
Shyuu...
Tak perlu waktu lama untuk keluar dari portal teleportasi yang di munculkan.
Hal tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang mencengangkan lagi bagi Rayan atau sahabatnya yang lain. Bagaimanapun, di kehidupan sebelumnya yang seperti itu sudah sering mereka tonton di layar televisi jadi mereka tidak lagi merasa itu adalah hal baru. Tetapi, meski begitu tetap saja bila mengalaminya secara langsung akan berbeda rasanya.
Rayan yang menjadi satu-satunya yang sadar dari tiga sekawan itu merasa takjub dengan pemandangan yang dilihatnya saat pertama kali keluar dari portal.
Ia merasa ini tidak nyata.
Tempat dia dan yang lainnya berada saat ini adalah di tengah-tengah dua tebing batu yang menjulang tinggi dan dipenuhi sulur akar pohon yang menggantung dari atas, mengapit jalan seluas 2 meter. Di depannya terdapat gerbang besar setinggi 10 meter dengan papan nama tertulis diatasnya.
Akademi Zhilli.
Itulah namanya.
Hal pertama yang terlintas di benak Rayan adalah dua pemuda yang pernah ia temui sebelumnya.
"Bin-bin, bukankah yang Jun Jiu Han dan Hong Tan sebutkan sebelumnya adalah tempat ini?!" tanya Rayan memastikan.
Ruobin mengangguk sesaat. "Benar! Tidak salah lagi."
"Wah. Kupikir kita akan menunggu lama untuk bisa sampai disini. Ini sungguh diluar rencana." seru Rayan riang juga kagum. Ia merasa takdirnya cukup bagus hingga memiliki kesempatan lebih cepat dari yang ia bayangkan.
Keduanya berbicara seolah tak menganggap Dong Jia Zi ada disana. Pemuda yang merangkap sebagai kusir itu hanya melirik kala mendengar percakapan santai kedua makhluk beda dunia itu.
Menoleh kearah Ruobin. "Aku ingin menemui mereka." kata Rayan antusias.
"Akan kita usahakan nanti. Kukira itu agak sulit. Bagaimanapun mereka seorang pelajar disini. Tidak mudah berkeliaran begitu saja. Akademi ini sangat disiplin." terang Ruobin menjelaskan. Rayan yang mendengarnya hanya bisa mengangguk paham.
Tak heran disebut akademi tersohor. Kalau faktanya saja sudah sehebat itu.
Rayan pun tak berniat melewati batas. Dia masih bisa menemui dua pemuda itu di lain waktu nanti, meski ia tak tahu kapan tepatnya itu.
Paling tidak, dia sudah tahu dimana keduanya menempuh pendidikan.
Gerbang besar nan tinggi terpampang didepan mata.
Kereta terus berjalan melewati gerbang Akademi Zhilli tersebut dengan lancar tanpa hambatan. Walaupun terdapat beberapa orang yang berjaga, tapi kala melihat Dong Jia Zi menunjukkan token giok miliknya segera tak ada yang berani bertindak untuk menghalanginya, bahkan para penjaga itu menunduk hormat sebagai salam sapa mereka.
"Hanya begitu saja?" tanya Rayan heran sekaligus penasaran begitu melihat adegan tersebut. Meski sudah sering menonton dan membaca tentang hal-hal demikian, tetap saja masih agak sulit untuk dipercaya.
Ternyata, giok itu tak hanya cantik tapi juga berguna dan berharga.
Ini terlihat seperti kala pengusaha dan para petinggi pemerintahan menyebutkan identitas mereka saat memasuki sebuah tempat perjamuan elit.
Kurang lebih, persis sama.
"Huh. Mudah sekali. Tidak ada bedanya." gumam Rayan hingga hanya dia sendiri yang dapat mendengarnya.
Begitu kereta sederhana yang bahkan bisa dianggap jelek itu -bila di bandingkan dengan milik Kaisar Agung Bai- memasuki halaman dalam Akademi Zhilli, seketika gerbong mereka menjadi sorotan.
Suasana didalam akademi sangat hidup. Banyak sekali orang yang berlalu-lalang dengan pakaian yang seragam, hanya berbeda warna untuk membedakan murid laki-laki dan perempuan.
Langkah mereka sampai terhenti begitu melihat gerbong milik 3Ry memasuki area dalam akademi dengan kuda hitam yang mencolok.
Besar dan gagah seolah mampu menelan kesederhanaan gerbong yang di tariknya.
Bisik-bisik penuh tanya pun dimulai.
"Siapa yang datang?"
"Kenapa gerbong sederhana begini diizinkan masuk!"
"Orang penting kah? Tapi, kenapa biasa sekali gerbongnya."
"Lihat yang di duduk di kusir kereta. Gadis ditengah dua lelaki itu tampak menonjol sekali. Menggemaskan!"
"Siapa mereka?"
"Apakah akademi kita kedatangan tamu?"
Pertanyaan demi pertanyaan tak kunjung usai bahkan setelah gerbong dengan santai melewati tiap bagian area.
Sampai-sampai, bagian melapor tidak di datangi.
Kereta itu masuk seolah tempat milik mereka. Beruntungnya tak ada yang menghalangi jalan. Entah apa jadinya kalau ada yang menghalangi jalan mereka.
__ADS_1
Secara keseluruhan, ada sekitar 7 area di Akademi Zhilli.
Area depan yaitu bagian pintu masuk. Memiliki halaman luas sebelum di kelilingi oleh beberapa bangunan diantaranya adalah ruang yang biasanya digunakan untuk melapor bila ada kedatangan tamu dari luar sehingga orang yang bertugas disana dapat mencatatnya, itu sama seperti bagian resepsionis dan di kanan-kirinya terdapat tumbuhan sebagai hiasan. Lalu, ada ruang kelas murid tingkat 1 di sisi barat belakangnya menghadap timur, ruang guru kelas tingkat 1 di sisi timur belakangnya menghadap barat, dan ditengahnya agak kebelakang terdapat bangunan yang sebenarnya adalah pintu masuk ke area tengah. Menyisakan tanah lapang di depan setiap ruang itu.
Bila dilihat dari atas akan membentuk huruf O. Hanya saja, pada tingkat itu belum berlaku praktik. Sehingga tidak adanya ruang praktik.
Di area tengah, terdapat halaman yang serupa meski tidak seluas halaman depan. Di sana juga memiliki beberapa bangunan, diantaranya adalah ruang kelas murid tingkat 2 dan ruang guru kelas tingkat 2. Posisi bangunannya sama seperti yang pertama. Hanya ada tambahan bangunan lain seperti, perpustakaan yang menampung buku-buku untuk tingkat 1 sampai 3 berada di samping ruang guru dan ada 2 ruang praktik di samping ruang kelas. Jangan lupa asrama yang dibangun di sebelahnya untuk murid tingkat 1 sampai 3.
Di area belakang yaitu bagian depan terakhir terdapat ruang kelas tingkat 3 beserta ruang gurunya dan 3 ruang praktik.
Setelahnya, terdapat 2 jembatan penghubung kearah yang berbeda di kedua sisinya. Dua jembatan itu mengapit sebuah jalan tangga menuju area puncak. Dimana tempat itu adalah bagian paling tinggi di Akademi Zhilli.
Melewati jembatan penghubung yang dibawahnya mengalir air sungai yang cukup curam juga banyak dan deras, tapi bening berkilau bak kaca yang berasal dari air terjun di area puncak.
Siapapun dapat melihat ke dalam air tersebut, akan langsung tahu apa yang terdapat didalamnya. Itu benar-benar tembus pandang.
Dua jembatan itu membawa siapapun menuju area barat dan area timur. Dimana area tersebut lebih luas dari area depan.
Di area barat terdapat 2 bagian. Yang pertama adalah bagian dimana kelas tingkat 4, 5, 6 dan ruang guru berada, juga ada perpustakaan yang menampung buku-buku dan skrip dengan tingkatan lebih tinggi dari sebelumnya, tak lupa 3 ruang praktik.
Begitu pula dengan bagian kedua, disana untuk murid dengan tingkatan lebih tinggi yaitu 7, 8, dan 9. Ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, ruang praktik, dan asrama semua disana.
Sedang area timur adalah tempat Aulia utama berada. Dimana perkumpulan sering dilakukan kala acara-acara penting di selenggarakan. Ada juga ruang pengujian dan ruang penilaian akhir disana.
Dua ruang tersebut adalah ruang yang digunakan para guru untuk menguji dan menilai para muridnya untuk menentukan apakah tingkatan mereka sebagai seorang ahli alkimia dapat naik atau tidak.
Sebelum menuju area puncak, masih ada area bawah. Dimana para guru besar dan hebat berada. Di area bawah bukan sekadar lembah dan tebing pada umumnya, disana tak kalah indah dan hidup.
Bahkan terdapat perkebunan herbal yang dilestarikan.
Rumah para guru di bangun terpisah di area bawah atau tepatnya sesuai keinginan mereka yang ingin mengabdikan diri pada Akademi Zhilli, sekilas jadi menyerupai pedesaan kecil dengan sedikit penduduk. Bahkan yang sudah berkeluarga pun di boyong kesana.
Guru yang mengabdikan diri tidak banyak, hanya terdapat 5 guru besar, 6 guru tingkat tinggi, dan 4 guru tingkat menengah.
Meski kedengarannya hanya tingkat menengah, tapi mereka adalah lulusan terbaik di tahunnya.
Dan hanya sebagian dari mereka yang menikah. 1 orang dari kumpulan guru besar, 3 orang dari kumpulan guru tingkat tinggi dan 3 orang dari kumpulan guru tingkat menengah.
Orang-orang yang tinggal di area puncak yang memberi mereka izin untuk tinggal bersama keluarga mereka. Tentunya, selama peraturan yang berlaku tidak dilanggar.
Maka, mari kebagian yang paling utama.
Area puncak adalah yang tak bisa di datangi oleh sembarang orang.
Di sana tempat dimana sang pemilik akademi tinggal.
Menaiki anak tangga yang berjumlah 100, lalu akan langsung mendapati gerbang masuk dengan papan nama tertulis diatasnya.
Dengan tulisan.
Kediaman Zhilli Shin.
Kediaman tersebut dibangun dengan begitu megah dan indah, terdapat beragam jenis tumbuhan herbal yang ditanam layaknya tanaman hias.
Dan disanalah tujuan 3Ry dan rombongan.
"Kita naik ini?" tanya Rayan dengan ekspresi tercengangnya kala melihat anakan tangga menjulang tinggi sampai dia sendiri kesulitan melihat apa yang ada diatas sana.
Mereka sudah turun dari gerbong kereta sebelumnya.
Ruobin yang mendengarnya terkekeh. "Kurasa begitu."
Rayan tidak bisa membayangkan akan jadi apa kakinya bila ia harus menaiki anak tangga itu. Dia berpikir demikian seolah tak sadar diri, bagaimana dia bisa menguasai ilmu beladiri di kehidupan sebelumnya.
"Benar-benar harus menaikinya satu persatu?! Tidak bisakah dengan cara lain?" tanya Rayan lagi yang bertepatan dengan Kaisar Agung Bai dan Reychu dalam gendongan meluncur terbang menggunakan jurus peringan tubuh, disusul Ye Zi Xian dengan Ryura digendongannya, tak ketinggalan Duan Xi dan Chi-chi dibelakang turut menyusul.
Wush...
Wush...
Wush...
Wush...
"Fhueerrrbb... (Berhenti mengeluh, dasar gadis!)" kata Furby yang menyusul belakangan dengan bahasa kudanya meninggalkan Rayan dan Ruobin di tempat.
__ADS_1
Wush...
Tapi, meski Rayan tidak tahu apa yang diucapkan Furby padanya, Ruobin tahu apa yang dikatakan oleh kuda bulan itu.
Hal itu membuatnya tak tahan untuk mendengus.
"Hah! Apa-apaan ini?! Kenapa tidak memberitahu ku... Bin-bin... Aku diabaikan lagi..." rengek Rayan mengadu dengan manja juga kesal disaat bersamaan, khas sekali kekanak-kanakannya.
Sekali lagi Ruobin hanya tertawa menanggapinya. Cukup senang melihat ekspresi wajah Rayan kala memberengut. Semakin menggemaskan menurutnya.
"Sudah, biarkan. Lebih baik kita susul saja mereka!" usai mengatakan itu, segera Ruobin tanpa aba-aba menggendong Rayan ala bridal style dan langsung melesat terbang menyusul yang lainnya.
Hap!
Wush...
Dengan menggunakan jurus peringan tubuh dan kecepatan lari -untuk Chi-chi- mereka pun akhirnya sampai di puncak.
Setibanya disana, hal pertama yang menarik perhatian Rayan adalah pemandangannya. Tak habis-habisnya Rayan mengagumi keindahan alam yang dilihatnya dari atas sana.
Keseluruhan Akademi Zhilli terlihat dengan jelas bahkan sampai bagian area bawah.
Itu pula mampu membuat Rayan berdecak kagum.
Tapi, itupun tak sampai membuat dia lupa tujuan awalnya kesana.
Tanpa banyak bicara dia dan Ruobin yang selalu setia disisinya terus berjalan mengikuti pria bersurai merah yang berjalan beberapa meter didepannya.
Baik Kaisar Agung Bai maupun Ye Zi Xian tak sedikitpun berniat melepaskan gadis dalam gendongan mereka untuk di alihkan ke yang lainnya.
Sungguh posesif.
"Kediaman Zhilli Shin..." baca Rayan perlahan dalam perjalanannya untuk masuk melewati pintu gerbang kediaman megah didepan matanya saat ini.
"Luar biasa!" kagum Rayan berkali-kali lipat.
Didepan sana, beberapa pelayan yang selalu berlalu-lalang melakukan tugas mereka di kediaman Zhilli Shin tak bisa tidak mengalihkan perhatian mereka dari pekerjaan untuk sekedar melihat siapa gerangan yang paling tampan disana.
Begitu tahu siapa yang muncul secara tiba-tiba, segera beberapa pelayan tersebut menunduk untuk melakukan penghormatan pada Kaisar Agung mereka juga pria bersurai putih keperakan disebelahnya.
"SALAM HORMAT KAMI PADA YANG MULIA!"
"Panggil Mo Lan ke paviliun Kristal!" perintah Kaisar Agung Bai tegas tanpa melihat kearah pelayan-pelayan itu, dia bahkan terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun.
Rayan yang melihatnya sampai dibuat menggelengkan kepalanya prihatin. "Malang sekali mereka. Pria itu kelewat dingin." gumamnya sangat pelan.
Membiarkan salah seorang pelayan berlari kocar-kacir guna menyampaikan pesan tajam sang penguasa Kekaisaran Utara, mereka mengikuti Kaisar Agung Bai menuju paviliun Kristal yang baru saja disebutkan.
Tak perlu waktu lama setelah 3Ry tiba di paviliun Kristal dan sudah pula menempati dua ranjang yang telah diatur berdampingan oleh Dong Jia Zi sesuai perintah tuannya, seseorang datang menerobos masuk dengan tergesa-gesa kedalam ruangan.
"Apa yang terjadi?"
Suara jantan menggema memasuki gendang telinga setiap orang didalam sana. Tapi, yang lebih dulu menoleh untuk melihat asal suara itu adalah Rayan.
Tebak apa yang terjadi padanya?
tengtengteng...
maaf lama. tapi Thor masih akan terus up kok. sampe tamat. jadi don't worry!
ππ
selamat membaca gaess.....
Oh ya. Thor hampir lupa.
Thor mo kasih tau nih... klo cerita *LING-LING* bakal thor kasih prolog nya dulu.
karena Thor mau tarik kalian semua buat jadi pembacanya Thor. Hahaha... uhuk..uhuk..
setelah baca prolog. Monggo, jangan lupa like vote tips dan komen juga favoritnya. Wokeh.ππ
semakin kalian penasaran dan antusias. semakin Thor semangat buatnya.
__ADS_1
Ojo lali yooo