3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
PERJAMUAN BUNGA KOTA 7


__ADS_3

Keesokan harinya.


Para wanita sosialita akan melakukan agenda pertama, yaitu tour mengelilingi tempat yang akan mereka gunakan untuk keberlangsungan acara Perjamuan tahun ini.


Dalam tour ini juga, para tamu undangan diberikan kesempatan untuk mengenal lokasi yang akan mereka jadikan tempat berkompetisi sehingga mereka bisa menyusun strategi sebelum mulai bertarung dalam kompetisi yang selalu dinanti-nantikan oleh seluruh wanita sosialita yang diundang.


Layaknya wanita bangsawan abad pertengahan, hampir semua wanita yang datang mengenakan topi dan gaun. Meskipun bukan gaun mekar persis seperti di abad pertengahan. Tetap saja, mereka mengenakan gaun. Ada yang memakai Cheongsam, ada juga yang memakai dress elegan klasik, ada pula yang memakai blazer model klasik seperti Princess Coat, Frock Coat, dan beberapa model lainnya. Yang pasti mereka tampil bak seorang bangsawan. Belum lagi topinya, ada yang memakai topi berjaring yang disebut Cocktail hat atau pillbox hat, ada juga yang memakai topi dengan pinggiran lebar yang disebut sun hat atau Chupalla hat, dan lainnya.


Yang pasti semuanya sadar atau tidak sudah mulai berlomba-lomba menjadi penampil yang terbaik dalam berpakaian dan berdandan. Tapi, tentu saja 3Ry pengecualian.


Penampilan 3Ry hari ini diluar tema yang lainnya. Ketiganya memakai hanfu dengan campuran desain modernnya.


Seperti yang Ryura kenakan saat ini.



Begitu pun Rayan.



Serta Reychu.



Mereka sengaja memakai hanfu karena tanpa mereka sadari, mereka sering merindukan kehidupan di zaman kuno hingga membuat mereka secara tak sadar suka mengekspresikan gaya hidup di masa lalu ke masa kini. Salah satunya adalah cara berpakaian. Akan tetapi, meskipun mereka mengenakan Hanfu dengan sentuhan modern. Model yang dikenakan tak lepas dari karakter mereka.

__ADS_1


Ryura yang pendiam nan misterius, Rayan yang anggun nan feminim, dan Reychu yang elegan namun liar.


Saat mereka bertiga keluar dari kamar dan bergabung di lobi hotel bersama tamu lainnya yang sudah berada disana lebih dulu, seketika penampilan mereka menjadi sorotan. Karena lain daripada yang lain.


Tak ayal, dalam hati mereka semua mengakui pancaran aura bangsawan sesungguhnya saat melihat 3Ry mengenakan pakaian seperti itu. Bahkan Jiang bersaudara dan Melany Gong tak bisa membohongi hati mereka sendiri yang memuji kecantikan bangsawan sesungguhnya yang 3Ry pancarkan.


Karena kejujuran itu pula, kebencian mereka meningkat untuk 3Ry. Sementara seorang lagi yang ternyata hadir juga, hanya bisa menghela nafas untuk kesekian kalinya mengakui seberapa besar jarak dia dan 3Ry hingga dia menyadari mengapa ketiga pria luar biasa itu tak bisa berpaling ke wanita lain.


Dia adalah Meng Ruona, yang telah keluar dari keterpurukannya dan akhirnya mampu berpikir jernih. Kini wanita yang satu ini tahu apa yang disebut takdir. Bahkan yang mengejutkan, siapa yang menduga kalau sejak hari mengerikan itu dilewati Meng Ruona dan Bo Kang diam-diam mulai saling berhubungan meski tidak secara langsung melainkan via pesan singkat.


Semua dimulai dari Bo Kang yang tanpa sengaja melihat Meng Ruona suatu hari di sebuah taman sedang duduk sendiri sambil memandangi sekumpulan orang yang sedang bergembira dengan cara sederhana. Saat itu Bo Kang tanpa sengaja menatap setitik air mata yang jatuh di wajah tersenyum tipis Meng Ruona.


Seketika, rasa bersalah timbul. Diapun jadi mengingat kala dulu pernah menjatuhkan hati untuk wanita itu. Tapi, disisi lain dia juga tak berdaya karena apa yang telah terjadi tak lepas dari kesalahan Meng Ruona sendiri. Ambisinya membuatnya pantas menerima semua kemalangan ini. Namun, entah mengapa dalam hati Bo Kang ingin merangkul wanita itu tapi takut dia salah mengambil langkah. Alhasil, sejak hari itu Bo Kang diam-diam memantau keadaan Meng Ruona melalui mata-mata yang dia tempatkan. Bermaksud untuk melihat apakah Meng Ruona sudah berubah menjadi lebih baik dan jera pada kebodohan sebelumnya atau justru ingin balas dendam.


Usai beberapa waktu memantau, Bo Kang menemukan jawabannya. Setelah itu, barulah dia memulai dengan memberanikan diri mengirimkan pesan via chat yang luar biasanya direspon baik oleh Meng Ruona meskipun butuh beberapa saat yang lumayan lama karena ini menyangkut luka Meng Ruona sendiri.


Sejak hari itu, Meng Ruona mendapatkan perlakuan manis dari Bo Kang terutama tentang niat pria itu untuk memulai semuanya dari awal. Dari sanalah Meng Ruona akhirnya memahami apa itu takdir.


Takdir adalah ketetapan Tuhan pada hidup hambanya yang tak bisa di ganggu gugat. Salah satunya adalah tentang jodoh. Dia mungkin amat sangat mencintai seseorang sebelumnya, tapi belum tentu seseorang itu ditakdirkan untuk berjodoh dengannya. Karena, bila semua cinta berbalas, berapa banyak pasangan yang memiliki lebih dari satu atau bahkan 2 cinta dalam sekali jalan.


Dalam hal ini siapa yang mau. Meng Ruona sendiri bahkan tak mau bila prianya memiliki wanita lain.


Karena itulah, rasa manis yang Bo Kang tumbuhkan dihatinya menyadarkannya bahwa setiap orang memiliki takdirnya sendiri. Seperti dia dan Bo Kang contohnya. Siapa yang menduga kalau mereka akan sampai pada tahap ini.


Memikirkan hal itu, membuat Meng Ruona ingat apa yang Ryura katakan padanya sebelum pergi di hari mengenaskan itu. Bila mengingat sepenggal kalimat itu, barulah Meng Ruona tahu jawabannya. Ternyata, Ryura sedang memberitahunya bahwa dia bisa menemukan cinta sejati bila dia mengambil keputusan yang tepat.

__ADS_1


Dan inilah jawabannya.


Karena itu dia berencana untuk mengundang 3Ry nanti di hari bahagianya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk terimakasihnya karena sudah menjadi orang yang menyadarkan dia tentang takdir. Ya, meskipun caranya harus dimulai dengan cara yang luar biasa mengerikan.


Ditengah-tengah lamunannya tiba-tiba, Ryura melirik kearahnya yang seketika mengejutkan Meng Ruona. Namun, senyum tipis yang Ryura berikan seolah memberitahunya bahwa dia telah memilih jalan yang benar hingga tanpa sadar dia membalas senyum tipis itu dengan senyum lebar yang sarat akan rasa terimakasih yang besar.


Kontak diam-diam keduanya tak ada yang menyadarinya. Apalagi itu juga hanya berlangsung beberapa saat saja. Tapi, cukup mengena dia hati Meng Ruona yang bahkan membuat senyumnya masih bertahan di bibirnya. Spontan juga, Meng Ruona mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan.


"Apa kau jadi datang setelah perjamuan selesai?"


Satu menit kemudian. Ting!


"Tentu saja. Aku sedang mempersiapkan semuanya. Aku tidak sabar!"


Meng Ruona senang kembali mengirimkan balasan. "Bo Kang, Aku berniat mengundang Ryura dan teman-temannya. Bagaimana menurutmu?"


Kali ini pesan di balas setelah 3 menit. "Kau yakin? Maksud ku... Ku pikir kau tak akan sanggup untuk bertemu dengan mereka."


Meng Ruona tersenyum melihat perhatian itu, lalu menjawab. "Bukankah kau sudah memberikan ku penawarnya?" ditambah dengan emoticon senyum malu-malu.


Yang ini tak sampai 1 menit Bo Kang membalas. "Hahaha... Baiklah-baiklah. Selama kau tak mempermasalahkannya, lakukan saja. Yang pasti kau harus ingat. Aku ada di belakang mu. Kau cukup berbalik dan bilang padaku. Ya, meskipun ketiga pasangan fenomenal itu pengecualiannya. Hahaha..."


Meng Ruona menahan tawa membacanya dan rasa manis itu hadir memenuhi hatinya lagi. Dia menyukainya.


__ADS_1


__ADS_2