3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
FLASHBACK 3


__ADS_3

Flashback on: LI-LI BERSAUDARA


Didalam Kerajaan Huoli Negara Api hanya terdapat 2 orang penerus mengingat tidak adanya Selir didalamnya pada masa pemerintahan Kaisar sebelumnya. Dan kedua penerus tersebut adalah Putra Mahkota Li Hanzue dan Pangeran Kedua Li Fang Ye.


Keduanya hidup dengan sangat akur meski jarak usianya tidak terlalu jauh, hanya 1 tahun.


Mungkin siapapun akan bertanya-tanya bagaimana bisa Permaisuri sebelumnya melahirkan dengan jarak sedekat itu? Tapi, faktanya kedua putra itu memang bersaudara hanya saja terlahir dari ibu yang berbeda.


Putra Mahkota Li Hanzue adalah putra semata wayangnya Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri, yang mana sekarang hanya tersisa Ibunda Permaisuri yang berganti gelar menjadi Ibu Suri. Sang Ayahanda Kaisar telah berpulang beberapa waktu yang telah berlalu.


Sedang untuk Pangeran Kedua Li Fang Ye, dia adalah putra semata wayang dari adik laki-laki Ayahanda Kaisar yang sayangnya harus gugur di Medan perang saat sang putra masih berusia 5 tahun dan disusul ibunya setahun kemudian karena sakit akibat terlalu menahan rindu pada mendiang suaminya.


Sejak saat itu, Pangeran Kedua Li Fang Ye diangkat anak oleh Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri, kemudian diberi gelar Pangeran Kedua.


Kedua putra itu tidak hanya sangat akur tapi mereka layaknya hidup untuk satu jiwa. Segalanya di arungi bersama.


Putra Mahkota pun tak merasa keberatan kala harus berbagi kasih sayang orang tuanya kepada sepupu satu-satunya itu. Ia cukup menikmati apa yang ia dapatkan selama ini.


Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri pun tak pernah bersikap pilih kasih pada kedua anak laki-laki itu. Sepasang suami-istri itu begitu adil dalam mendidik keduanya, hingga bisa tumbuh menjadi pemuda yang begitu membanggakan.


Pangeran Kedua Li Fang Ye juga tak sedikitpun merasa iri ataupun cemburu melihat sepupunya masih memiliki orang tua. ia masih tahu bagaimana harus bersyukur atas hidup yang ia jalani dan terima selama ini. setidaknya, ia masih sangat dipedulikan oleh seluruh anggota keluarga kerajaan.


Putra Mahkota Li Hanzue begitu menyayangi adiknya walau bukan dari rahim yang sama, begitu pun sebaliknya. Pangeran kedua Li Fang Ye juga menyayangi sang kakak hingga membuatnya tak sedikitpun tergiur akan tahta. Ia bahkan amat mendukung kakaknya menjadi pemimpin yang adil dan hebat.


Tak hanya mendukung atau terlibat dalam hal pekerjaan, tapi Pangeran Kedua Li Fang Ye juga mendukung dan terlibat dalam hal asmara kakaknya sebagai teman curhat dan penasehat. Meski ia belum memiliki dambaan hati, tapi sebagai seorang yang lebih banyak menganggur daripada sang kakak yang lebih banyak kesibukan. Pangeran Kedua Li Fang Ye sering menggunakan waktunya untuk melihat seperti apa dunia di luar istana.


Melihat seperti apa kehidupan rakyatnya dan mempelajari banyak karakteristik setiap orang. Bahkan bonusnya ia bisa sesekali melihat tipikal para gadis-gadis yang ada di luar istana, baik yang berstatus bangsawan maupun yang tidak.


Karena itu, pengalamannya mengenal orang lebih baik daripada sang kakak. Hal itulah yang membuatnya sempat berselisih pendapat kala membahas mengenai pernikahan dan pengangkatan Ahn Reychu sebagai Permaisuri kakaknya.


"Itu adalah pilihan Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri. Lagipula, gadis itu juga cantik. Sangat cantik malah! Yang lebih penting lagi... Dia pintar dan dewasa juga baik, meski usianya lebih muda dari kita. Lalu, apa yang membuat mu tidak mau menerimanya?" seru Pangeran Kedua Li Fang Ye heran kala itu.


Ia tak bisa menggapai pemahaman sang kakak mengenai calon Permaisurinya.


"Huh!" melirik sekilas sang adik. "Kau tidak mengerti... Aku juga akui, dia cantik dan pintar juga dewasa... Tapi, tahukah kau... Dia dipilih bukan atas keinginan ku! Dia dipilih karena Biksu kuil Huoli meramalkan bahwa dialah yang ditakdirkan untuk menangkal kutukan itu... Dan Ayahanda Kaisar juga Ibunda Permaisuri menyetujuinya tanpa bertanya padaku, apakah aku setuju atau tidak." keluh Putra Mahkota dengan suasana hati yang semakin buruk.

__ADS_1


Baginya ini adalah pemaksaan takdir hidupnya. Ia tak suka itu!


"Bukankah itu sudah seharusnya dilakukan?! Kau akan menjadi Kaisar berikutnya kelak, yang artinya kutukan itu akan berlaku untuk mu!" jedanya dengan sedikit mengamati raut wajah sang kakak. "Jangan bila kalau kau ingin melanggarnya?" ucapan dan tebakan Pangeran Kedua Li Fang Ye mendapatkan respon baik dari Putra Mahkota Li Hanzue, membuat adik Putra Mahkota itu paham kearah mana pembicaraan ini berlangsung.


Tak habis pikir dengan cara kerja otak sang kakak Kaisar yang mau direpotkan dengan persoalan pilihan. Padahal menurutnya, jalan aman dan damai dalam masalah kali ini adalah menerimanya sebagaimana dulu Ayahanda Kaisar menerima Ibunda Permaisuri yang akhirnya membuat keduanya berjalan bersama menuju kebahagiaan. Walau pada akhirnya harus ditinggal pergi lebih dulu oleh sang pujaan hati.


"Kau tahukan itu tidak mungkin!" sergah Pangeran Kedua Li Fang Ye segera.


Dengan mendelik kearah adiknya, Putra Mahkota Li Hanzue mendengus dan kemudian berkata dengan keyakinan yang kuat dan tajam. "Aku tidak percaya! Kau tahu bukan, kutukan itu terjadi karena apa?! Jadi, sudah dipastikan ada kemungkinan kalau kutukan itu dapat dibatalkan dengan sesuatu!"


Putra Mahkota Li Hanzue masih pada pendiriannya mengenai kutukan itu. Bukannya tidak percaya pada hal-hal seperti itu. Mengingat masa dimana dia hidup saat itu. Hanya saja, entah mengapa... Rasanya tak terima kalau garis takdirnya harus berdasarkan pada kutukan tersebut. Itulah mengapa ia masih terus bersikeras menentang perjodohan dengan cara tersebut.


"Kakak, kau sendiri bahkan tidak tahu apa yang bisa membuatnya batal 'kan?" tebak Pangeran Kedua Li Fang Ye.


"Haah... Ya, kau benar. Tapi, bukan berarti aku tidak akan melakukan apapun mengenai hal ini. Ini untuk masa depan ku, aku ingin hidup bersama pasangan ku dengan cinta sama seperti Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri."


"Tapi, kau bisa mencintainya juga..." potong Putra Mahkota Li Hanzue menyela kalimat adiknya.


"Tidak! Dia hadir karena kutukan itu! Aku harus bisa membuktikan kalau aku juga bisa menemukan pendamping hidup diluar dari ramalan kutukan itu. Dan memperlihatkan pada Ayahanda Kaisar Ibunda Permaisuri kalau kutukan itu tak akan berlaku padaku!" tekadnya.


"Aku tahu. Maka dari itu... Pernikahan ini akan tetap berjalan, tapi bukan berarti aku akan memperlakukannya sebagaimana mestinya. Dia hanya akan aku jadikan pendamping untuk membantu ku mengurusi pekerjaan negara. Tapi, tidak untuk menjadikan ia pasangan yang saling berbagi cinta kasih!" tegas dan lugas Putra Mahkota Li Hanzue mengutamakan maksudnya.


Pangeran Kedua Li Fang Ye hanya bisa memandangi kakaknya dengan ketidakpercayaan.


"Itu terdengar kejam, kak!" cetusnya berpendapat. Tapi, Putra Mahkota hanya tersenyum miring menanggapinya.


Bila Putra Mahkota Li Hanzue menganggap keputusannya adalah keputusan yang tepat, maka lain halnya dengan Pangeran Kedua Li Fang Ye yang tidak sependapat dengan sang kakak. Karena bagaimanapun, ia pernah melihat walau sebentar orang seperti apa calon istri kakaknya.


Menurut Pangeran Kedua, Ahn Reychu adalah sosok sempurna untuk kakaknya. Tak hanya cantik, gadis itu juga berkepribadian santun, pintar, dan dewasa. Sayang sekali kalau nyatanya itu tak membuat Putra Mahkota meliriknya sedikitpun.



Sejak kanak-kanak hingga dewasa. Kedua Li bersaudara itu selalu bersama, bahkan rahasia masing-masing pun mereka saling mengetahui. Tak ada yang ditutup-tutupi diantara keduanya.


Baik buruknya satu sama lain sudah sangat mereka kenali.

__ADS_1


Akan tetapi, bagaimanapun umumnya sifat manusia tidaklah selalu menetap pada tempat yang sama. Dimana bila baik akan selamanya baik ataupun sebaliknya. Ada saat dimana, sifat seseorang akan berubah tergantung pada apa yang akan mereka hadapi dikemudian hari.


Keduanya pun sama...


Meski sudah sangat mengenal kepribadian masing-masing dan selalu bertukar rahasia tiap kali bercengkrama. Tetap saja, akan ada saat dimana keduanya akan bungkam pada sesuatu hal atau merahasiakan sesuatu dibelakang mereka masing-masing.


Itulah yang terjadi setelahnya.


Kemudian, segalanya tak lagi sama saat Selir Agung Gong Dahye memasuki istana. Dimulai dari menguasai hati Kaisar Li, bahkan dengan bodohnya Pangeran Kedua Li Fang Ye pun turut tergoda kala itu.


Mengabaikan kemalangan sosok gadis yang hanya bisa menelan segalanya dalam kesedihan dan keheningannya.




Li Fang Ye x Li Hanzue



Maaf saysay Thor semua...


chapter kali ini sedikit. soalnya bagian mereka memang gak banyak.


Thor juga memang gak berniat buat bikin flashback yang bertele-tele. soalnya, cerita di season 1 ini gk bakal Thor bawa lagi ke season 2 nnti.


그래서, Thor cuma ngambil garis besar yang sekiranya paling banyak di pikirin para pembaca tercinta sekalian.


따라서, jangan kecewa ya karena yang ini gak panjang.


ok kalo gitu... selamat membaca dan jangan lupa like vote tips dan komen yooooo...


Thor 사랑 kalian...


hahaha...

__ADS_1


😘😘😘💖💖💖


__ADS_2