3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
MENJELANG HARI BAHAGIA


__ADS_3

Beberapa hari ini usai pengadilan terbuka tempo hari, semuanya sudah kembali dilewati dengan normal. Kurang lebih itulah yang terlihat. Bagaimanapun, hari pengadilan terbuka itu adalah hari yang paling melelahkan fisik dan batin banyak orang. Terutama bagi mereka yang terlibat. Kecuali, 3Ry tentunya.


Entah kapan ketiganya akan mendapati hari melelahkan itu juga.


Meskipun Keluarga Ye tergolong keluarga yang kejam dalam menghukum orang yang membuat masalah untuk mereka. Bukan berarti Keluarga Ye tidak memiliki rasa iba. Kejadian tempo hari adalah salah satu contohnya. Bagaimanapun juga, sebelum kelakuan menjijikkan Meng Pei Yun terbongkar, kedua belah pihak keluarga terjalin dengan rukun karena ikatan pernikahan antara Meng Pei Yun dan ayah Ye Zi Xian.


Tapi, hukum tetaplah hukum. Hanya saja, seandainya kala itu Meng Pei Yun memilih untuk mengaku dan menyerah. Pihak keluarga Ye pasti akan memberikan dia kesempatan hidup dengan keringanan hukuman yang diberikan. Akan tetapi, wanita itu memilih tidak menyerah akan perasaannya yang seharusnya tidak ada. Dan malangnya, lawannya adalah Ryura. Mungkin jika bukan Ryura, Meng Pei Yun masih hidup sampai sekarang.


Alhasil, bentuk belasungkawa atas kematian beberapa nyawa dari keluarga Meng akibat kejadian itu, pihak Keluarga Ye memberikan mereka sejumlah kompensasi yang sekiranya pantas untuk mereka berikan kepada Keluarga Meng atas apa yang terjadi. Bagaimanapun yang seharusnya menjalani hukuman adalah Meng Pei Yun dan bukan anggota keluarga yang lain. Karena itu, kepergian yang lain benar-benar diluar dugaan dan harapan banyak orang.


Walau sebenarnya yang berbuat bukanlah keluarga Ye. Tapi, bukankah mereka juga tidak melarang? Begitulah.


Meskipun begitu, hidup tetap harus dijalani. Maka dari itu, saat ini kesibukan di pertingkat guna untuk menyelesaikan persiapan perayaan upacara pernikahan yang sudah dinanti-nantikan oleh semua orang disana. Apalagi kalau bukan perayaan upacara pernikahan sang pemimpin dan takdirnya.


Hal ini memberikan euforia tersendiri bagi mereka yang amat sangat menantikannya. Ini juga yang membuat Rayan berkali-kali menggelengkan kepalanya melihat betapa antusiasnya orang-orang ini.


"Sepertinya pesta ini akan sangat meriah." celetuk Rayan sambil memandangi banyaknya orang-orang berpakaian mahal yang menunjukkan kedudukan mereka mulai berdatangan.


Saat ini, dua gadis dan tiga siluman ada di gazebo yang tak jauh dari gerbang utama kediaman keluarga Ye. Duduk-duduk santai sambil menikmati camilan yang disajikan dan jangan tanya kemana Ryura. Kalian tahu dia sering menghilang sesuka hatinya.


Furby dalam wujud manusianya menimpali seraya mengangguk. "Benar. Tampaknya, Tuan Ye ingin menunjukkan kepada dunia kalau takdirnya adalah cintanya juga. Karena, sepengetahuan ku... Ini pertama kalinya pesta pernikahan dibuat semeriah ini. Pria itu sepertinya sangat mencintai Ryura sampai-sampai ingin memberikan yang terbaik untuknya." dia mengatakan itu karena bagaimanapun siluman hidup untuk waktu yang lebih lama daripada manusia, sehingga tidak aneh bila siluman seperti Furby sedikit banyaknya tahu mengenai beberapa cerita.


Rayan mengangguk setuju. "Aku sepemikiran. Ini akan menjadi sangat meriah." jedanya. "Lihat-lihat! Sudah mulai banyak orang yang berdatangan. Mereka kelihatan bukan seperti orang dari kalangan biasa." lanjutnya.


"Tentu saja, ini adalah Keluarga Ye, juga pemimpinnya yang akan menjadi tokoh utamanya. Jadi, bagaimana bisa yang hadir menjadi sembarangan orang? Meskipun bisa dikatakan kalau pesta kali ini adalah yang paling besar." Ruobin menggelengkan kepalanya takjub. "Memang kekuatan cinta."


"Hahaha benar." setuju Rayan.


Nyam... Nyam... Nyam...


Reychu yang sedari tadi tidak banyak bicara lantaran asik dengan camilannya yang berupa kesemek kering pun akhirnya angkat bicara juga.


"Berapa hari lagi upacara pernikahannya akan dilangsungkan?" tanyanya sembari menyomot kembali kesemek kering yang masih tersedia di piring. Walaupun, jelas sebagian besar kesemek sudah masuk kedalam perut Reychu dengan nikmat.


"Lusa." jawab Ruobin.


Reychu mengangguk paham. "Cepat juga. Tahu-tahu sudah mau acara saja."


"Hm. Waktu berlalu begitu cepat." timpal Rayan sebelum sesuatu melintas dibenaknya. "Eh. Bin-bin, seperti apa pesta pernikahan itu? Maksudnya, apa saja yang akan digelar selama pesta berlangsung?" tanyanya.


"Seperti biasa. Siang harinya upacara pernikahan digelar. Nanti Nona Ryura akan dibawa menggunakan kereta tandu menuju tempat upacara pernikahan dilangsungkan. Kemudian, prosesi pernikahan. Lalu, malamnya pesta minum sebagai bentuk ucapan selamat atas hari bahagianya. Kira-kira begitu." penjelasan Ruobin membuat Rayan mengangguk mengerti.


Sambil menakub wajahnya yang berseri-seri, Rayan berujar gemas. "Astaga... Aku sudah tidak sabar untuk melihat penampilan Ryura saat dia menggunakan baju pengantin, perhiasan, dan dirias juga. Pasti akan menjadi sangat cantik. Uukkhh... Aku benar-benar tidak sabar." kakinya sampai mencak-mencak saking gregetnya.

__ADS_1


"Memang kalau dirias bisa cantik?" tanya Reychu acuh tak acuh seraya mengangkat sebelah alisnya.


Tatapan Rayan langsung datar begitu melihat kearah Reychu. "Lalu, menurut mu... Bagaimana dengan penampilan ku selama ini? Meskipun tidak sampai mencolok, aku selalu merias diri tahu..."


"Benarkah?" katanya sambil mengamati penampilan Rayan dengan tatapan seolah berkata 'aku tidak melihat adanya perbedaan!'.


Dengan begitu, Rayan hanya bisa menghirup dan menghembuskan nafasnya guna menurunkan emosi rumit yang hampir melonjak akibat ulah sahabatnya ini.


"Kalau begitu, lihat saja. Saat kau menikah nanti. Aku yang akan merias mu menjadi luar biasa jelek hingga seluruh kekaisaran akan menyayangkan posisi permaisuri diduduki oleh gadis jelek seperti mu." ketusnya tak tanggung-tanggung.


Tapi, respon Reychu lebih menjengkelkan. "Iya kah? Kalau begitu bagus. Akan lebih mudah bagiku untuk melihat siapa yang menerima ku dan siapa yang tidak. Karena, bagi mereka yang tidak menerima ku... Hehehe... Aku akan memberi mereka hadiah yang tak akan pernah mereka lupakan. Huahahaha..."


Rayan memilih menutupi wajahnya yang memerah kesal dipundak Ruobin. Ia tak mau melihat Reychu atau dia akan mencabik-cabik wajah menyebalkan itu.


Melihat itu, Ruobin hanya bisa menepuk-nepuk bahu Rayan sebagai bentuk menenangkan gadis itu.


Jika, hanya Reychu bukan masalah. Tapi, ini... Apalagi ditambah pengikut sahabatnya yang satu itu.


"Chu-chu, biarkan aku ikut! Biarkan aku ikut! Aku juga mau memberikan mereka hadiah! Aku juga mau! Kali ini jangan lupakan aku!"


"Hahaha... Baik. Kupikir, memiliki rekan sejalan ada bagusnya. Kita akan membuatnya lebih semarak nanti."


Fix! Keduanya benar-benar satu kesatuan.



Cuuurrrr...


Suara air mengucur dari ujung lubang teko giok yang dipegang oleh sepasang tangan besar laki-laki dan itu adalah tangan milik Shin Mo Lan. Dia tengah mengisi tiga cangkir teh didepannya.


"Tak terasa, kau akan menikah dalam dua hari. Bagaimana perasaan mu, Tuan Ye?" tanya Kaisar Agung Bai dengan nada menggoda.


Yang ditanya justru menarik senyum manis diujung bibirnya. Rautnya jelas bahagia.


"Luar biasa. Jika bisa, aku ingin sekarang juga." jawabnya yang sukses memancing kekehan dari yang bertanya.


"Tak disangka. Pada akhirnya kau yang menikah duluan. Cih! Padahal, aku berharap aku yang lebih dulu melakukannya." keluh Kaisar Agung Bai dengan sedikit menggerutu.


"Kalau begitu, tanyakan pada ketidakberuntungan mu. Kenapa kau harus didahului olehku. Haha..." suasana hatinya tengah bahagia.


Tuan Muda Shin memberikan dua cangkir yang sudah berisi air teh kepada kedua sahabatnya. Sebelum ia mengeluarkan kalimat yang mampu membangkitkan keresahan lama mereka.


"Jangan terlalu senang, teman-teman. Kita bukannya tidak tahu siapa gadis-gadis kita itu, bukan?"

__ADS_1


"Kau merusak suasana, Mo Lan!" kesalnya Kaisar Agung Bai mendengar itu hingga ia menenggak teh dalam sekali teguk, walau tak dapat dipungkiri bila ketiganya sangat mencemaskan hal yang satu ini.


"Aku akan membicarakan ini bersama Ryura usai pernikahan. Aku harus tahu lebih banyak untuk mencari celah bagi kita untuk bisa mengatasinya." itu yang terpikirkan saat ini oleh Ye Zi Xian.


"Lalu, bagaimana bila tak ada cara? Bagaimana bila pada akhirnya mereka tetap akan pergi?" tanya Shin Mo Lan dengan segala pemikiran yang menurutnya berkemungkinan untuk terjadi.


"Jika, tetap begitu. Maka, kita yang akan menyusul mereka." jawab Kaisar Agung Bai pasti.


"Bagaimana caranya? Kita pernah membahas ini sebelumnya." Shin Mo Lan masih dilanda ketidaknyamanan dari ketidakpastian dalam hal ini.


"Tenanglah. Biarkan aku membahas ini dengan Ryura. Bukankah gadisku itu penuh misteri. Banyak hal yang dia ketahui tapi tidak diketahui oleh orang lain. Bahkan dua sahabatnya yang lain juga tak mengetahuinya." usul Ye Zi Xian.


Kedua sahabatnya yang lain mengangguk setuju. Itu jalan satu-satunya saat ini.


Tak ada diantara mereka yang ingin berpisah dari 3Ry. Rayan, Reychu, dan Ryura sudah menjadi pusat kehidupan mereka bertiga. Tak terbayangkan bagi mereka bila 3Ry benar-benar kembali ke dunianya.


Kalau begitu, mereka harus ikut kesana bukan?



Di suatu tempat yang tak jauh dari kediaman Ye. ternyata Ryura sedang berdiri di atas tebing batu yang dibawahnya langsung dihadapkan pada lembah yang mengerikan. Ryura berdiri sambil memandang cakrawala di ufuk timur.


Meski hari siang, cuaca di negeri Lembah Beku tidak terlalu berbeda antara pagi dan senja. Sebab hawa dingin dan salju yang tidak henti-hentinya turun walau tidak dalam jumlah besar. Tapi, cukup untuk membuat setiap sudut dan sisi negeri Lembah Beku dipenuhi oleh salju yang tidak pernah mencair.


Ryura dengan tampilannya yang biasa itu hanya berdiri diam disana tanpa melakukan apapun.


Hening dan hanya hembusan angin yang terdengar. Sampai Ryura perlahan memejamkan matanya. Membiarkan alam bawah sadarnya membawa jiwanya berkelana jauh hingga ketempat yang ingin ia tuju.


Di sana yang entah dimana. Ryura melihat hal-hal yang akrab. Mencoba menyentuhnya walau tak bisa. Tempat yang ia datangi pun berpindah-pindah dengan cepat. Tapi, Ryura menikmatinya.


Hingga, entah apa yang dia lihat. Yang pasti, gadis itu tiba-tiba tertawa kecil yang terdengar indah ditelinga bila ada yang mendengarnya.


Kemudian bergumam. "Dewa sangat pandai membuat lelucon."


Sebelum akhirnya, kedua mata itu kembali terbuka dengan cahaya kehidupan berkilat cepat sebelum kembali menghilang.


Sepertinya, Ryura memiliki kesempatan untuk benar-benar menjadi manusia hidup baik jiwa maupun raganya. Tapi, itu nanti...



hwaaaaaaa... datang lagi, datang lagi ... Thor sendiri gk sabar apalagi kalian ya...🥰


jangan lupa beri Thor dukungan yaaaa... lop yuuuuu....

__ADS_1


__ADS_2