3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
MENUJU KEKAISARAN UTARA


__ADS_3

Mata kuda Furby menyipit tajam saat penglihatannya mendapati pemandangan yang mencengangkan.


Dia nyaris tidak mempercayai apa yang sedang dilihatnya.


Di depan sana ada beberapa orang asing selain 3Ry, Ruobin, Chi-chi, dan Duan Xi. Yang lebih sulit dipercaya adalah keadaan Reychu dan Ryura yang berada dalam gendongan dua pria tampan yang baru dilihatnya.


Seketika Furby merasakan ketidaknyamanan kala melihat keadaan Ryura yang tak berdaya dalam pelukan orang asing.


Sekilas saja, Furby tahu keduanya tidak sedang baik-baik saja. Terutama Ryura -bagi Furby-, meski ia tidak pingsan melainkan tertidur bukan berarti ia baik-baik saja. Darahnya mungkin keluar tidak sederas sebelumnya, tapi itu tetap harus ditangani dengan cepat.


Sebelumnya, Rayan memang mengatakan kondisi Ryura baik-baik saja, itu mengacu pada apakah dia pingsan atau tidak. Itulah mengapa Rayan merasa lega. Setidaknya, Ryura yang dulu masih sama seperti yang sekarang, meski telah berganti tubuh.


Tapi, dia agak tidak sadar kalau apa yang ia pikirkan tidak dapat di ikuti oleh yang lain.


Furby tak terkecuali.


Meski Furby memiliki perasaan yang dalam terhadap Ryura, itu tetap tidak menampik fakta bahwa Ryura bukan berasal dari dunia kuno ini. Sehingga, perasaan yang dalam itu masih memiliki celah.


Sekelompok orang didepan Furby kian mendekat.


Furby bisa merasakan bahwa beberapa orang itu sama sekali tidak mengancam walaupun tampang mereka cukup meresahkan, mulai dari rupa hingga aura tak ada yang kurang sedikitpun untuk mengguncang kewarasan seseorang. Beruntung dia bukan jenis perempuan. Pria dengan tampang sempurna serta beraura kuat sarat akan aura penguasa cenderung memiliki daya pikat yang mengerikan.


Tapi, tampaknya itu tidak berlaku untuk Rayan. Lihatlah, betapa santainya Rayan berjalan di samping Ruobin menuju kearahnya bersama yang lain.


Dia jelas tahu betapa sukanya Rayan terhadap wajah rupawan. Tapi, siapa yang menyangka kalau wajah rupawan pun masih belum mampu menembus dinding hati seorang Rayan.


Hal itu membuat Furby kembali menyadari, kalau sebenarnya keindahan itu adalah apa yang disukai Rayan tapi tidak sampai membuat gadis itu bertekuk lutut padanya.


Beralih ke sahabat manusianya, Ryura.


Dia secara nyata dan sadar melihat Ryura yang dengan santainya terlelap dalam pelukan orang lain. Baginya, itu aneh.


Sejauh yang dia ingat, Ryura tak pernah dekat dengan siapapun selain dua gadis 3Ry itu dan mereka, para siluman juga seorang pria tua.


Inilah yang membuatnya tak mengerti apa yang tengah terjadi pada Ryura.


Kembali memandangi kedua insan yang berlainan jenis itu, entah mengapa terlihat serasi.


Jujur saja, itu adalah pemandangan yang lumayan tak sedap untuk Furby lihat. Sampai-sampai, Kuda bulan itu jadi ingin merubah wujudnya menjadi manusia agar dapat mengambil alih Ryura dari tangan pria tampan bersurai putih keperakan itu.


Tanpa sadar, Furby menatap intens Ye Zi Xian.


Merasakan tatapan tersebut, Ye Zi Xian pun tak takut membalas. Dengan saling melempar pandangan, Ye Zi Xian akhirnya tahu kalau pihak lain tampak tak senang. Pada awalnya ia tidak mengetahui apa yang membuat kuda, yang baru ia ketahui adalah jenis siluman tingkat tinggi memandangnya seperti itu. Sampai akhirnya ia mendengar percakapan Rayan dan lainnya.


"Furby, kau sudah disini!" seru Rayan saat ia melihat kuda bulan itu sudah berada didepan mereka.


Entah dengar atau tidak, yang pasti Furby tak mempedulikan seruan Rayan. Hal itu membuat Rayan merasa aneh hingga memaksanya mengikuti arah pandang Furby.

__ADS_1


Ternyata, Furby sedang memandangi sosok pria yang menggendong Ryura.


Senyum dimatanya muncul saat kilatan aneh muncul. "Kau cemburu, yaaa..." kata Rayan seolah berbisik menggoda, tapi sayangnya indera pendengaran orang-orang asing itu cukup tajam.


Mendengar penuturan Rayan sukses membuat Furby menoleh untuk menatapnya. Tatapan jijik pun di perlihatkan. Namun, Rayan tak bisa melihatnya bila dalam wujud kuda, beda halnya dengan Ruobin yang jelas mengetahui tatapan yang dilayangkan oleh Furby.


Ruobin sampai meringis karenanya. Ia pun tak elak juga ikut mendengar kalimat yang Rayan ucapkan.


"Rayan... Rayan..." gumamnya dalam hati seraya menggelengkan kepala.


Sedang Furby. "Apa aku terlihat sedang cemburu?! Dimana otak gadis ini?! Aku sedang mencemaskan Ryura, bukan sedang cemburu. Dari sudut pandang mana dia bisa mengambil kesimpulan seperti itu. Haish!" gerutu Furby dalam hati.


Ya, perasaan tidak senang Furby bukan dilandasi oleh kecemburuan. Layaknya saudara yang protektif, begitulah dia.


Mengulurkan tangannya guna merangkul pundak Rayan, tapi tetap menatap Furby lalu berujar. "Mereka akan ikut kita. Kondisi Nona Reychu dan Nona Ryura butuh seorang ahli untuk menanganinya dan mereka mengenal orang tersebut. Sementara Rayan... Dia bukannya tak bisa menangani hal itu, tapi hal-hal yang dibutuhkannya tidak ada bersamanya. Jadi, tekan ketidaksenangan mu dulu dan mari kita dului yang lebih penting." bijak Ruobin menjelaskan.


"Mereka? Aku yakin kau bisa mengetahui siapa mereka melalui auranya. Mereka memiliki aura yang tak biasa. Tak ada yang tahu apakah mereka memiliki maksud terselubung dibalik sikap baik mereka." sarkas Furby melalui telepatinya, sama sekali tidak mudah untuk mempercayai seseorang. Ruobin hanya bisa menahan diri dari meringis akibat dengungan yang masuk ke kepalanya dengan kasar itu.


"Mereka orang-orang berpengaruh dari Kekaisaran Utara." tukas Ruobin membalas melalui telepati juga. Bermaksud agar tak ada ybg mendengarnya kecuali dia dan Furby. "Perhatikan baik-baik, kau akan tahu lengkapnya." lanjutnya.


Usai mengatakan itu, Furby yang mendengarnya segera menatap 4 orang asing yang ada disana.


Semakin ia mengamati, semakin ia tercengang. Dia tidak bodoh, dia jelas tahu siapa mereka hanya dengan beberapa petunjuk.


Seperti, pria berambut merah yang menggendong Reychu. Dari rambutnya saja Furby tak perlu sampai menanyakan namanya, ia sudah tahu kalau pria itu pasti keturunan Keluarga Kerajaan Bai dari Kekaisaran Utara.


Belum lagi, yang berambut putih keperakan. Dia tahu pasti kalau pria itu adalah bagian dari Keluarga Ye pemilik Sekte Salju Perak.


Hanya saja, apa yang sedang kedua keturunan itu lakukan dengan membopong tubuh sahabat manusianya.


"Jadi, kau yang bernama Furby? Bisa kita lakukan perjalanan sekarang?" itu pada dasarnya bukan sebuah pertanyaan. Lebih kepada menuntut agar tidak membuat seseorang berstatus tinggi sepertinya menunggu lebih lama, apalagi dengan kondisi gadisnya yang sudah membuat cemas.


"Reychan, temui saudara-saudara ku yang lain dan katakan pada mereka kalau aku akan kembali lebih awal. Mereka harus tetap disini sebagai perwakilan." lugas Kaisar Agung Bai memberi perintah.


"Baik, Yang Mulia!" bungkuk Ahn Reychan hormat sebelum melesat pergi guna memenuhi perintah.


"Kalau begitu..." belum usai Rayan berkata, dia sudah disuguhkan pemandangan arogan orang-orang yang lebih dari kearoganan orang-orang dari kehidupan sebelumnya.


Karena, tanpa meminta izin, Kaisar Agung Bai sudah lebih dulu naik memasuki gerbong kereta dan disusul oleh Ye Zi Xian. Yang tak terduga lagi, Duan Xi dan Chi-chi pun ikut masuk.


Mata Rayan berkedip beberapa kali guna mencoba mencerna apa yang sedang terjadi disini. Ruobin yang melihat itu hanya bisa terkekeh geli kemudian menuntun sahabat manusianya menuju kebagian kusir. Yang ternyata sudah ada Dong Jia Zi.


"Bin-bin, aku diabaikannya! Apa yang sedang terjadi sebenarnya?! Mengapa aku masih tidak paham." tanya Rayan begitu ia mendudukkan bokongnya di samping Dong Jia Zi yang siap dengan kendali kudanya.


"Jangan berpikir terlalu rumit. Mereka hanya sedang memiliki ketertarikan pada kedua sahabat mu." santainya Ruobin berucap tanpa melihat ekspresi tercengang Rayan.


"Tertarik?! Mereka?! Pada sahabat ku?! Astaga!" pekik Rayan seraya menakup wajahnya dengan kedua tangannya, ekspresi terkejut tak terhindarkan dari wajahnya.

__ADS_1


Pekikan berlebihan Rayan juga mengejutkan Dong Jia Zi hingga membuatnya menoleh secara spontan kearah Rayan.


Berpikir, tipe jenis apa gadis imut disampingnya ini. Bagaimana bisa dia berteriak selantang itu.


Menoleh dan mengguncang tubuh Ruobin. "Kau yakin?! Mereka menyukai sahabatku?"


Ruobin mengangguk membenarkan. "Hm. Kenapa dengan mu? Aku merasa ada yang salah dengan nada itu." ucap Ruobin ketika ia merasa ada yang aneh dengan cara Rayan mengutamakan keterkejutannya.


Itu agak seperti sesuatu yang buruk akan terjadi.


Usai mendengar konfirmasi tersebut, Rayan kembali ke posisi duduk menghadap kedepan dengan tatapan yang tak dapat dijelaskan. Tapi, Ruobin yang melihatnya tahu dari matanya, kalau Rayan sedang menyimpan sesuatu dan itu terlihat dari matanya.


"Bin-bin, apa kau tahu. Kami bertiga belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Mengingat perangai dua sahabatku, terutama Reychu... Aku khawatir pria berambut merah itu tidak dapat bertahan dengan kegilaannya. Sedang Ryura, dia gadis yang sulit. Wajahnya itu... Pasti akan jadi sangat luar biasa kalau pria itu bisa membuat Ryura berekspresi. Akan tetapi, Ryura tak kalah mengerikan. Sedikit ia merasa terganggu, orang itu akan mati. Apakah akan baik-baik saja membiarkan mereka mengenal satu sama lain?" itulah yang di khawatirkan oleh Rayan.


Perilaku sahabatnya, takutnya akan berdampak buruk pada sekitar mereka. Terlebih yang menyukai mereka bukan orang sembarangan.


"Kau bilang kalian belum pernah jatuh cinta, bukan?" pertanyaan itu di jawab dengan anggukan kecil oleh Rayan.


Melihat respon itu, Ruobin dengan tenang melanjutkan. "Kalau begitu, tak perlu khawatir. Sulit untuk memastikan seseorang baik atau buruk saat jatuh cinta kalau belum merasakannya. Karena, kalian belum pernah merasakan perasaan tersebut. Maka, nantikan saja. Kau bisa melihat bagaimana sikap mereka jika dihadapkan dengan yang namanya cinta. Siapa tahu, Nona Reychu bisa menjadi lebih waras dan Nona Ryura bisa menjadi lebih hidup. Wajahnya itu, aku terkadang sering merinding tanpa bisa dijelaskan. Hii..." di akhir kalimat, Ruobin membayangkan wajah datar Ryura yang entah bagaimana membuatnya tak nyaman.


"Begitu 'kah?" Rayan memastikan dengan wajah polosnya.


Kedua pria disisi kanan dan kirinya tanpa sengaja melihat ekspresi tersebut. Seketika panah asmara melesat menembus jantung keduanya.


Ruobin yang sudah akrab sama sekali tidak ragu maupun canggung kala menerkam pipi tembam Rayan dengan cubitannya. Sementara, Dong Jia Zi hanya bisa mengalihkan pandangannya dengan wajah memerah. Beruntung, ia memakai penutup wajah sehingga tak ada yang dapat melihat dengan jelas seberapa merah wajahnya.


"Gadis ini terlalu menggemaskan!" gumam Dong Jia Zi dalam hati seraya bersiap memberi isyarat pada kuda bulan -Furby- untuk segera melaju.


Tak lupa ia melemparkan sejenis mutiara sebesar kepalan tangan anak kecil yang berwarna putih salju kearah depan.


Tanpa menunggu untuk jatuh ke tanah, mutiara tersebut pecah menjadi serbuk berkilauan dan detik berikutnya ia mulai berputar di udara berlawanan arah jarum jam.


Itulah yang disebut portal teleportasi.


Setelah memastikan kalau portal teleportasi telah terbuka sepenuhnya, segera Dong Jia Zi menghentakkan tali kekang ditangannya sembari berteriak.


"HYAK!"


Furby meski tak senang diperlakukan demikian, ia tetap tak melawan. Bagaimanapun Ryura membutuhkan kecepatannya untuk segera diobati.


Karena Ryura penting baginya, maka yang lainnya kali ini ia lepaskan.



Thor dh up lgi...


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI TAHUN 1442 H.

__ADS_1


MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN...


Maaf udah Thor buat menunggu lama.๐Ÿ˜


__ADS_2