
Keadaan keesokan harinya sudah kembali seperti semula. Apa yang terjadi tadi malam dibuat seolah tak pernah terjadi. 3Ry dan para siluman cukup kompak untuk sama-sama mengesampingkan masalah sebelumnya.
Mereka juga kompak untuk menyimpan rahasia ini dari para pria tampan.
Jika bertanya mengenai para pembunuh bayaran jaman kuno itu? Maka, sssttt... Biarkan jadi rahasia pembunuh bayaran jaman modern. Yang pasti mereka masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja. Hanya, keberadaan mereka disembunyikan dengan rapat oleh 3Ry demi keberlangsungan permainan mereka.
Dengan wajah tak berdosa mereka serempak membuang masalah sebelumnya kebelakang kepala. Melupakan yang lalu dan fokus pada sesi permainan selanjutnya.
Pagi ini, di jamuan sarapan pagi bersama keluarga besar Ye. Tetua Ye mengumumkan sesuatu mengenai kepulangan rombongan perwakilan Kekaisaran Utara yang pergi ke festival perang di Kekaisaran Tenggara beberapa hari lalu.
Tetua itu mengatakan kalau rombongan tersebut akan tiba paling cepat hari ini dan paling lama esoknya. Tak lupa pula mereka membahas mengenai persiapan pernikahan Tuan Ye Zi Xian dan Ryura yang segera rampung.
"Rombongan Kekaisaran Utara akan kembali dalam waktu dekat. Itu berarti adalah waktu yang tepat untuk segera melangsungkan upacara pernikahan. Bagaimana menurutmu, Zi Xian?" tanya Tetua Ye.
Yang ditanya mengangguk pasti seolah menjelaskan bahwa itu adalah sebuah keharusan yang tak bisa diganggu gugat.
"Hm. Lebih cepat lebih baik." katanya datar namun sarat akan tuntutan.
"Maka, akan jadi seperti itu." angguk Tetua Ye setuju.
Mengalihkan pandangannya ke Kaisar Agung Bai. "Yang Mulia dan Tuan Muda Shin, orang tua ini ingin bertanya. Sebentar lagi Ye Zi Xian selaku sahabat Yang Mulia akan segera menikah... Lalu, bagaimana dengan kalian berdua? Apakah juga berniat untuk menikah dalam waktu dekat?" jedanya agak sungkan karena merasa tak berada dalam lingkup yang pantas untuk menanyakan itu. "Ehem. Maaf, Yang Mulia dan Tuan Muda Shin. Bukan bermaksud menyinggung anda sekalian. Hanya saja, orang tua ini melihat sepertinya kalian cukup dekat dengan dua gadis disisi kalian... Kalian seperti tidak bisa dipisahkan! Hahaha..." tawa renyah Tetua Ye mengurangi kecanggungan yang mendera antara dia dan ketiga pasangan tersebut.
Mendengar itu, baik Kaisar Agung Bai maupun Shin Mo Lan... Keduanya tersenyum dalam diam sebelum salah satunya angkat bicara.
"Kau benar, Tetua Ye. Aku memang berniat menikah dalam waktu dekat. Tapi, sepertinya nanti setelah pernikahan Ye Zi Xian. Aku akan memberitahukannya terlebih dahulu kepada keluarga Kekaisaran. Bagaimanapun juga pembicaraan terkait posisi ini tidak mudah. Meskipun, aku akan tetap memberikannya kepada gadis disebelah ku ini. Karena, dialah yang pantas menjadi permaisuri ku." lantang Kaisar Agung Bai dalam deklarasinya akan keputusan yang sulit ini seraya melirik Reychu yang balas meliriknya dengan kedipan mata genit namun tidak disaat bersamaan.
Justru terkesan cool.
Kaisar Agung Bai tidak bisa tidak melembutkan tatapannya ketingkat yang lebih tinggi lagi. Melihat itu Tetua Ye kikuk sendiri, membuatnya berpikir kalau semakin lama generasi yang akan datang akan lebih berani. Ia ingin menyela tapi tak berani takut menganggu seorang penguasa Kekaisaran Utara, untungnya Shin Mo Lan bersuara disaat yang tepat.
"Tidak jauh berbeda. Aku juga berpikir begitu. Tapi, aku tidak bisa memastikan akan menikah dalam waktu dekat atau tidak. Mengingat kedua sahabat ku tampak sibuk mengurus pernikahan mereka. Jadi, kupikir tunggu mereka menyelesaikan bagian mereka baru aku akan melakukan bagian ku." lapang Shin Mo Lan, lalu menoleh kearah Rayan dengan pandangan lembutnya. "Bagaimana menurutmu, Rayan? Tidak masalah bukan?" tanyanya meminta pendapat.
Bagaimanapun kelak mereka akan menjadi satu. Jadi, Shin Mo Lan merasa mereka sudah harus mulai bertukar pendapat agar sama-sama merasa tenang dan adil.
"Aku mengikuti katamu saja." jawab Rayan tanpa merasa itu suatu masalah. Baginya, kapanpun akan menikah bukanlah masalah selama pendampingnya tetap setia.
Tetua Ye senang melihat muda-mudi didepannya yang tampak sangat serasi. Tanpa tahu kalau di sisi lain dalam ruangan yang sama, ada seseorang yang sejak tadi diam lantaran tengah berusaha menahan diri dari membuat malu diri sendiri akibat pengendalian diri yang gagal.
__ADS_1
Orang tersebut makan dalam kegeraman dan amarah yang meluap. Kepalanya memang menunduk, tapi sorot matanya yang menghujam kearah 3Ry terutama Ryura tak terhindarkan. Ditengah-tengah kemarahan dihatinya dia masih cukup tahu diri untuk tidak lebih dari ini. Karena, bagaimana pun bila sampai dirinya terekspos maka dia sendiri yang akan dirugikan dan dia tak mau itu.
"Si*lan! Jal*ng-jal*ng ini benar-benar menjijikkan! Terutama dia! Lihat bagaimana aku akan membereskan mu!" pekiknya marah dari dalam hati sambil memandang dengan tatapan membunuh kearah Ryura.
Masih menyoroti Ryura dengan tatapan kebencian dan berpikir seolah Ryura tak tahu. Tatapan jahatnya itu membeku kala sepasang mata tajam lainnya membalas balik, tak lupa seringai merendahkan yang terlihat nyata dari bibirnya.
Dan, dialah Ryura.
Jengah ditatap sedemikian rupa dengan mata yang dianggap jelek itu, Ryura pun membalasnya.
Meng Pei Yun nyaris memberikan gerakan yang akan menarik perhatian orang-orang di ruangan ini, bila ia gagal mengendalikannya. Beruntung dia masih mampu menahan keterkejutannya akibat di tatap balik oleh gadis yang di anggap rival cintanya.
"Sial!" umpatnya marah.
Di belahan bumi yang lain.
Rombongan Kekaisaran Utara telah tiba di istana Kerajaan Es.
Bagaimana tidak. Kembali ke saat masih di Kekaisaran Tenggara, ketika mereka masih menyaksikan festival yang diadakan disana. Sang Kaisar Agung dan pemimpin sekte yang kala itu baru saja tiba, entah bagaimana dan kenapa keduanya menghilang tiba-tiba usai turun tangan langsung menangani dua gadis yang mereka sendiri tidak tahu siapa dan itupun hanya menyisakan orang kepercayaan sang Kaisar Agung. Ahn Reychan.
Pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan, tapi tak satupun mendapatkan jawabannya. Sebagai orang yang bekerja langsung dibawah Kaisar Agung, Ahn Reychan sendiri merasa tidak punya hak untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan mengingat dia sendiri juga tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya.
Dia hanya tahu, kalau Kaisar Agung Bai menaruh sedikit perhatian khusus pada gadis yang entah benar atau salah adalah kerabatnya. Tidak, mungkin malah lebih dekat dari itu. Seperti saudara, misalnya. Mengingat wajah mereka yang terlihat mirip.
Tapi, yang pasti dia akan mengurus itu nanti setelah Kaisar Agung Bai kembali.
"Ada kabar dari Kaisar Agung Bai?" tanya pangeran kedua pada Kasim Kekaisaran.
Membungkuk hormat. "Menjawab Yang Mulia Pangeran kedua Bai. Beliau saat ini ada di wilayah kerajaan Lembah Beku, tepatnya beliau sedang berada di Sekte Salju Perak bersama yang lain." jawabnya.
"Bersama yang lain?" tanyanya bingung dengan siapa yang dia maksud 'bersama yang lain'.
"Ya, Yang Mulia Pangeran kedua Bai. Beliau bersama Tuan Muda Shin Mo Lan dan Tuan Ye Zi Xian. Kabar ini dikirim oleh bawahan Tuan Ye, Dong Jia Zi. Sebuah upacara pernikahan akan segera dilangsungkan dalam waktu dekat ini." jelas Kasim Kekaisaran tersebut.
"Upacara pernikahan? Siapa yang mau menikah?" serobot pangeran ketiga dengan pertanyaan, karena syok mendengarnya.
__ADS_1
Tak hanya dia yang terkejut, para pangeran dan putri lainnya pun ikut terkejut juga. Pasalnya, baru pulang dari undangan festival Kekaisaran tetangga sudah mendapatkan informasi yang mengejutkan dan itu hanya butuh waktu kurang dari satu bulan.
"Tuan Ye, Yang Mulia Pangeran ketiga Bai." jawab Kasim Kekaisaran tetap patuh.
Siapa yang dapat menyangka kalau pria yang 11-12-13 dinginnya dengan saudaranya dan Tuan Muda Shin akan menikah lebih dulu.
"BENARKAH?" mereka yang tidak pelit bicara secara serempak mengucapkan keterkejutannya.
"Itu benar, Yang Mulia Pangeran dan Yang Mulia Putri." lagi, jawaban Kasim Kekaisaran menyadarkan mereka kalau itu semua benar adanya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi. Siapkan bawaan ku. Aku akan menyusul ke sana!" tukas pangeran kedua yang langsung disusul pangeran lainnya.
"AKU IKUT!" seru pangeran yang tersisa.
Lalu, Pangeran paling kecil bersorak gembira seperti biasanya. "Wow. Tuan kakak Ye akan menikah! Dia akan menikah! Menikah! Yuuuu..." sebagaimana anak kecil pada umumnya, dia melompat kesana-kemari sesuka hati. Kemudian, menoleh kearah pelayan pribadinya. "Siapkan bawaan ku juga sekarang. Aku tak ingin sampai tertinggal." dia berujar tanpa menghentikan langkahnya saat kembali ke kediamannya di istana.
Dia sudah tak sabar ingin segera berangkat bersama yang lainnya.
Sementara para putri, mereka masih mencerna apa yang baru saja mereka dengar.
"Ye Xiao nan, apa kau tahu mengenai hal ini?" tanya Putri Bungsu Kekaisaran -Bai Ning Wei- dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Dia bertanya kepada Putri yang juga berasal dari keluarga Ye.
Yang ditanya menggelengkan kepalanya dengan sorot mata yang tidak fokus tanda tak tahu. "Tidak. Aku tidak menerima berita apapun." setelah jeda sejenak, dia menoleh kearah Bai Ning Xia. "Aku akan kembali bersama para pangeran." katanya singkat, lalu membungkuk hormat mengingat status mereka meski sudah berteman sangat dekat sebelum beranjak pergi.
"Kalian ingin ikut?" tanya Bai Ning Xia pada beberapa putri yang tersisa selain istri pangeran ketiga yang langsung menyusul suaminya sejak tadi.
"Tentu. Kenapa tidak." jawab Putri Lu Xiu Chi.
"Pelayan!" panggil Bai Ning Xia kepada pelayannya.
"Ya, Tuan Putri!"
"Siapkan semua. Kami juga akan ikut para Pangeran." katanya lalu putri-putri yang tersisa kembali bersiap diri untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Sekte Salju Perak atau Kediaman Ye tanpa istirahat.
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA YANG KE 76 TAHUN!!!ππππ₯³π₯³π₯³π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨π²π¨
__ADS_1