Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 7 - Menonton Film di Bioskop.


__ADS_3

Usai berfoto di photobox, Raisa dan Rumi pun mengambil hasil foto.


"Hasilnya bagus. Apa kau ingin menyimpan fotonya?" tanya Raisa


Rumi mengangguk.


"Aku ingin yang ini," kata Rumi menunjuk salah satu lembar foto.


"Kalau begitu, yang ini untukmu. Yang ini aku yang akan menyimpannya," ujar Raisa


Raisa memberikan lembar foto yang Rumi inginkan padanya.


"Apa jalan-jalan kali ini menyenangkan?" tanya Raisa


"Ya. Aku selalu senang saat bersamamu," jawab Rumi


Drrt ... drrtt~


"Sebentar, ya, Rumi. Ada pesan masuk," kata Raisa


Rumi mengangguk.


Raisa mengeluarkan dan mengecek ponsel miliknya.


Raisa pun membalas pesan yang masuk.


"Rumi, Maura dan Nilam ... temanku mencariku dan ingin bertemu. Tidak apa, kan, kalau setelah ini kita makan bersama mereka berdua?" tanya Raisa


"Ya. Asalkan tetap bersamamu, aku tidak apa," jawab Rumi


"Kalau begitu, ayo kita cari tempat makan dulu. Biar nanti aku kabari Maura dan Nilam untuk menghampiri kita di tempat makan," ujar Raisa


"Baiklah," patuh Rumi


Akhirnya Maura dan Nilam pun menemui Raisa di tempat makan dan bertemu dengan Rumi.


"Raisa ...."


"Oh, ternyata teman yang kamu bilang itu Rumi," ujar Maura


"Iya. Maura, Nilam, duduk dulu dan pesan makanannya," kata Raisa


Maura dan Nilam pun duduk di sisi yang berhadapan dengan Raisa dan Rumi.


"Ada apa ini? Katanya, kalian bakal ketemu setelah 5 tahun berlalu? Kok baru 4 tahun, udah ketemuan aja?" tanya Nilam


"Aku yang memaksa datang karena terlalu rindu dan ingin merayakan ulang tahunku di sini bersama Raisa," jelas Rumi


"Kalian habis belanja, ya?" tanya Maura


"Raisa membelikan aku pakaian dan aksesori sebagai hadiah ulang tahun untukku," ungkap Rumi


"Kalau begitu, selamat ulang tahun, Rumi!" sorak Maura


"Selamat ulang tahun, Rumi. Maaf, kami gak bawa kado untuk kamu karena baru tahu," ujar Nilam


"Tidak apa. Terima kasih atas ucapannya," ucap Rumi


"Jadi, kenapa kalian berdua cari aku sampai mau datang ke sini?" tanya Raisa


"Ada gosip tentang kamu di internet," ungkap Nilam

__ADS_1


"Setelah kamu bilang gak punya pacar, tapi ada orang yang kamu suka di acara talk show ... kamu malah ketahuan lagi jalan sama cowok. Ada orang yang unggah foto kamu sama cowok di internet, orang-orang jadi heboh sampai masuk gosip," sambung Nilam


Nilam memperlihatkan artikel gosip di internet dari ponselnya pada Raisa. Rumi pun ikut melihatnya.


"Jadi, ternyata yang ada di foto sama kamu itu Rumi, ya ... " kata Maura


Foto yang di internet memang tidak terlihat dengan jelas karena diambil dari jarak jauh. Namun, dalam foto itu memang terlihat sosok Raisa dengan lelaki yang sesuai dengan postur tubuh Rumi.


"Maaf, ya, kalau aku jadi membuat repot dengan adanya gosip itu," ucap Rumi


"Tidak apa. Gosip seperti ini akan cepat berlalu dan dilupakan," kata Raisa


"Tapi, gak akan jadi masalah, kan, walau pun aku emang dekat sama Rumi atau pun emang punya pacar. Lagi pula, nyatanya kami hanya berteman. Saat di acara talk show, aku emang sengaja bicara begitu supaya kalau ada gosip aku dekat dengan lelaki pun gosipnya gak akan terlalu dibesar-besarkan," sambung Raisa


"Emang gak apa, sih. Tapi, aku dan Maura khawatir aja kalau ternyata cowok yang digosipkan sama kaku itu orang yang gak benar. Kalau sama Rumi, kita juga udah tahu kedekatan kalian berdua," ucap Nilam


"Memangnya, Raisa bicara apa, di acara talk show seperti apa?" tanya Rumi


Maura pun memperlihatkan rekaman video acara talk show di ponselnya pada Rumi.


"Kamu lihat aja sendiri," kata Maura


"Tapi, hubungan kalian itu gak biasa. Meski udah gak pacaran, kalian itu tetap aja TTM. Teman Tapi Mesra," sambung Maura


Rumi pun menonton video ssat Raisa bicara dalam acara talk show. Di dalam hatinya, ia merasa senang. Karena meski tidak menyebutkan namanya, Raisa telah mengungkapkan bahwa dirinya menyukai Rumi dengan cara yang tersirat.


"Maaf, ya, Rumi. Padahal sekarang Raisa udah bisa lebih percaya diri sama pekerjaannya yang awalnya cuma coba-coba, tapi hubungan asmara kalian malah putus karena dia gak percaya diri," ujar Maura


"Hei! Kenapa malah kamu yang minta maaf?" heran Raisa


"Tidak apa. Itu sudah berlalu dan yang terpenting bagiku adalah aku masih bisa dekat dan terus bersama Raisa. Seperti ini pun sudah cukup bagiku," ucap Rumi


"Makanya, Raisa terus mendalami pekerjaannya yang sekarang dan kami sangat mendukungnya. Mana tahu nanti dia bisa semakin percaya diri lagi dan hubungan asmara kalian bisa terjalin seperti dulu lagi," ujar Nilam


"Semoga saja. Doakan saja yang terbaik untuk hubungan kami, ya," kata Rumi


Rumi menggenggam tangan Raisa untuk menghiburnya yang merasa bersalah padanya.


"Itu pasti!" serempak Maura dan Nilam


"Raisa, maaf, ya. Kami jadi ngomongin kekurangan kamu di depan kamu begini. Gak ada maksud apa-apa, kami cuma mau kamu jadi lebih berani lagi," ujar Nilam


Raisa mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil.


"Gak apa kok. Ucapan kalian berdua emang benar, gak salah. Kalian juga bukannya menjelek-jelekkan kekuranganku, tapi membicarakannya untuk memaklumiku dan bukan bicara di belakang, melainkan langsung di depanku. Kalian membicarakannya demi kebaikanku juga," ucap Raisa


"Aku juga sadar. Meski sudah lebih percaya diri, ternyata aku masih punya sisi yang tidak percaya diri di dalam diriku ini," sambung Raisa


"Cobalah berusaha terus untuk berpikir positif supaya kamu bisa lebih percaya diri," kata Maura


"Setelah ini, kalian punya rencana apa? Berapa lama kamu bakal ada di sini, Rumi?" tanya Nilam


"Tidak lama. Aku hanya datang untuk melepas rindu dan merayakan ulang tahunku bersama Raisa. Mungkin besok atau lusa aku akan pulang," jawab Rumi


"Kalau Raisa, punya rencana apa? Kan, Rumi sebentar lagi bakal pulang?" tanya Nilam lagi.


"Kalau aku berencana ikut dengan Rumi dan berlibur di tempatnya ... apa kalian akan memperbolehkan aku pergi?" tanya balik Raisa


"Aku janji, deh. Setelah aku pulang dari berlibur ... aku akan kerja lebih giat dari sebelumnya dan melakukan apa pun dan sebanyak apa pun jadwal yang sudah diatur untukku meski tidak ada jeda istirahat sekali pun," sambung Raisa


"Tidak//gak boleh seperti itu!" Rumi, Maura, dan Nilam bicara secara bersamaan.

__ADS_1


"Kerja pun harus ada waktu istirahat," kata Maura


Rumi tidak menyangka jika Raisa berencana ikut pergi ke dunianya di tengah kesibukan pekerjaan sehari-harinya. Meski merasa senang, Rumi tidak ingin Raisa mengorbankan waktu istitahatnya hanya untuk bisa ikut bersama. Rumi lebih menginginkan kebaikan untuk Raisa.


"Mau bagaimana lagi? Meski sekarang ada waktu libur, jangkanya pun hanya seminggu. Kalau pergi berlibur, bisa aja aku kembali lebih dari tengat waktu libur seminggu itu. Jadi, mau gak mau aku harus kerja lebih keras dan giat lagi dari pada sebelumnya," ujar Raisa


"Kamu pergi berlibur aja ke tempat Rumi," kata Nilam


"Kamu yakin? Bagaimana kalau aku pergi lebih dari seminggu?" tanya Raisa


"Gak apa, pergi aja. Kan, sekarang udah ada waktu untuk libur. Kalau kamu pergi lebih dari seminggu pun, anggap aja kepergian kamu berlibur kali ini supaya bisa cepat meredakan gosip yang ada. Tapi, jangan pergi terlalu lama juga," jawab Nilam


"Nilam, ada benarnya. Jadi, kapan kamu bakal pergi berlibur sama Rumi ke tempatnya?" tanya Maura


"Aku ikut Rumi aja. Kalau dia perginya besok, berarti besok aku juga ikut dia pergi," jawab Raisa


"Terima kasih udah memperbolehkan aku pergi berlibur," sambung Raisa


"Terima kasih sudah memperbolehkan Raisa pergi berlibur bersamaku ke tempatku," ucap Rumi


"Sama-sama," balas Maura dan Nilam secara serempak dengan kompak.


Makan bersama pun telah usai. Makanan pun telah dibayar.


"Kebetulan lagi kumpul seperti ini ... bagaimana kalau setelah dari sini kita semua pergi nonton film di bioskop bersama?" tanya Raisa menawarkan.


"Enggak, deh, nanti kita malah jadi ganggu," tolak Maura


"Kenapa malah jadi ganggu. Enggak kok. Ya, kan, Rumi?" Raisa beralih bertanya pada Rumi.


"Ya. Tidak apa, kalian ikut saja," kata Rumi


"Tuh, Rumi aja gak ada masalah," kata Raisa


"Sekarang emang bilang begitu, tapi gak tahu nanti. Gak, deh. Aku sama Maura mau jalan-jalan berdua aja. Kalian berdua juga lanjut aja jalan-jalannya," ucap Nilam


"Aku punya ide," kata Maura


Maura langsung mengajak Nilam untuk membawa Raisa dan Rumi ke bioskop.


Raisa dan Rumi diminta untuk menunggu sementara Maura membeli tiket dan Nilam membeli popcorn dan cola.


"Tiketnya udah dibeli. Kamu dan Rumi masuk aja nonton filmnya duluan," ucap Maura


"Kok cuma aku dan Rumi? Kalian berdua gak ikut nonton bareng? Kenapa tiketnya juga cuma dua?" tanya Raisa


"Untuk aku dan Nilam, aku beli tiket untuk film di jam lain. Karena kami baru datang, kami mau jalan-jalan dulu," jawab Maura


"Ini tiketnya kamu yang beli? Kalau begitu, aku ganti uang kamu, deh ... " ujar Raisa


"Itu bisa diurus nanti," kata Maura


"Iya. Kamu dan Rumi nonton filmnya duluan. Selamat menonton," ucap Nilam


Nilam pun memberikan popcorn berukuran besar dan dua gelas cola pada Raisa dan Rumi.


Maura dan Nilam pun mendorong masuk Raisa dan Rumi ke dalam bioskop yang sebentar lagi film akan dimulai.


Ini adalah ide Maura yang mengatur agar Raisa dan Rumi bisa jadi lebih dekat lagi dengan menonton film di bioskop berdua. Tiket pun Maura yang memilih dan membelinya untuk Raisa dan Rumi. Itu adalah film romantis!


.

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2