3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
SHINMO WEDDING


__ADS_3

Setelah kurang lebih 12 jam matahari digantikan bulan, kini lampu semesta itu kembali terbit dan itupun tanpa penghalang apapun sehingga menjadi begitu cerah.


Di hari yang cerah ini, dimana seluruh penjuru masyarakat dari berbagai kalangan mulai kembali melakukan aktivitas rutin mereka. Namun, saat ini ada yang tak biasa. Mungkin hanya akan terjadi 1000 tahun sekali. Wkwkwk!


Dan itu adalah tentang pernikahan Shin Da Ming dan Rayan Monica.


Sangat tidak habis pikir, dimana pagi ini Sekretaris Yi menjadi orang pertama yang datang ke kantor catatan sipil ketika kantor itu baru saja dibuka atau lebih tepatnya saat kantor tersebut baru membuka pintunya dan belum jamnya masuk kerja, Sekretaris Yi sudah tiba disana untuk melakukan tugasnya. Padahal karyawan kantor belum semuanya datang.


Petugas yang datang lebih awal sejenak bingung harus berbuat apa. Siapa yang tidak tahu siapa itu Sekretaris Yi. Dia bahkan belum sembuh dari keterkejutannya mengenai guncangan kemarin, kini haruskah ada kejutan lain lagi?


Meski samar bisa menebak maksud dan tujuan Sekretaris Yi datang ke kantor itu. Tapi, tetap saja...


Petugas kantor masih terkejut dengan tebakannya yang benar. Mau menangis rasanya, melihat kelakuan orang kaya zaman sekarang.


Sambil meletakkan amplop coklat besar berisikan berkas penting Tuan-nya, Sekretaris Yi menyerahkannya langsung kepada petugas yang ada tanpa mau peduli kalau hal ini akan merepotkan bila dikerjakan sendiri.


"Selesaikan segera. Tuan Muda akan datang sebentar lagi." titahnya tak peduli dengan wajah kacau petugas yang serba salah. Menolak tak berani, mematuhi sebenarnya belum waktunya jam kerja dimulai. Pada akhirnya, dia mengambil jalan aman.


Dengan kaku petugas kantor menerima amplop coklat tersebut dengan senyum yang dipaksakan sebaik mungkin. "Ba..baik... S..se.. segera. Silakan tunggu sebentar." lantas petugas itu langsung berbalik dengan ekspresi tak dapat dijelaskan untuk segera menyelesaikan kondisi yang aneh ini agar cepat selesai dan menjauh dari orang-orang kaya yang aneh ini.


"Orang-orang kaya sekarang tahu bagaimana cara mencari hiburan." gerutunya sambil berlalu pergi.


Padahal, tak hanya dia yang merasa begitu. Faktanya Sekretaris Yi pun memiliki pemikiran yang sama. Meski dia sudah bisa dikatakan orang kaya bila menghitung kekayaannya selama bekerja menjadi bawahan Shin Da Ming. Tapi, karena tak merasa sudah menjadi orang kaya juga. Yi Feng sering dibuat geleng-geleng kepala tiap kali melihat kelakuan Bos-nya.


Sambil mendongakkan kepalanya lesu, Yi Feng bergumam. "Setelah ini, kehebohan apalagi yang akan dilakukan oleh orang-orang kaya itu? Huh! Orang miskin seperti ku benar-benar tidak akan pernah tahu apa yang ada di otak mereka. Ckckck. Orang kaya, orang kaya..." dia geleng-geleng kepala tak habis pikir tanpa merasa ada yang salah dengan perkataannya.


Sekretaris Yi kemudian duduk di kursi tunggu dengan santainya sambil memainkan ponsel pintarnya, entah apa yang tengah dilakukannya. Yang pasti saat ini, kala karyawan satu demi satu berdatangan, mereka langsung memusatkan pandangan mereka pada sosok yang tak mungkin tidak mereka kenali.


Bisik-bisik gosip pun dimulai. Laki-laki dan perempuan semua bergosip ria.


"Itu Sekretaris Yi Feng 'kan?"


"Apa yang dilakukannya disini?"


"Jangan bilang Tuan Muda Shin akan menikah menyusul Tuan Muda Ye kemarin!"


"Sial! Ada apa dengan dunia ini!"


"Jangan mengada-ada! Aku akan patah hati lagi untuk kedua kalinya! Huhuhu..."


"Daripada itu, kenapa tidak berdoa semoga tidak patah hati untuk ketiga kalinya saja! Kau ingat kemarin, bagaimana hebohnya mereka bertiga bersama-sama memiliki gandengan di waktu yang sama pula. Bila kemarin Tuan Muda Ye menikah sudah mengejutkan, apa kabar dengan dua Tuan Muda lainnya bila mereka turut menyusul..."


"Habis sudah kesempatan kita!!!"


"Mereka tidak hanya bersahabat baik di kehidupan pribadi, tapi bisnis pun dikejar bersama dan sekarang bahkan cari jodoh pun sama-sama."

__ADS_1


"Ikatan mereka... Aku tak bisa berkata-kata."


"Terlalu unik dan menarik!"


"Huhuhu... Pria tampan ku akan berkuraaaaaang!"


"Berhenti menangis! Ingusmu mengotori pakaian ku, bod*h!"


"Ini akan menjadi hari patah hati nasional untuk para kaum hawa. Malang sekali mereka! Hihihi!"


"Salah sendiri. Siapa suruh terlalu banyak menghayal. Haha..."


Terus seperti itu sambil sesekali melempar pandangan pada Sekretaris Yi yang duduk anteng di kursinya. Jangan bilang kalau dia tidak mendengarnya. Dia bahkan sangat mendengarnya dengan jelas, tapi namanya mulut orang dia tak punya hak untuk menutupinya. Lagipula, ini sudah pasti akan terjadi sekalipun pihaknya tak mau. Jadi, jalan tengahnya... Abaikan saja.


Toh, kelakuan Bos-nya sudah menghebohkan sejak kemarin. Mau apalagi?


Tak lama kemudian, jam kerja tiba. Saat semua karyawan kantor catatan sipil telah hadir semua. Teng! Tepat saat itu juga muncullah yang dinanti-nanti.


Sebuah mobil Bentley hitam berhenti di depan pintu masuk kantor. Sopir keluar dari bagian depan dan bergerak cepat untuk membuka pintu penumpang segera setelahnya.


Semua mata sudah melotot kearah luar sejak Sekretaris Yi bangkit dari duduknya dan keluar. Mereka bisa menebak kalau yang ditunggu-tunggu sudah datang.


Benar saja. Sebelah kaki keluar dari mobil disusul tubuh tegap seorang pria yang luar biasa tampan hingga melelehkan hati para wanita tua dan muda.


Wajahnya yang tampan itu datar dan acuh tak acuh. Sambil sedikit merapikan jas hitamnya yang mempesona kemudian membenarkan kacamata yang sudah benar sebelum berbalik dan menyodorkan telapak tangannya kearah dalam pintu mobil yang terbuka.


Mereka-mereka yang menonton juga sudah tidak sabar untuk melihat sosok perempuan yang mampu menaklukkan hati salah satu 'Three Royal Nobles' selain yang kemarin.


Dengan perasaan deg-degan menantikan salah seorang dari 'Three Noble Consorts', mereka yang menonton sudah mengangkat kamera ponsel mereka agar tidak melewatkan momen berharga ini.


Saat itulah yang dinanti tiba, sebelah tangan lembut, putih, dan mulus muncul menerima uluran tangan Shin Da Ming yang disambut erat. Lalu, keluarlah gadis yang ditunggu-tunggu.


Senyum menawan menghiasi bibirnya tanpa ragu. Wajah mungilnya yang menggemaskan kini menjadi pusat perhatian orang-orang yang menonton terutama para pria yang langsung mengeluh tak berdaya melihatnya.


"Tahan aku! Ini benar-benar tamparan keras. Sial! Cantik sekali!"


"Jadi, tipe Tuan Muda Shin yang mungil-mungil, ya."


"Lihat pipi chubby-nya. Mirip squishy. Gemas rasanya!"


"Calon istri Tuan Muda Shin mungil-mungil, imut, dan menggemaskan!"


"Huhuhu... Kini kita yang patah hati!"


"Berkurang sudah perempuan cantik di negara kita!"

__ADS_1


Wajah mungil Rayan yang terukir senyum semakin menambah pesonanya, belum lagi saat ini dia mengenakan dress midi putih kembang berbahan brokat, yang mana brokat di area bahu dan lengan 3/4 nya tidak berlapis seperti sebagian yang lainnya. Gaun yang dikenakan Rayan cukup tertutup namun manis dan elegan.


Belum lagi rambutnya yang dikepang dari atas telinga kanan membentuk bando hingga ke telinga kiri berlanjut sampai kepangannya bertengger di bahu sebelah kiri Rayan. Jepit rambut bunga begonia berwarna keperakan dipasangkan di dekat telinga kanannya. Tak lupa sepasang anting mutiara putih tunggal dengan rumbai rantai perak polos yang berayun menjuntai.


Jangan ketinggalan high heels putih polos setinggi 10 cm yang elegan saat di pakai pada kaki yang tepat. Contohnya seperti saat ini.


Dibawah tatapan semua orang, Shin Da Ming berjalan beriringan bersama Rayan yang keduanya menampilkan raut wajah berbeda. Shin Da Ming datar namun berseri, sementara Rayan murah senyum serta menawan.


Mereka memancarkan aura yang serasi. Membuat para penonton tak bisa melihat kekurangan dari keduanya.


Akhirnya, hanya bisa menghela nafas panjang sebagai tanggapan.


Segera setelah dilihat pasangan itu masuk ke bagian pengambilan gambar untuk foto akta nikah. Para karyawan sebelumnya yang merekam kejadian, segera online.


Dari satu hingga sejumlah karyawan yang merekam, semuanya mempostingnya di akun sosial media masing-masing dengan antusias.


Kembali...


Berita menghebohkan menghiasi dunia maya untuk kesekian kalinya. Padahal yang sebelumnya belum juga surut, sudah ditambah yang baru.


Negeri tirai bambu sekali lagi digoncangkan dengan berita tersebut.


Para penggemar dan pengagum memekik ditempat mereka masing-masing menanggapi update-an tersebut. Para pembenci pun tak kalah untuk online meski jumlah mereka masih kalah banyak dengan para pecinta.


Dan salah satu dari para pembenci itu adalah Jiang Wanwan yang wajahnya tak bisa dideskripsikan lagi seperti apa rupanya saking kacaunya perasaan dia saat ini.


Jelas dia tak terima.


Siapa yang menerimanya disaat dia selama ini mengumbar status tak jelasnya dengan bangga, tapi pada akhirnya bukan dia yang terpilih.


Siapa yang menerimanya?


Dia tidak!


Tidak akan pernah!


AAAAAARRRRGGGHHHH!!!!


Orang-orang disekitar Jiang Wanwan terkaget-kaget karena pekikan wanita itu. Tapi, tak berniat menghibur pasalnya saat ini mereka juga tengah asik bergabung dengan kehebohan di dunia maya. Siapa yang peduli dengan Jiang Wanwan yang kejatuhan malu?!


Sambil mengedarkan pandangan tajam, Jiang Wanwan menghentakkan kakinya lalu berlalu pergi meninggalkan orang-orang yang saling bergosip.



love you alllllllll ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


maaf ya sedikit.😋😜


__ADS_2