3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
SUASANA ANEH


__ADS_3

"Jadi, ini?"


Suara pangeran terkecil -Bai Yi Wang- terangkat memecah kesunyian sesaat itu seraya menunjuk dengan jari mungilnya kearah Rayan dan Reychu bergantian.


Tak pelak ia penasaran dengan kedua gadis yang dihimpit oleh kedua pria berkuasa ditanah Kekaisaran Utara ini, yang salah satunya adalah sang kakaknya.


Meskipun masih kecil, Bai Yi Wang tampaknya sedikit banyak bisa merasakan sinyal-sinyal aneh mengelilingi kedua pria tampan itu yang diterima oleh radarnya. Alhasil, sebagai bocah yang masih dalam masa pertumbuhan dengan banyaknya hal yang ingin ia ketahui, dengan polosnya ia mengajukan pertanyaan.


Yang lain juga merasakan hal yang sama, hanya saja mereka lebih jelas dan hal itu tinggal butuh konfirmasi dari yang bersangkutan. Siapa sangka, sebelum salah satu dari mereka yang dewasa angkat bicara si kecil sudah lebih dulu mengajukan pertanyaannya.


Itu cukup membantu sebenarnya.


"Oh. Bagus. Kenalkan... Ini Reychu. Ahn Reychu. Kekasih ku juga adik dari Ahn Reychan." dengan senang Kaisar Agung Bai memperkenalkan Reychu disisinya, tak lupa dengan tatapan lembutnya yang dilayangkan kearah Reychu.


Terlihat jelas binar bangga dimatanya hingga para saudara-saudari dan lainnya tidak akan mungkin melewatkan hal itu.


Ini mengejutkan bagi mereka. Mengingat sebelum meninggalkan kerajaan Es, sang kakak pertama mereka selalu dalam gestur malas dan dinginnya. Ini kali pertama mereka melihat pria berusia 20an itu menunjukkan sesuatu yang berbeda. Tapi, sebagai saudara mereka turut senang. Hanya saja...


Ada beberapa hal yang membuat sebagian dari mereka merasa menyayangkan hati sang kakak yang berlabuh ke sosok gadis yang ternyata tak lebih dari gadis biasa yang bila dilihat dari posisi kakaknya -Reychan- mereka bisa membayangkan apa yang ingin dibayangkan.


Faktanya, mereka tak tahu menahu soal asal-usul Ahn Reychan dan hanya memandangnya sebagai bawahan belaka yang dipungut oleh kakak Kaisar mereka. Hal ini membuat siapapun akan memiliki pikiran bahwa seandainya Ahn Reychan bukan orang kepercayaan Kaisar Agung Bai tidak mungkin dia akan dipandang sedikit lebih tinggi dari bawahan yang lain.


"Aku tidak tahu kalau Ahn Reychan memiliki saudari. Kupikir dia hidup sendirian selama ini." seloroh Bai Minwang santai. Tapi, tidak ada jejak sinis atau bentuk negatif lainnya. Hal itu menunjukkan bahwa memang demikian kepribadian pria tampan adik Kaisar Agung Bai itu.


Dan sepertinya, dia yang lebih netral dari yang lain.


"Benar, benar! Kita tidak tahu. Tapi, waahh... Hebat! Ternyata Chan gege memiliki saudari kandung. Apalagi bila dilihat lebih jelas, keduanya memiliki kemiripan. Ini benar-benar hebat! Dan sekarang, saudari Chan gege juga adalah kekasihnya kakak Kaisar. Apa itu artinya dia akan menjadi kakak ipar ku?" seru Bai Yi Wang seraya bertepuk tangan dengan antusias. Dia yang polos tidak memiliki pikiran yang merepotkan. Terlebih saat tanpa pikir panjang dia bertanya sesuatu yang lainnya tidak terpikirkan.


"Haha... Hei, bocah! Kau tidak sebegini antusias saat kau mendapatkan kakak ipar dariku. Bisa-bisanya kau pilih kasih!" tutur Bai Minwang tanpa maksud apapun hanya nadanya saja yang terkesan tak terima. Dia juga memang cukup mudah menenangkan suasana.


"Oh? Aku tidak berpikir begitu. Lagipula, untuk apa aku terlalu antusias. Kakak ipar Shiming adalah orang yang cukup sering kulihat. Kita juga cukup dekat. Apalagi waktu itu aku tidak terlalu memikirkannya. Hanya tiba-tiba menerima kabar perjodohan antara Gege dan kakak ipar. Aku masih cukup kecil waktu itu. Jadi, tentu saja aku tidak sampai bersemangat seperti ini!" bocah itu bergegas membela dirinya sendiri karena merasa tak nyaman atas pertanyaan sang kakak, tanpa dia sadari kalau dia tengah dijahili.


Sambil mengecilkan lehernya dia lanjut berkata dengan suara rendah namun masih terdengar oleh yang lain. "Tapi, menerima kabar akan memiliki Kakak ipar dari kakak Kaisar... Rasanya berbeda..." dia mengulum bibirnya dengan ekspresi bersalah.


Itu cukup menggemaskan untuk dilihat.


Bahkan Rayan yang matanya sudah terlepas dari tangannya Shin Mo Lan tak bisa menahan rasa gemasnya pada apa yang disuguhkan didepan matanya. Reychu tak terkecuali hanya saja dia tampaknya akan menunjukkan sesuatu yang membuat tercengang lebih lagi.


Tentunya dengan keberaniannya dalam berbicara.


"Ouuhhh... Siapa pria kecil yang imut ini. Kenapa begitu manis tutur katanya... Sebagai calon kakak ipar mu, aku benar-benar merasa tersentuh." ujar Reychu dengan raut wajah terharu seraya menempelkan telapak tangannya didada seperti dia benar-benar tersentuh.


Berikutnya tanpa ada yang bisa menduga, Reychu mencolek ujung hidung mungil pria kecil -Bai Yi Wang- itu yang kebetulan duduknya tepat di sebelah Kaisar Agung Bai dengan berani seraya berkata. "Kau berhasil diterima sebagai calon adik ipar ku. Selamaaat!"


"Wow. Benarkah?! Itu hebat!" Bai Yi Wang bersorak dengan riang seorang diri kala dia merasa pilihan sang kakak tidak buruk sama sekali. Dia justru menyukainya segera di pandangan pertama.


Entah mengapa, Bai Yi Wang merasa sosok Reychu adalah sosok yang berbeda dan hal berbeda itu tidak terasa seperti sesuatu yang buruk.


Sedang yang lainnya...

__ADS_1


Mereka yang menyaksikan itu -kecuali Shin Mo Lan dan Kaisar Agung Bai-, tak ada hal lain yang bisa mereka ekspresentasikan di wajah mereka dari apa yang terpampang didepan mata. Bagaimanapun, sikap berani itu benar-benar baru.


Untungnya, tiga pria penguasa yang terjerat cinta 3Ry sudah tidak merasa tabu akan hal tersebut. Dalam hati mereka tanpa maksud bekerja sama, ketiganya sudah menetapkan hati untuk belajar cara hidup 3Ry di dunianya.


Sedikit banyaknya, mereka juga pernah berharap kalau suatu saat nanti saat 3Ry kembali ke dunianya, mereka memiliki kesempatan untuk berkunjung juga. Kalau perlu, dimana ada 3Ry disana juga harus ada mereka bertiga.


Lanjut...


Beberapa wajah -selain wajah Bai Yi Wang, Bai Min Wang, dan Bai Ning Xia- tidak ada yang bagus. Meskipun mereka berusaha menyembunyikannya, tapi tetap saja sempat terlihat oleh Rayan yang sedari tadi memang tidak mengendurkan kepekaannya pada orang-orang yang baru saja dia dan Reychu temui.


Pasalnya, dia butuh survei untuk dapat melanjutkan hidup selama dia dan dua sahabatnya masih terjebak dia dunia kuno ini.


"Tentu!" tandas Reychu sama sekali tidak peduli bagaimana keadaan sekitarnya. Ia bertindak seperti tidak peka.


Pangeran kedua, Pangeran keempat, dan Putri keenam, wajahnya sudah jelek. Tapi, tak ada yang tahu seberapa tidak senangnya mereka melihat pemandangan itu. Lain halnya dengan Kaisar Agung Bai yang jelas sumringah.


Sementara sisanya -para gadis- ada yang senang ada yang biasa saja seperti itu semua tidak ada hubungannya dengan dia.


Terutama yang satu disana. Matanya menatap wajah bahagia Kaisar Agung Bai dengan raut... Cemburu?


Alis Rayan sampai terangkat kala mengamatinya.


Ini cukup untuknya yakin kalau ternyata Reychu juga akan mendapatkan penghalang dalam hubungannya.


Ketidaknyamanan itu tidak diteruskan begitu suara seorang gadis terangkat untuk mengajukan pertanyaan kepada Shin Mo Lan, tapi tatapan matanya mengarah kepada Rayan.


"Kemudian, yang ini?" itu adalah Shin Mo Yue yang bertanya.


Jawaban singkat itu tak perlu dipertanyakan lagi.


"Astaga! Bagaimana bisa Gege mendapatkan kekasih diwaktu bersamaan dengan yang lain? Ini nyaris mustahil!" katanya berpendapat, tapi sama sekali tidak menunjukkan ketidaksenangan.


"Bukan masalah sama sekali. Tapi, aku ingin tahu. Apa pendapatmu tentang ini?" secara tidak langsung Shin Mo Lan mempertanyakan restunya dari sang adik. Sebab dia sudah memegang restu dari keluarga yang lain. Kini, tinggal adiknya.


Meskipun, pada akhirnya suka tidak suka Shin Mo Yue pada Rayan. Dia tetap memilih Rayan.


"Pendapat ku? Hmm..." ulangnya sembari mengamati Rayan dengan mata menyipit. Yang ditatap hanya menampilkan senyum manisnya dengan santun.


Ini Rayan lakukan bukan agar adik kekasihnya menyukainya, tapi hanya formalitas saja. Dia sama seperti kedua sahabatnya, tak peduli apa pendapat orang. Selama orang yang mereka cintai membalas perasaan mereka, itu sudah cukup. Sisanya, dapat diurus belakangan.


"Tidak buruk. Secara penampilan, dia tidak mengecewakan. Hanya saja, sangat disayangkan kalau cuma itu yang membuat dia dapat menjadi pendamping mu. Kau tahulah..." ujarnya dengan akhir kalimat memberi kode tentang sesuatu yang cukup penting walau sebenarnya tidak harus benar-benar seperti itu.


Seolah tahu apa yang dimaksud adiknya, Shin Mo Lan menjawab dengan tanpa ragu. "Haha... Jangan khawatir. Kau bisa belajar banyak darinya. Dia tak akan mengecewakan mu."


Mata Shin Mo Yue terbelalak mendengarnya seraya menoleh segera kearah Rayan yang entah paham atau tidak akan kode-kode yang ditukarkan antara kakak beradik itu.


Tapi, Rayan tetap tersenyum.


"Kalau begitu ini perlu diketahui. Nona, kau ikut dengan ku sekarang. Ada yang perlu kepastian darimu. Kau harus tahu, aku menginginkan yang terbaik untuk kakak ku." terangnya sembari bangkit dari duduknya dan mengajak Rayan pergi.

__ADS_1


Sedang Shin Mo Lan hanya diam membiarkan. Itu membuat Rayan paham kalau kekasihnya itu tidak mempermasalahkan ajakan dari adiknya untuk Rayan.


Greek...


Suara kaki kursi yang berdecit sebab bergesekan dengan lantai saat Rayan menyusul bangkit.


"Kalau begitu, mohon bantuannya..." kata Rayan dengan suara yang menyenangkan.


Mata Shin Mo Yue langsung berbinar, seraya dalam hati berkata. "Suaranya juga enak didengar. Gege pintar memilih pasangan. Penampilannya tidak sia-sia."


Kedua gadis itupun beranjak pergi setelahnya, meninggalkan suasana aneh diruangan itu.


"Baik. Lalu, dimana calon Nyonya Ye masa depan? Mengapa dia tidak ada disini?" tanya Bai Min Wang memecahkan suasana aneh itu. Dia lumayan peka pada keanehan yang mengelilingi mereka.


Karena, merasa tidak tepat bila di bahas lebih lanjut saat ini mengenai pilihan sang kakak Kaisar Agung. Apalagi, melihat Kaisar Agung Bai sendiri tampaknya tidak memiliki niat untuk mempedulikannya apalagi membahasnya. Maka, sebagai adik yang pengertian. Bai Min Wang -pangeran ketiga- akan membantu untuk saat ini.


"Entahlah. Dia suka menghilang." Jawab Kaisar Agung Bai lalu menoleh kearah Reychu, seperti ingin mempertanyakannya.


Reychu menjawab juga tanpa tergesa-gesa. "Dia akan kembali saat dia mau kembali. Dia yang paling sibuk diantara kami. Jadi, ditunggu saja."


"Bisa begitu? Bagaimana Tuan Ye menanggapi hal itu?" tanyanya juga ingin tahu apakah dugaannya tentang perasaan pria berambut putih keperakan itu benar atau tidak.


"Tidak mempermasalahkannya. Mereka cukup saling percaya. Lagipula, tidak ada yang perlu ditakutkan mengenai hilangnya Ryura. Karena, meskipun dia kembali. Tidak ada yang akan menyadarinya." terang Reychu menjawabnya.


Sedikit banyaknya, itu sukses membingungkan pendengar yang mendengarnya.


"Kalian tidak perlu memusingkan hal itu. Nantinya, kalian juga akan mengerti." timpal Kaisar Agung Bai membantu.


"Kuharap, kalian tidak terkejut melihatnya nanti." sambung Tuan Muda Shin dalam tanggapannya.


"Hmm... Aku merasa sesuatu yang misterius disini." jenakanya nada pangeran ketiga menerima jawaban itu.


Tap...


Tap...


Tap...


"Kalian sedang berbicara mengenai kekasihku?" suara lain yang datar datang dari arah pintu dengan langkah kaki yang lebih dari sepasang.


Mendengar itu, semuanya yang ada diruangan tersebut segera menoleh.


Tampaklah wajah yang memiliki kemiripan muncul disana. Sama-sama datar dan dingin. Sepasang kakak beradik dari Kediaman Ye.


Siapa lagi kalau bukan, Ye Zi Xian dan Ye Xiao Nan.


Mereka hadir untuk bergabung.


__ADS_1


silakan membaca. jangan lupa klik like, vote, favorit, dan tips yoooo...๐Ÿ˜˜


__ADS_2