
Sorot mata Kaisar Agung Bai terpaku pada Reychu yang tampak nikmat sekali menyantap makan siang mereka.
Ya, sejak tiba di Kerajaan Es Kaisar Agung Bai membuat peraturan bahwa makan siangnya yang biasanya seorang diri kini harus bersama Reychu. Seperti biasa, kalau tidak bertingkah bukan Reychu namanya. Namun, pada akhirnya dia tetap menurutinya.
Seperti sekarang ini, makan siang bersama. Tapi, tampaknya ada yang salah dengan Kaisar Agung Bai. Pria itu hanya mengacak-acak makanannya sembari memandang dalam Reychu yang duduk di seberangnya.
Jengah di pandangi tak jelas seperti itu, Reychu pun angkat bicara usai suapan terakhir.
"Ada apa? Mengapa kau memandangi ku begitu? Bosan makan bersama ku?"
Pertanyaan itu sukses membuat Kaisar Agung Bai terhentak tak terima. "Kau ini bicara apa, sayang! Kapan aku pernah bosan bersamamu?!"
"Lalu, ada apa dengan sikapmu yang tak kunjung makan dan malah memandangi ku seperti itu? Lihat, aku bahkan sudah selesai makan." seraya menunjukkan mangkuknya yang telah kosong.
"Maaf, sayang. Aku hanya merasa hubungan kita ini sedikit menyedihkan." lesunya.
"Di bagian mananya menyedihkan?" tanya Reychu saat dipikirannya tak mendapatkan apa yang disebut menyedihkan dari hubungan mereka.
Kaisar Agung Bai menghela nafas. "Sulitnya kita untuk kejenjang pernikahan. Posisi ku sebenarnya yang menyulitkan mu. Mereka juga belum mengetahui soal statusmu yang seorang janda. Janda dari seorang Kaisar Negara Api lagi. Apa yang akan terjadi kalau sampai mereka tahu..."
"Ya, apalagi kalau bukan dengan memisahkan kita." ini terlalu santai untuk kisah cinta yang berada di ujung tanduk.
Kaisar Agung Bai merasa tak terima mendengar nada tersebut.
"Sayang! Bagaimana bisa kau begitu santai. Aku sudah sangat memikirkan keadaan kita selanjutnya dan kau malah bersikap seolah-olah 'kalau sudah begitu apa boleh buat'! Tidakkah kau tahu itu mengecewakan ku?" marah dan sedih kala melihat Reychu bisa begitu mudahnya menanggapi hal penting seperti ini.
Ia jadi kecewa dibuatnya.
Reychu yang melihatnya menjadi malas. Segera setelahnya mode serius dirinya diaktifkan.
"Kau tahu apa yang membuat ku sesantai ini?" yang ditanya hanya menatap balik Reychu dengan tajam namun bingung juga.
"Pertama, karena kita saling mencintai. Aku yakin kau akan memperjuangkan ku dan tentunya aku juga akan begitu. Tapi, apakah ini waktu yang tepat untuk bersikap seperti kita tidak punya jalan keluar untuk masalah ini?! Kedua, aku bukan berasal dari dunia ini. Ryura sudah menjelaskan kalau kedatangan kami kesini hanya untuk menjemput cinta sejati kami. Dilihat dari apa yang sudah terjadi, bukankah itu artinya kau adalah cinta sejati ku?! Ketiga, aku tidak bisa bersikap melankolis. Aku terlahir dengan logika yang mendominasi. Sekalipun aku berusaha untuk bersedih lantaran belum mendapatkan restu keluarga mu, aku tetap tidak bisa bersedih. Karena, pikiranku langsung memberitahu ku bahwa jika sepasang kekasih berjodoh maka mereka akan bersatu bagaimanapun caranya. Jika tidak, kau tahu sendiri apa akhirnya..." jelas Reychu panjang lebar.
__ADS_1
"Jangan kau pikir aku tidak berusaha untuk meresapi kemalangan kisah cinta kita... Sayangnya, aku tidak bisa merasakan itu. Aku terlalu percaya kau tak akan meninggalkan ku. Aku terlalu percaya kau adalah takdir ku. Aku terlalu percaya kau adalah pelabuhan terakhir ku. Aku terlalu percaya kau amat sangat mencintai ku. Lalu, kau ingin aku bagaimana?" sambung Reychu dengan segala pengakuannya yang sukses membungkam Kaisar Agung Bai dari segala sisi.
Pria itu tak tahu seperti apa perasaannya saat ini. Ini terlalu luar biasa. Dia pikir selama ini hanya dia yang mencintai Reychu, sedang gadis itu hanya menerimanya saja melihat betapa santainya dia dan selalu bertindak sesuka hatinya seolah tak pernah memikirkan perasaannya. Tapi, saat ini dia tahu dugaannya selama ini salah besar.
Reychu-nya memiliki rasa yang sama dengannya, hanya saja kegilaan gadisnya itu lebih mendominasi untuk menunjukkan semua balasan itu.
"Sekarang, apa mau mu?" pertanyaan itu menyadarkan Kaisar Agung Bai dari ke tertegunannya.
Segera pria itu bangkit dari duduknya guna untuk menghampiri Reychu dan langsung memeluknya erat, kemudian berbisik penuh penyesalan. "Maafkan aku. Aku sudah membuatmu tidak nyaman. Hal ini juga karena aku terlalu takut tidak bisa menghabiskan hidupku bersama mu. Aku terlalu takut kehilanganmu. Itu yang selama ini mengganggu ku. Terlebih setelah melihat bagaimana respon semua orang ketika mereka tahu kau diistimewakan olehku. Ini menyiksaku, sayang. Maafkan aku!"
Reychu membalas pelukan tersebut dan mengelus punggung gagah prianya guna memenangkannya. "Aku mengerti. Tak perlu dipikirkan. Kau hanya harus yakin bahwa sebanyak apapun penghalang dalam hubungan kita. Kita sudah ditakdirkan untuk menjadi satu. Lagipula kita memiliki sahabat-sahabat yang pasti akan membantu kita melancarkan hubungan ini. Yakinlah!"
Bijaknya Reychu kalau sedang dalam mode serius. Dia terlihat jadi seperti orang yang berbeda.
Kaisar Agung Bai mengangguk mengerti dalam pelukan mereka.
Setelah agak lama saling membagi kehangatan, pelukan itupun terlepas juga. Segera, apa yang sebelumnya tidak sempat Kaisar Agung Bai beritahukan sebab terlalu kalut akan kegelisahannya, kini di ungkapkan kemudian.
Ditatapnya Reychu yang tengah membaca isi surat tersebut. "Sebenarnya, inilah alasan mengapa aku begitu kalut akan masalah kita. Pikiran ku tidak bisa tenang setelah mengetahui kalau sahabat kita akan menikah. Aku jadi mengkhawatirkan hubungan kita yang belum menemukan penyelesaiannya."
"Berhentilah mempersulit hidupmu yang sudah sulit itu. Yakin saja kalau tak ada yang bisa memisahkan kita sekalipun mereka menggunakan cara dengan membunuh salah satu dari kita. Karena, bila tidak di kehidupan ini kita bersama, maka kita akan bersama di kehidupan lain. Santai saja. Kau hanya perlu meyakinkan hatimu dan semuanya akan baik-baik saja." ini sudah bukan mode seriusnya lagi.
Memang ucapan yang keluar dari mulut Reychu itu cukup menohok. Seperti ini, bagaimana bisa Reychu berbicara mati dan perpisahan diantara mereka dengan begitu mudahnya. Kaisar Agung Bai masih sulit mengikuti. Tapi, meskipun begitu, cintanya tak jua surut malah semakin besar untuk gadis didepannya saat ini.
Dia benar-benar tak tahu akan jadi seperti apa hidupnya bila tidak ada Reychu.
"Aku mencintaimu!" tiba-tiba...
Reychu melihatnya begitu mendengar ungkapan tersebut. Dipandangi sebentar sebelum memberikan pria itu senyuman indahnya.
"Aku juga mencintaimu!" balasnya tanpa ragu yang selalu berhasil meledakkan perut prianya dengan kupu-kupu serta bunga yang bermekaran tak terkira.
"Jadi, kapan kita akan berangkat?" tanya Reychu kembali membahas mengenai pernikahan kedua sahabat mereka.
__ADS_1
"Aku selesaikan dulu pekerjaan ku, baru setelahnya kita pergi. Undangan ini juga berlaku untuk anggota keluarga kerajaan yang lain. Jadi, sekalian menunggu mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Nanti kita akan berangkat bersama." jelasnya.
"Apa mereka sudah diberitahu?"
"Aku sendiri yang akan memberitahu saat makan malam nanti."
"Kita makan malam bersama lagi?"
Kaisar Agung Bai tahu Reychu-nya tak terlalu menyukai agenda ini. Sebab, beberapa kali setiap makan malam bersama diadakan, suasananya benar-benar tak enak. Walaupun Reychu selalu bisa mengabaikan semua itu, adakalanya jenuh juga bila diposisi tak menguntungkan terus-menerus.
Digenggamnya tangan Reychu bermaksud untuk menyalurkan ketenangan.
"Ada aku. Bukankah kita ini satu? Jadi, mari kita lalui dengan santai!" perkataan kekasihnya itu sukses membuat Reychu tertawa.
"Hahaha... Lihat, siapa yang bersikap menyedihkan tadi. Hmm...?!" ledek Reychu menggoda Kaisar Agung Bai.
"Huh! Itukan tadi. Sekarang aku sudah mendapatkan ketenangan darimu dan kini giliran ku." wajah Kaisar Agung Bai memerah agak malu mendapati dirinya digoda kekasihnya.
"Yayaya... Lakukan sesuka hati mu."
Keduanya tersenyum manis nan lebar bersama.
Weowoeweo... kalian nungguin terus yaaa... kalo sebelumnya Ryura dan Ye Zi Xian, kali ini Reychu dan Bai Gikwang...
next kayaknya bakal jadi buat pengantin baru lagi. hahaha...
Thor gk sabar mo tamatin cerita ini. biar bisa next ke cerita berikutnya.
pilih dong. mau cerita yang mana dulu? biar bisa Thor dluin. okokok...
pilihan terbanyak akan jadi yang berikutnya!!!
__ADS_1