3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
KEGILAAN REYCHU YANG SEHARUSNYA 2


__ADS_3

Warga yang tinggal di ibukota dekat dengan istana dihebohkan dengan kepulan asap yang membumbung tinggi ke langit dari arah dalam istana. Segera banyak spekulasi-spekulasi yang bermunculan di antara mereka. Mulai dari kebakaran biasa hingga kebakaran yang diakibatkan oleh konspirasi.


Bahkan Rayan, Ryura dan yang lainnya juga turut melihat asap hitam tersebut dari jarak jauh saat mereka dalam perjalanan menuju istana.


Mata Ryura menyipit sedikit melihatnya. Tiba-tiba, tanpa menoleh sebuah instruksi keluar dari mulutnya untuk sang suami.


"Buat Aray pemisah. Pastikan kawasan istana terpisah dari dunia luar dan jangan biarkan siapapun dari dalam istana dapat keluar, begitu juga sebaliknya." mendengar itu, Ye Zi Xian hanya menoleh tanpa kata dan langsung menyetujuinya tanpa keraguan.


Ye Zi Xian tahu istrinya sudah memperhitungkannya dengan sangat akurat. Jadi, tidak ada alasan baginya untuk bertanya maupun ragu lagi.


Tak lama setelah perintah diturunkan, mereka sudah tiba di depan pintu gerbang istana. Tanpa basa-basi Ye Zi Xian sudah melesat menggunakan Qing gongnya untuk membuat Aray, sementara yang lain masuk begitu saja usai menghilangkan kesadaran para penjaga dengan pil tidur milik Rayan.


Bahkan saat itu, Shin Mo Lan masih sempat tersenyum bangga kepada Rayan yang dibalas tersipu malu hingga pipinya memerah. Ruobin didekat keduanya sampai tak bisa berkata-kata melihat pemandangan tersebut.


Bukankah kelakuan keduanya sangat tidak pada tempatnya saat ini? Pikirnya.


Kepala Ryura bergerak mengedarkan pandangannya ke segala arah yang terlihat sepi sebelum berhenti menatap ke arah utara. Sesaat kemudian, dia melangkahkan kakinya kesana dengan yang lain mengikuti.


Tak ada yang tahu kemana Ryura pergi, tapi sepertinya Shin Mo Lan sudah bisa menebak kemana Ryura akan pergi melihat dari penampakan lingkungan yang ternyata masuk lingkungan kediaman sahabatnya. Dia jadi bertanya-tanya, mengapa masuk kemari.


Akan tetapi, semua itu terjawab saat langkah kaki Ryura menuntun mereka menuju area belakang. Shin Mo Lan tahu tempat itu.


Ternyata Ryura menuntun mereka kesana.


Itu adalah tempat dimana sahabatnya biasa menjadikannya penjara pribadi untuk melakukan hukuman pribadi yang tertutup bagi siapapun. Tempat itu biasa digunakan bila penjahat yang ditangkap tidak membutuhkan pengadilan pemerintahan. Dia tahu itu sebab sudah sering memasukinya dimasa lalu.


Menilik dari kemisteriusan Ryura, Shin Mo Lan menduga kalau ada sesuatu didalam tempat ini. Dan benar saja, dia dan yang lain segera mendengar teriakan-teriakan samar yang memelas penuh permohonan dan pengampunan. Benar-benar terdengar menyedihkan.


Sesampainya mereka disana, Ryura segera masuk tanpa memperlambat langkah kakinya. Setibanya didalam, Ryura berhenti dan matanya langsung mendarat di sosok yang dia cari. Sedang yang lain mengedarkan mata mereka dengan terkesiap saat melihat ada sekitar lebih dari 5 orang termasuk sosok yang di cari Ryura ada di dalamnya dalam kondisi lusuh.


Bila dilihat-lihat, seharusnya mereka belum lama didalam sana, tapi sepertinya penyiksaan mental telah diterapkan lebih awal hingga menampilkan pemandangan seperti ini.


Melihat semua ini, Rayan tidak bisa tidak mengernyitkan keningnya jijik dan tak berdaya. "Tidak ada alasan bagi mereka masuk kedalam sini, jika bukan karena sudah melakukan sesuatu kejahatan. Apakah aku benar, suamiku?" dia bertanya dengan manis kepada suaminya, sangat berbeda dengan ekspresi jijiknya sebelumnya.


Perubahannya begitu cepat.


"Benar. Ini adalah tempat dimana Kaisar Agung Bai dapat melakukan penghukuman secara tertutup pada orang-orang yang pantas masuk kedalamnya. Jadi, sudah seharusnya mereka melakukan kesalahan besar karena dapat masuk kedalam sini." jelas Shin Mo Lan menjawab.


Saat keberadaan mereka terlihat, hawa ketakutan segera muncul. Tak ada yang berani merintih dan mengeluh karena mereka tahu meski terdapat Shin Mo Lan didepan mereka, mereka tak berpikir kalau kedatangan pria berkuasa di bidang alkimia itu untuk membebaskan mereka.


Bagaimanapun Shin Mo Lan adalah sahabat karib Yang Mulia Kaisar Agung mereka. Jelas tak mau ikut dengan urusan sahabatnya.

__ADS_1


Lalu, Rayan mendengar Ryura memberinya tugas.


"Datang kesana, bereskan sisanya dan tinggalkan gadis itu." kata Ryura tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok yang dilihatnya.


Tak lain adalah Lu Xiu Chi.


Penampilannya sudah kelihatan menyedihkan untuk ukuran keponakan kesayangan pensiunan Kaisar Agung Bai yang mentalnya di tekan.


Mendengar itu Rayan pun mengedarkan matanya ke seluruh orang-orang malang didepannya dan mengangguk setuju. "Baik. Serahkan yang disini padaku. Kau ambillah dia."


Setelah mengatakan itu keduanya segera membagi tugas. Tentu saja dengan Shin Mo Lan dan Ruobin yang tetap disana menemani Rayan, sementara Ryura bersama Furby pergi mengambil Lu Xiu Chi yang menyedihkan.


Saat akan mengangkat tubuh lemas dan kuyu itu, Ryura ditahan oleh Furby. "Berikan padaku. Biar aku yang mengangkatnya. Kau tunjukkan saja jalannya."


Tentu, Furby tak akan membiarkan Ryura melelahkan dirinya sendiri.


Tanpa menjawab Ryura pun membiarkan Furby mengambil bagiannya memanggul Lu Xiu Chi di pundaknya yang sukses membuat gadis itu terpekik memberontak. Meski suaranya sudah terdengar seperti suara tikus yang kejepit, Lu Xiu Chi masih tetap meronta-ronta tak terima diperlakukan seperti ini.


"LEPASKAN! LEPASKAN AKU! TURUNKAN AKU! MAU DIBAWA KEMANA AKU?! CEPAT LEPAAAASSS! LEPAAAASSS...!!" suaranya hampir habis karena terus digunakan untuk berteriak.


Benar. Dia sudah berteriak sejak dia dan beberapa pelayannya di seret ke penjara pribadi milik Kaisar Agung Bai itu tanpa alasan -menurutnya-. Kemudian, dia masih berteriak dengan segala usaha hanya agar dapat melepaskan diri. Tak jarang ia mengamuk lantaran kehabisan kesabaran sebab tak ada penjaga yang peduli.


Kini, dia malah di gotong oleh gadis yang dia tahu adalah sahabat saingan cintanya sekaligus istri seorang pemimpin sekte. Jujur, dia terkejut dengan kedatangan mereka. Dan lagi, dia benar-benar tidak bisa merasakan kehadiran mereka terutama Ryura. Itu sungguh mengerikan.


Tapi, dia tak bisa berbuat apa-apa meski dia meyakini kalau dia juga berbakat. Namun, tampaknya masih bukan tandingan Ryura.


Hanya saja, harga dirinya tak mengizinkan dia menyerah. Alhasil, dia terus berontak dalam gendongan Furby sampai-sampai Kuda Bulan itu kesal bukan main hingga Ingin rasanya dia membuangnya.


Sedang di sekeliling istana, bagi kultivator-kultivator berlevel tinggi pasti dapat melihat kalau ada gelombang transparan yang merangkak naik dari tanah mengelilingi benteng istana keatas membentuk mangkuk terbalik yang bila dilihat dari luar semuanya tampak normal.


Karena itu juga, rakyat tak lagi dapat melihat kepulan asap hitam yang menyebar di langit. Penampakan itu seperti ilusi yang tak pernah terjadi, tapi mereka tahu kalau saat ini istana sudah di blokir dari dunia luar.


Asumsi itu menyebar bagai hembusan angin kencang yang mengakibatkan kegemparan. Mereka bertanya-tanya, ada apa didalam sana hingga diisolasi?



Setelah membuat Kaisar Agung Bai membisu, tiba-tiba saja keduanya mendengar semarak langkah kaki yang banyak. Menoleh bersamaan, dapat keduanya lihat bila disana sudah ada pasangan ibu dan ayah Kaisar Agung Bai serta 6 adiknya, tak lupa Lim Qian Fei di ujung rombongan. Seperti sengaja memudarkan sosoknya dari kerumunan.


Tapi, sayang sekali semuanya telah masuk ke mata Reychu yang dingin tanpa terlewatkan sedikitpun.


Tatapan itu adalah tatapan yang belum pernah dilihat oleh mereka.

__ADS_1


"Ada apa ini?" melihat bangunan kamar yang hampir terbakar habis, kemarahannya tak bisa dibendung. "APA-APAAN INI?! SIAPA YANG BERANI MEMBAKAR BANGUNAN ISTANA?! BETAPA BERNYALI!" mata merah nyalang pensiunan Kaisar Agung Bai segera menyorot Reychu dengan marah seolah sudah bisa menebak siapa pelaku kekacauan ini.


Mengangkat tangannya menunjuk wajah Reychu yang jaraknya hanya lima meter didepannya dengan garang penuh ekspresi mengutuk.


"Itu pasti kau! Kau pelakunya 'kan? Mengaku kau!" menuduh dan memaki Reychu dengan tepat.


Tapi, Reychu tak bergeming selain memandang orang-orang didepannya yang seperti orang bodoh. "Ya, itu aku. Lalu? Kenapa? Kau tidak senang?" nadanya dalam walau dibuat santai, Kaisar Agung Bai di sebelahnya tak bisa tidak sedih melihat perubahan kekasihnya itu.


"Reychu..." gumamnya lirih yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.


Pensiunan Kaisar Agung Bai tak bisa menahan marah mendengar responnya yang kurang ajar. "DASAR TAK TAHU DIRI! APA KAU PIKIR KARENA PUTRA KU MENDUKUNGMU, KAU BISA SEENAKNYA DISINI? INI ISTANA KU! KERAJAAN KU! ORANG ASING SEPERTI MU TIDAK DITERIMA DISINI! TERLEBIH LAGI, KAU TIDAK LEBIH DARI MANTAN PERMAISURI MENYEDIHKAN YANG LENGSER DARI KEDUDUKANNYA! BUKANKAH ITU CUKUP UNTUK MENJELASKAN BETAPA TIDAK PANTASNYA DIRIMU! MASIH BERANI UNTUK SOMBONG!" teriaknya penuh rasa jijik dan benci.


Kaisar Agung Bai yang mendengarnya merasa marah dan sakit hatinya hingga ia hendak menyela, namun terlambat sebab Reychu sudah lebih dulu membalas.


Sambil memiringkan kepalanya dengan sorot mata haus darah Reychu berucap datar. "Oh ya?! Lalu, apa kau pikir aku diam selama ini karena aku tidak mampu meratakan kerajaan mu? Hehe..." kekehnya diakhir terdengar seram.


Lanjutnya. "Kau bod*h sekali." mata Reychu berkilat tajam saat menatap sekelompok anggota keluarga kerajaan didepannya. "Biar ku beritahu. Aku mencintai Gikwang, putra pertamamu. Jadi, karena dia putramu maka aku tidak mau ambil pusing atas segala yang keluarganya lakukan untuk menyingkirkan ku. Dengan begitu, aku bisa lebih terlihat tulus untuk cinta putramu sehingga aku memilih mengalah daripada ikut bermain bersama kalian. Tapi, tampaknya orang-orang di istana berpikir aku tak lebih dari gadis liar yang suka bermain-main dan bertingkah gila sampai tak memiliki kelebihan, hingga pada akhirnya orang-orang melupakan satu hal... Yaitu, kegilaan ku tidak sesederhana itu... Hihi..."


Mendengar penjelasan Reychu dengan nada gilanya yang berbeda dari sebelumnya atau bisa dikatakan lebih mengerikan nada gilanya saat ini daripada yang sebelumnya, baik pihak keluarga kerajaan maupun para penghuni istana lainnya yang saat ini menonton mereka tak bisa menahan remang di tengkuk leher mereka hingga keringat dingin mengalir mulus di sepanjang tulang punggung mereka.


Melihat terdiamnya orang-orang yang selama ini menggembar-gemborkan tuntutan mereka agar dia di buang jauh dari sisi Kaisar Agung Bai, Reychu sedikit merasa puas.


Karena itu, dia tak berniat menunggu respon mereka dan memilih berseru pada udara kosong.


"Biar ku tunjukkan." katanya dengan sedikit seringai sebelum seringai itu menghilang dalam sekejap seperti tak pernah ada dan menambahkan.


"Ryura, bawa dia padaku!"


Kata-katanya diucapkan dengan lugas tanpa peningkatan intonasi suara membuat mereka yang mendengarnya semakin dilanda kegelisahan yang tak dapat dijelaskan.


Belum lagi saat nama itu disebut. Sebagian besar orang tahu siapa dia, tapi tak pernah berpikir kalau orang yang disebut benar-benar ada di sana. Dengan pemikiran seperti itu, kebanyakan orang mulai mengedarkan pandangan mereka untuk mencari keberadaan pemilik nama itu.


Ryura.


Reychu sendiri tak peduli bagaimana tanggapan orang lain. Dia hanya tahu bahwa, Ryura si gadis misterius itu selalu tahu lebih banyak sehingga dia yakin bila saat ini sahabatnya itu pasti sudah ada di sini.



Alhamdulillah up lagi. maaf menunggu lama yaaa...


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2