Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
37 - Perbincangan Sebelum Berpisah.


__ADS_3

Raisa bersama yang lainnya dan dengan si pelaku pun juga pergi dari sana. Mencari lokasi yang lebih tersembunyi untuk setidaknya sedikit berbincang-bincang dengan leluasa.


•••


Saat sampai di tempat yang dirasanya tepat...


Sepi, jarang dilewati orang, tempat tersembunyi yang aman dan terasa damai.


Raisa membiarkan si pelaku untuk duduk bersandar di bawah pohon. Kemampuannya telah disegel menjadikan ia tak mampu berbuat lebih banyak. Walaupun lukanya telah Raisa sembuhkan, namun ia tetap lemah tanpa tenaga sihirnya. Dan, si pelaku pun sudah dililiti tali yang dibawa Devan agar tak mampu membuatnya banyak bergerak.


"Maaf, telah mengikatmu. Kau diamlah di sini dulu. Biarkan kami berbincang sebentar." Kata Raisa


"Terserah kau saja. Aku pasrah mengikuti katamu. Aku hanya ingin cepat bertemu dan berkumpul kembali dengan kawanku." Ucapnya


"Maklumilah... Kau sebentar lagi akan kembali bertemu dan berkumpul dengan kawanmu, kau bisa puas tinggal bersama mereka nantinya, walaupun itu di penjara. Sedangkan kami, jarang bagi kami bisa puas bertemu karena dunia tempat kami tinggal berbeda. Walaupun sering bertemu pun, kami terus harus berpisah, lagi dan terus seperti itu... Jadi, berilah kami waktu sebentar saja." Ujar Raisa


"Hmn, baiklah... Aku bisa mengerti." Katanya


"Syukurlah. Terima kasih..." Raisa berbalik mendapati semua temannya berkumpul melepas penat akivat kekhawatiran mereka. Dan ternyata yang dikhawatirkan malah baik-baik saja menghadapi masalahnya.


"Nah, terima kasih sudah mau datang mengunjungi dan membantuku. Maaf, merepotkan kalian semua..." Ucap Raisa


"Tidak perlu begitu... Kita semua berteman dan sudah seharusnya saling membantu. Tadinya kami sangat mengkhawatirkanmu, Raisa." Ujar Sanari


"Ya, syukurlah kau akhirnya baik-baik saja. Kau tau, Raisa? Amy terus mengkhawatirkanmu sampai hampir menangis keras." Kata Wanda


"Huhu, benar... Aku sangat rindu dan mengkhawatirkanmu. Hampir saja aku menjerit saat kami semua tau kau dalam kesulitan. Apa kau tau, Morgan juga sangat panik? Dia sampai mengotot ingin dan bersih keras harus melintasi ruang dimensi untuk segera menemuimu." Ungkap Amy sambil sesegukan menahan tangisnya akibat rasa khawatirnya.


"Hei, kenapa jadi aku!? Tentu, kita berteman memang harus saling membantu. Seperti halnya Raisa yang butuh bantuan saat kesulitan, makanya kami datang ke sini." Tukas Morgan menyangkal kekhawatirannya.


"Sudahlah, kau jujur saja, Morgan! Awalnya kan kau yang paling khawatir dengan keadaan Raisa dan kalang kabut ingin pergi membantu ke mari." Sambar Aqila membeberkan situasi yang dialami Morgan.


"Hei, diamlah kau Aqila! Kau ini berisik sekali!" Timpal Morgan


"Morgan, kau harus jujur! Tidak boleh menutupi kebenaran dan berbohong seperti itu..." Ledek Ian


"Berisik!" Kata Morgan


Raisa terkekeh mendengar penuturan Aqila yang membuat Morgan malu akibat menutupi perasaannya.


Yang lain pun sama seperti Raisa, mereka tertawa kecil saat melihat Morgan yang berusaha menutupi ekspresi malu pada wajahnya...


"Tenanglah, Amy... Sekarang kau sudah bisa lihat bahwa aku baik-baik saja. Kalian semua bisa tenang. Jadi, adakah yang bisa jelaskan padaku, bagaimana cara kalian datang ke mari?" Ujar Raisa


"Itu juga karenamu, Raisa. Berkat lambang Bunga Teratai Putih dari kekuatanmu yang kau berikan pada kami semua, kami jadi bisa mengetahui kondisi satu sama lain. Saat ada yang terluka atau dalam kesulitan, lambang bunga ini dapat muncul menandakannya. Kami jadi bisa segera membantu satu sama saat lambang ini muncul. Hari ini, saat lambang bunga tiba-tiba muncul dengan warna merah, kami segera mencari tau siapa yang dalam kesulitan itu. Kami semua berkumpul namun semua baik-baik saja. Dari situ kami tau, bahwa yang dalam kesulitan itu adalah kau. Saat semua baik-baik saja tapi tanda ini tetap muncul, dari situlah kami menyadari bahwa satu-satunya yang mempunyai lambang ini selain kami semua adalah kau! Asal muasal dan sumber dari lambang kekuatan yang saling menghubungkan kami bahkan kita semua... Maka dari itu kami sangat khawatir dan segera mencari cara untuk bisa datang ke sini." Ungkap Rumi


"Dan, di saat yang diperlukan Paman Elvano datang... Ternyata tepat saat dia kembali ke desa dan mencari Aqila di tempat kami berkumpul. Karena kebetulan dia datang kami meminta bantuannya dan memohon padanya agar membukakan portal ke sini dan mengizinkan kami semua pergi membantumu. Cukup sulit membujuknya... Namun karena Aqila dan Morgan terus memohon dan mengatakan kami semua akan baik-baik saja, Pama Elvano menyetujuinya dan mengizinkan kami datang ke sini. Dengan bantuannya yang membukakan portal kami pun menemuimu ke sini..." Jelas Devan


"Paman Elvano, benar-benar sangat tampan dan baik hati! Tapi, dia menyuruh kami segera kembali saat urusan kami membantumu sudah selesai. Sayang sekali... Sepertinya dia begitu karena benar-benar sayang pada Aqila. Dia benar-benar perhatian dan peduli dengan anak gadisnya. Benar-benar pria idaman semua wanita!" Ucap Chilla

__ADS_1


"Chilla, benar! Lalu, jika kalian harus segera kembali. Bagaimana caranya?" Kata Raisa


"Kau yang akan mengirim kami kembali. Kau kan juga bisa membuka portal. Kau akan membantu kami kembali kan, Raisa?" Ujar Marcel


"Kata siapa? Kali ini tenagaku benar-benar terkuras... Sepertinya takkan bisa membantu membuka portal untuk kalian pulang." Ucap Raisa


"Hei, yang benar saja! Masa kami tidak bisa kembali?!" Panik Sandra


"Hei, omong kosong apa lagi itu!? Kalau kau tak bisa membawa mereka kembali ke dunia mereka, lalu bagaimana denganku? Bukankah kau sudah berjanji aku akan bisa kembali pada kawanku dan berkumpul di sana?!" Protes si pelaku yang mendenngar percakapan Raisa.


"Hehe, aku hanya becanda. Tenang saja, kalian akan kembali pulang. Termasuk kau juga, akan berkumpul dengan kawanmu lagi. Kali ini aku serius! Maaf..." Ujar Raisa disertai kekehan gurauannya.


"Kau membuat kami cemas, Raisa..." Kata Dennis


"Maaf, aku tak bermaksud begitu..." Imbuh Raisa


"Kau sudah bertanya pada kami, sekarang kami yang akan bertanya padamu... Bagaimana ceritanya dia bisa datang ke sini? Dari awal kau sudah menyadari bahwa yang membuat onar di duniamu ini adalah orang yang kita temui di dimensi asing saat itu, kau pasti tau bagaimana dia bisa ke mari, kan?" Ucap Morgan


"Lalu, bagaimana kau tau bahwa masih ada sekelompok kawannya yang masih hidup di Desa Daun kami? Padahal saat setelah pertarungan besar saat itu kau tak sadarkan diri di rumah sakit. Apa kau lagi-lagi memimpikan hal itu seperti banyak hal sebelumnya?" Tanya Devan sembari berbisik supaya si pelaku tidak dapat mendengarnya.


"Itu semua hanya tebakan yang beruntung! Aku mempunyai firasat tentang itu..." Kata Raisa


"Maksudmu, kau menebak masih ada kawannya yang masih hidup di desa kami? Bagaimana jika tebakanmu salah? Bukankah kau hanya memberi harapan palsu padanya?" Selidik Devan dengan pelan.


"Begini, akan kuceritakan semuanya... Awalnya aku tak tau siapa yang membuat onar di duniaku ini, karena dia bertindak secara sembunyi-sembunyi dan hanya memanfaatkan orang-orang yang dia kendalikan pikirannya untuk berbuat kerusakan dan menyerangku. Namun, saat pertama aku menangani orang yang dikendalikan pikirannya itu, aku menyadari satu hal... Belakangan ini, di sini terdapat berita aneh yang menggemparkan. Seseorang melihat adanya lingkaran aneh muncul di tempat pertama kali kau datang ke dunia ini saat portal Paman Elvano rusak. Bahkan ada yang merekamnya! Aku sadar bahwa itu adalah portal yang membawa dia datang ke sini demi melarikan diri dari dimensi asing itu... Aku sudah menduga bahwa dia akan sulit bertahan hidup di sana dan mencari tempat pelarian yang ternyata malah membawanya ke sini. Aku berhasil menebak itu semua dengan benar..." Raisa menceritakan kronologi cara si pelaku datang ke dunianya pada teman-temannya.


"Lalu, bagaimana kau bisa tau bahwa mereka yang menyerang Desa Daun bersama Sang Dewa saat itu juga adalah kawannya?" Tanya Aqila


"Seperti tebakanku yang lainnya, aku hanya berhasil menebaknya dengan teori pemikiranku! Saat itu, mereka yang menyerang desa kalian dapat terlihat melakukan penyerangan dengan tergesa-gesa, tanpa persiapan yang matang makanya mereka dengan mudah kalian kalahkan... Tebakanku adalah, Sang Dewa mendatangi suatu wilayah yang kemungkinan dalam krisis besar. Sang Dewa muncul di sana dan memberi harapan besar pada mereka semua. Mengiming-imingi si pelaku dan semua kawannya dengan kekuatan besar orang-orang di Desa Daun. Sang Dewa memaparkan, jika mereka semua mau bekerja sama melakukan penyerangan ke desa kalian maka mereka semua bersama Sang Dewa akan mendapatkan dan merebut kekuatan orang-orang yang berada di Desa Daun untuk hidup yang jauh sejahtera dan mereka takkan mungkin kesulitan lagi. Dengan hanya persiapan membawa pasukan dalam jumlah besar tanpa memikirkan strategi yang baik mereka pun menyerang desa kalian, dan akhirnya malah mereka yang berhasil dikalahkan. Dan mereka yang selamat dati pertarungan besar itu sudah pasti malah menerima hukuman untuk masuk penjara." Ungkap Raisa memaparkan teori tebakannya.


"Semua itu sih hanya tebakanku saja... Benar begitu, bukan?" Ujar Raisa bertanya, apakah semua tebakannya itu benar?


"Kau bagaimana bisa menebak semua itu dengan benar?" Heran Dennis


"Ya, itu hanya firasatku yang menebaknya. Semua itu hanya kebetulan yang beruntung..." Kata Raisa


"Lalu, bisa kau jelaskan... Kenapa kau sampai harus melakukan penyamaran di duniamu sendiri?" Tanya Billy


"Kenapa, aneh ya? Hal yang terjadi hari ini benar-benar suatu langka di duniaku. Tidak pernah terjadi yang seperti ini di sini... Mereka semua yang mengalaminya terkejut bukan main! Kerusuhan seperti ini saja mereka tak pernah temukan, apa lagi ada orang yang menangani musibah seperti ini. Terdengar seperti mustahil! Makanya aku melakukan penyamaran ini..." Jawab Raisa menjelaskan.


"Kalian tau, kenapa aku bisa menghilangkan pengaruh sihir pengendali pikiran pada mereka yang terpengaruh? Apa kalian tau, apa arti dari lambang inti kekuatan sihirku? Sihir dengan inti lambang Bunga Teratai Putih memiliki arti 'Kemunian'. Dengan kukuatan sihir yang murni, aku dapat memurnikan pengaruh jahat apapun. Termasuk menghilangkan pengaruh sihir seperti sihir pengendali pikiran. Bukan bermaksud sombong... Selain memiliki arti positif itu, lambang Bunga Teratai Putih juga memiliki artian negatif. Yaitu, 'Pandai Berpura-pura'. Dengan adanya artian seperti ini, aku mengubahnya menjadi positif menurutku... Yaitu dengan berpura-pura menjadi sosok lain alias melakukan penyamaran sebagai Putri Burung Teratai Putih. Kalian tau kan, aku memakai sihir sepasang sayap burung dan kalian lihat, aku memakai topeng dengan lambang bunga teratai putih kecil di bagian dahi yang menunjukkan lambang sihirku..." Ungkap Raisa


"Nama sebutan Putri Burung Teratai Putih ini, sebenarnya baru saja terpikirkan olehku saat ada yang menanyakannya. Sebenarnya aku bingung harus menyebutkan nama apa sebagai penyamaranku, namun hanya nama itu yang terpikirkan olehku. Dan, aku malu sekali menyebutkan nama itu di hadapan kalian semua. Kalian tau, nama itu terdengar konyol, bukan? Aku pikir kalian akan menertawakanku..." Ucap Raisa seraya menunduk tersipu malu.


"Tidak juga kok... Menurutku, nama itu cocok dengan penyamaranmu saat ini." Ujar Sanari


"Iya. Nama itu juga cantik untukmu yang seperti ini." Kata Amy


"Ahaha, terima kasih..." Kikuk Raisa merasa malu mendengar pujian untuknya.

__ADS_1


"Ya, walaupun memang terdengar konyol pun kami takkan menertawakanmu kok." Ucap Morgan


"Ya, karena kami tau alasan kau berbuat seperti ini... Alasanmu juga masuk akal." Ujar Billy


"Morgan, tak usah kau sembunyikan jika memang ingin tertawa. Tak perlu kau tahan, aku tau kau memang ingin menertawaiku!" Sindir Raisa


"HAHAHAHAHAHA!! Sebenarnya itu baru terdengar konyol saat kau menjelaskannya. Jika tidak kau jelaskan, aku takkan menyadari bahwa benar nama itu memang terdengar agak konyol... Maafkan aku." Ungkap Morgan dengan tawa besarnya.


"Ya, aku memang sudah tau kau akan berekasi seperti apa." Kata Raisa


"Bagaimana jika kau melepas penyamaranmu? Aku ingin melihat dirimu tanpa penyamaran ini. Aku rindu melihat sosok aslimu." Pinta Chilla


"Ya, lagi pula sudah tidak ada orang yang melihat kita di sini. Kurasa akan aman jika kau melepas penyamaranmu." Ujar Marcel


"Benarkah akan aman? Tapi kenapa kau mau aku melepas penyamaranku? Bukankah kalian sudah tau diriku yang asli seperti apa?" Tanya Raisa


"Pasti aman! Hanya ada kami di sini. Takkan ada juga yang menyadari keberadaan kita di sini. Jadi, singkirkan saja penyamaranmu. Sandra belum melihat sosok aslimu, biar dia mengetahui seperti apa dirimu." Ucap Wanda


"Hei, kenapa membawa-bawa aku? Katakan saja, itu dirimu yang menantikannya!" Sambar Sandra


"Haruskah seperti itu?" Ragu Raisa


"Ya, tunjukkanlah dirimu. Kita semua teman. Kau tak perlu menutupi diri dari kami dan di sini pun aman..." Ujar Aqila


"Baiklah..." Setuju Raisa


Raisa pun menanggalkan wujud transformasi sihirnya dan terpampanglah sosoknya yang sebenarnya~


Sayap burungnya menghilang sama halnya topeng yang menutupi area mata pada wajahnya, pakaiannya berubah, penampilannya pun berganti...


Menjadi... Raisa yang menggunakan seragam sekolah SMA, Putih Abu-Abu... Dan juga tas hijau yang ia gendong di punggungnya.


"Sebenarnya ini bukanlah penyamaran asli, aku hanya menggunakan wujud transformasi sihirku." Ungkap Raisa


"Kau membawa tas, Raisa? Kau habis pergi?" Tanya Amy


"Tidak. Aku membawa beberapa buku pelajaran karena tadi aku baru saja pulang sekolah. Ah, sekolah di duniaku seperti halnya akademi di dunia kalian. Kegiatan belajar mengajar, seperti itulah..." Jawab Raisa


*Di dunia dimemsi tempat teman-teman Raisa tinggal hanyalah terdapat tempat pendidikan yang mengajarkan ilmu sihir dan ilmu pertahanan bela diri yang disebut akademi. Tempat satu-satunya yang melakukan kegiatan belajar-mengajar.


"Kau memakai pakaian apa, Raisa? Sejak kami datang banyak sekali yang memakai pakaian serupa. Apa itu seperti seragam?" Tanya Sanari


"Benar sekali! Di sini kami yang masih sekolah pasti memakai seragam. Seragam pun ada banyak rupanya, tapi inilah seragam sekolah di tingkatan sekolahku." Jelas Raisa


.



Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2