3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
KEDUANYA SAMA


__ADS_3

"Ya! Di sana! Ya, ya! Sedikit ke kiri! Benar! Tepat sekali! Aahh... Enaknya! Lagi, jangan berhenti sebelum aku bilang berhenti, oke! Ouh! Benar-benar luar biasa!" suara Reychu yang agak mengerang nikmat menggema di kamar tidur yang ia tempati.


Rebahan lurus diatas peraduan dalam posisi tengkurap seraya berceloteh ria mengutarakan semua yang ingin dia utarakan dengan ekspresi kenikmatan tercetak jelas diwajahnya.


Hoho... Ada yang bisa tebak?


Jangan berpikiran negatif dulu. Reychu memang sedang menikmati hidupnya, terlihat dari bagaimana nikmatnya dia menerima servis pijat ala siluman kelinci dari Chi-chi di punggungnya.


Saat ini Chi-chi sedang dalam wujud manusianya, menjelma menjadi tukang pijat hanya untuk Reychu seorang. Dia sama sekali tidak keberatan, justru malah senang bila bisa melakukan hal menyenangkan lebih untuk Reychu.


Maklum, kini Reychu sudah menjadi segala-galanya untuk seorang Chi-chi si siluman.


"Begini? Baik! Nikmatilah, aku akan membuatmu nyaman dan lebih nyaman!" katanya sambil terus menerus menumbuk punggung Reychu menggunakan kepalan tangannya yang mungil, sebab bagaimanapun Chi-chi masihlah tampak seperti bocah laki-laki.


Meski pada dasarnya, walau mungil sebagai tangan seorang siluman tentu tidak bisa dikatakan lemah. Namun, demi Reychu senang kapan Chi-chi tidak bisa mengontrol kekuatan tangannya?


Dukdukdukdukdukdukduk...


Dukdukdukdukdukdukduk...


Tiada hentinya Reychu menikmati pelayanan pijat ala tempo dulu, di istana negara Es dan di layani oleh siluman pula. Siapa yang pernah berpikir akan mengalami apa yang Reychu alami saat ini.


Benar. Memang hanya Reychu yang dapat mengalaminya.


"Luar biasa. Aku tak akan melupakan hal ini..." jujur Reychu dengan mata terpejam kenikmatan. "Ukh! Ya, di situ."


"Hehe. Tentu, kau tak boleh melupakan ini. Soalnya, siapa lagi yang bisa memberikannya padamu selain aku?! Haha..." balas Chi-chi dengan bangga tanpa mengurangi kecepatan tumbukan tangannya.


Sedikit melirik kebelakang walau tidak sepenuhnya tepat sasaran, Reychu bertanya. "Apakah sebelumnya kau sudah pernah melakukan hal ini pada orang lain?"


Dengan jujur Chi-chi menggelengkan kepalanya. "Belum pernah. Aku bahkan tidak tahu kalau ada yang seperti ini. Aku pikir ini agak menyakitimu." komentarnya.


"Ouh. Sebuah kehormatan bagiku kalau begitu." jedanya. "Lagipula, wajar saja bagimu untuk menjadikan aku orang pertama. Memangnya dalam keluarga siluman perlu hal semacam ini?"


"Tentu saja tidak. Kita memiliki cara tersendiri untuk menjadi lebih baik."


"Haha... Ini patut untuk di rayakan." bangganya Reychu mengundang tawa Chi-chi.


Keduanya sangat harmonis.

__ADS_1


Reychu adalah orang yang menghargai sebuah hubungan. Sekalinya sayang, orang yang di sayang tak akan pernah memiliki kesempatan untuk kecewa padanya. Karena, Reychu akan menyayanginya dengan segenap jiwa dan raganya.


Tapi, ini tentu tak bisa membuat kalian menyamakan kedudukan Kaisar Agung Bai dan Chi-chi di hati Reychu. Karena, Kaisar Agung Bai adalah cinta Reychu yang berarti, Reychu akan memberikan seluruh hidupnya untuk pria yang mencintainya dengan tulus dan akan ada timbal balik disini. Sementara kasus Chi-chi, ini masuk dalam konteks melindungi apa yang baik disekitarnya.


"Oh ya. Aku punya pertanyaan yang belum kutanyakan padamu." kata Reychu.


"Apa itu?" Chi-chi melirik Reychu dengan penasaran.


"Berapa usiamu sekarang? Kudengar kalau siluman memiliki umur yang jauh lebih panjang dari manusia." tanyanya.


"Umur ku? Ya ampun, aku baru ingat. Kalau sudah lama tidak menghitung total usiaku. Aku terlalu asik dengan hidupku selama ini, jadi aku tidak tahu lagi." ,jawab Chi-chi.


"Tidak tahu? Sayang sekali, padahal aku ingin tahu seberapa tua dirimu dengan tubuh mungil bak bocah laki-laki seperti ini. Bagaimana bisa kau tidak seperti Ruobin dan malah mirip kurcaci begini. Apa kau kekurangan gizi?" gamblang Reychu seperti biasanya.


Untungnya, Chi-chi tidak peduli karena sudah terbiasa selama ini.


"Sejak kapan siluman kurang gizi? Kau ini ada-ada saja. Kami memiliki kemampuan untuk bertahan hidup seribu kali lebih baik dari pada manusia biasa. Jadi, tidak ada ceritanya siluman kurang gizi. Tapi, bila bertanya soal tubuhku. Ini bukan karena aku memiliki tubuh kurcaci. Melainkan karena kultivasi ku agak lambat. Sulit bagi ku untuk melakukan terobosan." terang siluman kelinci itu.


"Begitu 'kah?! Kenapa tidak bilang?" Reychu baru tahu kalau siluman juga bisa berkultivasi.


Seandainya ada Rayan disana, dia pasti berkata begini: Kemana saja kau selama ini sampai baru tahu sekarang!


"Tentu saja, soal kau yang ingin melakukan terobosan itu. Apa kau melupakan fakta bahwa Rayan mampu meracik ramuan herbal sendiri. Kau bisa memintanya atas namaku untuk ramuan yang bisa membantu mu mengatasi masalah 'kenapa kau sulit melakukan terobosan'. Siapa tahu, ada sesuatu yang menyendatmu dari dalam tubuh mu." ungkapnya tanpa merubah posisi tubuhnya yang nikmat ini.


Tanpa menghentikan kegiatan memijatnya, Chi-chi menunjukkan ekspresi berpikir diwajahnya. "Benar, ya. Kenapa tidak terpikirkan oleh ku tentang itu?! Tapi, apakah dia mau melakukannya untuk ku secara cuma-cuma?" diakhir Chi-chi bertanya dengan ragu-ragu. Bagaimanapun, pada dasarnya dia hanya dekat dengan Reychu tapi tidak dengan yang lainnya. terutama, Ryura.


Memikirkan sosok itu saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri.


"Tentu saja. Dia tidak pelit. Apalagi sekarang dia memiliki suami yang berdiri di sisi yang sama dengannya. Mencintainya dan memanjakannya juga. Aku tidak yakin kalau dia tidak akan membiarkan istri kesayangannya melakukan apapun yang dia mau." jawab Reychu tanpa pikir panjang, walau pada akhirnya jawabannya benar.


Akhirnya Chi-chi pun mengangguk ikut yakin setelah diyakinkan oleh Reychu terus-menerus. "Baik. Nanti aku akan memintanya. Tentunya, atas namamu. Hehehe..."


"Lakukanlah. Aku tidak punya masalah dengan itu. Rayan juga tidak akan punya masalah dengan itu. Dia tahu apa yang harus ia lakukan dan tidak. Kami ini keluarga, walaupun pada awalnya dia akan mengomel seperti ibu-ibu, ujung-ujungnya dia tetap akan memberikan apa yang ku minta. Jadi, santai saja..." masih bisa tidak tahu diri.


Benar, seandainya ada Rayan disana. Dia pasti sudah mengomel tanpa henti saking jengkelnya dengan sahabatnya yang satu ini.


Setelah mendengar jawaban dari Reychu, Chi-chi tidak bisa tidak senang. Apalagi, saat dia bisa memiliki kesempatan untuk benar-benar melakukan terobosan atas kultivasinya. Betapa senangnya itu...


"Wow. Chu-chu, kau yang terbaik. Senang rasanya bisa bertemu dengan mu." Chi-chi bersuka cita untuk dirinya sendiri setelah merasa beruntung memiliki Reychu sebagai sahabat manusianya.

__ADS_1


"Harus! Kau harus senang! Karena, kau tak akan bertemu dengan orang seperti ku lagi diluar sana. Aku adalah satu-satunya." kebiasaan Reychu untuk tidak lupa membanggakan dirinya sendiri.


Dan Chi-chi adalah siluman yang tanpa sadar menjilat juga.


"Benar, benar! Aku jadi teringat saat kau mengambilku waktu itu. Hahaha... Kalau diingat lagi itu menjadi lucu." nada bocah laki-laki siluman kelinci itu bernostalgia hingga telinga panjangnya bergoyang.


"Hahaha... Aku tahu, aku tahu." sahut Reychu tak terlalu memikirkannya.


Kembali, keduanya menikmati momen bersama dengan bahagia.


Selain dengan Rayan dan Ryura, ini adalah saat-saat kembalinya kebahagiaan yang pernah direnggut darinya oleh takdir.


Ingat Tina?


Dia menganggap Chi-chi adalah pengganti Tina untuk mengembalikan kebahagiaan yang kosong itu dihatinya. Disebut pengganti bukan benar-benar menganggap Chi-chi adalah Tina. Hanya posisi keduanya dihatinya yang sama.


Reychu senang dengan itu. Itulah mengapa apapun kegiatannya, bocah siluman itu tak pernah ketinggalan. Sebab, dia ingin setiap saat menghabiskan waktu bersama. Tentu, dikecualikan saat ada Kaisar Agung Bai. Mari, sisihkan Chi-chi dulu bila saat itu tiba. Haha...


Hari ini seperti hari-hari sebelumnya. Selalu dilewati bersama hingga ada banyak momen yang hampir semuanya menyenangkan meski harus melalui kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Artinya, selama keduanya bersama tidak ada yang tidak menyenangkan.


Terutama bagi Reychu.


Makan bersama, tidur bersama, bahkan mandi pun bersama. Tapi, bukan berarti keduanya sama-sama bulat saat mandi. Terlebih, alasan paling masuk akal dan kuat saat ini untuk menghabiskan waktu bersama adalah karena Reychu belum diikat pernikahan oleh Kaisar Agung Bai -kekasihnya- sehingga tak ingin mengurangi sedikitpun waktu untuk dihabiskan bersama Chi-chi.


Sebab, saat dia menikah nanti. Waktunya pasti akan lebih banyak dihabiskan bersama suaminya. Jadi, saat ada waktu, mengapa tidak?!


Begitulah...


Namun, mengapa suasananya tiba-tiba berubah suram?


Kenapa Reychu menatap kosong kearah lantai?


Ada apa disana?


Apa yang terjadi?


Tidak mudah membuat Reychu menjadi seperti itu!


__ADS_1


Alhamdulillah, up lgi akhirnya. maaf membuat kalian menunggu... ni silahkan dibawa walau pendek ya.. hehe...


__ADS_2