3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
RENCANA MASA DEPAN


__ADS_3

Yang di panggil Gikwang, benar-benar dia dan Shin Mo Lan menyusul di belakang begitu memasuki kamar inap yang di huni oleh Ye Huan yang jiwanya adalah milik Ye Zi Xian.


Menatap intens sosok yang bernama Ye Huan baik-baik seolah bila dia tidak menatapnya, dia akan melewatkan sesuatu.


Tapi, Shin Mo Lan yang lebih dulu mengungkapkan apa yang dipikirkannya juga.


"Aku tidak menyangka kalau kau masih memiliki kesamaan dengan tubuh mu di masa lalu."


Bai Gikwang mengangguk setuju. "Benar. Lihat. Rambutnya juga ikut putih. Kupikir aku akan melihat sosoknya dengan penampilan yang berbeda. Ya... Meskipun wajahnya jelas bukan miliknya. Tapi, ini cukup untuk membuat kita mengenalinya." kini, Shin Mo Lan yang mengangguk setuju.


Benar. Ketiganya memang masuk ke tubuh dengan rupa yang jauh berbeda dengan rupa mereka di masa lalu.


Mendengar kedua sahabatnya bertukar kata mengenai dirinya dengan santainya, Ye Zi Xian pun berceletuk membalas. "Lalu, apa bedanya dengan mu? Apa kau mewarnainya agar terlihat sama seperti milikmu yang dulu?"


"Enak saja! Ini asli! Kupikir tubuh ini sudah dipersiapkan untuk ku tempati sejak awal." bantah Bai Gikwang. "Kau sendiri, kenapa bisa berambut putih? Kau menua dini?" ada seringai di akhir kalimatnya. Benar-benar meledek.


"Kau memang minta dihajar." jedanya seolah marah, tapi sebenarnya tidak. "Dokter bilang, rambut ini mengalami perubahan pigmen warna selama tubuh ini jatuh koma. Karena, pertumbuhan rambut selama 7 tahun, akhirnya warna hitamnya sudah hilang." jelasnya seperti apa yang sudah dijelaskan oleh dokter yang menanganinya sebelumnya.


Shin Mo Lan mengangguk paham. "Tak heran rambutmu lebih panjang dari kami berdua. Ternyata tubuh yang kau tempati sudah tak sadarkan diri cukup lama."


"Tapi, bukankah bisa di pangkas? Kenapa harus membiarkannya panjang?" tanya Bai Gikwang kali ini. Dia bertanya seolah-olah dia bodoh.


Ye Zi Xian memutar bola matanya jengah. "Tubuh ini membutuhkan alat bantu kehidupan selama dia koma. Menurut mu, bagaimana cara mereka memangkasnya. Setidaknya, mereka tak membiarkan rambutnya lebih panjang dari ini." jelasnya lagi sambil memegang ujung rambut putihnya yang menjuntai sepanjang bahu.


"Baiklah. Sampai kapan kita akan membahas soal rambut?" tanya Bai Gikwang.


"Kau yang memperbesar masalah itu, Kaisar Agung bod*h!" umpat Ye Zi Xian dengan perasaan puas. Ternyata, selama ini dia memiliki keinginan untuk mengumpati sahabatnya yang berstatus Kaisar Agung di kehidupan sebelumnya.


Sayang sekali, dulu martabat amat dijaga sehingga keinginannya tidak dapat di salurkan. Tapi, kini Ye Zi Xian tidak punya alasan untuk tidak mampu melakukannya.


Mata Bai Gikwang t menyipit mendengar sahabatnya mengatai dirinya bodoh. Selain terkejut, dia juga tak menyangka bahwa sahabatnya memendam keinginan seperti itu sejak dulu.


"Wah. Kau sudah berani lancang, ya!" katanya dengan nada marah sambil melangkah mendekati Ye Zi Xian, lalu dengan gerakan cepatnya ia memiting leher Ye Zi Xian di ketiaknya.


Melihat itu Shin Mo Lan hanya bisa menggelengkan kepalanya tak habis pikir, ternyata ada saat dimana mereka bertiga melepaskan status yang mencekik kebebasan mereka sebelumnya.


Dan pemandangan didepannya saat ini, lebih hidup. Dia menyukainya.



Ketiga pemuda dengan karakter dan aura yang berbeda tersebut kini tengah duduk di sofa kamar inap VIP tempat Ye Huan tempati selama perawatan berlangsung dengan saling berhadapan dalam formasi segitiga.


Masing-masing menduduki sofa yang berbeda.

__ADS_1


"Akhirnya, kita berkumpul kembali." cetus Bai Gikwang didalam tubuh Bai Liam yang kini tengah menyandarkan punggung dan belakang kepalanya ke sandaran sofa sambil memejamkan mata.


Menikmati kebebasan yang dinantikan sejak dulu.


Sedang, Shin Mo Lan dalam tubuh Shin Da Ming memilih duduk dengan kakinya menindih kakinya yang lain dalam posisi agak miring kesamping menyandarkan sisi tubuhnya di lengan sofa yang ditopang oleh sikunya.


"Kau bicara seolah-olah kita sudah lama sekali berpisah." timpalnya.


Tanpa mengubah posisinya yang sudah nyaman, Bai Gikwang membalas. "Kita memang sudah lama berpisah. Kau tidak lihat kita sedang berada di zaman apa?" katanya main-main. Dia bermaksud menyebutkan jarak antara masa lalu dan masa sekarang.


Sudah jelas seberapa jauhnya itu.


"Haha... Kau benar-benar terlihat berbeda sekarang, Yang Mulia." sahut Ye Zi Xian agak meledek. "Sudah persis seperti kekasih gila mu." sambungnya.


Mendengar itu, baru sang mantan Kaisar Agung tersebut menegakkan kepalanya dan menatap sinis sahabatnya yang berbicara. "Dia tidak gila! Dia itu istimewa!" bantahnya seperti anak kecil yang tak suka mainannya dibilang jelek.


"Itukan menurut mu." Ye Zi Xian ini seperti ingin memancing amarah sahabatnya saja.


"Sudah cukup. Memang seru melihat kalian berdebat. Tapi, ini belum waktunya. Jadi, bisa kita membuka topik penting sekarang." sela Shin Mo Lan menengahi kedua sahabatnya yang seperti sudah siap berperang.


"Tentu!" serempak keduanya.


Kemudian, mereka pun masuk ke pembahasan yang sebenarnya dari perkumpulan pertama mereka kali ini di dunia dan kehidupan yang baru.


"Benar. Kita harus secepatnya menemukan mereka. Tapi, permasalahannya adalah bukankah tubuh kita ini berusia 20 tahun? Sedang kita tahu usia terakhir mereka meski dalam tubuh muda sebelumnya adalah 28 tahun. Apa kita akan bersama gadis yang lebih tua di kehidupan kedua ini?" terang Ye Zi Xian yang pemikirannya sebenarnya sama dengan sahabatnya.


Ketiganya sudah memikirkan hal itu dari awal.


"Ku rasa kita akan tahu setelah menemukannya. Positifnya saja, bisa jadi ini di berikan kepada kita agar kita bisa menyiapkan diri menjadi seperti yang kita inginkan sebelum menjemput mereka untuk memulai kembali hubungan kita." kata Bai Gikwang mengutarakan pikirannya.


Keduanya yang lain mengangguk setuju. "Bisa jadi seperti itu." sahut Ye Zi Xian.


"Kalau begitu mari kita membahas tentang rencana lain." timpal Shin yang disetujui oleh kedua sahabatnya.


Ketiganya pun mulai hanyut kedalam perbincangan serius tersebut.


Sejak saat itu ketiganya menjadi orang baru di mata orang lain.


Ada yang senang dengan perubahan itu, ada juga yang tidak.


Seperti Bai Gikwang yang kini menjadi Bai Liam. Pemuda itu sebelumnya sangat ambisius dan sombong seolah-olah dia selalu unggul dari orang lain, kini berubah menjadi pria acuh tak acuh yang hanya fokus pada pendidikan dan pekerjaan.


Bahkan pancingan dari teman lama dan musuh lama untuk kembali berurusan dengannya tak lagi digubrisnya. Dia menjadi sosok yang berbeda usai mengajukan pernyataan damai pada rivalnya dengan cara Bai Gikwang.

__ADS_1


Itu juga dilakukan untuk meminimalisir pertambahan musuh. Karena, saat ini Bai Liam alias Bai Gikwang belum mau berurusan dengan hama-hama itu.


Sementara dari pihak keluarga pun merasakan perubahannya. Sebagai anak pertama Bai Gikwang menjadi lebih dewasa sejak insiden penembakan tempo hari. Tanpa tahu kalau putra pertama mereka sudah bukan lagi orang yang sama.


Dia menjadi sosok kakak yang diidolakan semua adik-adiknya dan menjadi lebih membanggakan orang tuanya. Hanya saja, keseriusannya dalam belajar dan bekerja agak membuat keluarga tak tertahankan.


Tanpa mereka tahu, kalau diam-diam putra mereka -Bai Liam- mulai membangun kerajaan bisnisnya disela-sela kegiatannya tanpa dicurigai hingga dikemudian hari keputusannya untuk menyerahkan perusahaan keluarga ke tangan adik keduanya mengejutkan keluarga mereka.


Sementara disisi Ye Zi Xian yang sudah menjadi Ye Huan, tidak terlalu banyak menimbulkan keanehan yang berarti mengenai perubahan sikapnya. Bagaimanapun Ye Huan pernah tertidur koma untuk waktu yang lama. Jadi, kehidupan baru Ye Zi Xian dalam diri Ye Huan tidak akan terekspos.


Sebagai anak tunggal dari cabang kedua dalam keluarga Ye. Ye Zi Xian tidak merasakan beban tanggung jawab yang sama lagi seperti di kehidupan sebelumnya. Kini dia banyak menjadi pemeran pembantu seandainya masih menjadi Ye Huan. Sayangnya, dia bukan benar-benar Ye Huan lagi.


Sama seperti Bai Liam. Ye Huan juga diam-diam membangun kerajaan bisnisnya sendiri disela-sela pendidikannya yang harus diulang karena kondisi kesehatannya sebelumnya tanpa ada yang tahu kegiatan pengulangan pelajaran itu hanya kedok untuk menutupi kegiatannya dibelakang panggung.


Faktanya, dia bisa dikategorikan jenius karena mampu belajar dengan cepat tanpa perlu membuang-buang lebih banyak waktu hanya untuk belajar.


Semuanya akan berjalan sebagaimana mestinya sampai suatu hari pihak keluarga Ye dikejutkan dengan pencapaian seorang Ye Huan. Meskipun ada yang iri, mereka tak bisa berbuat apa-apa. Karena, semua itu murni milik Ye Huan seorang.


Sebagai anak tunggal, dia hanya harus membalasbudinya kepada orang tua pemilik tubuhnya sebagai ucapan terimakasih karena sudah menjaga tubuhnya selama ini dan itu bukanlah masalah baginya.


Tak terlalu jauh berbeda dengan Shin Mo Lan yang sekarang sudah menjadi Shin Da Ming. Dia sebagai anak kedua dari cabang pertama keluarga Shin, memilih membangun kerajaan bisnisnya yakni rumah sakit sekaligus akademi medis yang sudah ia rencanakan sejak awal tiba di dunia modern ini.


Dia juga menyembunyikannya lebih dulu hal tersebut dari keluarga pemilik tubuh sampai apa yang diinginkannya berdiri kokoh baru saat itu ia membuka rahasianya didepan keluarga pemilik tubuhnya. Dia melakukannya juga sebagai formalitas sebab bagaimanapun tubuh yang dipakainya masih memiliki keluarga.


Beruntungnya, tidak ada masalah untuk mereka menerima keberhasilan Shin Da Ming meskipun bukan berarti tidak ada yang merasa iri.


Itu sifat alami manusia, bukan?


Di masa depan, tiga sosok mereka akan sama berkuasanya dengan sosok mereka di masa lalu. Bahkan kedudukan ketiga keluarga besar mereka di zaman ini akan berada dibawah mereka nantinya.



assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh semuanya...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


maaf ya kalau pengumuman author Le agak tidak mengenakkan. tapi mau bagaimana lagi.


jadi begini... ehem!


eps-eps kedepannya akan menjadi eps-eps terakhir dari novel ini. maklum ya, Thor kehabisan ide. tapi, meskipun demikian. Thor akan tetap berusaha mengemasnya sebaik mungkin sampai kalian tak lagi merasa ini terlalu cepat atau sebagainya.


lagipula, Thor juga masih punya novel2 yang lain yang udah menunggu untuk dilanjutkan. jadi kalian jangan lupa buat membacanya yaaaa...


author sayang kalian semua...😘😘😘

__ADS_1


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh πŸ₯°


__ADS_2