Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 137 - Pasangan Terkasih Abad Ini.


__ADS_3

Kali ini Raisa akan kembali melakukan sesi wawancara di lokasi yang berbeda, yaitu studio pemotretan. Mungkin Rumi juga akan ikut dengan istri cantiknya itu.


"Udah dengar kata Raisa tadi, kan? Dia bersedia diwawancara. Biarkan aja wartawannya, tapi tolong tetap jaga keamanan, terutama Raisa dan Rumi," ujar Daffa yang bicara pada staf penjaga studio pemotretannya.


"Rumi, apa kau ingin ikut diwawancara denganku lagi?" tanya Raisa


"Ya, tentu saja. Aku akan selalu ikut denganmu," jawab Rumi


"Baiklah. Kalau begitu, kami berdua ganti baju dulu sebentar," ujar Raisa


Raisa dan Rumi pun beralih menuju ruang ganti untuk berganti pakaian karena saat ini mereka berdua sedang menggunakan pakaian model. Lalu, keduanya kembali usai berganti pakaian.


"Kami berdua temui wartawan di luar dulu, Daff," kata Raisa


"Ya. Raisa jadi makin terkenal aja dan sekarang Rumi juga ikut jadi terkenal seperti istrinya," ujar Daffa


"Mari, saya temani."


Raisa mengangguk. Wanita itu pun beranjak ke luar bersama sang suami dan ditemani oleh salah satu penjaga untuk menemui para wartawan di luar studio pemotretan tersebut.


Suara ricuh di luar studio pemotretan semakin menjadi heboh saat Raisa dan Rumi ke luar dari dalam studio.


"Penjaga, tolong amankan Raisa dan Rumi yang mau melakukan sesi wawancara!" seru salah satu penjaga yang ke luar dari dalam studio bersama Raisa dan Rumi.


Penjaga lainnya yang berada di luar studio langsung melindungi di depan Raisa dan Rumi seolah membuat barikade manusia.


"Raisa, Rumi, mohon waktunya sebentar!"


"Raisa, Rumi, tolong jawab pertanyaan kami!"


"Raisa, Rumi, tolong lihat ke arah sini!"


Para wartawan yang datang langsung memohon untuk bisa mewawancarai Raisa dan Rumi. Para kamera-man yang ikut serta sibuk ingin mengambil gambar pasangan artis tersebut.


Raisa pun terus tersenyum ke arah rombongan haus gosip itu, sedangkan Rumi terlihat tetap cool saat mendampingi sang istri.


"Mohon untuk tetap tenang semuanya. Sebenarnya ada apa ini? Beberapa saat yang lalu saya dan suami baru aja usai melakukan sesi wawancara di tempat lain," ujar Raisa


"Suami? Itu artinya Raisa dan Rumi benar-benar telah menikah? Apa kalian berdua mengakuinya?"


"Kami udah mendengar tentang ini, tapi belum sempat melihat langsung reka videonya yang masih lagi disunting saat ini."


"Tolong klarifikasinya, Raisa, Rumi!"


"Tunggu. Pertanyaan yang disebut tadi itu sudah kami jawab pada sesi wawancara sebelumnya. Maaf, tapi to the poin aja. Saya adalah tipe orang yang gak suka bertele-tele atau mengulang cerita. Jadi, pada sesi wawancara kali ini saya beri kesempatan pada kalian semua untuk mencari pertanyaan lain. Pikirkan dan buat pertanyaan baru. Saya dan suami hanya akan menjawab pertanyaan yang berbeda dari sesi wawancara yang dilakukan sebelumnya. Karena kami masih ada urusan lain setelah ini," ucap Raisa


Para wartawan yang hadir langsung saling bertukar pandang satu sama lain. Karena tidak ada pilihan lain, mereka semua saling mengangguk untuk menyetujui yang diminta Raisa. Karena mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mewawancara setelah bertemu narasumber pasangan artis yang kini sedang hits itu.


Rumi menoleh dan menatap ke arah sang istri. Pria itu mengira dengan sifat baik istrinya, wanita itu akan menelan semua pertanyaan dari para wartawan dan menjawab segala pertanyaan yang diajukan tanpa memilahnya lebih dulu tidak peduli jika itu adalah pertanyaan berulang yang sama dengan pertanyaan yang diajukan pada sesi wawancara yang dilakukan sebelumnya.


Namun, rupanya tidak. Istri cantiknya itu, meski baik hati, tapi ternyata juga bisa bersikap tegas. Menolak pertanyaan serupa dan hanya akan menjawab pertanyaan yang berbeda dari yang diajukan pada sesi wawancara yang dilakukan sebelumnya. Ternyata sang istri mampu membentengi diri dengan sikap yang tepat dan tidak hanya bisa bersikap lembek yang hanya terlihat bisa untuk dimanfaatkan sifat baiknya saja.


Raisa tersenyum saat menyadari bahwa sang suami sedang menatap ke arahnya.


Sebenarnya saat Raisa mengatakan masih ada urusan lain, itu adalah sebuah bumbu dusta. Ia hanya tidak ingin berlama-lama dengan para wartawan meski telah memberi kesempatan untuk mengadakan sesi wawancara. Bisa dibilang ini adalah batasannya saat bekerja.


Raisa memiliki batasan sendiri yang memisahkannya dari waktu kerja dengan waktu pribadi. Apa lagi di masa cutinya masih berlangsung seperti saat ini. Ia tidak ingin terlalu banyak bekerja padahal itu adalah saat cuti untuknya.

__ADS_1


"Oke. Karena Raisa gak mau jawab pertanyaan serupa, Raisa bisa melewati pertanyaan pengulangan dan jawab pertanyaan baru dari kami."


"Ya. Silakan," kata Raisa mempersilakan para wartawan untuk mulai mengajukan pertanyaan.


"Saat setelah menikah, Raisa pasti masih dalam masa cuti. Jadi, apa saja yang dilakukan Raisa bersama suami? Apa kalian berdua pergi bulan madu? Atau, apa kalian mengadakan pernikahan kedua di negara asal Rumi?"


"Ya ampun, ini adalah pertanyaan atau tebakan, sih? Kalian semua bukan wartawan, tapi peramal, ya?" tanya balik Raisa


Para wartawan yang ada pun tertawa.


"Mohon jawabannya, Raisa, Rumi ...."


"Setelah menikah, kami menyebutnya liburan. Kami gak langsung pergi ke negara asal Rumi, kami tetap ada di sini selama seminggu. Lalu, berangkat ke kampung halaman Rumi. Setelah tiga hari di sana, suami saya ini mengirim dua temannya untuk menjemput keluarga saya untuk ikut datang berlibur bersama kami di kampung halamannya. Namun, setelah tiga hari keluarga saya ada di sana, kami lebih dulu mengadakan pernikahan kedua di sana. Selama itu kami tinggal di kediaman orangtua Rumi," ungkap Raisa


"Seperti itulah jadinya, setelah itu dari pada berbulan madu, kami pun berlibur bersama keluarga. Karena sebelumnya kami selalu berhubungan jarak jauh dan jarang bisa berkumpul bersama keluarga atau apa lagi mengajak keluarga liburan, jadi saat itu kami memilih untuk liburan bersama keluarga di sana. Ini lebih spesial. Namun, saya dan suami juga merasa bahwa saat itu adalah saat bulan madu kami," sambung Raisa


"Apa kalian saling mencintai? Pernikahan kalian berdua bukan karena terpaksa atau alasan lain, apa lagi cuma nikah kontrak, kan?"


"Tentu saja, kami sangat saling mencintai. Kalau tidak, mana mungkin kami akan menikah. Pernikahan kami adalah berdasarkan perasaan tulus dan setia, bukan karena alasan yang disebutkan tadi," jawab Rumi


"Apanya yang nikah kontrak? Apa lagi itu? Mungkin para wartawan di sini terlalu sering membaca novel atau menonton drama," sahut Raisa


Para wartawan langsung kembali tertawa.


Saat ada wartawan yang mengajukan pertanyaan serupa dengan sesi wawancara yang dilakukan sebelumnya, maka Raisa akan berkata lewat dan para wartawan pun langsung mengganti pertanyaan dengan pertanyaan lain yang selanjutnya.


"Sebenarnya, apa pekerjaan Rumi?"


"Suami saya bukan polisi, tapi terkadang suka membantu pekerjaan polisi. Rumi bekerja di suatu perusahaan keamanan pribadi dan sering kali bekerja sama dengan pihak polisi," jawab Raisa


"Kalau begitu, apa artinya Rumi akan sering pergi dan kembali ... bolak-balik dari Jepang ke Indonesia, begitu pun sebaliknya? Bukannya itu berarti Rumi akan sering meninggalkan Raisa di sini?"


Rumi langsung merasa bingung saat ada sebuah pertanyaan yang diajukan padanya, tapi dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Namun, untung saja Raisa dengan sigap langsung menjawab pertanyaan itu.


Lagi-lagi dengan sedikit bumbu dusta. Rumi memang sering membantu pihak kepolisian dalam menjalankan misi tertentu. Namun, pria itu bukan bekerja di perusahaan pribadi, melainkan pada pemerintahan desa yang banyak membentuk tim keamanan atau lain-lain.


Jika diingat-ingat, Raisa sudah sering mengatakan kebohongan seperti saat ini hanya demi menutupi identitas asal sang suami. Sebenarnya, wanita itu tidak ingin menjadi terbiasa berbohong seperti itu, tapi ia sendiri tidak punya pilihan lain.


Dan, ya, memang. Pihak media hanya tahu bahwa Rumi adalah orang asal negara Jepang dan Raisa jugalah yang membuat kebohongan itu.


"Lalu, apa rencana Raisa selanjutnya? Setelah membuka 2 usaha pribadi, apa Raisa akan berhenti menjadi artis dari dunia entertaint? Atau mungkin akan vakum sejenak untuk rencana punya momongan?"


Kini Raisa-lah yang merasa bingung harus mengatakan apa sebagai jawaban dari pertanyaan tersebut. Dan kali ini saatnya Rumi yang memberi sedikit bantuan.


"Sepertinya Raisa jadi merasa bingung dan agak ragu untuk menjawab, jadi saya akan mengatakan bahwa saya mendukung keputusan istri saya sepenuhnya. Raisa bisa melakukan apa pun yang memang dia inginkan," ungkap Rumi


"Sebenarnya saya memang merasa sedikit bingung dan ragu mau menjawab seperti apa, tapi karena Rumi udah mengatakan seperti itu, maka jawaban saya adalah sebenarnya saya pun suka dan menikmati pekerjaan saya sebagai artis dunia entertaint, saya ingin tetap melanjutkan pekerjaan ini. Namun, mungkin skala intensitasnya yang akan dikurangi. Saya gak tahu apa akan memutuskan untuk vakum atau tidak setelah ini, tapi ya ... seperti itu. Mungkin saya hanya akan mengambil tawaran pemotretan, variety atau talk show, memainkan serial TV pendek atau ftv, dan mungkin satu atau dua sinetron atau film layar lebar. Namun, kali ini saya akan lebih mementingkan rumah tangga dari pada pekerjaan," jelas Raisa


"Lalu, saya juga akan sesekali atau bahkan sering mengunjungi atau bahkan ikut saat suami pergi kerja ke negara asalnya. Jangan salah paham, ini bukan karena saya takut kalau Rumi gak bisa tanpa saya, tapi saya sendiri yang gak bisa kalau tanpa Rumi. Maaf, jika ada yang merasa keberatan dengan keputusan saya ini, tapi ini tetap akan menjadi keputusan saya. Seperti suami yang mau menghargai dan mendukung keputusan ini, saya harap para penggemar pun seperti itu. Karena bagaimana pun juga saya gak akan bisa jadi seperti sekarang tanpa dukungan para penggemar. Jadi, mohon untuk tetap dan selalu memberikan dukungan untuk saya," sambung Raisa


"Tidak, Raisa benar. Saya memang tidak bisa jika tanpa istri saya ini. Jadi, saya sangat berterima kasih padanya meski hanya bisa sesekali ikut atau mengunjungi saya yang bekerja jauh di sana," ucap Rumi


"Lalu, sebisa mungkin saya juga akan mengatur waktu kepulangan ke Indonesia dan menemani saat-saat Raisa bekerja di sini," sambung Rumi


Raisa dan Rumi saling memandang dan tersenyum satu sama lain.


Rumi tidak menyangka sang istri akan membuat keputusan seperti itu. Pria itu mengira Raisa tetap akan bekerja sebagai artis seperti intensitas yang biasa. Namun, ternyata istrinya itu akan membatasi waktu kerja hanya untuk menjaga kebersamaan denga dirinya. Rumi sangat senang begitu mendengarnya.

__ADS_1


"Berarti kalian berdua ini saling menghargai dan mendukung pekerjaan dan keputusan satu sama lain. Pengertian dan romantis sekali. Kalian bahkan merasa gak sanggup kalau tanpa satu sama lain dan maunya bareng terus."


"Dalam hal ini, Raisa lebih peduli dan memberi dukungan besar untuk saya. Meski ragu, sebelum menikah saya sempat berpikir untuk berhenti bekerja saja, tapi saat itu justru Raisa-lah yang mendorong dan memberikan dukungan penuh untuk saya tetap melanjutkan pekerjaan meski harus berpisah jauh. Saya sangat bersyukur dan beruntung memiliki istri yang sangat pengertian," ungkap Rumi


"Lalu, satu lagi. Kalau soal momongan, bagaimana, ya? Mau menunda, tapi maunya cepat. Mau cepat, tapi gak mau terburu-buru juga. Jadi, kami pasrahkan dikasih kapan saja alias gak menentukan target kapannya. Se-dikasihnya aja dan mohon doanya juga untuk hal ini," ucap Raisa


"Gimana ceritanya saat pertemuan pertama kalian berdua? Pertama kali ketemu itu di Indonesia atau Jepang?"


Ini pertanyaan yang sulit. Rumi tidak bisa bahkan menyerah untuk menjawab. Namun, Raisa malah tersenyum tenang.


Mumgkin Raisa sudah menduga pertanyaan seperti ini akan ada saatnya untuk hadir. Apa lagi dengan status pekerjaannya sebagai aktris juga mempermudahnya untuk berskting dan merangkai alasan atau cerita palsu. Satu hal yang pasti, meski tidak menyukainya, mau tidak mau Raisa hanya bisa kembali menabur bumbu dusta ke dalam ucapannya.


"Pertama kali kami bertemu adalah saat 7 tahun yang lalu di Indonesia. Saat itu, Rumi dan teman-temannya sedang berwisata ke Indonesia dan kebetulan saya juga sedang berlibur, jadi kami pun bertemu. Lalu, kami berteman. Karena itu saya dikirimkan tiket untuk petgi ke negara asal mereka untuk berkunjung dan berlibur di sana. Seperti itulah awal pertemuan kami," cerita Raisa


"Saat di Indonesia, Rumi dan teman-teman juga Raisa bertemu di mana?"


"Tentu saja, di Puncak. Saat itu, Rumi dan teman-temannya berwisata di sana, sedangkan keluarga saya punya vila dan terkadang berlibur di sana. Karena itu tempat itu sering kami kunjungi hingga kini bahkan saat kami berdua menikah pun memilih untuk dilangsungkan di sana," jawab Raisa


..."Sungguh gak pernah disangka kalau akan ada saatnya aku bicara bohong selancar ini. Ini bukan hal yang menyenangkan, bahkan terasa mengerikan!" batin Raisa...


"Berarti Puncak akan jadi tempat bersejarah bagi kehidupan pernikahan kalian berdua, ya ...."


Raisa dan Rumi hanya bisa mengangguk sambil tersenyum palsu.


"Coba kalian berdua gambarkan dengan ungkapan ... bagi Rumi, Raisa itu sosok yang seperti apa? Dan bagi Raisa, Rumi itu sosok seperti apa?"


"Tolong dijawab, mulai dari Rumi dulu."


"Saya harap setelah ini, kalian tidak meminta penjelasan lebih dari apa yang saya ungkapkan kali ini," kata Rumi


"Bagi saya ... pertama kali bertemu, Raisa adalah penolong. Saat kedua kali, Raisa bagaikan penyelamat. Setelah mendengar kata-katanya, Raisa seperti seorang guru motivator. Setelah cukup mengenalnya, Raisa adalah pelangi yang mewarnai hari dan hati saya," ungkap Rumi


"Saya lebih dulu mengenal seorang teman yang saya anggap seperti matahari bagi saya dan Raisa merasa kecewa karena itu. Tapi, sejak saat mulai menyukainya, Raisa adalah dunia saya yang tanpa dunia itu saya tidak akan bisa hidup. Bahkan kesannya Raisa adalah alam semesta bagi kehidupan saya," sambung Rumi


"Saya adalah orang yang lebih dulu merasa tertarik dan menyukai Rumi. Pertama kalinya, bagi saya Rumi adalah magnet yang mampu menarik perhatian saya. Ke mana pun pandangan saya tertuju pada akhirnya Rumi-lah yang mampu membuat saya menoleh dan menatapnya. Gak bisa menjadi Matahari baginya, saya lebih ingin menjadi Bulan bagi dirinya karena Rumi adalah Bintang Hati saya yang artinya saya menganguminya lebih dari idola mana pun yang saya sukai karena selain pandangan, pikiran dan hati saya selalu tertuju padanya. Dengan alasan yang serupa, bagi saya Rumi adalah udara yang bisa membuat saya bernafas dan tetap hidup. Yang terakhir, bagi saya Rumi adalah rumah. Menjadi bagian dari keluarga dan merupakan tempat untuk saya pulang," ungkap Raisa


"Seolah ... berbeda, tapi menjadi sama. Dua, tapi menjadi satu. Terpisah, tapi tak bisa terpisahkan. Saling berdampingan untuk saling melengkapi. Itulah kami," sambung Raisa


"Luar biasa! Inilah pasangan terkasih abad ini!"


"Tadi itu adalah pertanyaan terakhir. Terima kasih atas kebersediaannya untuk diwawancara kali ini. Semoga Raisa dan Rumi romantis dan harmonis selalu. Juga cepat diberi momongan."


"Terima kasih kembali," ucap Rumi


"Kembali kasih," sahut Raisa


"Kalau begitu, kami semua pamit dulu."


"Ya. Silakan," kata Raisa


Usai berpamitan, para wartawan yang datang itu pun saling membubarkan diri.


Karena ada banyak pertanyaan pengulangan dan Raisa selalu melewati pertanyaan serupa itu, maka sesi wawancara kali ini lebih cepat berakhir dan para wartawan pun lebih cepat untuk pergi.


.


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2