Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
118 - Memesan Makanan.


__ADS_3

Keesokan harinya...


Raisa sudah berjanji akan mengajak teman-temannya berbelanja hari ini dan itu akan dilakukan setelah waktu makan siang.


Setelah makan siang, Raisa kembali mengingatkan semua temannya untuk bersiap berangkat berbelanja setelah istirahat sejenak.


Usai istirahat dan semua telah siap, Raisa pun kembali memandu jalan menuju supermarket terdekat...


Liburan di desa, ingin pergi ke supermarket terdekat pun harus menempuh jalan yang cukup jauh. Semuanya pun menuju ke supermarket dengan berjalan kaki sekalian jalan-jalan berkeliling desa. Untunglah desa tempat vila keluarga besar Raisa berada di desa yang sudah semakin maju hingga sudah ada pembangunan supermaket di sekitar sana.


Setelah sampai, Raisa dan lainnya pun mengambil troli untuk berbelanja...


"Bagaimana, cukup jauh ya? Kalian lelah tidak?" Tanya Raisa


"Sedikit lelah, tapi jika masalah berbelanja aku akan kembali semangat! Raisa, benar boleh mengambil apa saja yang kumau?" Ujar Chilla


"Boleh. Belanja seperlunya atau sepuasnya juga boleh. Karena di sini tidak sama dengan tempat kalian, kalian semua bisa memilih dan mencari sendiri apa yang kalian inginkan. Aku juga ingin belanja kok, jadi tenang saja dan nikmati waktu belanjanya!" Jawab Raisa


Semuanya pun sibuk memilih barang belanjaan seperti intruksi Raisa dan belanjaan dipisahkan antara belanjaan lelaki dan perempuan. Dari semua yang berbelanja, Chilla-lah yang mengambil barang paling banyak dan tentunya semua barang belanjaannya adalah makanan!


"Hitung-hitung membawakan buah tangan untuk kalian pulang nanti, kalian pilihlah apa yang kalian inginkan. Lelaki dan perempuan memilih belanjanya terpisah ya." Ucap Raisa


"Hei, Chilla! Kira-kira dong kalau mau belanja! Kau ini minta ditraktir atau mau merampok orang?! Belanjaanmu banyak sekali!" Tegur Ian


"Iya, aku juga mengerti. Ini juga barang pilihanku yang terakhir." Kata Chilla


"Biarkanlah dia, Ian. Yang penting Chilla bahagia. Aku sendiri yang bilang akan menraktir, jadi tidak perlu dipermasalahkan." Ujar Raisa


Setelah selesai memilih barang belanjaan, tentu saja harus segera ke meja kasir untuk membayar. Di depan meja kasir, pelayan meja kasir terkejut dengan barang belanjaan yang begitu banyaknya.


"Belanja banyak, mau piknik, Kak? Atau baru pindahan?" Tanya pelayan kasir


"Enggak, ini semua mau buat oleh-oleh dari saya untuk semua teman saya yang mau pulang kembali ke negaranya." Jawab Raisa


"Pembungkusan barangnya mau dipisah sesuai jenis barang atau bagaimana, Kak? Pembayarannya sekaligus semua, Kak?" Tanyanya lagi.


"Pembungkusannya terserah aja deh, gimana baiknya aja. Bayarnya sekaligus semua saya yang bayar." Jawab Raisa


"Punya kupon promosi, Kak? Biar dapat diskon..."


"Itu dia, ada nih. Saya dapat dari keluarga, coba tolong diperiksa dulu." Raisa pun memberikan kupon diskon promosi yang dimilikinya.


Raisa menyerahkan tiga kupon promosi sekaligus. Pelayan meja kasir pun menerima dan langsung memeriksa tengat waktu berlakunya kupon promosi tersebut.


"Kuponnya masih berlaku ya, Kak. Selamat sudah dapat potongan harga." Ujarnya


"Wah, untunglah. Terima kasih!" Kata Raisa


"Sama-sama, Kakak..." Balasnya


"Ngomong-ngomong, supermarket ini ada pelayanan antar barang gak ya?" Tanya Raisa


"Belanjaannya mau diantar? Kalau begitu, tadi kenapa gak pesan lewat aplikasi khusus supermarketnya aja, Kak?"


"Saya belum pernah belanja sendiri buat teman-teman, jadi minta mereka pilih langsung. Tapi, kami semua datang berjalan kaki. Jadi, kalau ada mau minta pelayanan antar buat antar semua belanjaannya." Jelas Raisa


"Oh, ada, Kak. Nanti, bisa dikoordinasikan sama kurirnya, tapi pembayarannya berbeda lagi. Mau diantar ke mana, Kak?"


"Tolong antar ke Vila Puspa Raja, alamatnya di xxx. Sekalian saya bayar jasa antarnya langsung di sini aja, bisa?" Ujar Raisa


"Bisa, Kak." Raisa pun melunasi semua pembayaran belanjaan sekaligus jasa antar barang.


"Pembayaran sudah lunas semua ya, Kak. Barang belanjaannya akan diantar sampai tempat nanti, mohon ditunggu." Ucapnya


"Kembali kasih. Mohon bantuannya..." Kata Raisa


Setelah menyelesaikan urusan belanja di supermarket, Raisa dan yang lain kembali menuju vila.


"Ayo, semuanya! Kita kembali... Jangan sampai nanti kurirnya datang duluan ke vila, tapi kita masih dalam perjalanan." Ucap Raisa


Setelah sampai kembali di vila, semuanya langsung berbaur di ruang berkumpul untuk istirahat. Semua pasti lelah setelah berbelanja, apa lagi semuanya pulang dan pergi dengan berjalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh.


"Kalian pasti lelah kan... Ingin yang segar-segar? Biar kubuatkan minuman ya." Ujar Raisa


Belum sempat duduk, Raisa sudah mau beranjak menuju dapur. Namun, Amy dan Aqila menahan kepergiannya...


"Eits, tunggu dulu, Raisa!" Cegah Amy


"Ada apa?" Tanya Raisa


"Tidak perlu kau yang menyiapkan minuman. Biar kami saja. Kau sudah terlalu memerhatikan kami, kau pasti juga lelah. Kau duduk tenang saja di sini." Ujar Aqila


"Ya, kau selalu berbaik hati. Biar kami yang melayani diri kami sendiri juga dirimu." Kata Sandra


Raisa pun dibiarkan istirahat duduk dengan tenang dan yang lainnya yang berlalu ke dapur untuk membuat minuman penyegar dahaga.

__ADS_1


"Apa kau merasa sangat lelah, Raisa?" Tanya Rumi


"Meski pun lelah, masih harus melewati hari ini kan..." Jawab Raisa


Belum lama Raisa duduk, sudah ada suara bel berbunyi yang membuatnya bangkit dari posisinya.


"Layanan Antar Supermarket!" Serunya dari luar vila.


"Ah, itu pasti belanjaan kita tadi... Sudah sampai!" Kata Raisa


Raisa pun beranjak menuju pintu utama vilanya. Membuka pintu dan menerima barang yang diantarkan.


"Permisi... Apa benar ini kediaman Vila Puspa Raja?"


"Benar. Barang belanjaan dari Supermarket ya?" Ujar Raisa


"Iya, benar. Pembayarannya sudah lunas, semua barangnya mau ditaruh di mana?"


"Biar ditaruh di depan sini aja. Oh ya, ini ada sedikit tip..." Raisa memberikan uang tip sebesar Rp. 20.000 pada kurir Supermarket.


"Terima kasih banyak. Kalau begitu, saya permisi."


Setelah mengantar barang, kurir tersebut pun undur diri...


"Barang belanjaannya sudah sampai ya, Raisa?" Tanya Rumi


"Iya, baru saja diantar." Jawab Raisa


"Biar kami saja yang membawa masuk barang belanjaannya." Kata Marcel


"Semua ini mau ditaruh di mana?" Tanya Billy


"Bawa masuk dulu. Kalian bisa memilih dan memisahkan barang belanjaan masing-masing." Jawab Raisa


Rumi, Marcel, dan Billy pun bersama-sama membawa masuk barang belanjaan dari Supermarket tadi.


"Wah, belanjaannya sudah sampai. Sini, aku mau mengambil belanjaan milikku! Jangan ada yang mengambil punyaku!" Ucap Chilla


"Siapa juga yang menginginkan semua makanan punyamu!" Ketus Ian


Semua belanjaan tadi pun diletakkan di ruang berkumpul untuk dipilih dan dipisahkan antar kepemilikan masing-masing.


"Raisa, kau duduklah di sini dan pilihlah barang milikmu juga." Kata Rumi


"Kalian semua saja pilih dan pisahkan barang milik kalian, sisanya nanti baru ketahuan itu milikku." Ucap Raisa


"Raisa, kau diminta untuk duduk diam... Kenapa masih berkeliaran dan berdiri di sana?" Ujar Aqila


"Kenapa menyuruhmu berdiam diri itu susah sekali? Memangnya untuk duduk saja sesulit itu?" Tanya Amy


"Ah, maaf. Tadi aku harus menerima barang kiriman dari kurir di depan." Jawab Raisa


"Memangnya tidak bisa yang lain saja yang menerimanya? Toh, kau juga sudah melunasi pembayarannya..." Kesal Sandra


"Aha... Haha~" Raisa pun hanya tertawa canggung.


Raisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Raisa memang adalah tipe orang yang jika belum ingin istirahat, maka tidak bisa hanya berdiam diri saja...


"Mereka sudah berkata begitu padamu, maka kau hanya perlu duduk, Raisa. Tidak sulit, bukan?" Ujar Wanda yang menekan bahu Raisa untuk segera mengubah posisinya menjadi duduk.


Semuanya pun beristirahat sambil meminum minuman yang sudah disediakan dan memilih serta memisahkan barang belanjaan masing-masing...


"Terima kasih atas traktiran darimu, Raisa!" Ucap Devan


"Ya, sama-sama. Apa kalian punya cara membawa barang ini pulang agar tidak sampai nenyusahkan kalian?" Ujar Raisa


"Barang kami tidak banyak, kami bisa menyimpannya ke dalam gulungan kertas sihir yang kami. Tidak tahu bagaimana dengan Chilla? Barang miliknya banyak sekali!" Ucap Ian


"Aku juga membawa gulungan kertas sihir, tahu! Dan semua belanjaan punyaku ini cukup untuk dimasukkan ke dalamnya." Kata Chilla


"Bagus, kalau begitu. Besok kalian sudah akan pulang, sore atau malam ini mau melakukan apa? Makan-makan lagi? Apa kalian mau daging panggang lagi seperti liburan yang lalu untuk makan-makan?" Ujar Raisa


"Makan daging panggannya nanti saja kalau kau yang berlibur ke dunia kami. Kali ini lakukanlah yang lain." Ucap Dennis


"Untuk makan-makan, aku setuju! Untuk apa makanannya, terserah saja. Yang penting adalah makan-makannya!" Kata Chilla


"Kalau kalian setuju aku yang menentukannya, maka tidak ada yang boleh protes nantinya lho!" Kata Raisa


"Terserah, apa yang mau kau lakukan... Aku akan selalu mengikutimu! Karena pilihanmu pasti baik untuk semuanya..." Ucap Rumi


"Baik, kalau begitu... Semua sudah sepakat ya!?" Ujar Raisa untuk memastikan.


"YA!!" Serempak semuanya.


Karena semuanya sudah setuju, Raisa hanya perlu memikirkan dan memutuskannya. Serta berdiskusi dengan Bu Weni dan Pak Danu yang akan menyiapkan makanan...

__ADS_1


.........


Saat sore hari tiba, Raisa sudah mengumpulkan semua temannya untuk makan bersama. Tentunya setelah Bu Weni dan Pak Danu memasak makanan untuk semuanya...


"Raisa, tumben kau sudah menyuruh kami makan di sore hari begini? Biasanya kita makan menunggu malam tiba?" Tanya Morgan


"Tidak baik, kau nengeluh di depan makanan, Morgan! Apa yang sudah disiapkan, maka makanlah saja. Jangan banyak protes!" Ujar Chilla yang sudah lebih dulu makan dengan lahap.


"Aku kan hanya bertanya." Kata Morgan


"Aku sengaja meminta Bu Weni dan Pak Danu menyiapkan makan lebih awal saat sore hari, karena nanti malam rencananya aku ingin memesan makanan lain untuk kita semua." Ucap Raisa


.........


"Acara kumpul malam ini, rencananya aku ingin mengadakan makan-makan bersama sambil bermain. Aku sudah menyiapkan permainan yang sering dimainkan di sini, kalian pun boleh menyiapkan permainan dari dunia kalian juga. Pokoknya malam ini harus jadi acara kumpul yang menyenangkan!" Ucap Raisa


"Boleh saja! Soal permainan akulah jagonya!" Kata Morgan


"Kalian bersiaplah untuk kalah!" Seru Ian


"Masalah kau yang ingin memesan makanan, makanan apa yang ingin kau pesan?" Tanya Chilla


"Aku tahu akan ada pertanyaan iyu, makanya aku sudah menyiapkan ini! Kalian bantulah aku untuk memilih makanan yang akan dipesan... Karena kita akan makan sambil bermain, aku menyarankan makanan cepat saji saja ya." Ujar Raisa yang langsung mengeluarkan ponsel dari saku pakaiannya.


"Apa yang akan kau lakukan dengan ponselmu, Raisa?" Tanya Amy


"Apa kita bisa memesan makanan melalui ponselmu?" Tanya Aqila


"Tepat sekali! Di duniaku ini, zaman sekarang bisa memesan dan membeli sesuatu melalui internet, contohnya makanan. Toko-toko yang menghubungkan bisnisnya dengan internet pun sudah ada banyak sekali. Jadi, kalau sedang malas atau mendesak bisa belanja melalui internet yang ada pada ponsel, begitu... Ayo, bantu aku pesan makanannya!" Ungkap Raisa


"Wah, canggih sekali!" Takjub Sandra


"Apa barang di internet akan lengkap?" Tanya Wanda


"Tentu saja. Kau bisa melihat langsung di ponsel ini. Ayo, pesanlah sesuatu! Jangan hanya Chilla dan para gadis saja yang nemilih... Para lelaki juga boleh ikut memilih. Morgab, bukankah kau dan yang lain suka burger?" Ujar Raisa


"Ada dan bisa nemesan burger juga?" Girang Morgan bertanya.


"Ada dan tentu bisa!" Jawab Raisa


"Lalu, masalah penerimaan dan pembayarannya bagaimana?" Tanya Dennis


"Apa di dunia kalia ada jasa pesan antar makanan? Yang memesan dan menanyakan stok lewat telepon? Sama seperti itu, nantinya pesanan akan diantar sampai tempat yang diminta, seperti jasa antar barang dari supermarket tadi. Masalah stok pun tidak perlu bertanya lewat telepon, di aplikasi pemesanan sudah tertera stok barang tersebut masih ada atau tidak. Jika terjadi kesalahan seperti stok habis setelah memesan pun kita akan mendapat pesan langsung dari lewat ponsel dan akan ditanyakan akan membatalkan pesanan atau mengganti pesanan. Hal itu bisa saja terjadi... Masalah pembayaran, aplikasi pemesanan akan menyiapkan pilihan pembayaran langsung saat barabg sampai di tempat atau via rekening bank. Jika, ada promo bisa juga dapat potongan harga dan gratis ongkos kirim lho!" Jelas Raisa


"Wah, memiliki ponsel ini praktis sekali! Apa aku harua mempertimbangkan dan berdiskusi dengan Papa untuk membuatnya?" Gumam Dennis


*Ayah Dennis adalah pemilik perusahaan teknologi.


"Entahlah..." Kata Raisa menyahuti gumaman Dennis.


"Apa kau memiliki pendapat mengenai penciptaan barang ini untuk dunia kami, Raisa?" Tanya Dennis


"Apa aku boleh menyuarakan pendapatku yang bukan orang di dunia itu sendiri?" Bimbang Raisa


"Kau ini bicara apa, Raisa? Kau kan bagian dari kami dan dunia kami juga. Lagi pula, pendapat itu penting untuk tujuan penciptaan barang. Ini juga penting untuk bisnis kan..." Ujar Dennis


"Wah, Dennis! Jiwa bisnismu muncul lagi!" Seru Marcel


"Pengaruh penggunaan ponsel memang tidak sampai menimbulkan pencemaran. Tapi, menggunakan ponsel juga harus sangat diperhatikan. Jangan sampai seseorang rela terisolasi dari dunia luar hanya karena asik bermain dan menggunakan ponsel di dalam rumah. Di duniaku ini, hanya karena semua serba mudah menggunakan ponsel, banyak sekali orang yang hanya beraktivitas di dalam rumah saja dengan hanya mengandalkan ponsel. Terutama, pengguna di bawah umur yang harus sangat diperhatikan! Jangan sampai menggunakan ponsel untuk hal yang sia-sia, seperti bermain permainan sampai lupa waktu atau mengakses internet untuk kesenangan pribadi bahkan melihat situs berbau dewasa. Bahkan ada yang sampai menjadi kecanduan, seolah tak bisa hidup tanpa ponsel. Itu sangat bahaya! Penciptaan barang untuk tujuan yang baik memang boleh saja. Tapi, mungkin harus memberikan edukasi cara menggunakannya dengan sebijak mungkin agar kehidupan tetap berjalan dengan seimbang seperti yang semestinya." Ungkap Raisa


"Begitu ya... Berarti sebelum penciptaan barang memang harus didiskusikan dulu. Lain kali, bolehkah kau memberiku informasi tentang penciptaan ponsel itu, Raisa?" Ujar Dennis


"Boleh saja, tapi kalau sekarang mungkin tidak sempat. Bagaimana nanti saja jika aku mengunjungi dunia kalian lagi, aku akan membawakan informasi penciptaan ponsel sebanyak dan semampuku." Ucap Raisa


"Kalau memberi tahu tentang hal ini, memangnya kau tidak takut akan jadi pelaku pembocoran informasi penting dari duniamu, Raisa? Kau bilang barang seperti ponsel ini kan cukup penting dan bisa saja jadi berbahaya?" Tanya Billy


"Mungkin tidak sampai seperti itu. Di seluruh penjuru dunia ini, sudah banyak sekali pengguna ponsel, kecuali tempat yang sangat terpencil karena tidak adanya jangkauan sinyal. Tapi, ponsel ini adalah hal yang sangat umum dan terbilang biasa di dunia ini, jadi tidak bisa dibilang membocorkan informasi penting yang khusus atau rahasia. Lagi pula, aku memberi informasinya pada orang-orang di dunia yang berbeda, jadi orang di duniaku tidak akan ada yang tahu. Cukup diam-diam saja." Jawab Raisa


"Oh ya, satu hal lagi yang perlu diperhatikan bagi penggunaan ponsel. Ini untuk orang seperti kalian yang bekerja menjalankan misi penting. Bagi yang sudah handal di bidang ini, bisa saja memungkinkan sebagian orang untuk meretas informasi pengguna ponsel lain atau melacak keberadaan seorang pengguna ponsel tersebut layaknya peretasan data. Dalam berdiskusi nanti perhatikanlah juga hal ini pertimbangkanlah dengan sangat hati-hati!" Ungkap Raisa


"Sudah cukup pembahasan tentang ponselnya! Ayo, kembali lagi dengan topik pemesanan makanan. Makanan mana yang jadi ingin dipesan?" Ujar Chilla


"Oh, baiklah. Hampir saja lupa dan teralihkan sepenuhnya. Ayo, semuanya... Pilih sama-sama makanan yang ingin dipesan!" Kata Raisa


"Kalau ada aku, tidak akan mungkin lupa tentang makanan!" Kata Chilla


Raisa pun kembali fokus pada ponselnya dan memperlihatkan pada semua temannya deretan pilihan makanan yang bisa dipesan. Mereka pun memilih bersama-sama dan yang paling antusias tetaplah Chilla, karena baginya makanan adalah yang nomor satu!


Setelah memesan makanan dan selama menunggu pesanan datang diantarkan, Raisa pun mulai menyiapkan beberapa permainan yang dimaksud sebelumnya. Karena acara kumpul kali ini adalah makan-makan sambil bermain.


"Kali ini kau tidak boleh hanya makan, Chilla! Kau juga harus bermain! Tidak ikut bermain, maka tidak boleh dan tidak dapat jatah makanan!" Tegas Raisa


"Baiklah, aku mengerti! Tidak seharusnya kau menyiksaku seperti ini, Raisa..." Ucap Chilla


.

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2