarkan ucapannya dengan nada sengit. "Aku juga sangat yakin. Meskipun pagi hari itu masih tampak gelap namun dengan sedikit cahaya dari api yang membakar obor di setiap halaman yang kediaman kita punya. Aku masih bisa melihatnya dengan sangat jelas. Kalau dia telah berubah. Bahkan saat aku mengancam akan mengadukannya, ia justru tidak takut dan malah menginginkanku untuk mengatakannya pada kalian. Dia bilang 'semakin banyak yang tahu semakin bagus'." jedanya guna mengatur nafas yang tersengal-sengal layaknya habis maraton sambal. Saking pedasnya.


"Aku bahkan bisa merasakan auranya yang kuat saat itu. Tapi, itu bukan berarti aku takut. Hanya saja dia benar-benar tampak berbeda pagi itu. Sorot matanya seperti mengatakan bahwa dia tidak takut akan kematian bila saja dia di laporkan dan berakhir di hukum. Ia tahu akan terjadi seperti itu hingga ia benar-benar bisa bersikap tak peduli." lanjutnya, nafasnya masih terengah.


"Apa sebegitu ya?!" batin Yu Ran Ran bertanya ragu atas apa yang ia dengar.


Yu Ming Luo dan lainnya mengangguk mengerti meski diantara mereka masih terdapat rasa tak percaya. Namun karena melihat kondisi Yu Mei Lin yang tidak baik membuat mereka memilih mengiyakan perkataannya.


"Sudahlah. Saat ini biarkan kakek yang mengurus pencarian anak haram itu. Kita tinggal menunggu kabar beritanya. Nanti ketika dia sudah di bawa pulang barulah kita pikirkan, pelajaran apa yang pantas untuknya." saran Yu Ming Luo mengakhiri topik perbincangan mereka hari ini.

__ADS_1


Dan sepertinya, mereka tak menyadari ada sesosok bertopeng yang sedang duduk santai di sebuah pohon rindang yang tak jauh dari gazebo tempat para gadis keluarga Yu berkumpul. Siapa lagi kalau bukan teman baru Rayan.


Niat awal ia datang untuk menemui gadis imut itu, tapi ternyata yang ingin di temui sedang tidak berada di rumahnya. Sampai akhirnya sebuah obrolan berhasil menarik perhatiannya.


"Ckckck. Dasar perempuan-perempuan berhati busuk! Kalian pikir, kalian mampu menyakitinya lagi?!" umpatnya sinis sekaligus kesal namun masih bisa tenang. "Sejak aku mengklaim dia sebagai teman manusiaku... Sejak saat itu pula keselamatannya menjadi prioritas utama ku. Sementara kalian..." ungkapnya seraya menjeda kalimat akhirnya dengan menunjukkan seringai dari balik topeng rubahnya.


"Selamat! Kalian sudah masuk kedalam daftar musuh-musuh ku!" tukasnya tak terbantah.


๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ


***Assalamu'alaikum, saudara-saudariku...


Author mau ucapin kata maaf dan terimakasih untuk semua...


maaf , kalo-kalo cerita author sering naik turun (keseruannya).


MOHON MAKLUM YA... AUTHOR MASIH PEMULA!


Dan makasih karena udah ngedukung dan selalu menanti karya author yang masih jauh dari kata bagus ini...


Author harap kalian akan selalu setia menjadi teman yang siap mendukung dan mengingatkan author, seandainya karya author masih butuh banyak perbaikan.


Silahkan tinggalkan kritik dan sarannya di kolom komentar, yaaa...


Jangan lupa juga like dan votenya...


Author selalu menantinya....


SEKALI LAGI MAAF DAN TERIMAKASIH, SEMUAAAAAA!!!!

__ADS_1


์‚ฌ๋ž‘ํ•ด***....!!!


__ADS_2