
Dua pasang kaki polos dengan ukuran berbeda yang mana sepasang pertama besar dan kuat dan sepasang kedua lebih kecil dan lembut tampak menyembul keluar dari selimut yang menutupinya. Naik sedikit demi sedikit benjolan besar yang terbungkus selimut semakin terlihat jelas sampai akhirnya sepasang bahu polos terpampang diujung lainnya.
Saling menempel bagai tak bisa terpisahkan. Pemilik bahu lebar dan gagah memeluk erat pemilik bahu lembut dan halus dengan melingkarkan seluruh lengannya pada bahu tersebut. Memeluk erat sarat akan keengganan untuk melepaskan. Sedang yang dipeluk cukup kooperatif untuk menjadi penurut.
Menikmati pelukan hangat dengan nyamannya.
Wajah kedua tidak terlihat jelas sebab rambut yang sama panjang milik keduanya walau dalam warna yang berbeda berserakan nyaris menutupi keseluruhan wajah keduanya.
Alih-alih terganggu, keduanya terlalu lelap dalam aroma cinta yang kental bahkan saat matahari sudah terbenam sepenuhnya.
Diluar, Butler Xie tetap melakukan tugasnya tanpa mengganggu majikannya yang dia ketahui sedang menikmati waktu berdua. Dia hanya tinggal menunggu panggilan sang tuan bila dia menginginkan sesuatu yang membutuhkannya.
Suasana rumah bergaya tradisional itu cukup damai.
Tak berapa lama, salah seorang dari keduanya melenguh pelan dengan sedikit mengolet sebelum kedua matanya perlahan terbuka.
Dan hal pertama yang dilihatnya adalah wajah manis seseorang dalam pelukannya yang sedikit tertutupi rambut hitamnya. Tapi, dia masih bisa mengenalinya.
Senyum lebar segera terukir di bibirnya sebelum memajukan wajahnya untuk mengecup kening orang didepannya dengan sayang yang meluap-luap.
"Ryura sayang... Istri ku... Cinta ku... Belahan jiwaku... Takdir ku... Tulang rusukku... Pendamping hidupku... Bidadari ku... Jantung hatiku..." suara seraknya yang khas dengan suara bangun tidur menggemakan satu persatu kata yang kian menunjukkan betapa tulusnya dia tiap menyebutkannya.
Keduanya sudah pasti sangat kalian kenali...
Ya... Mereka adalah Ye Zi Xian alias Ye Huan dan Ryura Jenna.
Sepasang pengantin baru yang siang tadi baru saja resmi menjadi pasangan suami-istri yang tercatat, mendahului dua sahabat mereka yang lain.
Setelah menyebutkan semua julukan yang menurutnya bahkan belum cukup untuk menjelaskan seberapa bermakna sosok Ryura disisinya, dia pun kembali menarik istrinya lebih dekat dalam pelukannya hingga kulit keduanya menempel tanpa celah yang membuatnya kian bahagia saat tahu kalau semua ini adalah kebenaran. Ini nyata.
Sekali lagi dia dan Ryura adalah pasangan suami-istri yang sudah ditakdirkan entah itu di masa lalu maupun di masa kini.
Beberapa saat lalu keduanya baru saja selesai melakukan ritual panas yang sudah pasti dilakukan oleh para pasangan suami-istri sebelum akhirnya tertidur sambil saling berpelukan entah untuk berapa lama sampai dia terbangun saat ini.
Hal ini membuatnya mengingat kalau untuk kedua kalinya Ye Zi Xian merasakan yang namanya gadis perawan. ternyata Ryura-nya didunia ini masih menjaga kehormatannya dengan sangat baik. Kebahagiaan yang bagaimana lagi dia inginkan selain mengetahui kalau dia kembali menjadi yang pertama untuk cinta yang sama dengan orang yang sama.
Ini lebih membahagiakan daripada memenangkan tender miliaran dolar.
Dan dia menikmatinya beberapa waktu lalu. Ye Zi Xian tak bisa menahan senyum sumringahnya mengingat kejadian itu.
Dari siang hingga matahari terbenam. Bisa bayangkan itu? Hihihi...
Dan ini tidak bisa disebut malam pertama melainkan siang pertama.
Ryura benar-benar digempur oleh Ye Zi Xian atau keduanya yang enggan berhenti? Entahlah, itu rahasia mereka, yaa... Tidak perlu tahu terlalu banyak. Haha...
__ADS_1
"Eung..." lenguh Ryura enggan bangun dan terus mengusel kedalam pelukan suaminya.
"Hei, bangun, cantik. Sudah malam. Waktunya makan malam." kata Ye Zi Xian membangunkan Ryura dengan suara yang begitu lembut seolah-olah bila suaranya sedikit lebih keras akan mengganggu tidur nyenyak istrinya itu.
Ye Zi Xian benar-benar memanjakan Ryura hingga ke tulang.
"Hm..." Ryura bersenandung kecil sambil perlahan membuka matanya yang masih lengket. Dia masih sangat mengantuk.
Bercinta benar-benar menguras tenaga.
Melihat hal itu Ye Zi Xian tak bisa menahan kekehan, karena merasa lucu melihat tingkah polos Ryura yang jelas berbeda dari masa lalu. Dengan ini Ye Zi Xian bisa benar-benar yakin kalau Ryura-nya sudah perlahan berubah menjadi lebih hidup.
"Ayo, kita mandi. Kau diam saja dan serahkan semuanya padaku, oke?" Ryura mengangguk saja dan membiarkan Ye Zi Xian menggendongnya memasuki kamar mandi dan memandikannya bersamanya.
Dari mandi sampai berpakaian, semua dilakukan oleh Ye Zi Xian atas Ryura yang diam saja dengan mata terpejam lagi layaknya tertidur.
Setelah selesai, sang suami pun lantas kembali menggendong istrinya ala koala dan keluar kamar menuju ruang makan setelah sebelumnya sudah memberitahukan bawahannya untuk menyiapkan makan malamnya sebelum dia mandi tadi.
Kini setibanya mereka diruang makan, semuanya telah disiapkan.
Greek...
Butler Xie yang sudah berada disana dengan sigap membantu Ye Zi Xian menarik keluar kursi dari bawah meja makan guna mempermudah Tuan-nya. Benar saja, dengan bantuan itu Ye Zi Xian bisa dengan mudah mendudukkan istrinya di kursi sebelum dia menyusul untuk duduk disebelahnya, seolah ingin menjaga Ryura yang masih setia memejamkan matanya.
Ye Zi Xian juga mendekatkan kursi yang ia duduki agar lebih merapat kearah Ryura dan membiarkan istrinya itu bersandar di bahunya. Sedang dia mulai menggerakkan tangannya guna menyiapkan makanan untuk dia dan istrinya.
"Huuhh... Tuan ku benar-benar hebat. Sungguh suami idaman. Tidak heran Lai Zouji meminta ku untuk belajar bertahan. Ini benar-benar terlalu manis." batinnya menangis merasa awal penderitaannya yang jomblo ini dimulai.
"Makan yang banyak, sayangku." kata Ye Zi Xian sambil memasukkan sepotong daging kedalam mangkuk makan Ryura.
"Hm..." tapi, Ryura hanya berdehem saja tanpa berniat membuka matanya.
"Setelah ini kita kembali tidur. Kau tak bisa membiarkan perut mu kosong. Aku tidak mau kau sakit. Itu akan menyakiti ku juga. Kau mengerti?" ucap Ye Zi Xian penuh perhatian juga perintah yang tak ingin dibantah sama sekali.
Dan yang didapatnya...
Cup!
"Aku mengerti, sayangku." jawab Ryura dengan mata terbuka setengah dan sorot matanya sayu menatap lurus ke wajah suaminya yang terpaku sejenak sebelum menoleh untuk balik melihatnya.
Cup!
Ye Zi Xian membalas mengecup Ryura tepat di bibirnya, berbeda dengan Ryura yang tadi hanya dapat mengambil bagian pipi saja.
"Buka mulut mu. Biarkan aku menyuapi mu." disodorkan sumpit di tangannya yang sudah mengapit lauk makanan yang disediakan oleh Ye Zi Xian untuk Ryura.
__ADS_1
Dengan patuh Ryura membuat mulutnya untuk menerima suapan suaminya dan mengunyahnya dengan santai. Tak lupa dia juga meminta suaminya untuk ikut makan malam.
"Kau juga harus makan. Mau ku suapi?" tanya Ryura diakhir.
Ye Zi Xian menggelengkan kepalanya menolak. "Tidak usah. Aku bisa sendiri. Tidak sulit bagiku menggunakan satu tangan untuk menyuapi 2 mulut... Aku bahkan juga bisa menyuapi mu dari mulut ke mulut." gurau Ye Zi Xian yang tidak terkesan sama sekali.
Krik... Krik... Krik...
Amat garing.
Beruntungnya, pasangan itu bak dua balok es yang selera humornya nyaris tidak ada. Jadi, lelucon yang Ye Zi Xian lontarkan tidak berlaku untuk istrinya maupun dia sendiri -hingga tidak perlu merasa malu-, tapi malah hanya direspon oleh Butler Xie tak jauh dari keduanya dengan kedutan disudut bibirnya. Dia tak tahu bagaimana menanggapi lelucon majikannya yang kelewat garing.
Tidak lucu sama sekali. Tapi, sialnya manisnya tidak ketulungan.
"Sayang, aku sudah memikirkannya sejak tadi..." ujar Ye Zi Xian sambil menatap mata Ryura seraya berharap Ryura ingin terus mendengarnya.
"Apa itu?" Ryura yang peka pun bertanya.
"Aku ingin cepat-cepat memiliki momongan bersamamu. Bagaimana menurutmu?" tanya Ye Zi Xian mulai merundingkan hal ini agar mencapai keputusan bersama. Bagaimanapun perkara memiliki anak bukan hal yang mudah.
Jangan menyontoh pasangan Bai Gikwang dan Reychu yang gila itu!
"Kau sangat menginginkannya?" daripada menjawab, Ryura justru balik bertanya.
Ye Zi Xian mengangguk pasti dengan kuat. "Sangat. Aku sudah menunggu cukup lama. Dari sejak di masa lalu hingga tiba ke masa ini..." ditatapnya Ryura penuh cinta sambil terus melanjutkan ceritanya. "... Dulu kupikir, aku bisa memiliki momongan disana dan membesarkannya bersamamu menjadi orang yang gagah berani hingga jadi yang terkuat sampai mampu melindungi klan-nya. Tapi, pada akhirnya kesempatan itu tidak dapat aku miliki." tukasnya.
Menarik tangan Ryura kedalam genggamannya, sambil sesekali meremasnya lembut. Ye Zi Xian melanjutkan perkataannya yang belum usai. "Hingga takdir membawaku ke dunia ini. Dunia dimana kau sesungguhnya berasal. Sejak aku menginjakkan kakiku ke dunia ini, aku sudah mulai memikirkan segalanya tentang masa depan kita. Salah satunya adalah keturunan. Karena, dimasa lalu aku tidak dapat memilikinya. Aku yakin sekarang pasti bisa."
Ryura mendengarnya dengan baik sebelum menyunggingkan senyum manisnya, kemudian berkata. "Aku mengerti. Kalau begitu, mari kita berusaha membuatnya... Sampai Xian junior lahir ke dunia ini."
Mendengar penuturan Ryura yang mengiyakan keinginannya, sukses membuat pria itu bahagia bukan main sampai menarik Ryura sepenuhnya kedalam pelukannya yang erat dan penuh perasaan.
"Terimakasih, sayang! Terimakasih, sayangku...! Kau yang terbaik! Cupcupcupcup!" kecupan beruntun pun disematkan oleh Ye Zi Xian diwajah manis Ryura tanpa ampun yang tentunya disambut bahagia oleh Ryura sampai membuat wanita itu tersenyum lebih manis dari biasanya.
Keduanya benar-benar menganggap dunia milik berdua.
Mereka tampaknya telah melupakan keberadaan Butler Xie yang berdiri tak jauh dari mereka. Itu bukan sekedar pengabaian. Sepasang suami-istri itu benar-benar melupakannya hingga merasa seolah-olah diruang makan hanya ada pasangan itu disana.
Dalam hati Butler Xie menggigit habis tangannya karena merasa merana harus menyaksikan romantisme majikannya tanpa sensor.
Hei! Tolong jangan menyiksa jomblo seperti dirinya!!!
update lagi sayang.... selamat membaca dan jangan lupa dukungannya Wokeh...
__ADS_1
Salam cintaku untuk kalian semua...
πππππππππππβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ