
Dibandingkan dengan kabar kematian Martin Gong yang tiba-tiba dan mengenaskan di tempat hiburan malam yang juga sukses mengguncang negeri beberapa bulan lalu. Berita itu masih kalah mengguncang daripada berita 'Three Royal Nobles' yang sudah menemukan pasangan mereka.
Bahkan berita tersebut juga berdampak pada salah seorang perempuan dalam keluarga Gong kala mendengar kabar pria yang diincarnya membawa seorang gadis disisinya dengan sikap yang memanjakan.
Itu cukup untuk menyulut kecemburuannya.
Sambil duduk di kursi meja riasnya, perempuan itu memfokuskan diri pada ponsel pintarnya dan tengah menelusuri apa yang ingin ia ketahui perihal berita panas beberapa jam lalu.
Kegiatannya yang menggebu seperti akan menghancurkan ponsel ditangannya terpantul melalui cermin riasnya. Wajahnya pun terlihat jelas betapa buruk warna merahnya.
Dia cemburu buta sampai wajahnya menghitam.
Sambil menahan kecemburuan, jari-jemarinya menekan layar ponselnya dengan penuh amarah. Apalagi saat apa yang tertera dilayar penuh dengan nama 'Bai Liam menemukan cinta sejatinya' atau 'Perempuan penakluk bangsawan Bai' dan masih banyak lagi judul-judul pencarian panas yang sedang marak-maraknya diperbincangkan.
Dia Melany Gong semakin tak kuasa menahan amarah yang bercampur dalam kecemburuannya sampai pada akhirnya di titik puncak pertahanannya...
BRAK!
Ponselnya pun yang jadi korbannya.
Benda itu melayang dengan cepat kearah dinding dan hancur.
Nafasnya tersengal-sengal seraya menatap puing-puing benda pipih canggih yang sudah terbelah dua dengan beberapa cuilan pecahannya, namun layarnya secara ajaib masih menampilkan gambar. Belum lagi yang ditampilkan adalah gambar Bai Liam tengah memperlakukan seorang gadis dewasa bak putri, begitu mesra dan melelahkan hati siapa saja yang melihatnya.
Kecuali, dia...
Karena itu juga...
"AAAAAARRRRGGGHHHH!"
PRANG!
Peralatan make up-nya tanpa diduga turut menjadi sasaran hingga disapu bersih dengan penuh emosi menggunakan kedua tangannya.
Sungguh, peralatan make up yang malang...
"Tidak! Ini tidak benar! Bai Liam harusnya jadi milikku! Sudah berapa lama aku mengincarnya! Bagaimana bisa ada yang melangkahi ku begitu saja!" matanya memerah saat memikirkan siapa gadis dewasa itu yang mau tidak mau harus dia akui kalau gadis itu juga sangat cantik dengan cara yang unik.
Sial! Dia memuji rival cintanya dengan begitu mudah! Tampaknya, dia perlu menghancurkan kepalanya sekarang juga!
"Siapa perempuan itu?! Siapa dia?! Sejak kapan mereka saling kenal sampai tidak ada yang tahu mengenai kedekatan mereka?! Ketiga pria itu selalu terbuka mengenai kehidupan pribadinya! Tapi, kenapa masih gagal tercium oleh orang lain hingga akhirnya seperti ini! Aaaaggghhhh!!!" saking marahnya dia sampai menjambak rambutnya sendiri.
Kemudian, secara tiba-tiba gerakannya terhenti, disusul dengan kepalanya mendongak cepat tanpa peduli betapa berantakannya rambut miliknya itu. Ternyata, sesuatu terlintas dibenaknya...
"Apa jangan-jangan... Perempuan itu yang selalu dibicarakan sebagai pemilik hati mereka?! Pemilik hati yang sering diucapkan. Tapi, tak ada yang tahu siapa mereka? Mereka kah?" keningnya berkerut tajam memikirkan kemungkinan nyata itu yang tak sedikitpun ingin ia percayakan.
Melany Gong tak siap menerima fakta tersebut.
Penampilannya yang kacau ini, lebih buruk dari saat dia kehilangan saudara laki-lakinya. Martin Gong.
__ADS_1
Sama halnya dengan perempuan yang lain.
Disebuah salon ternama, terdapat seorang perempuan yang tengah meremas keningnya lantaran tak percaya pada apa yang baru saja dia terima.
Disebelahnya, ada seorang perempuan lain yang ternyata adalah teman sosialitanya yang juga pembawa berita mengejutkan itu.
Dia sebelumnya tak tahu akan kehebohan di dunia maya sebab kebiasaannya yang menikmati perawatan tanpa ada gangguan termasuk ponsel. Siapa sangka kalau kebiasaannya itu bisa memunculkan malapetaka bagi kisah cintanya.
Dia, Meng Ruona, tak bisa lagi menjabarkan seperti apa perasaannya saat ini.
Dia marah, dia cemburu, dia merasa dikhianati, dia kacau, dia benci, dia dendam, dan masih banyak lagi sampai dia tak tahu apa lagi sebutannya.
Yang pasti dia tahu siapa gadis dewasa bergaun pengantin tradisional merah meriah yang serasi dengan gaun pengantin Ye Zi Xian.
Itu adalah gadis yang hampir mencekiknya sampai mati di lorong menuju toilet sewaktu berkunjung ke restoran di mall tempo lalu.
Siapa yang menduga kalau selang beberapa lama sejak saat itu, wajah gadis tersebut kembali muncul dan menjadi berita panas sebagai sosok yang mampu menaklukkan hati seorang Ye Zi Xian.
Bagaimana bisa?!
Salah kalau orang bilang dia tidak marah.
Dia malah marah besar!
Kebenciannya meningkat ke tingkat tertinggi secara drastis tanpa tersendat. Seketika, yang sebelumnya hanya sekadar tidak suka, kini menjadi kebencian yang membabi-buta.
Dengan amarah yang ditekan, dia bertanya pada temannya. "Itu sungguhan?" tanyanya yang ternyata masih memiliki sedikit harapan agar semua itu tidak benar.
Namun sayang, anggukan kepala dari temannya saja sudah cukup menyadarinya kalau dia tidak sedang bermimpi.
"Ya, ini sungguhan. Jujur saja, aku juga terkejut saat menerima notifikasi mengenai berita terbaru itu. Ini benar-benar berita panas! Mana keduanya langsung menikah tanpa hambatan lagi! Ukh! Tuan Muda Ye ternyata benar-benar memiliki sisi seromantis itu! Betapa beruntungnya gadis itu!" padahal temannya hanya memuji dengan santai, tapi pada akhirnya masih bisa menyulut emosi Meng Ruona hingga menjadi sasaran perempuan itu karena tak senang mendengar pujian temannya untuk pasangan Ye Zi Xian dan Ryura.
"Diam!" matanya melotot bak laser. "Sekali lagi aku mendengar mu memuji Ye Zi Xian berpasangan dengan gadis itu. Lihat apakah aku berani merobek mulutmu atau tidak!" ancaman langsung diturunkan. Alhasil, temannya seketika bungkam seribu bahasa.
Temannya terdiam kaget mendengar suara galak Meng Ruona. Dia tahu kalau perempuan itu saat marah benar-benar galak. Tapi, untuk bertingkah kejam. Ini adalah hal baru.
"Baik-baik, aku diam." kemudian kepalanya dimiringkan dan bergumam pada dirinya sendiri. "Dia jadi mengerikan. Tidak heran Tuan Muda Ye tidak tertarik."
Mata Meng Ruona memerah dengan sorot mata penuh kebencian. "Ja*ang! Lihat bagaimana aku akan berurusan dengan mu! Perempuan tidak tahu malu seperti mu harus aku singkirkan!" batinnya dendam.
Bagi yang mengetahui kemampuan 3Ry, kata-kata seperti itu akan terdengar konyol.
Dan perempuan itu cukup percaya diri untuk berkata demikian.
Brak!
Pintu mobil ditutup kasar oleh seorang perempuan saat dia keluar dari dalamnya.
Berlari menuju lobi rumah sakit sampai terseok-seok lantaran sepatu hak tinggi yang dikenakannya cukup mengganggu kecepatannya berlari. Namun, dia tak berpikir untuk melepasnya. Penampilannya pun juga cukup menarik perhatian, sebab kacau dengan riasan wajahnya yang agak luntur dan rambutnya yang berantakan seperti habis ditiup angin.
__ADS_1
Kehadirannya yang seperti itu sukses menarik perhatian banyak orang yang berada di kawasan rumah sakit tersebut.
Meskipun penampilannya begitu kacau, ternyata ada beberapa orang yang dapat mengenalinya. Hal itu membuat beberapa orang tersebut segera mengangkat ponsel mereka untuk mengambil gambar. Berpikir berita ini pasti akan turut meledak setelah di-posting.
Ya, mereka tahu siapa perempuan itu. Dia tak lain adalah Jiang Wanwan. Seorang perempuan yang punya kepercayaan diri tinggi tentang hubungannya dengan Shin Da Ming sampai dia tidak sadar kalau sedikit banyaknya orang menganggap dia agak stress karena terlalu banyak berkhayal.
Kini kemunculannya di rumah sakit dalam keadaan kacau tak perlu membuat orang-orang berpikir keras mengenai alasannya datang.
Itu semua sudah pasti, karena berita panas yang masih berlangsung hingga saat ini.
Menyadari hal itu, mayoritas orang yang ada di sana bersiap untuk menonton pertunjukan dari seorang perempuan tak tahu malu.
Masuk dalam keadaan menggila, penjaga tak mungkin tinggal diam begitu saja. Jadilah, Jiang Wanwan dihadang tanpa ampun oleh sang penjaga yang bertubuh tinggi besar.
"Menyingkir dari ku! Kau mau menghalangi ku masuk?! Kau tidak tahu siapa aku? Aku calon istrinya Bos mu!" sembur perempuan itu dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.
Tapi, penjaga malah memberinya tatapan menghina dan mengejek lantaran kepercayaan diri yang terlampau tinggi dari perempuan yang diyakini akan membuat keributan di rumah sakit ini.
"Saya tidak peduli tentang siapa anda, Nona. Karena, yang saya tahu saat ini anda terlihat seperti ingin membuat keributan. Jadi, saya tak mungkin membiarkan Anda masuk dan membuat kacau rumah sakit. Tempat ini mengutamakan ketenangan." sergah penjaga itu dengan sinis.
Perempuan itu pikir penjaga tidak tahu kebenaran yang sebenarnya dari apa yang baru saja dikatakan tamu tak diundang ini.
Siapa juga di negeri ini yang tak tahu orang macam apa 'Three Royal Nobles' itu?
Tiga orang pria yang sama sekali tidak low profil, sehingga siapapun tahu siapa yang dekat dan tidak dengan ketiga pria itu. Jadi, perempuan didepannya ini adalah orang yang sudah lama menjadi objek gosip tiap kali perempuan itu muncul untuk mendatangi Shin Da Ming.
Orang-orang mungkin sudah tahu kalau dia pernah menjalin hubungan dengan Tuan Muda Shin dimasa lalu. Tapi, siapa yang tidak tahu juga kalau Tuan Muda Shin sendiri sudah menegaskan kalau masa lalunya tidak akan dibawa lagi ke masa depan. Alhasil, semua tindak-tanduk Jiang Wanwan hanya akan membuatnya menjadi bahan gosip dan tertawaan.
Hanya saja, perempuan itu terlalu tidak menyadarinya sehingga dia menganggap dia cukup bersih untuk diakui sebagai calon Nyonya Shin.
"Bagus sekali! Apa kau pikir aku tidak bisa memecat mu, karena berani lancang pada calon Nyonya mu?" dia sebenarnya sudah tak tahu harus berkata apa, akan tetapi enggan untuk berhenti.
Di pikirannya, dia hanya ingin segera bertemu Shin Da Ming dan perempuan yang diberitakan bersamanya. Dia ingin tahu, kenapa Shin Da Ming berani membawa perempuan simpanan ke muka umum. Dan dia juga sudah tidak sabar untuk mencabik-cabik Rayan, karena berani mengambil yang bukan miliknya.
Kalau apa yang dipikirkan Jiang Wanwan diketahui oleh Rayan. Perempuan itu mungkin tidak akan selamat.
"Mungkin aku harus mengusulkan kepada Bos untuk membuat rumah sakit jiwa. Tidak baik orang seperti ini dibiarkan berkeliaran." itu yang di batin kan oleh penjaga tersebut saking tak berdayanya dia melawan ketidak-warasan perempuan ini.
"Nona, kau mungkin lupa. Tapi, kami ingat dengan jelas. Siapa yang tidak tahu tentang dirimu yang selalu mengusik ketenangan hidup Tuan Muda Shin? Siapa yang tidak tahu kalau dulu andalah yang mencampakkan Tuan Muda Shin? Jadi, berhentilah mempermalukan diri sendiri seperti ini. Karena kami sudah sangat jelas tahu, kalau anda tidak akan pernah mendapatkan posisi yang selalu anda pamerkan. Tolong, tahu malulah!" panjang kali lebar penjaga itu menumpuk kotoran diwajah Jiang Wanwan sampai wajah perempuan itu pias dan kehilangan kata-kata.
Tubuhnya bergetar sebagai respon kalau ia tak terima dengan semua ini.
Dengan secuil ketidak-maluan yang tersisa, tanpa ba-bi-bu lagi. Dia langsung menerobos masuk usai mendorong penjaga yang sedikit lengah hingga perempuan itu lolos.
Alhasil, penjaga tak bisa diam saja dan akhirnya ikut mengejarnya.
"NONA, JANGAN MASUK! ANDA TIDAK BOLEH MASUK!" teriak si penjaga mencoba menghentikan Jiang Wanwan yang terus berlari menuju ruang Shin Da Ming berada.
maaf klo lama ya. Thor juga ada kerjaan lain di sini. jadi nunggu waktu senggang baru bisa ngetik. ok selamat membaca...🥰🥰🥰
__ADS_1