
Usai sarapan pagi bersama tuan rumah. Rombongan 3Ry di ajak untuk melihat-lihat pemandangan dari Akademi Zhilli dengan di pandu oleh Min Hwan, orang kepercayaan Shin Mo Lan. Sedang, para pria masih memiliki urusannya sendiri sehingga tidak ikut menemani tamu yang dibawa.
Akademi Zhilli benar-benar indah. Terutama bagi Rayan.
Aroma herbal yang menyelimuti akademi membuatnya nyaman. Dia bahkan bisa mengurai satu persatu herbal yang tercium olehnya.
Tapi, semua itu terganggu kala Reychu tiba-tiba merangkulnya.
Melirik bingung kearah Reychu. "Kau kenapa?"
"Cih! Pura-pura lupa!" sinis Reychu tanpa melihat wajah Rayan yang sudah berubah jengah.
"Tentang itu?! Tenang saja! Aku tidak lupa sedikitpun!" ketus Rayan rada kesal.
"Kalau begitu, kapan kau berencana melakukannya denganku? Jangan melarikan diri, Ray!" tegur Reychu mengingatkan dengan gaya tengilnya.
"Ck! Tidak akan! Akan aku ladeni mau mu. Tapi, kau harus lihat dulu dimana kita sedang berada sekarang! Jangan cari masalah ditempat orang! Kau dengar!" keningnya berkerut kesal saat mengatakan kalimat tersebut.
"Apa peduliku!" acuh Reychu masa bodoh.
Mendelik jengkel dengan kelakuan sahabatnya. "Kau tidak peduli! Tapi, aku peduli!" dengusnya. "Disini aku bisa mendalami ilmu ku lebih jauh lagi. Kalau aku terlibat masalah, peluangku untuk bisa berada disini akan sirna seketika. Jadi, cobalah untuk mengerti." dengan geram dia memohon agar Reychu tak mengacau di tempat itu.
Yang sedang mereka bicarakan saat ini adalah mengenai harga untuk diamnya Reychu.
Sebelum sarapan dimulai. Rayan sudah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membuat Reychu menjadi gadis berperilaku baik dan anggun, walau hanya untuk waktu yang singkat.
Kesepakatan mereka adalah menggunakan pertarungan.
Reychu menginginkan bertarung melawan Rayan seperti yang ia lakukan sebelumnya dengan Ryura. Itu ia minta karena merasa sudah lama sekali tidak bermain dengan Rayan. Meski malas, Rayan akhirnya tetap menyetujuinya.
Itulah mengapa Reychu bisa menjadi gadis diam dan tenang juga terkendali.
Keduanya terus berdebat lagi dan mengabaikan Ruobin, Chi-chi, juga Min Hwan.
"Apa tidak apa-apa, membiarkan mereka berdua begitu?" bisik Min Hwan bertanya pada Ruobin yang acuh tak acuh menonton dua gadis itu.
"Tuan Min, tenang saja. Sekalipun mereka saling pukul. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Mereka memang selalu seperti ini."
"'Aaa... Begitu... Tapi... Jujur saja... Ini agak terasa aneh membiarkan mereka begitu." sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Saya bisa memaklumi itu. Ini pertama kali anda melihatnya. Masih belum apa-apa. Apalagi kalau Nona satunya sudah hadir... Anda lebih merasa aneh hingga tak bisa berkomentar lagi. Mereka bertiga adalah kombinasi yang 'wow'!" jelas Ruobin tanpa mempedulikan paham tidaknya Min Hwan.
Saat suasana mereka sedang 'adem ayem' meski diselingi dengan adu mulut kedua gadis diantara mereka. Beberapa orang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
__ADS_1
Dari beberapa orang itu, bisa dilihat kalau dari semuanya, salah satunya adalah junjungan mereka. Berarti selebihnya adalah pelayan.
Min Hwan yang pertama kali menyadarinya, karena itu ia langsung memberi sapaan.
"Nona Jiang, anda disini!" kepalanya sedikit menunduk sebagai bentuk rasa hormat. Bagaimanapun, perempuan yang tiba-tiba muncul ini adalah putri satu-satunya guru besar di Akademi Zhilli dan juga perempuan pertama selain keluarga Zhilli Shin yang dapat bertukar kata lebih banyak dengan Shin Mo Lan.
Jiang Yu Na, namanya
Kalau orang-orang melihatnya, bisa berpikir bahwa mereka bisa menjadi pasangan dikemudian hari.
Mendengar sapaan yang keluar dari mulut Min Hwan. Perdebatan Rayan dan Reychu pun terhenti, mereka sama-sama menoleh ke asal suara itu ditujukan.
Akhirnya, mereka pun dapat melihat seorang gadis dengan hanfu berwarna ungu muda berdiri di depan mereka.
Reychu dan Rayan dalam sekali pandang saja sudah tahu, kalau kedatangannya tidak membawa hal baik.
Melirik Rayan dengan mata yang berbicara. 'Kau kenal dia?'
Sepertinya paham, Rayan balas melirik dengan bahasa tubuh sebagai jawaban. 'Mana aku tahu!' mengedikan bahunya.
Yang dibicarakan hanya balas menyapa Min Hwan dengan anggukan kepala, lalu melemparkan tatapan permusuhan secara terang-terangan kearah Rayan.
Rayan yang tak tahu apa-apa merasa tak senang. Diapun balas menatap tajam dalam ekspresi datarnya.
Reychu yang melihatnya kilatan tanda itu merasa kalau bendera perang sudah dikibarkan oleh seseorang kepada Rayan.
Dalam hati ia menyayangkan. "Hehehe... Perempuan bod*h mana ini?! Haish... Janganlah menyerahkan diri seperti ini... Atau kau akan menjadi manusia percobaan untuk eksperimennya. Malang sekali!"
Di tempat lain. Tepatnya di sebuah gazebo milik Shin Mo Lan di paviliunnya.
"Aku belum sempat berbincang dengan mu dan Zi Xian setibanya kalian disini. Setahu ku, kau dan saudara kerajaan mu pergi ke Kekaisaran Tenggara untuk memenuhi undangan festival perang seperti tahun-tahun sebelumnya. Lalu, apa yang membuat mu tiba-tiba meninggalkan mereka dan datang kemari? Terlebih, kau membawa seorang gadis... 'Ah, tidak! Tepatnya dua orang gadis! Gadis satunya yang bersama Zi Xian. Kalian terlihat sekali menjaga keduanya." tutur Shin Mo Lan menuntut penjelasan.
Mendengus dengan seringai. "Heh. Kau benar! Keduanya dijaga oleh kami. Zi Xian menjaga miliknya dan aku menjadi milikku." ungkapnya tanpa ragu. Dia bahkan sempat membayangkan wajah Reychu disaat-saat seperti ini.
"Hah?! Kalian sudah mengklaim mereka?" kaget Shin Mo Lan tak percaya kedua sahabatnya sudah bergerak cepat.
"Tentu!" akunya bangga.
Melirik sedikit sahabatnya yang tercengang, tiba-tiba ide jail muncul.
"Kau sendiri. Tidak berniat mengklaim gadis satunya. Siapa namanya?" tanya Kaisar Agung Bai mulai berpikir. Ia murni lupa akan nama Rayan.
__ADS_1
Pertanyaan itu sebenarnya tak memiliki maksud, hanya terpikirkan begitu saja saat mengingat kalau dia dan Ye Zi Xian sudah memilih untuk mereka sendiri masing-masing satu dari ketiganya dan menyisakan satu orang lagi. Tapi, ia tak berharap sahabatnya dengan cepat menjawab.
"Rayan Mo!"
"Ya kurasa itu namanya... Hei, kau tahu rupanya..." goda Kaisar Agung Bai membuat Shin Mo Lan langsung teringat akan pernyataan cinta Rayan padanya waktu itu.
Wajahnya memerah seketika.
"Ouh... Apa yang sudah aku lewatkan?" tanya Kaisar Agung Bai penasaran. Ia merasa pasti sudah terjadi sesuatu pada sahabatnya dan Rayan. Kalau tidak, sahabatnya yang amat menjaga diri dari perempuan itu tidak akan bereaksi seperti ini.
Hanya melirik sahabatnya, Shin Mo Lan sama sekali tidak berniat mengatakannya. Ia malu bukan main. Belum lagi jantungnya tak bisa di kendalikan degupnya.
Benar-benar meresahkan.
"Tidak ada."
"Hei. Aku tahu sesuatu pasti sudah terjadi. Kau mencoba menyembunyikannya dariku?" semakin menatap intens sahabatnya. "Atau kau ingin aku menanyakan langsung kepada gadis itu?" pertanyaan terakhir hanya gertakan, Kaisar Agung Bai sama sekali tak mau berbicara dengan perempuan lain selain Reychu-nya.
Tapi, lagi-lagi ia tak menyangka responnya akan seperti ini.
"JANGAN!" pekik Shin Mo Lan sukses mengejutkan sahabatnya hingga menatapnya semakin tidak percaya.
Sementara yang dipikirkan Shin Mo Lan saat ini adalah kekacauan hatinya. Ia memang baru melihat Rayan saat itu. Tapi, melihat betapa terbukanya gadis itu bahkan pada hal yang bersifat tabu -diera ini- membuat Shin Mo Lan tak bisa membayangkan bila Rayan menjawab pertanyaan Kaisar Agung Bai tadi mengenai apa yang terjadi pada mereka.
Tidak! Itu tidak bisa dibiarkan!
Karena itulah, tanpa sadar Shin Mo Lan bertindak tak seperti biasanya.
"Ehem." Kaisar Agung Bai berdeham guna menetralkan kecanggungan yang tiba-tiba mendera. Sambil melirik sekilas sahabatnya yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
Tak ingin menambah malu, jadi ia memilih tidak melanjutkan. "Baik! Aku juga tidak benar-benar akan melakukannya! Fokus utama ku saat ini adalah Reychu. Gadisku! Jadi, kau tenang saja."
Shin Mo Lan yang mendengarnya tak bisa berkata-kata lagi selain meringis malu menyadari responnya yang amat berlebihan.
Dalam hati ia mengumpat dirinya sendiri yang bisa-bisanya bersikap memalukan seperti ini.
***maaf ya gaesss.
Thor up nya dikit. lgi kurang enak badan nih. jadi gak bisa fokus.
doakan Thor cepat sembuh ya. biar bisa up lebih banyak lagi*** ...
__ADS_1
π₯΅π·π