
Perlahan tapi pasti, kelopak mata Reychu terbuka. Hal pertama yang dilihatnya adalah rambut merah panjang yang amat familiar didepan matanya. Dia diam sejenak guna mengumpulkan kesadarannya sebelum menggerakkan tangannya untuk memegang helaian rambut tersebut.
Ternyata gerakan halus itu dapat dirasakan oleh pria yang memeluknya. Segera dia menarik diri untuk melihat apakah Reychu benar-benar telah bangun dari ketidaksadarannya.
"Sayang!" seru Kaisar Agung Bai lirih dengan perasaan bercampur aduk. Senang, sedih, lega, dan takut.
"Hm..." dehem Reychu menanggapi panggilan kekasihnya.
"Syukurlah, akhirnya kau bangun juga. Kupikir..." tak kuasa ia melanjutkan kalimatnya.
Reychu justru terkekeh lemah dan berkata. "Jangan khawatir. Aku yakin belum waktunya."
Mendengar itu Kaisar Agung Bai kembali membawa Reychu masuk kedalam pelukannya. Dipeluk erat tubuh gadisnya sambil menyalurkan semua rasa yang dia miliki kepada Reychu tanpa kurang sedikitpun.
Merasakan hal itu, Reychu balas memeluknya sambil mengelus-elus punggung lebar Kaisar Agung Bai dengan sayang. "Sayangnya pria ku kepadaku. Haha..." celetuknya yang berhasil membuat Kaisar Agung Bai ikut tertawa kecil mendengarnya.
"Iya. Cintanya aku kepada mu..."
Keduanya pun tertawa bersama sekali lagi dengan perasaan lega yang tak terkira.
Reychu kembali bangkit dari kematiannya setelah beberapa lama mengunjungi gerbang kematian. Kabar itu pun dengan cepat sampai ke telinga para pembenci yang dicurigai sebagai pelakunya melalui mata-mata yang mereka tempatkan, yakni antara Lu Xiu Chi dan Lim Qian Fei.
Keduanya terkejut saat menerima kabar itu dan meski keduanya ingin Reychu hilang dari muka bumi ini, akan tetapi salah satunya lebih tidak bisa menerima kenyataan tersebut.
Mereka tak menduga kalau Reychu bahkan masih bisa hidup kembali setelah dipastikan mati karena racun. Itu yang mereka ketahui.
Prang!
Sebuah vas yang terbuat dari batu giok di lemparkan begitu saja hingga hancur hanya untuk menanggung amarah seseorang.
Andai vas itu bisa menangis, dia sudah pasti menangis histeris karena diperlakukan tidak adil.
Sepasang mata merah yang tajam menghunus langsung kearah bawahannya yang ditugaskan menjadi mata-mata di kediaman yang Reychu tinggali.
Baru saja, pelayannya itu membawa kabar terbaru lagi dengan terburu-buru seolah tak ada waktu untuk menunda. Wajah gelisah bawahannya itu pada awalnya sangat membingungkannya. Tapi, siapa yang menyangka kalau ekspresi tersebut mewakili pernyataan yang tak pernah ingin ia dengar.
Bukankah, ini menandakan kalau ia gagal?!
"Kau bilang dia hidup kembali?!" desisnya mengerikan, si pelayan sampai tak berani mengangkat kepalanya saking takutnya, jadi dia hanya bisa mengangguk membenarkan. Tubuhnya sudah gemetar dan basah oleh keringat dingin, karena ketakutan.
"BAGAIMANA BISA?!!" bentaknya dalam 1 oktaf.
"I..i..itu k..ka..kabar te..terbarunya, Nona. Ka..karena, s..saat ini dia dan Yang Mulia sedang makan be..bersama..." jelas si pelayan sampai terbata-bata dibuatnya.
"IYA! AKU MENDENGARNYA! TAPI, YANG JADI PERTANYAAN KU ADALAH BAGAIMANA DIA BISA HIDUP KEMBALI SETELAH DIA DINYATAKAN MATI KARENA RACUN ITU!!! TAHUKAH KAU BETAPA MEMBUNUHNYA RACUN ITU?! AKU TIDAK MEMESANNYA DISEMBARANG TEMPAT! DASAR TIDAK BERGUNA!" kesabarannya habis. Dia marah besar, terutama karena kenyataan mengatakan kalau musuhnya masih bisa selamat bahkan setelah ia membunuhnya.
Ini menjengkelkan dan membuatnya benar-benar marah.
Lu Xiu Chi tak bisa menerima mendengar fakta bahwa musuhnya masih hidup bahkan setelah diracun mati olehnya. Hal ini membuat tekanan besar padanya, apalagi kala membayangkan Kaisar Agung Bai akan lebih banyak meluangkan waktu untuk menemani Reychu setelah mengetahui kalau gadis itu di teror dengan racun semakin menambah kadar ketidakterimaannya akan pemutaran keadaan ini.
__ADS_1
"Harusnya tidak begini! J*lang itu harusnya mati tanpa bisa diselamatkan! Bagaimana dia masih bisa lolos dari Kematian ini?" mata Lu Xiu Chi bergerak-gerak kesana kemari hanya untuk memikirkan apa masalahnya hingga dia gagal membunuh gadis itu.
Pelayan yang masih berdiri ketakutan disana hanya bisa diam demi keselamatan dirinya. Cukup tahu kalau nonanya bila marah bisa kehilangan akal.
Setelah berpikir lama, Lu Xiu Chi baru mengingat sesuatu tentang itu. "Bukankah jal*ng itu memiliki teman yang seorang ahli medis?! Akankah dia memiliki penawar untuk racun itu? Tapi, bagaimana bisa? Seharusnya, mereka tak akan pernah mengira hal ini akan terjadi bukan?! ... Atau jangan-jangan... Rumor yang mengatakan istri Tuan Muda Shin adalah seorang yang benar-benar ahli dalam meracik obat dan racun benar adanya?! Karena kemungkinan untuk tahu racun apa yang diminum, dia menciptakan penawar yang dapat digunakan untuk segala jenis racun?!" segala spekulasi beterbangan dibenaknya. Ada yang benar dan juga ada yang salah.
Seperti, soal penawar racun serbaguna yang Rayan berikan untuk Reychu adalah kebenaran dan untuk pemikiran bahwa hal ini tidak dalam perkiraan adalah salah.
3Ry bukan orang yang lengah dalam mempertimbangkan segala hal yang berkemungkinan untuk terjadi entah itu dalam skala besar maupun kecil.
Memikirkan hal ini, membuat dadanya semakin terbakar amarah dan tak terima. Dia hilang akal.
Menembakkan pelayan disana dengan mata tajamnya sekali lagi dengan tingkat kengerian lebih tinggi hingga si pelayan tak bisa menahan gemetar pada tubuhnya. Tapi, Lu Xiu Chi yang sudah tak fokus pada hal lain tak memperhatikan itu.
"Lakukan sekali lagi! Karena, dia tak bisa disingkirkan dengan pertarungan baik menggunakan kata-kata maupun fisik... Maka, singkirkan dia dengan racun. Bukankah dia pernah mati sekali karena hal ini?! Jadi, lakukan lagi! Kau dengar!" tuntutnya tak terima bantahan membuat si pelayan sampai terhenyak mendengar nada otoriter tersebut.
Tapi, sebagai orang kecil dia bisa apa?
Sambil mengangguk-angguk dia menjawab. "Baik-baik, Nona. A..akan saya lakukan!"
"Bagus! Pergi dan lakukan dengan benar! Aku tak menerima kegagalan lagi kali ini! Mengerti?!" bentakan tersebut membuat si pelayan berulang kali membungkuk seraya mengucapkan kata mengerti hanya demi meyakinkan Lu Xiu Chi bahwa dia akan melakukannya lagi dengan benar.
Setelahnya, si pelayan itu bergegas pergi sebab hal pertama yang harus ia lakukan adalah menyelamatkan diri dari suasana menegangkan didalam. Kalau dipikir-pikir, sudah lama ia tidak mengalami hal mengerikan ini sampai membuatnya lupa kau junjungannya adalah seorang Lu Xiu Chi yang pemarah dan pendendam.
"Aku nyaris mati! Aku nyaris mati! Aku nyaris mati!" diulanginya kalimat tersebut hingga ia meninggalkan halaman Nona lu, junjungannya.
Suruhannya datang membawa kabar lain kepada junjungannya. Suruhan itu berbisik memberitahu yang sukses merusak ekspresi bagus diwajah Lim Qian Fei.
Sambil menoleh, dia bertanya untuk memastikan. "Kau yakin?" bawahannya mengangguk membenarkan.
"Benar, Nona."
Ekspresi bingung, tak percaya, dan linglung tercetak jelas diwajahnya. "Hah! Bagus sekali keberuntungannya." katanya dengan seringai jeleknya yang tidak pada tempatnya.
"Bukankah kau bilang racun itu adalah racun yang sangat mematikan?" tanyanya lagi.
"Benar, Nona. Sesuai instruksi dari Nona. Saya sendiri yang memesannya dan menyuruh orang lain memberikannya kepada pelayan Nona Lu agar tidak ketahuan oleh orang lain bahwa Nona memiliki campur tangan dalam hal ini." jelasnya.
Jeng! Jeng! Jeng!
Ada apa ini? Ada yang tahu?
"Lalu, kenapa hal seperti ini juga bisa gagal?! Apakah dia bod*h?! Hingga tak bisa memperhitungkan kemungkinan gagalnya! Benar-benar umpan yang tidak berguna! Dia hanya bisa merusak rencana yang sudah aku susun dengan rapi!" kesalnya. "Lalu, apa ada kabar dari pihak Lu Xiu Chi?" tanyanya.
Bawahannya mengangguk. "Ada, Nona. Nona Lu berencana melakukannya lagi."
Sambil mengerutkan keningnya ia berujar dengan nada mengejek. "Apa dia sebegitu bod*hnya? Setelah gagal dia masih punya muka untuk melakukannya lagi? Hah! Benar-benar tidak berguna!"
Kabar baru yang kembali di bawa bawahannya membuat ia untuk pertama kali memaki pelaku yang menjalankan rencana tersebut. Bodoh, adalah kata yang ia berikan kepada si pelaku.
__ADS_1
Sebelumnya ia pikir, semakin sedikit ia campur tangan, semakin besar keuntungan yang pasti dia dapatkan dari memanfaatkan tindakan orang lain. Seperti membiarkan pelaku sebenarnya tertangkap dan dihukum, lalu dia akan maju sebagai orang adil yang membawa ketenangan untuk Kaisar Agung Bai.
Dia lupa kalau Kaisar Agung Bai tidak membutuhkan perempuan lain selain Reychu.
Tapi, sayangnya situasi telah berbalik dan sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan dan rencanakan sejak awal. Kalau sudah begini, dia hanya bisa menjalankan rencana cadangan.
Menarik nafas menenangkan diri, lalu berkata dengan nada seperti semula. "Biarkan dia melakukannya lagi. Hanya perlu, tetap amati semuanya tanpa terkecuali. Aku akan meminta yang lain mempersiapkan rencana lain untuk berjaga-jaga kalau-kalau si Lu bod*h itu gagal lagi."
Membungkuk menerima perintah. "Yang rendahan ini mengerti dengan baik, Nona!" kemudian dia pun pergi untuk melanjutkan tugasnya yang baru.
Sama seperti Reychu, Rayan dan Ryura juga akhirnya bangun dari kematian mereka. Hal itu membuat kekhawatiran dua pria yang adalah suami mereka disana sirna dalam sekejap.
Saat Rayan membuka matanya, ia langsung dibuat terkejut dengan kehadiran sosok yang dirindukannya.
"Mo Lan?!"
Mendengar namanya disebut Shin Mo Lan tak bisa menahan senyum bahagia dan lega mendapati istrinya telah kembali.
"Ya, ini aku. Terimakasih sudah mau kembali lagi. Aku sangat takut." lirihnya hingga hanya dapat didengar oleh keduanya.
Apa yang suaminya ucapkan membuat Rayan menitikkan air mata haru mendengar betapa berharganya dirinya dalam hati sang suami. Karena itu, dia pun langsung memeluk tubuh tegap suaminya dengan erat.
"Aku tidak kemana-mana. Tidak akan kemana-mana."
Membalas pelukannya seraya mengusap surai hitam Rayan dengan penuh cinta sekaligus menyalurkan kerinduannya yang menggunung selama ini sebab jauh dari sang istri.
Tak berbeda jauh dengan Rayan, hanya saja Ryura begitu membuka matanya, dia sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan. Malah senyum manisnya terpatri tepat di depan mata Ye Zi Xian.
Senyuman itu menyapa sang suami yang langsung menariknya kedalam pelukan erat begitu tahu kalau senyum itu pertanda istrinya telah bangun.
"Jangan lakukan lagi! Ini menakuti ku. Kau tahu?!" omel Ye Zi Xian tanpa maksud mengomelinya. Pria itu hanya tak tahu lagi bagaimana mengungkapkan perasaannya atas apa yang terjadi.
"Tidak lagi." jawab Ryura dengan suara kecil yang hanya didengar oleh suaminya seorang karena diucapkan tepat ditelinga Ye Zi Xian.
"Sudah seharusnya begitu!"
Setelahnya, keadaan kembali seperti semula. Selanjutnya, yang mereka akan lakukan adalah membuat persiapan sebab Ryura sudah melihat sesuatu dari semua yang telah terjadi.
Bahwa hal yang besar dan mengerikan akan segera terjadi.
Dan semua itu berpusat pada Reychu.
UPUPUPUPUPUPUPUP
THOR GK SABAR BUAT UP EPISODE TERAKHIRRRRRRRRR!!!
LEOVERA'S... MOHON DUKUNGANNYA SEMUA...
__ADS_1