3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
YE HUAN


__ADS_3

Ceklek!


Seorang pria setengah baya dengan jas kedokterannya keluar dari kamar rawat VIP tersebut usai menyelesaikan tugasnya melepaskan alat bantu kehidupan dari pasien yang ada didalam.


Diluar ruangan, anggota keluarga sudah menunggu dengan tidak sabaran.


Begitu melihat dokter keluar, sang ibu segera memberondongnya dengan pertanyaan.


"Dokter, bagaimana keadaan putraku? Dia benar-benar sadar? Dia benar-benar sudah baik-baik saja? Dia sadar kan, dok?"


"Sayang, tenanglah. Biarkan dokter berbicara. Kalau kau mendesaknya seperti itu, kau tak akan mendapat jawaban apapun." dengan sabar sang suami menegur istrinya yang tidak sabaran. Sebenarnya sama saja, dia juga begitu. Tapi, sebagai seorang kepala keluarga dalam rumah tangga kecilnya sebagai ayah dia harus tetap tenang.


Si dokter hanya tersenyum, dia paham betapa pasangan suami istri didepannya ini sangat menantikan kesadaran dan kesembuhan putra mereka yang sudah terbaring koma selama 7 tahun lamanya. Jadi, dia cukup maklum.


"Baik, Nyonya. Saya akan memberikan kabar baik untuk Nyonya dan keluarga." jedanya sejenak. "Benar, pasien sudah sadar dan kondisinya baik-baik saja. Saat ini dia sedang beradaptasi dengan kondisinya sendiri. Karena, bagaimanapun dia sudah terbaring cukup lama. Nanti dia akan membutuhkan terapi untuk memulihkan kembali tubuhnya agar dapat kembali seperti sediakala. Jadi, harap bersabar, ya." jelas sang dokter.


Sang ayah mengangguk paham, lalu segera berterima kasih. "Dokter... Apa kami sudah bisa menemuinya?" tanyanya kemudian.


"Tentu. Silahkan. Kalau begitu saya permisi dulu." pamit si dokter dan pergi meninggalkan sekelompok orang yang segera bergegas masuk begitu dokter angkat kaki dari hadapan mereka.


Begitu masuk, mata mereka disuguhkan oleh penampakan sosok kurus seorang pemuda berusia 20 tahun yang tengah duduk bersandar pada kepala ranjang yang dinaikkan.


Pemuda itu diam disana tanpa merespon kehadiran mereka. Meski sedih, tapi mereka tahu kalau ini adalah kali pertama setelah tujuh tahun dia kembali melihat dunia. Jadi, mereka hanya bisa menerimanya.


Bila di mata mereka diamnya pemuda itu adalah karena tidak menganggap mereka. Maka, berbeda dengan isi pikiran pemuda tersebut.


Karena, pemuda itu memiliki jiwa Ye Zi Xian didalamnya.


Sebelumnya, saat ia terbangun dari ketidaksadarannya hal pertama yang dilihatnya adalah seorang berpakaian perawat -tapi, dia tidak tahu apa itu- tengah heboh saat melihatnya sadarkan diri. Ia sempat ingin menyuruhnya diam sebelum sadar kalau tubuhnya terasa lemah sekali dan tenggorokannya amat kering.


Keningnya berkerut menerima kenyataan itu. Faktanya, Ye Zi Xian belum sadar kalau dia sudah berada ditubuh orang lain.


Begitu dokter dan perawat tambahan datang setelah perawat tersebut memberitahu kabar terbaru tentangnya. Ye Zi Xian yang meski tak suka dengan tubuhnya yang di pegang-pegang oleh sembarang orang hanya bisa pasrah dengan keadaannya yang lemah sembari mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Baru saja akan berpikir kalau rasa sakitnya akibat terguyur hujan es, sebuah informasi melesak kedalam ingatannya. Tak lama dia pun sadar, ini bukan tubuhnya dan bukan dunianya.


Gambar demi gambar yang berputar di otaknya sangat asing, dia sama sekali tidak mengenalnya. Tapi, kemudian sesuatu yang penting menyadarkannya.


Dunia istrinya!


Dokter sedang membantu melepaskan alat bantu kehidupan yang terakhir setelah sebelumnya ruang kamar inapnya sempat diberondong masuk oleh sekelompok orang yang dia tak peduli siapa itu keluar lagi agar tidak mengganggu pekerjaan si dokter, karena fokusnya saat ini ada pada dirinya sendiri.


Setelah semua alat lepas, tubuhnya kembali diperiksa agar tidak ada kondisi yang terlewatkan sedikitpun. Ye Zi Xian hanya diam sebab dia tahu dia tak punya tenaga.


Akan tetapi otaknya bekerja dengan sangat baik sekarang. Yaitu, mengorek informasi pemilik tubuh.


Namanya Ye Huan, umur 20 tahun, hidupnya sempat terenggut selama 7 tahun karena sebuah kecelakaan fatal yang mengakibatkan dia jatuh dalam koma atau tidur panjang. Dokter menyatakan bahwa dia tak bisa hidup tanpa alat bantu kehidupan kala itu sehingga dia harus berbaring tak sadarkan diri dengan tubuh penuh alat.


Ye Huan adalah anak tunggal dari keluarga cabang kedua marga Ye yang terkenal memiliki sebuah perguruan beladiri tradisional Tiongkok yang sudah lama ada dan di pegang oleh keluarga tersebut.


Perguruan yang bukan sembarang perguruan karena peminatnya atau muridnya bisa mencapai ribuan hingga jutaan orang bila dihitung keseluruhan sampai para alumni.


Perguruan itu sangat tersohor. Namanya Perguruan Shaoye.


Meski pemilik tubuh bukan generasi yang dipilih untuk menjadi pemimpin keluarga selanjutnya seperti di kehidupan sebelumnya, Ye Zi Xian sudah puas. Lagipula, dia sudah memikirkan hal-hal apa yang bisa direncakan untuk mengokohkan kedudukannya dizaman ini agar setidaknya setara dengan kedudukannya dimasa lalu.


Ye Zi Xian jelas tak ingin hanya menjadi orang biasa. Sebagai suami seorang Ryura Jenna, Ye Zi Xian yang kini memiliki nama lain Ye Huan harus tetap unggul.


"Putraku Huan... Nak..." panggil sang ibu dengan nada lembut penuh kasihnya.


Ye Zi Xian menoleh saat kata 'Huan' disebut. Dia sedang membiasakan diri dengan nama barunya agar tidak terlihat aneh bila tiba-tiba tidak mengenali nama sendiri.


Tapi, Ye Zi Xian tak menjawab selain menoleh. Wajahnya datar sebagaimana dirinya. Dia tak perlu khawatir dengan karakter asli pemilik tubuh, karena bagaimanapun pemilik tubuh sudah koma lama sekali. Jadi, kalaupun ada perubahan sifat tak akan ada terlalu banyak kecurigaan selain berpikir bila kecelakaan 7 tahun lalu cukup parah hingga Ye Huan berubah menjadi pendiam dan tertutup.


Alasan lain, karena dia tak suka menjadi orang lain.


Secara perlahan dan hati-hati, sang ibu mendekati putranya dengan sejuta rasa rindu dan kebahagiaan yang terpancar diwajahnya. Raut wajah itu juga ada pada pria paruh baya disebelahnya yang dia tahu adalah ayah dari pemilik tubuh sesuai dengan apa yang ada dalam ingatannya.

__ADS_1


Mata Ye Zi Xian memindai beberapa orang lainnya juga. Menurut ingatan pemilik tubuh, ada dua sepupu laki-laki dari cabang ketiga yang dulunya akrab dengan dia sebelum kecelakaan terjadi. Ada juga paman dan bibi dari cabang pertama beserta anak perempuannya yang berarti sepupunya juga.


Menilik ingatan pemilik tubuh, saat ini anggota keluarga hanya muncul sebagian. Dia tidak tahu kenapa mereka tidak datang, meski sebenarnya dia juga tak mau tahu. Tapi, paling tidak menurut informasi yang dia dapatkan keluarga Ye tidak dalam persaingan keluarga, dengan kata lain mereka hidup rukun.


Ye Zi Xian mengangguk dalam hati mengetahui hal itu. Sebab, Ye Zi Xian sudah siap menghabisi mereka bila ketahuan mencari masalah dengannya nanti. Karena bagaimanapun, kini Ye Huan adalah dia.


"Syukurlah kau sudah siuman. Ibu bahagia! Hiks..." rasa senangnya sampai membuat ibu Ye terisak. Ibu Ye tidak masalah bila putranya belum mau bersuara, karena yang utama untuk ibu Ye adalah kesembuhan putranya.


"Bagaimana perasaan mu saat ini, nak? Ayak bahagia kau akan kembali bersama kami lagi." ujar ayah Ye sampai menitikkan air mata dari sudut matanya.


"Selamat datang kembali, sepupu! Kami ikut senang untuk kesembuhan mu!" kata sepupu laki-laki yang satu dan di angguki orang sepupu laki-laki yang lain.


"Benar! Aku tidak sabar untuk menghabiskan waktu bersama lagi!" keduanya sama-sama antusias.


"Em. Cepatlah sehat, agar lekas pulang ke rumah." sahut sang paman dengan senyum penuh syukur dan dibenarkan oleh istri dan putrinya.


"Ohya, sepupu yang lain sedang tidak ada di sini. Mereka sedang ada di luar kota. Jadi, mereka masih belum tahu kalau kau sudah sadar. Mereka pasti akan langsung pulang saat mengetahui hal ini." kata sepupu laki-lakinya.


Ye Zi Xian pada dasarnya tidak terlalu menanggapi, jadi dia hanya mengangguk tanpa suara. Lagipula, saat ini dia belum terbiasa memiliki banyak kerabat yang akrab mengingat di kehidupan sebelumnya kekerabatan itu tidak lebih dari sekedar menjaga reputasi klan.


Karena itu, dia perlu memastikan bila keluarga di kehidupan kali ini lebih baik dari sebelumnya.


Tak lupa, dia akan mencari istrinya setelah keluar dari rumah sakit. Dia sangat merindukan pasangannya itu.


Kira-kira dimana dia sekarang?


Bagaimana keadaannya?


Sedang apa dia?


Apakah dia merasakan akan kehadirannya ke dunia ini?


"Ryura... Aku merindukanmu...!" batinnya memelas penuh kerinduan.

__ADS_1



yoooo... up lagi... maaf sedikit πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹


__ADS_2