
Tiga orang gadis berdiri mengelilingi seorang perempuan berpakaian pelayan dari paviliun Bunga Malam. Pelayan itu sudah tak lagi bergerak tergeletak di lantai dingin sebuah kamar yang pastinya bukan kamar junjungannya.
Ada terdapat cangkir dan teko keramik indah berhamburan di dekat pelayan tersebut dengan keadaan teko yang sudah terpecah belah menjadi beberapa bagian hingga menumpahkan seluruh isinya.
Bila dilihat, kemungkinan pelayan itu sudah mati.
Pertanyaannya, mengapa dia mati?
Apakah dia bunuh diri?
Mengapa dia bunuh diri di tempat orang lain dan itu tempat para tamu yang belum lama tiba disana?
Apakah ada semacam konspirasi didalamnya?
Kalau ingin tahu jawabannya. Mari, kita bergeser ke beberapa waktu lalu tepatnya setelah jamuan sarapan pagi usai.
3Ry dan lainnya baru kembali dari jamuan sarapan tersebut.
"Apa yang dilakukan wanita itu pada pria mu, Ryura?" tanya Reychu dengan suara berbisik menanyakan undangan Meng Pei Yun kepada Ye Zi Xian beberapa saat lalu hingga meninggalkan Ryura begitu saja.
Meski dia gila, dia tetap tahu kapan saatnya waras. Oleh sebab itu, dia mengecilkan suaranya lantaran masih ada Kaisar Agung Bai dan Shin Mo Lan didekat mereka. Akan berbahaya kalau mereka mendengarnya. Pasalnya, ketiga pria mereka belum mengetahui apa yang baru-baru ini mereka lakukan.
Tapi itu bukan karena dia takut kekasihnya akan marah. Dia hanya tak akan tinggal diam pada orang yang berani macam-macam dengannya dan sahabat-sahabatnya.
Kembali ke topik...
Ryura yang ditanya hanya diam dan terus berjalan. Tapi, Reychu sama sekali tidak tersinggung. Sudah biasa baginya.
"Psst... Jangan bicara apapun! Kalau ketahuan, rencana kita bisa hancur berantakan!" sembur Rayan dengan sama berbisik tanpa memalingkan wajahnya dari depan seolah tengah mengawasi dua pria yang berbincang didepannya, kalau-kalau sampai mereka mendengar apa yang dia dan dua sahabatnya bicarakan.
Nada yang digunakan penuh peringatan.
Baru saja Reychu akan membalasnya, suara Kaisar Agung Bai sudah lebih dulu menyela dengan memanggilnya, membuat dia menelan kembali semua kata-kata yang ingin ia ucapkan. Sedang, Rayan terkikik puas melihatnya.
"Reychu!" panggil pria itu dengan lembut penuh perasaan.
Tanpa menunggu. Reychu segera datang mendekat, lalu menjawab. "Ya, sayang!" tak ayal jawabannya membuat wajah Kaisar Agung Bai memerah karenanya.
__ADS_1
Kekasihnya benar-benar terlalu blak-blakan, tapi Kaisar Agung Bai tak menampik kalau dia menyukainya.
Sementara yang lainnya, nyaris tersedak oleh air liur masing-masing. Cukup kaget dengan keberanian Reychu. Bagaimanapun ini bukan jaman modern. Beberapa hal masih menjadi tabu disana.
Menutup mulutnya dengan kepalan tangan, namun tetap menjaga kegagahannya. "Ehem... Aku dan Mo Lan memiliki hal yang harus diurus. Jadi, tidak apa-apa 'kan aku meninggalkan mu bersama yang lainnya?" tanyanya yang lebih mirip meminta izin.
Padahal, tanpa dia mengatakannya Reychu sudah pasti akan bersama sahabat-sahabatnya yang dari awal memang sudah bersamanya.
"Tentu! Kau tak perlu khawatir. Aku akan baik-baik saja dengan yang lain." jawab Reychu tak ambil pusing.
"Baiklah, kalau begitu. Sampai jumpa diwaktu makan siang nanti."
Baru saja Kaisar Agung Bai akan berbalik pergi. Tiba-tiba, ada yang menarik tangannya hingga ia kembali berbalik.
Cup!
Beberapa pasang mata tertegun melihatnya, terutama Kaisar Agung Bai sendiri. Beruntung tidak ada orang lain selain mereka yang melihat aksi berani Reychu di luar ruangan.
Dia -Kaisar Agung Bai- sudah jelas menerima Reychu sebagai miliknya, sudah pasti tindakan itu membuatnya senang. Tapi, akan lain cerita kalau orang lain yang melihatnya. Mereka mungkin akan langsung berpikir yang tidak-tidak dan Kaisar Agung Bai tak mau sampai hal itu terjadi.
"Itu agar kau tidak terlalu merindukan ku!" ujar Reychu dengan senyum yang amat merekah di bibirnya sampai-sampai dapat menyentuh hati pria yang baru saja menerima kecupannya di pipi pria itu.
Shin Mo Lan yang melihat aksi pasangan tersebut langsung mengarahkan pandangannya kepada Rayan yang membalasnya dengan sorot mata bingung bersama pipi yang bersemu merah.
Dalam hati Shin Mo Lan terkekeh senang. Dia selalu suka reaksi kekasihnya.
"Kau tidak ku izinkan melakukan itu di depan umum!" katanya sambil berjalan mendekat kearah Rayan yang diam terpaku. "Karena, kau terlalu menggairahkan di mata ku!" bisik Shin Mo Lan tepat ditelinga Rayan yang tubuhnya menegang seketika, sebelum akhirnya menarik diri dan langsung berbalik pergi bersama Kaisar Agung Bai sambil tersenyum luar biasa menawan.
Apalagi, kalau membayangkan wajah menggemaskan Rayan yang berhasil ia buat memerah matang.
Dia bahagia tak terkira.
Yang dikatakannya sungguhan. Melihat Rayan yang belum bisa disentuhnya, sebenarnya cukup membuat dia frustrasi. Oleh karena itu, dia jarang melekat pada Rayan. Takut khilaf, katanya.
Huh...
Menyentuh dadanya yang bergetar akibat degup jantung yang menggila. Sambil menatap punggung gagah kekasihnya dengan senyuman, Rayan tanpa aba-aba langsung menjatuhkan tubuhnya bak orang pingsan secara asal. Untungnya, Ruobin dengan sigap menangkap sahabat manusianya, sebab dia sudah menyaksikan semuanya dari awal hingga akhir.
__ADS_1
Dia bahkan sudah menduga akan reaksi Rayan yang satu ini.
Bola matanya tak bisa menahan rotasi jengah. "Sungguh menggelikan! Untung sahabat!" Ruobin mengumpat dengan wajah datar bertabur kemalasan.
Setelah drama cinta menggelikan sebelumnya berakhir. Para siluman dan ketiga gadis itu berpisah sejenak usia berjanji untuk berkumpul lagi sebelum jam makan siang tiba nanti.
Kini, mereka berjalan kembali ketempat mereka tinggali selama disini.
Sesampainya disana, sebelum ketiganya masuk. Ryura sudah lebih dulu berseru datar tanpa emosi. "Ada penyusup!"
Mengetahui itu, Reychu yang bar-bar adalah orang pertama yang bersiap menyergap penyusup tersebut. Diapun memperbesar langkahnya, namun sambil tetap menyembunyikan suara yang ditimbulkan oleh langkah kakinya. Akan tetapi, meskipun begitu bukan Reychu namanya kalau tidak menimbulkan suara alias BERISIK!
BRAK!
Rayan dibelakangnya tak bisa berbuat apa-apa selain menghela nafas tak berdayanya melihat kelakuan sahabat gilanya ini.
3Ry pun masuk bergiliran.
Didalam ruangan atau kamar yang mereka masuki itu, terdapat seorang perempuan berpakaian pelayan yang jelas bukan pelayan yang biasa membantu mereka.
Sekali lihat saja, mereka tahu pelayan itu adalah tamu tak diundang atau dengan kata lain adalah penyusup tersebut.
Sedang si pelayan asing itu terhenyak kaget mendengar bunyi keras dari arah pintu hingga disela-sela ketakutannya yang muncul sebab ketahuan, spontan ia menoleh. Dari sana ketakutannya meningkatkan pesat. Padahal, saat itu ia baru saja menyelesaikan apa yang ditugaskan kepadanya untuk ia selesaikan di ruangan tersebut.
Sayang sekali, dia malah langsung dipergoki oleh si penghuni kamar.
Tubuh pelayan itu menegang sampai ia tak bisa menggerakkan kakinya saking takutnya. wajahnya sudah pucat akibat kehilangan aliran darah, seluruh tubuh mendadak diserang rasa dingin yang tak bisa dijelaskan.
Satu dugaan yang muncul dibenaknya.
"Matilah aku!"
Sebenarnya kalimat itu hanyalah kiasan. Namun sayang sekali, dia menghadapi lawan yang salah.
__ADS_1
maaf ya. pendek-pendek. Thor masih tulas-tulis nih. jadi agak kerepotan.