3Ry Melintas Waktu (S1-S2)

3Ry Melintas Waktu (S1-S2)
MENUJU HAMA 2


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak pembasmian hama pelakor sesi pertama sebelumnya. Kini hari-hari damai yang mereka semua lewati. Termasuk Meng Ruona yang memilih melanjutkan hidupnya dan menjauhi apa yang sebelumnya ingin dia dekati. Itu karena dia sudah jera dan trauma.


Dia tak ingin merasakan mati cepat bila dihadapkan pada 3Ry lagi. Saat ini otaknya telah dapat berpikir jernih kalau tidak rugi juga bila tidak bisa menjadi pendamping Ye Huan. Toh, bukan hanya dia yang tidak memiliki keberuntungan itu, namun orang lain yang lebih cepat sadar diri justru hidupnya lebih santai dan damai, tidak seperti dirinya yang harus di banting seperti waktu itu dulu hanya untuk mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa ia dapatkan.


Bo Kang pun demikian, kejadian waktu itu membuatnya mengambil jalan memutar agar tidak bersinggungan dengan 3Ry. Berhubung dia tidak pernah bersinggungan dengan para prianya membuat dia tak tahu seberapa kejam mereka, tapi melihat pasangannya sekejam itu dia tak perlu memikirkannya lagi, sudah pasti kekejamannya tak beda jauh. Malah bisa jadi lebih.


Buktinya, para wanitanya berbuat kejam saja di dukung. Jadi, Bo Kang mau mencari aman untuk hidupnya sendiri.


Itulah mengapa tak ada permasalahan lebih lanjut diantara ketiga belah pihak. Meng Ruona memilih menerima kenyataan dirinya yang sudah dinodai, Bo Kang yang memilih bungkam, dan 3Ry yang santai saja. Sebab, tak ada pergerakan dari pihak lain, jadi tak perlu bertindak apa-apa juga dan video mengerikan itu pun aman.


Sampailah pada hari diadakannya sebuah pesta ulang tahun untuk seorang pria tua yang amat disegani di dunia bisnis. Sebab, meskipun dia sudah pensiun tapi sosok itu masih memiliki posisi penting hingga banyak orang tak berani untuk mengusiknya terutama dari pihak keluarganya sendiri. Dia masih menjadi seorang raja dalam keluarganya.


Dialah kepala keluarga Jiang hingga detik ini, mengingat dia masih hidup dengan sehat. Tentu, hal itu tak lepas dari perawatan seorang Shin Da Ming tanpa ada yang tahu. Lebih tepatnya, Pria tua keluarga Jiang beserta orang kepercayaannya sendiri dan Shin Da Ming beserta orang kepercayaannya juga.


Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasian. Bagaimanapun, orang-orang besar selalu berada di posisi yang rawan baik dari orang luar maupun orang dalam sendiri.


Malam itu para tamu sudah berdatangan memenuhi undangan yang mereka terima. Selain untuk merayakan ulang tahun tuan rumah, mereka juga bisa menggunakan pesta ini untuk menambah kenalan dan kolega. Mereka menggunakan segala kesempatan yang ada disana.


Di acara pesta itu juga tak lupa hadir orang yang paling di tunggu-tunggu oleh tuan rumah. Dia adalah Shin Da Ming yang tentunya tak datang seorang diri. Ada Rayan Monica disebelahnya selaku istri tercinta. Selain keduanya, tentu tak boleh ketinggalan pasangan Reychu dan Bai Liam juga Ryura dan Ye Huan.


Ketiga pasangan fenomenal itu paling menyedot perhatian di pesta orang lain. Syukurlah, pemilik pesta tak ambil pusing soal itu. Dia lebih bahagia karena masih dapat menikmati semuanya diusianya yang sudah kepala 9 itu.


Mereka datang bersamaan dan langsung menemui pemilik acara tanpa menunda. Yang punya acara melihat kedatangan mereka tersenyum riang, bahagia sekali dengan kedatangan pengusaha muda yang amat sukses. Dalam lubuk hatinya dia mengagumi kemampuan berbisnis generasi-generasi muda zaman sekarang. Hal itu mengingatkannya pada masa mudanya dulu.


Melihat ketiga pasangan itu mendekat, dengan senyuman pria tua itu menyambut. "Aku senang kalian mau datang ke acara ku. Ku harap pria tua ini tidak membuat kalian jengah dengan mengadakan pesta diusia ku yang sudah senja ini. Hahaha..." tutur Jiang He -nama pria tua pemilik pesta- dengan bergurau.


"Anda bercanda, Tuan Tua Jiang. Justru ini adalah suatu kehormatan karena sudah diundang. Tidak mungkin kami tidak menghadirinya." kata Bai Liam.


"Itu benar. Anda adalah salah satu orang yang patut di hormati. Generasi muda seperti kami sudah seharusnya belajar banyak dari anda." timpal Shin Da Ming.


"Anda pantas menerima perlakuan ini, Tuan Tua Jiang." lanjut Ye Huan menyempurnakan kalimat sahabatnya.


"Hahaha... Baiklah. Kalau begitu terima kasih. Aku tersanjung juga terharu. Lalu, kalian ingin memperkenalkan pasangan kalian pada saya? Saya hanya melihat beritanya. Tampaknya hal itu belum diumumkan secara resmi, ya?" kata Tuan Tua Jiang menanyakan mengapa belum ada konfirmasi resmi dari hubungan ketiganya selain berita menghebohkan tempo hari.


Bai Liam tersenyum jumawa. "Itu akan dilakukan nanti setelah menyelesaikan beberapa hal. Anda pasti akan menerima undangan dari kami berdua."


"'Ah... Ya... Di berita tinggal anda yang belum menikah Ya, Tuan Muda Bai. Kalau begitu ini harus menjadi calon istri anda. Haha... Karena, Tuan Muda Ye dan Tuan Muda Shin langsung menikah begitu mereka terlihat membawa seorang perempuan disisi mereka, saya jadi terpikir anda pun demikian." terang Tuan Tua Jiang tak enak hati karena salah.


"Itu wajar saja, Tuan. Karena sebenarnya pun saya berniat menikah sejak awal memperlihatkan pasangan saya pada publik. Tapi, ternyata masih ada beberapa hal yang harus di selesaikan lebih dulu sebelum saya mengadakan pesta pernikahan." Jelas Bai Liam secara singkat.

__ADS_1


Tuan Tua Jiang mengangguk paham. "Ya ya ya... Benar. Segala sesuatu harus dipersiapkan dengan matang. Kalau begitu, saya tinggal menunggu undangannya." Sambil tersenyum bak seorang ayah menantikan kabar baik dari anaknya.


"Kalau begitu, kenalkan ini calon istri saya... Reychu Velicia... Dan yang disebelah Ye Huan adalah istrinya sekaligus sahabat calon istri saya, Ryura Jenna namanya. Yang disebelah Shin Da Ming adalah Rayan Monica , istrinya yang juga sahabat calon istri saya." tutur Bai Liam memperkenalkan 3Ry sekalian.


"Wow. Ternyata semuanya berhubungan, ya..." takjub Tuan Tua Jiang melihatnya. Merasa itu adalah takdir yang luar biasa, dimana 3 sahabat menikah dengan 3 sahabat.


"Haha. Begitulah, Tuan Tua Jiang. Kami memang sudah bersama sejak masih masa kanak-kanak dan terkadang sering tak menyangka akan ada takdir seperti ini." timpal Rayan sedikit menjelaskan dan Tuan Tua Jiang mengangguk paham. Tidak heran, pikirnya.


"Baiklah, saya ucapkan selamat atas menambahan usia anda. Semoga anda berumur panjang dan sehat selalu. Ini ada hadiah kecil dari kami." Balas Bai Liam dengan aura penuh wibawanya yang berasal dari jiwa kaisarnya. Di kalimat terakhir Bai Liam menoleh kearah Reychu disebelahnya yang membawa hadiah mereka, sebagai isyarat untuk segera memberikannya pada pemilik acara.


Dengan senyum manis yang kelihatan lebih normal dari senyuman biasanya, Reychu menyerahkan bingkisan paper bag merah besar kepada Tuan Tua Jiang He.


"Ini hadiah dari kami. Semoga anda menyukainya." kata Reychu dengan perilaku anggun dan elegannya yang jarang terlihat. Tampaknya, hal itu akan terlihat di momen-momen tertentu.


"Hohoho... Aku tak akan menolaknya. Terimakasih banyak. Aku jadi penasaran dengan isinya." Sambil menerima paper bag merah tersebut lalu di oper ke orang kepercayaannya agar di letakkan di ruang khusus untuk menempatkan semua kado yang akan diterima.


"Anda harus penasaran Tuan Tua Jiang. Ini spesial." timpal Reychu dengan sedikit gurauan. Aroma-aromanya Reychu tak tahan terlalu lama menjadi anggun. Wkwkwk...


Keduanya pun tertawa renyah bersama. Sementara Bai Liam dan yang lain tersenyum menanggapinya.


"Ini pertama kalinya saya melihat calon istri anda secara langsung, Tuan Muda Bai. Sangat cantik. Sangat serasi dengan anda. Dia juga cukup menyenangkan dalam sekali lihat." puji Tuan Tua Jiang tanpa tahu apa-apa. Tapi, baik Bai Liam maupun Reychu sama sekali tidak canggung kala menerima begitu saja pujian tersebut. Bukan bagian serasinya, melainkan bagian dimana Tuan Tua Jiang berkata kalau Reychu menyenangkan.


"Benar dan saya sangat beruntung memilikinya... Dan nanti saat pesta pernikahan kami, anda harus datang." sahut Bai Liam bangga seraya mengeratkan rangkulannya pada pinggang sang istri.


Tuan Tua Jiang tersenyum senang melihat pasangan yang saling mencintai. Sebab, dirinya pun adalah pria yang amat mencintai istrinya yang lebih dulu berpulang.


"Terimakasih banyak atas pujiannya. Saya jadi merasa malu." Tuan Tua Jiang tertawa renyah bahagia mendengar tanggapannya. Tapi, tidak dengan Rayan disisi lain.


Mata wanita itu sudah melebar saking ngerinya mendengar Reychu bisa-bisanya berkata begitu. "Malu apanya!" Desisnya yang hanya didengar oleh Shin Mo Lan hingga membuat pria itu terkekeh geli.


"Biarkan saja." Katanya menenangkan sang istri yang gedeg dengan sahabatnya.


Berikutnya, Shin Da Ming dan Rayan.


"Selamat ulang tahun, Tuan Tua Jiang. Terimakasih atas undangannya. Anda adalah salah satu dari orang-orang yang patut di hormati. Kami tidak mungkin melewatkan acara anda." timpal Shin Da Ming dengan sanjungan yang tidak dibuat-buat.


"Hahaha... Aku senang mendengarnya. Terimakasih."


"Semoga anda sehat selalu." ucap Shin Da Ming sebagai harapan untuk pria tua itu.

__ADS_1


"Hahaha... Saya sudah mempercayakan kesehatan saya pada ahlinya. Jadi, saya tidak merasa khawatir sama sekali." Kalimatnya jelas untuk siapa, namun karena hal itu adalah rahasia, jadi Tuan Tua Jiang menyembunyikannya dalam kalimat yang tepat hingga tak menimbulkan keriuhan.


Shin Da Ming pun menanggapi dengan senyuman. "Itu yang terbaik." jawabnya netral.


"Sayang, hadiahnya."


Rayan pun memberikan hadiah milik mereka yang ada di dalam paper bag berwarna hitam. "Selamat ulang tahun untuk anda, Tuan Tua Jiang. Semoga anda berumur panjang dan sehat selalu. Itu adalah yang paling penting diusia anda yang sekarang ini." lembutnya Rayan mengucapkan doanya.


Tuan Tua Jiang menerima bingkisan hadiahnya dan mengucapkan terima kasih seraya tersenyum senang.


"Selamat ulang tahun yang ke 90 tahun, Tuan Tua Jiang." ucap Ye Huan dengan kedatarannya yang khas. Sementara Ryura menganggukkan kepalanya penuh hormat.


"Hahaha... Terimakasih, terima kasih." Sebenarnya sudah maklum dengan sikapnya Ye Huan. Tapi, dia tak menduga kalau Ye Huan mendapatkan pendamping yang tak jauh berbeda dengannya.


Menerima kembali hadiah yang Ryura sodorkan dengan bahagia sambil mengabaikan kedataran pasangan kaku didepannya ini. Bagaimanapun kalau sudah karakternya begitu, orang lain bisa apa. Begitulah pikirnya.


"Kalau begitu, silakan menikmati jamuan yang kami sediakan dan selamat bersenang-senang." kata Tuan Tua Jiang mempersilakan tamunya menikmati apa yang telah dia sebagai tuan rumah sajikan.


Ketiga pasangan itu pun pamit undur diri untuk beranjak ke bagian makanan. Mereka ingin menikmati makanan terlebih dahulu.


Disaat damai seperti itu, dengan para pria yang sesekali dihampiri oleh beberapa orang baik yang sudah dikenal maupun tidak. Tentu saja, pembahasan mereka tak jauh dari bisnis. Sementara para wanita duduk didekat pasangan mereka sambil menikmati makanan yang sudah diambil.


Hingga tiba-tiba, mata tajam Rayan mengarah ke suatu titik.


"Ryu..."


Ryura sendiri sudah mengarahkan tatapannya ke titik yang sama dengan Rayan entah lebih dulu atau baru saja. Yang pasti gerakannya selalu cepat dan tepat.


"Hati-hati." Hanya itu yang Ryura ucapkan, tapi Rayan sudah memahaminya dengan jelas.


Dengan seringai meremehkan dan sedikit mendengus dia berujar. "Heh, dia bukan tandingan ku. Tapi, punya objek bermain lagi juga tidak buruk..."


"Bermain?!" Reychu muncul menyela hingga membuat Rayan memutar bola matanya jengah. Lalu, memilih diam lantaran malas menanggapinya.


"Mana targetnya. Kalian jangan menyembunyikan sesuatu yang baik dariku, tidak baik. Ingat, aku ini calon permaisuri. Hehehehe..." Mulai lagi Reychu.


Rayan mendelik mendengarnya. "Permaisuri? Makan itu permaisuri! Siapa yang peduli!"


__ADS_1


__ADS_2