3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
AKSI DI PINGGIRAN KOTA


__ADS_3

3Ry bermain di taman hiburan hingga sore hari, tepatnya saat para suami sudah meneror para istri agar segera pulang dan sebagai istri yang baik, tak ada kata tunggu atau tidak untuk mematuhi perintah para suami. Akhirnya, para bodyguard yang merasa lega karena penyiksaan mereka berakhir juga.


Kini ketiga majikan mereka harus dibawa pulang seperti perintah ketiga sang Tuan. Dua mobil digunakan. Mobil pertama dinaiki oleh dua bodyguard sebagai pengemudi dan pendampingnya, di kursi belakang diisi oleh 3Ry. Sedang mobil yang kedua dinaiki oleh 4 bodyguard yang tersisa.


Mobil bergerak meninggalkan tempat parkir menuju jalan besar secara bergiliran. Mobil yang dinaiki 3Ry didepan dan mobil para bodyguard dibelakang.


Tanpa mereka tahu, ada mobil lain yang membuntuti dengan lihai hingga tidak terlihat.


Saat mobil sudah melaju agak jauh dari taman hiburan, mereka berhenti sejenak di pom bensin sekalian mengisi bahan bakar tanpa ada yang keluar.


Sementara mobil yang mengikuti mereka sejak tadi sejenak ikut berhenti di pinggir jalan tidak jauh setelah pom bensin. Hal itu dilakukan bermaksud agar tidak ketahuan kalau sedang membuntuti rombongan 3Ry.


Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi 3Ry melintas melewati mobil penguntit itu. Begitu melihat mobil 3Ry melintas, sang penguntit pun kembali mengikuti.


Semuanya berjalan lancar bahkan sampai di pemberhentian lampu merah. Mobil penguntit tepat di sebelah mobil 3Ry. Dia berhenti disana tanpa dicurigai.


Saat lampu merah berganti hijau, para penguntit dibuat terkejut saat tiba-tiba mobil yang dinaiki 3Ry melesat dengan kecepatan tinggi. Bahkan bodyguard di mobil belakang pun ikut terkejut dan sempat bingung sebelum dengan sigap mengejar disusul dengan mobil para penguntit itu.


Akhirnya terjadilah aksi kejar-kejaran di jalan raya seperti yang sering terjadi di film aksi.


"Apa-apaan ini? Mereka tahu, Bos?" tanya sang anak buah yang duduk di sebelah pengemudi yakni Bos-nya sendiri.


Itu dilakukan karena sang Bos yang tak lain adalah Bo Kang lebih puas bila mengejar sendiri.


"Sepertinya. Sial! Bagaimana bisa?!" dia sendiri juga terkejut. Padahal sebelumnya dia yakin kalau penguntitan ini berjalan lancar. Dia juga menggunakan mobil dengan model biasa agar semakin tidak terlihat. Tapi, tampaknya dia meremehkan para bodyguard.


Akhirnya, mau tak mau Bo Kang harus mengekspos diri sebab sudah ketahuan.


Sementara di mobil paling depan.


WOOOOOOOAAAAHHHHHHHHHOOOO...!!!


Reychu berteriak penuh semangat sambil memegang kemudi. Dengan gesit menyalip-nyalip setiap mobil yang ada di depannya tanpa keraguan sedikitpun.


Wush...


Wush...


Sementara sang bodyguard yang sebelumnya menyetir sudah berpindah ke bagian belakang tepat ditengah-tengah Rayan dan Ryura. Ternyata perpindahan itu terjadi saat sedang mengisi bahan bakar. Saat itu, tanpa keluar entah bagaimana caranya Reychu dan bodyguard yang mengemudi bertukar posisi.

__ADS_1


Maka jadilah seperti itu...


Bisa kebayang gak gimana rasanya dihimpit majikan?!


Ya, sang bodyguard duduk kaku di belakang dengan tangan di kepal kuat sebab tak tahu harus berpegangan pada apa mengingat majikannya yang satu lagi membawa mobil dengan ugal-ugalan. Bahkan rekan bodyguardnya yang kini duduk di sebelah Reychu juga sudah pucat wajahnya seraya mencengkeram pegangan yang ada di atas pintu mobil dengan kuat.


Saat ini rupa garang apa bodyguard jelang sudah sejak pengetahuannya terbuka soal betapa luar biasanya Nyonya majikan mereka. Tidak heran Tuan mereka saat memilih mereka menjadi bodyguard sama sekali tidak menyuruh mereka menjaga dalam arti sesungguhnya, melainkan memastikan kalau Nyonya majikan tidak terluka. Artinya, apapun yang terjadi Nyonya-nyonya majikan harus pulang dalam keadaan baik-baik saja.


Oh Tuhan! Jantung para bodyguard di permainkan dalam hal ini. Tapi, mereka tidak bisa mengeluh.


Posisi dua bodyguard yang berada di mobil yang sama dengan majikannya tidak dalam kondisi yang baik. Bahkan keduanya sampai tak mendengar panggilan-panggilan dari 4 rekan lainnya yang dengan terburu-buru mengejar dari belakang.


Keadaan sama sekali tak kondusif dan diluar kendali. Tapi, yang pasti mengasyikkan bagi 3Ry terkhusus bagi Reychu.


Ketiga mobil masih saling mengejar.


"Hebat! Mereka unjuk gigi juga!" seru Rayan sambil melihat kebelakang tepat kearah mobil asing dibelakang mobil bodyguard mereka.


"Seberapa jauh?" tanya Reychu.


"Tidak jauh. Masih bisa terlihat jelas. Kupikir mereka akan menyerah saat kita menyadari keberadaan mereka." ujar Rayan masih terus mengawasi di belakang.


"Itu berarti mereka bukan pengecut." Reychu melihat ke kaca spion mobil dan melihat rupa mobil yang digunakan para penguntit itu. "Apa-apaan itu? Kenapa jelek sekali mobilnya?!" sempat-sempatnya Reychu menghina mobil orang lain.


"Itu tidak sejelek yang kau bayangkan. Setidaknya masih bisa dibeli oleh orang kaya kelas menengah. Mereka benar-benar merencanakannya dengan baik. Mobil untuk penyamaran saja di pakai yang biasa saja. Tapi, kalau dilihat dari kecepatannya. Kurasa sudah dimodifikasi. Bagaimana menurutmu, Rey?" Rayan tak melepaskan pandangannya dari mobil model biasa itu namun kecepatannya mencengangkan.


"Tebakan mu benar. Mobil itu haruslah sudah dimodifikasi. Itu artinya, orang yang dipekerjakan seseorang untuk menguntit kita bukan preman kelas teri. Aku jadi penasaran siapa yang membayar mahal orang-orang ini untuk menjadi mainan kita?! Kenapa baik sekali..." lagi-lagi Rayan harus mendengus dibuatnya mendengar kalimat gila Reychu.


"Tapi, aku tidak melihat mobil lain selain mobil itu. Apa itu artinya hanya mereka yang ada di mobil itu saja yang menguntit kita?" tanpa menggubris kegilaan Reychu, Rayan melanjutkan pembahasan mengenai penguntit ini.


"Sepertinya begitu. Sayang sekali, kupikir kita akan mendapatkan banyak mainan. Kenapa cuma sedikit?" keluh Reychu kecewa tapi kecepatan mengemudinya tidak berkurang sedikitpun.


"Dasar gila!" umpat Rayan.


Kedua sahabat itu seperti lupa kalau diantara keduanya bukan cuma ada Ryura yang tetap diam ditempatnya tapi juga ada dua bodyguard yang pendengarnya masih berfungsi belum lagi 4 bodyguard lainnya yang menggunakan alat komunikasi untuk saling terhubung.


Keenamnya menjadi saksi hidup percakapan tak manusiawi dua Nyonya majikannya yang sukses buat bergidik ngeri.


Sementara di mobil penguntit, Bo Kang dan 3 anak buahnya tidak tahu kalau mereka dicap sebagai mainan atau makan malam bagi Reychu yang tidak sabar untuk menyantapnya. Seandainya mereka tahu, mereka tak akan dengan berani unjuk gigi seperti ini sebesar apapun nyali mereka. Sebab, yang dihadapi adalah pensiunan pembunuh bayaran yang terkenal di dunia hitam.

__ADS_1


"Seberapa hebat bodyguard mereka? Aksi mengemudinya mengerikan!" cetus anak buahnya yang duduk di kursi penumpang belakang dengan perasaan tegang akibat mobil yang terus melaju cepat seolah-olah tidak akan menabrak apapun.


"Tidak heran bodyguard sewaan dari RYUXIAN KINGDOM menjadi andalan banyak orang-orang penting yang membutuhkan perlindungan. Didikan mereka harusnya tidak main-main!" timpal anak buah satunya yang duduk disebelah rekannya tadi.


"Bos, bagaimana sekarang?" tanya anak buah yang duduk di samping Bo Kang.


Yang ditanya sejak tadi diam karena fokusnya hanya pada mengejar 3Ry. Tapi, meskipun begitu dia juga tidak menutup telinga dari apa yang dibicarakan oleh ketiga anak buahnya.


Dia tidak munafik untuk mengakui bila keluaran RYUXIAN KINGDOM memang tak tertandingi.


"Kita terus mengejar. Aku yakin mereka tidak berniat untuk melarikan diri dari kejaran kita. Ini hanya cara untuk mengalihkan tempat. Karena tempat ramai memang bukan lokasi yang bagus." jelas Bo Kang.


Keempat penguntit itu tidak sadar kalau perbincangan mereka salah paham. Tapi, nanti pada akhirnya mereka juga akan tahu.


Seperti yang di duga oleh Bo Kang, Reychu pun membawa mobilnya menuju pinggiran kota yang terdapat tanah lapangnya. Karena menurut Reychu, tempat terbuka adalah arena terbaik untuk bermain. Apalagi kalau ada penonton seperti saat festival di masa kuno yang telah berlalu.



Saat mobil biasa yang di naiki Bo Kang tiba di tanah lapang tersebut. Matanya langsung disuguhkan oleh pemandangan mobil mewah yang membawa 3Ry dan para bodyguard terparkir dengan posisi yang epik untuk dilihat.


Sejenak Bo Kang dan anak buahnya terpana melihat dua mobil mewah itu. Dalam hati mereka mengakui kehebatan uang dan kedudukan. Barang mewah benar-benar menggugah selera.


Tapi, lamunan itu tak berlangsung lama saat Reychu keluar dari pintu kemudi. Segera keempat penguntit itu tercengang dibuatnya. Mereka lantas tersadar orang gila mana yang mampu membawa mobil sebegitu mengerikannya. Ternyata bukan salah satu dari para bodyguard melainkan majikan mereka sendiri.


Reychu keluar dari mobil seraya mengibas rambutnya yang sudah pendek itu dengan gaya songongnya. Disusul yang lain hingga semua penumpang dari dua mobil keluar. Baru kemudian Bo Kang dan 3 anak buahnya keluar.


Dilihat dari total jumlah kelompok Bo Kang pasti kalah. Tapi, siapa yang bilang kalau kelompok Bo Kang akan melawan bodyguard 3Ry.


"Waaah... Jadi ini mainannya?!" seru Reychu terus terang dengan wajah berbinar bahagia.


Kening Bo Kang berkerut aneh saat mendengar perkataan Reychu yang terbawa angin hingga ke telinganya.


"Rey, jangan menakut-nakuti orang seperti itu. Tidak baik." ujar Rayan dibuat-buat dengan wajah tersenyum manis yang mencurigakan.


"Mangsa yang datang sendiri lebih menarik daripada yang ditangkap. Jadi, bagaimana bisa aku diam saja." Reychu sangat antusias. "Ryu, menurut mu kita mulai darimana?"


Yang ditanya hanya berdiri diam seraya menatap lurus kearah Bo Kang yang dibuat membeku oleh tatapan Ryura.


Bo Kang seketika memiliki firasat buruk.

__ADS_1


"Sepertinya aku terlalu menganggap remeh wanita-wanita ini..." batinnya berseru dengan kewaspadaan yang ditingkatkan.



__ADS_2