
Reychu menyerang lebih dulu dan dua anak buah Bo Kang siap tidak siap harus siap. Mereka juga tidak mungkin mau mengalah apalagi dihadapan perempuan. Sebagai anggota gangster yang ditakuti masyarakat kota ini, mereka tidak bisa mencoreng nama kebanggaan mereka sendiri dengan kekalahan yang tidak adil ini, menurut mereka. Maka dari itu, tidak peduli apakah Reychu kekasih Bai Liam atau bukan, melihat Reychu menyerang tanpa ragu sudah cukup digunakan sebagai alasan untuk membalas serangan.
Jika Reychu harus terluka, mereka akan memikirkan konsekuensinya belakangan. Maksud mereka, bila diketahui oleh Bai Liam.
Saat Reychu melawan dua orang, tiba-tiba suara derap langkah kaki yang berisik menarik perhatian 3Ry dan para bodyguard yang menjadi beku ditempatnya. Bukan takut pada sejumlah pria yang datang, tapi takut akan kemarahan Tuan Muda bila ketahuan tidak bisa menjaga Nyonya majikan dengan baik.
DRAP! DRAP! DRAP!
Melihat sekelompok pendatang yang tiba-tiba muncul, Reychu kian bersemangat. Rayan yang melihatnya pun tak mungkin membiarkan sahabatnya melawan sendirian. Alhasil, ia ikut turun tangan. Apalagi setelah melihat jumlah yang datang.
Lipatannya berkali-kali rombongan 3Ry dan bodyguard.
Ini lebih dari tidak adil. Tapi, apa yang sulit dari itu?
Bukan sombong, tapi Rayan mengakui kalau dia dan dua sahabatnya masih lebih dari mampu melawan sekian orang itu bahkan tanpa mengeluarkan banyak tenaga.
Bagaimana mengatakannya? Heh! Namanya juga berpengalaman.
"Ya ampun! Mana adil kalau begini!" gerutu Rayan kesal dengan gaya anak manja kala melihat sikap pengecut lawan yang malah memanggil bantuan. Namun, meski menggerutu Rayan tetap bergerak maju.
Reychu masih berkelahi, kini Rayan pun ikut berkelahi dengan menyerang siapa saja yang menghampirinya.
Hanya Ryura yang diam ditempat, tepatnya kini berdiri dibelakang Bo Kang entah sejak kapan yang hendak membantu anggotanya. Akan tetapi, harus terhenti saat punggungnya tiba-tiba ditendang oleh seseorang.
Bukh!
Sruk!
Saat menoleh kebelakang setelah nyaris tersungkur. "Sial! Aku lengah!" umpatnya sambil mendelik kearah Ryura yang berdiri cool dengan salah satu kakinya baru saja menginjak tanah.
Melihat itu, Bo Kang jelas yakin kaki itu yang baru saja dipakai untuk menendangnya. Bo Kang pun marah besar. Dia merasa harga dirinya jatuh setelah diinjak oleh kaki perempuan.
Ryura mengabaikan tatapan marah Bo Kang. "Aku bilang, kau lawan ku!" katanya singkat seperti mengingatkan Bo Kang kalau Ryura sebelumnya sudah mengatakan bila pria itu lawannya adalah Ryura seorang.
Keenam bodyguard yang diam ditempat sudah ketar-ketir dibuatnya. Ingin bergerak maju, tapi tatapan mengancam 3Ry sudah lebih dulu menghalangi. Mereka merasa tidak pantas menjadi bodyguard nyonya mereka.
Apalah arti bodyguard bila tidak bisa menjaga dan melindungi Tuan-nya?!
"Bagaimana ini?!" tanya bodyguard 1 dengan peluh membasahi wajahnya. Dia bahkan sampai menggerogoti kuku tangannya sendiri.
"Kau tanya padaku, lalu aku harus tanya pada siapa?" jawab bodyguard 2 kesal lantaran dia juga sama-sama panik dan gelisah sampai ingin rasanya dia buang air kecil sekarang juga.
"Aku tidak menduga, Nyonya-nyonya kita itu sehebat ini." kata bodyguard 3 dengan ekspresi ciut sekaligus kagum sambil menonton aksi brutal 3Ry.
"Benar." lirihnya dengan nada malu sambil menampilkan ekspresi mengenang saat-saat di tempat pelatihan. "Ku pikir aku sudah cukup kuat dan hebat saat pelatihan. Ternyata, kalau dilihat dari kemampuan beladiri Nyonya-nyonya. Aku masih kalah!" Bodyguard 4 serasa mengempis memikirkannya. "Jadi, seperti ini rasanya melihat orang lain lebih hebat dari diri sendiri..." lanjutnya.
"Tidak heran ketiga Tuan Muda tidak memilih dengan serius saat mencarikan bodyguard untuk pasangan mereka. Ternyata..." bodyguard 5 tidak sanggup melanjutkan kalimatnya yang dirasa akan menjatuhkan harga diri dan semangat mereka yang selama ini bangga dengan pekerjaan mereka.
Namun, meskipun demikian... Pemahaman pribadi sudah cukup menciutkan psikologis semangat membara mereka selama ini.
"Jadi... Sebenarnya apa yang sedang kita lakukan saat ini? Kita... Tidak membantu atau melakukan sesuatu?!" tanya bodyguard 6 yang tak tahu harus berbuat apa berdiri kaku dengan wajah tegang.
__ADS_1
Walau menanyakan hal itu, dia sendiri tidak tahu harus apa.
Mendengar pertanyaan rekannya, yang lain membisu. Sebab, mereka tahu jawabannya dengan sangat jelas.
Kalau mereka hanya diperintahkan oleh Nyonya majikan untuk diam dan menyaksikan saja perkelahian seru antara gangster vs Nyonya-nyonya majikan.
Baku hantam terjadi bak permainan dalam game. Tak ada yang mau mengaku kalah. Tepatnya bagi kubu lawan, meski tubuh sudah mulai merasa sakit-sakitan hingga dipastikan kalau dibeberapa tempat pada bagian tubuh mereka pasti sudah terdapat memar disana, mereka tetap tak bisa memperlihatkan kelemahan didepan lawan yang justru seorang wanita.
Mau dikemanakan harga diri mereka!
Amarah yang menguasai Bo Kang membuat dia tak bisa tinggal diam lagi terhadap targetnya ini. Apalagi setelah tahu kalau targetnya bukan wanita biasa. Bo Kang akan merasa rugi besar bila dia gagal. Tidak hanya gagal menutup mulut Meng Ruona dari desakan dan cercaan perempuan itu tapi juga dia akan menjadi incaran salah satu 'Three Royal Nobles', yaitu Tuan Muda dari keluarga Ye.
Ye Huan.
Maka dari itu, Bo Kang balas menyerang yang disambut elakan dari Ryura dengan sama-sama gesit. Walau masih gesitan Ryura. Buktinya Bo Kang diam-diam kelelahan tapi tak ingin menunjukkannya sebab dia melihat sendiri bila Ryura tidak memiliki tanda-tanda kelelahan. Jadi, bagaimana bisa Bo Kang membiarkan Ryura melihat kelemahan fisiknya.
"Aku tidak akan membiarkan mu lolos!" pungkas Bo Kang dengan suara yang hanya bisa didengar oleh dia dan Ryura.
Sayangnya, respon Ryura biasa saja. Hati lawan mana yang tidak panas melihat hal itu.
Syut! Syut! Syut!
Geram bukan main rasanya melihat setiap serangannya tidak mengenai seujung kuku pun milik lawan.
Sampai dalam hati Bo Kang menggerutu dan mengumpat. "Meng Ruona, kau memiliki lawan yang tidak selevel dengan mu! Kalau aku berhasil kembali dalam keadaaan baik, akan aku biarkan kau merasakan seperti apa kemampuan lawan mu! Bagaimana bisa ku biarkan kau menjadikan ku kelinci percobaannya dan kau yang terima hasilnya?! Sudah cukup kau buat aku terluka dengan penolakan mu dulu! Kali ini, niat mu untuk jadi pelakor pun tak akan aku biarkan berhasil dengan mudah! Kau harus memakan sendiri keinginan mu yang terlalu tinggi itu sebelum kau dimakan oleh lawan mu!"
Mata Bo Kang berkilat tajam.
Pada akhirnya, ada kilauan kegilaan dimatanya yang tak bisa ditutupi hingga dapat dilihat seandainya dia tidak sedang bergerak begitu cepat.
Mulai dari sekadar ingin bermain menjadi haus darah, setelahnya menjadi kegilaan, dan dari kegilaan menjadi tak terkendali.
Bahkan kini ada keinginan membunuh di mata Reychu saat melihat lawannya yang satu persatu terluka akibat dari pukulannya.
Ini jelas gawat!
Kebetulan Rayan menyaksikan hal itu. Alarm tanda bahaya segera menyala dibenaknya.
"SIAL! KENAPA SEKARANG???!!!!" pekiknya sembari membalas serangan lawan.
Dan pekikan itu sampai juga ke telinga Ryura yang langsung tahu alasan Rayan berteriak. Matanya yang kosong mengarah pada Reychu yang semakin gila dalam berkelahi. Mata kosong itupun akhirnya menyipit.
Ryura tahu ini memang bahaya, pasalnya Reychu tidak bertarung menggunakan senjata. Paling tidak jika ada pisau saja, sudah cukup meredam kegilaannya karena selama pertarungan Reychu pasti membuat tubuh lawan berdarah. Tapi, bila tidak, seperti pertarungan saat ini, kegilaan yang sebenarnya menjadi tidak bisa tersalurkan dan bila dibiarkan Reychu bisa jadi melakukan pembunuhan terang-terangan di tempat terbuka ini.
Bukannya tak bisa membiarkan Reychu melakukannya, hanya saja... Ini bukan zaman kuno yang masih bisa bebas melakukan apapun bahkan menghilangkan nyawa sembarang orang sekalipun. Tetapi, ini adalah zaman modern dimana hukum berlaku dengan kuat dan teguh. Bila Reychu dibiarkan membunuh, dia dan Rayan juga harus membunuh sisanya tanpa meninggalkan satupun.
Karena, hanya itu cara membungkam saksi dan bukti.
Tapi, saat ini jelas tidak bisa. Oleh karena itu...
"RAYAAAANNN!" seru Ryura yang jarang hingga hampir tidak pernah terdengar meski masih terus adu jotos dengan Bo Kang yang berusaha untuk mengalahkan Ryura.
__ADS_1
Mendengar namanya dipanggil, Rayan tahu Reychu tak bisa dibiarkan lagi. Kalau Ryura sudah seperti itu, artinya dia yang harus turun tangan sebab jarak Ryura dan Reychu tidak dekat.
Rayan pun memukul lawan untuk mencari celah agar bisa mendekati Reychu dan menyadarkannya.
Sambil memukul sembari mengawasi Reychu yang telinganya sudah tertutup. Lantaran pekikkannya dan seruan lantang Ryura saja tak terdengar lagi.
"Akan aku buat kau babak belur setelah ini Reychu!" lontaran Rayan kala kesal karena di situasi saat ini Reychu malah menyusahkannya dengan kegilaan yang hampir lepas kendali itu.
Reychu sendiri masih menyerang seraya tertawa bahagia yang semakin menakutkan untuk dilihat dan didengar oleh saksi mata lain.
Rayan yang melihatnya menjadi ingin menutupi wajahnya saking malunya. "Sial! Teman siapa itu...!!!" dengan suara tertahan.
Drap... Drap... Drap...
Akhirnya kesempatan datang, Rayan berhasil mendapatkan celah untuk bergegas menuju ke arah Reychu yang saat itu seperti siap untuk melubangi perut salah seorang pria yang menjadi lawannya.
"BERANI KAU MELAKUKANNYA AKAN AKU POTONG TANGAN MU, REYCHU...!!!"
Teriakkan Rayan menggelegar saat dia berlari kencang kearah Reychu sampai menarik perhatian semua yang masuk dalam pertarungan sengit itu. Tapi, hanya Reychu yang tuli.
Mata Rayan kian melebar saat sedikit lagi ujung jari Reychu yang diluruskan bagaikan sebilah pisau itu menyentuh perut lawan yang masih terbungkus baju. Sementara bila di hitung, jarak dirinya dan Reychu masih terbilang jauh untuk bisa menghentikan gerakan Reychu tepat waktu.
Kalau sudah begini, tidak ada cara lain.
"Kau yang minta, dasar gila!" geram Rayan sambil mencabut sepatunya dari kakinya dengan kasar dan tanpa jeda segera melemparnya lurus mengarah ke kepala Reychu.
Buzzz...!
Dalam bentuk ilustrasinya, sepatu Rayan membelah angin akan terlihat jelas. Terus membelah hingga...
BUGH!
STRIKE!
Right On Target!
Reychu terhuyung kesamping dibuatnya saat tapak sepatu Rayan mengenai sisi wajahnya tanpa belas kasih sampai meninggalkan jejak.
Barulah saat itu Reychu tersadar.
"Eh?! Ada apa ini?!"
Bisa-bisanya Reychu mode oon.
Seketika aksi pertarungan mendadak berhenti dengan suasana hening yang aneh tak terkira.
Benar-benar aneh.
Situasi macam apa ini?!
__ADS_1