Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
EPILOG - Selalu Bersama [Bertemu Dan Jatuh Cinta].


__ADS_3

Keesokan harinya.


Di pagi hari, Raisa dan Rumi menggendong masing-masing bayinya yang kembar untuk berjemur matahari pagi di halaman rumah. Karena tentu saja aktivitas berjemur pagi ini sangat baik untuk kesehatan, terutama untuk bayi yang baru lahir.


Setelah merasa cukup berjemur di bawah sinar matahari pagi, Raisa dan Rumi pun membawa kembali kedua bayi mereka untuk kembali masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah, Raisa dan Rumi pun duduk di sofa sambil menimang kedua bayi mereka. Tak lupa, Raisa juga bergantian memberikan ASI untuk putra dan putrinya. Saat selesai menyusui salah satu bayinya akan dibaringkan di dalam kereta bayi sambil digerakkan maju mundur seperti diayun agar tertidur. Usai menyusui satu bayi lainnya pun, Rumi mengambil alih bayi dari Raisa agar wanita cantik itu bisa beristirahat duduk dengan nyaman dan tenang.


Usai menyusui si kembar, terdengar keramaian dari arah belakang rumah. Namun, sepertinya itu bukan berasal dari Bu Vani atau Pak Hilman atau bahkan Raihan.


"Suara ramai itu-" Bicara Raisa terhenti saat sang suami memotong dengan menjelaskan yang mungkin sedang terjadi.


"Itu pasti mereka sudah datang. Teman-teman dari Desa Daun datang untuk menjengukmu dan si kembar. Kemarin aku menghubungi Morgan dan dia bilang akan datang bersama dengan yang lain," ucap Rumi


"Kalau begitu-" Perkataan Raisa lagi-lagi terhenti saat Rumi memutuskan untuk bicara. Sepertinya Rumi tahu kalau sang istri akan beranjak menyambut tamu dan pria tampan itu langsung menahannya.


"Kau duduk saja di sini, biar aku yang menyambut mereka. Tapi, maaf ... si cantik, aku serahkan kembali padamu dulu," ujar Rumi


"Maaf untuk apa? Ini anakku juga, tentu saja tidak masalah. Kau ... tolong sambut mereka yang datang," kata Raisa


"Tenang saja, meski bayi kita kupanggil cantik, bagiku tetap kau yang nomor satu," kata Rumi


"Ya ampun, aku pun tidak akan cemburu dengan anak kita, Sayang. Sudah, sana ... " Raisa bicara seolah mengusir sang suami karena jika tidak, pria tampan itu mungkin tidak akan cepat beranjak.


Rumi lebih dulu mengecup kening sang istri, lalu pergi beranjak. Raisa hanya bisa tersenyum mendapat perlakuan manis dari sang suami.


Dan benar saja, Rumi kembali dengan diikuti oleh teman-teman kami yang datang melintasi dimensi dari Desa Daun. Pasti mereka datang melalui portal sihir teleportasi yang dibuka oleh Aqila tepat pada halaman belakang rumah.


"Sayang, mereka sudah datang ... "


Raisa tersenyum menyambut kedatangan sang suami bersama teman-temannya.


"Halo, Raisa. Bagaimana kabarmu?" tanya Chilla


"Hai, semuanya. Aku baik," jawab Raisa


"Jangan terlalu ribut. Lihatlah, si kembar sedang tidur," ujar Amy


"Wah, benar-benar kembar. Lucunya ... mungil sekali," kata Sanari


"Morgan, cobalah gendong. Kan, sebentar lagi kau juga akan jadi Ayah. Mulailah berlatih dari sekarang," ucap Raisa


"Apa aku boleh coba menggendongnya?" tanya Morgan


"Silakan saja," kata Raisa


"Hati-hati. Jangan sampai bayinya jatuh," pesan Aqila


Morgan pun mencoba menggendong bayi lelaki 2R (Raisa & Rumi) yang berada di dalam kereta bayi.


"Sayang, biar aku juga saja yang menggendong putri kita." Rumi hendak mengambil alih bayi perempuan yang ada di dalam dekapan sang istri. Namun, Raisa mencegahnya.


"Tidak usah. Tolong kau ambilkan minuman dan camilan saja untuk semuanya," ujar Raisa


"Baiklah," patuh Rumi


Rumi pun beralih ke dapur untuk menyiapkan camilan dan minuman untuk disuguhkan untuk mereka yang telah hadir.


"Di rumah hanya ada kalian berempat saja? Yang lainnya mana, Kak Raisa?" tanya Monica


"Adikku sedang sekolah, ibuku sedang ada acara kumpul para ibu rumah tangga, sedangkan bapakku sedang bekerja. Jadi, di rumah hanya ada kami saja," jelas Raisa


"Sampai kapan kalian akan berada di rumah orangtua? Bukan apa-apa, tapi bukankah kalian sudah punya rumah sendiri?" tanya Ian

__ADS_1


"Mungkin sampai masa nifasku lewat," jawab Raisa


"Menjadi orangtua baru dan menjaga bayi yang baru lahir memang tidak mudah, apa lagi bayinya kembar. Sudah tepat jika Raisa memilih tinggal di rumah orangtua lebih dulu sementara waktu," ucap Wanda


"Raisa, Yolanda hanya bisa titip salam untukmu. Istriku tidak bisa datang karena sedang berada di kampung halamannya," ucap Devan


"Tidak masalah," sahut Raisa


"Benar juga. Yolanda itu sedang hamil, kan? Kalian yang juga sedang hamil, kenapa tidak istirahat di rumah saja, Aqila, Sanari, Monica?" tanya Raisa melanjutkan


"Mereka keukeh ingin datang menjengukmu. Kau juga sama saja, dulu saat hamil 3 bulan, kau juga pernah pergi ke Desa Daun," jelas Rumi yang sudah kembali dari dapur dengan membawa nampan berisi camilan dan minuman yang penuh di kedua tangannya.


Rumi sudah terlatih membawa banyak barang sekaligus. Pria itu pun menyuguhkan camilan dan minuman yang telah dibawa olehnya.


Selain Raisa yang sudah melahirkan, memang ada yang lain yang sedang hamil. Seperti Aqila (istri Morgan) yang hamil 8 bulan, Sanari (istri Amon) hamil 4 bulan, Monica (istri Ian & adik Morgan) hamil 3 bulan dan Yolanda (istri Devan) yang sedang ada di Desa Pasir hamil 6 bulan. Sedangkan Amy baru menikah dengan Dennis dengan usia pernikahan 3 bulan, Sandra baru menikah dengan Marcel dengan usia pernikahan 2 bulan, dan Wanda baru menikah dengan Billy dengan usia pernikahan 1 bulan. Sementara Chilla masih seorang yang berstatus single.


Meski hanya Chilla yang belum memiliki pasangan, yang lain tidak pernah membahas tentsng kesendiriannya karena gadis itu akan jadi sangat sensitif dan mengamuk jika disinggung soal itu.


"Bagaimana rasanya melahirkan, Raisa? Bukankah katanya itu terasa sangat sakit?" tanya Marcel


"Semua wanita akan melewati proses itu dan rasanya seperti baru bisa dibilang menjadi sempurna," jawab Raisa sambil tersenyum.


"Bagaimana rasanya setelah menjadi orangtua?" tanya Sandra


"Tentu saja sangat membahagiakan," jawab Rumi


"Semoga kedua anak kalian tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, kuat, cerdas, berani, baik hati dan berbakti pada orangtua," ujar Billy


"Terima kasih atas doanya," ucap Raisa dan Rumi secara bersamaan.


"Lain kali kalian berempatlah yang datang main berkunjung ke Desa Daun. Kita berkumpul bersama lagi seperti dulu. Sekarang aku sudah mewarisi beberapa vila keluarga, kita semua bisa berlibur di sana," ucap Dennis


"Akan kuingat undangan ini. Tentu saja si kembar harus tahu kampung halaman Papa-nya," kata Raisa


"Namanya ... Rivano Ryan Pratama Putra dan Rosalia Ryan Pratama Putri," ungkap Raisa sambil tersenyum.


"Sayang, kau makan dan minumlah dulu. Biar Rosa aku yang gendong," ucap Rumi


"Baiklah," kata Raisa


"Morgan, sepertinya Rivan merasa nyaman denganmu. Sepertinya kau sudah sangat cocok jadi Ayah," sambung Raiaa bicara pada teman baik suaminya itu.


Morgan hanya tersenyum. Rumi pun mengambil alih putrinya dari dekapan sang istri.


"Wah, kalian datang dengan membawa banyak bingkisan dan hadiah. Jadi, merepotkan. Terima kasih banyak," ucap Raisa


Saat itu mereka pun banyak bernincang. Hingga akhirnya, si duo mungil, Rivan dan Rosa, terbangun. Namun, seolah ikut merasa seru si kembar tidak ada yang rewel dan malah asik diajak bermain oleh para orang dewasa. Semua pun tersenyum bahagia bersama.


•••


Setahun kemudian.


Di Desa Daun, Negara Api.


Raisa POV: ON.


Akhirnya aku ada di sini. Aku, Rumi, dan si kembar yang sudah berusia satu tahun dan sudah mulai bisa berjalan tengah memenuhi undangan untuk berlibur di vila keluarga Dennis. Kami semua berkumpul di sini.


Aqila dan Morgan sudah memiliki seorang putra yang usianya lebih muda sebulan dari pada si kembar, Rivan dan Rosa. Namanya Moreno. Bocah itu juga sudah mulai berjalan seperti si kembar. Sanari dan Amon juga sudah memiliki seorang putri bernama Amora yang berusia 9 bulan. Monica dan Ian pun memiliki seorang putra bernama Ivan yang berusia 5 bulan. Devan dan Yolanda pun sudah memiliki seorang putri bernama Devita yang berusia 7 bulan.


Lalu, Amy sedang mengandung 7 bulan anaknya dengan Dennis. Wanda sedang mengandung 5 bulan anaknya dengan Billy. Sandra sedang mengandung 3 bulan anaknya dengan Marcel. Entah seperti apa, diberi nama apa, apa jenis anak kelamin, dan apakah anak mereka akan ada yang terlahir kembar. Biar semua jadi kejutan setelah mereka lahir. Yang jelas, kami semua sama-sana menantikannya dengan perasaan gembira.


Sedangkan, Chilla juga sudah menemukan jodohnya dan telah menikah 2 bulan. Yang menjadi istimewa adalah suaminya adalah lelaki dari duniaku. Chilla memiliki takdir sepertiku yang memiliki jodoh dari dimensi yang berbeda. Awal cerita pertemuan keduanya adalah saat itu Chilla sedang berada di dimensiku untuk berlibur dan bertemu dan menolong Naufal yang hampir pingsan di Kafe Putri saat sedang menemaniku di sana.

__ADS_1


Rupanya, Naufal seorang workaholic yang juga penggila kopi untuk menghilangkan rasa kantuknya. Karena rasa terima kasihnya pada Chilla, Naufal pun menraktir Chilla dan keduanya mulai dekat sejak saat itu hingga akhirnya pacaran dan sekarang sudah menikah. Naufal yang seorang yatim piatu dan sebatang kara pun tidak mempermasalahkan dan menerima identitas Chilla yang merupakan seorang ahli sihir dari dimensi dunia yang berbeda begitu pun sebaliknya, Chilla juga tidak mempermasalahkan meski Naufal adalah seorang anak yatim piatu yang sebatang kara. Saat keduanya menikah, aku ikut membantu mempersiapkannya seperti dulu aku mempersiapkan pernikahanku dengan Rumi.


Sudah cukup berceritanya, aku melihat kedua anakku mulai merasa lelah bermain, jadi aku pun memanggil mereka.


"Rivan, Rosa ... sini, istirahat dulu mainnya."


Si kembar menoleh dan dengan patuhnya ia menghampiriku. Saat salah satu dari mereka, Rosa, hampir terjatuh, suamiku dengan sigap menangkap tubuh mungil putrinya. Sedangkan Rivan berhasil meraih dan memelukku.


"Hati-hati, ya, kesayangannya Papa," kata Rumi yang lalu menggendong Rosa ke dalam pelukannya.


"Tapi, tentu ... Mama yang paling Papa cinta," sambung suamiku yang lalu mengecup pipiku.


"Apaan, sih, Pa? Malu tahu," tegurku


"Tidak apa-apa. Hanya kecup pipi saja kok. Tidak ada yang lihat," sahutnya. Aku langsung melototinya dengan maksud memperingatinya.


"Jangan melihatku seperti itu. Aku jadi gemas ingin mencium bibirmu," sambungnya


Aku hanya bisa menghela nafas. Suamiku itu semakin pandai saja merayuku dengan segudang gombalannya.


"Kasih anaknya minum dulu. Kasihan, kelihatan lelah ... " kataku sambil memberikan botol air kecil milik Rosa pada Rumi.


"Rosa, minum dulu, Sayang ... " Rumi pun membantu Rosa meminum air dari botol.


Aku pun ikut memberikan Rivan minum.


"Duh ... menggemaskan sekali, sih, cantiknya Papa." Usai Rosa minum air, Rumi menghujani pipi mungil putrinya dengan ciuman.


Yah, aku tidak boleh cemburu dengan kemesraan Ayah dan anak itu.


"Papa!" seru Rosa


Wah, Rosa sudah mulai bicara. Padahal sebelumnya putra-putri kami hanya bisa mengoceh bahasa bayi yang tidak bisa dimengerti. Ini sebuah kemajuan.


"Sayang, Rosa sudah bisa memanggilku," kata Rumi


"Mama!" seru Rosa lagi


"Wah, hebat! Padahal Mama sempat sedih mengira Rosa hanya bisa menyebut kata Papa. Rivan, bagaimana ini? Biasanya kamu tidak mau kalah dengan Rosa?" Aku menatap putraku yang masih memelukku dengan erat.


Yah, memang Rivan lebih pendiam dari pada Rosa. Putraku benar-benar mirip Papa-nya.


"Mama ... Mama, Mama!" seru Rivan


Merasa senang saat Rivan memanggilku sebanyak tiga kali, aku pun menghadiahi banyak ciuman pada wajah putraku itu.


"Rupanya, Rivan sangat menyukai Mama. Papa jadi cemburu karena punya saingan," ujar Rumi


Aku hanya terkekeh kecil. Rivan sungguh sangat mirip dengan Rumi, meski Rosa pun sangat mirip denganku karena sangat menyukai Papa-nya.


Ya, seperti inilah kami semua. Aku dengan keluarga kecilku, teman-temanku dengan keluarga kecil mereka, kami semua selalu bersama hingga saat ini.


Kami semua bahagia. Inilah kisahku dan kami semua hingga memiliki keluarga kecil masing-masing.


Mulai dari bertemu dan jatuh cinta hingga akhirnya selalu bersama.


Meski pun akan mendapat cobaan dan ujian hidup yang datang silih berganti, asalkan kami bersama, aku yakin pasti kami semua akan bisa menemukan kebahagiaan.


...-TAMAT-...


...---...


...•••...

__ADS_1


__ADS_2