3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
PROLOG S2


__ADS_3



Berdiri berdampingan dengan hewan tinggi besar dan gagah, ditambah warna bulunya yang semakin menambah tingkat kemegahannya.


Malam ini ia dan seekor kuda sebagai temannya tengah menikmati malam berbintang di pinggir sungai yang pernah ia datangi sebelumnya.


Tak ada percakapan di antara mereka, hanya keheningan yang menemani. Furby sebagai kuda legendaris yang ajaib memilih diam tak mau memulai percakapan, karena dari apa yang ia lihat tampaknya sahabat manusianya tengah memikirkan sesuatu.


Tanpa Furby sadari dia lambat-laun mulai bisa merasakan apa yang tengah dilakukan oleh Ryura dalam diamnya, meski tidak secara mendetail.


Ryura masih diam memandangi langit yang memperlihatkan jutaan bintang bertebaran diatas sana.


Hingga dalam hati ia bergumam. "Ternyata bukan untuk selamanya..." pernyataan yang tidak dapat diartikan keluar dari benaknya. Entah apa yang tengah ia pikirkan, tapi itulah yang ia katakan.


Diangkatnya tinggi-tinggi tangan kanannya hingga kedepan wajahnya yang sedang mendongak menatap langit malam. Lalu, beralih memandangi tangannya.


Lagi-lagi, tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Ryura. Furby memilih ikut diam saja sambil mengamati kegiatan Ryura yang menurutnya agak aneh dilakukan, sampai dia mendengar Ryura bertanya padanya.


"Kau bisa berubah menjadi manusia?"


Segera ia menoleh kearah Ryura secara spontan. Matanya berkedip sesaat sebelum akhirnya mengangguk membenarkan.


"Bisa. Memangnya kenapa?" telepatinya bertanya tak mengerti.


"Berubah lah. Kita akan pergi esok sore." singkat Ryura seperti biasa tanpa merubah apa yang sedang ia lakukan. Furby langsung paham apa maksudnya dan mengangguk paham di detik berikutnya.


Mereka akan pergi, yang dikatakan Ryura adalah bermaksud untuk tidak membuat keberadaan Furby terlalu mencolok terlebih dia itu makhluk yang amat diinginkan oleh orang-orang yang merasa kuat dan hebat di luaran sana. Apalagi, kepergian mereka kali ini sama seperti membawa Furby kembali ke tempat asalnya. Meski tidak secara spesifik bahwa benar-benar akan pulang kampung, tapi paling tidak arah tujuannya sama.


Sejenak kuda itu memikirkan kerabatnya yang entah masih hidup atau tidak.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan merubah wujud ku. Tapi, nanti setelah kita sampai di dermaga. Perjalanan dari sini ke dermaga tidaklah pendek. Kita juga akan melewati satu kerajaan dari Kekaisaran Selatan atau mudahnya orang-orang biasa menyebutnya Benua Selatan ini." terang Furby secara singkat melalui telepatinya.


"Berapa lama?" tanya Ryura mendadak sampai Furby untuk sesaat linglung pada maksud dari pertanyaannya.


Begitu paham, segera ia menjawab. "Oh... Satu setengah hari bisa sampai kalau tidak melakukan pemberhentian untuk istirahat. Tapi, kebanyakan orang biasanya bisa menghabiskan 2 hari bahkan lebih hanya untuk menuju ke dermaga." jelasnya lagi.


Usai percakapan singkat itu dilakukan, keheningan kembali menyerbu keduanya. Hanya ada hembusan angin malam yang dingin serta suara aliran air sungai yang tiada hentinya mengalir melewati waktu ke waktu.


Ryura kembali dalam pikirannya.


Didalam otaknya, gadis tanpa emosi itu kembali mengurutkan satu persatu kejadian yang menimpa dia dan dua sahabatnya. Setelah dipikir-pikir lagi, ini tidak semudah yang dipikirkan. Dimana, begitu jiwa seseorang bertransmigrasi maka semuanya akan selesai, jiwa orang itu akan memulai hidup baru di dunia yang baru ia lihat. Tapi, faktanya tidak demikian.


Yang dialami ketiga sahabat itu -menurut Ryura- berkaitan. Tapi, ia tidak tahu sebesar apa kaitannya atau seberapa besar kemungkinan baik dan buruknya mengenai apa yang menimpa mereka. Apakah hal itu memiliki dampak buruk untuk mereka? Itulah yang lebih ia pikirkan. Karena, bagaimanapun kejadian yang terjadi pada mereka bukan sesuatu yang bisa diterima oleh akal sehat.


Time travel?!


Masih sulit untuk mempercayai hal demikian, bahkan Ryura sendiri masih merasa bahwa semua ini tidaklah nyata. Meskipun kenyataannya ia sudah berkali-kali merasakan sakit kala bertarung dengan orang-orang asing di dunia kuno ini. Itu sudah cukup menunjukkan padanya kalau ini semua nyata adanya.


Jika, kedatangan mereka kedunia ini bukan untuk hidup selamanya dalam artian mereka akan melanjutkan hidup di dunia kuno itu hingga maut menjemput seperti kehidupan normal orang pada umumnya. Lalu, apa tujuan kedatangan mereka kedunia kuno ini...


Ryura belum menemukan jawabannya.


Lelah telah dirasakan, apalagi otaknya sudah ia pakai dengan begitu keras. Kini, yang ia inginkan hanya tidur.


Tanpa berkata-kata, Ryura segera menaiki Furby dan berujar satu kata tanpa ekspresi apapun sehingga tak ada yang tahu kalau sebenarnya ia tengah mengantuk akibat lelah berpikir.


"Pulang!"


"'Eh!" sudah pasti Furby kaget dengan apa yang dilakukan sahabat manusianya itu, tapi tak urung ia tetap melaju pergi mengikuti keinginan sahabatnya.


Klak...

__ADS_1


Klak...


Klak...


Klak...


Mereka pun bergerak untuk pulang ke penginapan.


"Ryura, lain kali cobalah untuk lebih banyak berkata-kata. Aku kadang kesulitan mencernanya. Aku lebih sering kau buat bingung." keluh kuda bulan itu dengan agak merajuk.


Mendengar itu Ryura malah menepuk-nepuk halus kepala Furby sebagai tanggapannya tanpa melihat Furby ataupun menyahuti perkataannya. Dia tetap pada diamnya.


Merasa diabaikan, Furby hanya bisa mendengus jengkel dan memilih untuk berlari pulang saja.


Siapa yang mau makan kekesalan bila menghadapi Ryura yang acuh tak acuh tanpa emosi itu.


Ya, walaupun sudah sering merasakannya...



jangan bilang "kok sedikit Thor?" ya...


soalnya sengaja. ni kan baru pembukaan. hehe.


next!


jangan lupa like vote tips dan komen nya yoooo...


😘😘😘


harus selalu ingat ya.. Thor ambil gambar dari google dan apk pinterest

__ADS_1


__ADS_2