
Setelah Chilla pergi, Raisa terus mengantri di kedai. Antrian terus berkurang dan menyisakan Raisa yang hendak memesan. Raisa pun melangkah maju...
"Nona, mau pesan apa?"
"Saya baru pertama kali ke sini, saya akan lihat menunya dulu sebentar."
"Oh, pelanggan baru! Selamat datang di kedai makan kami!"
Raisa membalas ucapan selamat datang itu dengan senyuman ramahnya...
Lalu, ia kembali fokus melihat deretan menu yang tertulis di hadapannya~
Tiba-tiba, rasa merasakan perasaan aneh yang tidak mengenakkan. Namun, ia tepis prasangkanya dan beralih berpikir hanya karena dekat dengan posisi koki memasak jadi perasaan tidak enaknya mungkin karena hawa panas dari arah sana...
BLAARR~~
Tiba-tiba saja di sana kompor yang sedang meledak begitu saja! Dinding kedai yang terbuat dari kayu pun terbakar dan runtuh berjatuhan...
Orang-orang menjadi panik dan berhamburan ke luar, koki yang tadinya sedang memasak berteriak minta tolong!
Melihat itu, Raisa tak bisa tinggal diam. Tentu saja, ia langsung bergerak menolong orang-orang yang masih terjebak di sana.
Raisa menggunakan sihirnya untuk menghadang api dari orang-orang. Namun, Raisa hanya bisa menghalau apinya tidak bisa sekaligus memadamkan api yang terus berkobar itu~
Ini masalah yang cukup serius! Ada dalang di balik apa yang sedang terjadi, api yang muncul sampai kompor yang tiba-tiba saja meledah adalah karena ulah seseorang yang mengendalikan kejadian saat ini dan orang itu cukup kuat untuk menjadi lawan Raisa. Raisa pun hanya bisa membantu orang-orang agar dapat segera ke luar dari kepungan api.
"Ayo, cepat ke luar dari sini!" Pekik Raisa
Walau tidak bisa sekaligus nemadamkan api itu, Raisa terus mencoba menghadang api dan menuntun orang-orang untuk ke luar dari sana.
Raisa membawa orang-orang ke tempat yang aman dari jangkauan api. Tak jauh dari sana ada sungai kecil yang mengalir, itu dimanfaatkan Raisa untuk mengobati orang yang terkena luka bakar.
Dengan sihirnya, Raisa mengambil air dari sungai dan segera mengobati para koki yang terkena luka bakar dengan air sungai yang sudah ia berikan sihir medis. Itu membuat luka terasa sejuk dan berangsur membaik walau tidak bisa langsung menghilangkan luka bakar seutuhnya, setidaknya korban tidak lagi merasa sakit dari panasnya api yang membakar kulit mereka.
Saat Raisa menangani korban yang terluka, api kembali muncul seperti hujan meteor. Raisa pun berusaha membuat para korban agar tetap tenang.
"Bibi Siera, kau dapat dengar aku?" Tanya Raisa yang mengirimkan transmisi suara mrnggunakan sihirnya.
"Raisa... Apa itu kau?" Seseorang yang Raisa hubungi melalui transmisi suara pun membalasnya.
"Ya, ini aku. Bibi, aku butuh bantuanmu. Di bagian barat pasar desa, salah satu kedai mengalami kebakaran misterius. Korban sudah kubawa ke dekat sungai kecil di sini. Tolong segera kirimkan bantuan! Aku masih harus pergi meninggalkan mereka untuk memeriksa sesuatu!" Ucap Raisa meminta bantuan.
"Baik, aku mengerti! Tapi, kau mau pergi ke mana?"
"Ada seseorang yang mengendalikan peristiwa ini. Teror hujan api masih bermunculan, sihirku pun tidak bisa memadamkan apinya. Aku harus menangkap dalang yang ada di balik ini semua!"
"Raisa, itu bisa saja berbahaya! Jangan gegabah. Tunggu saja kami datang ke sana untuk membantu."
"Jangan khawatirkan aku, tolong cepat datang saja. Aku merasa dalang di balik ini sedang mengincarku, kalau aku masih di sini, akan ada banyak orang yang tidak bersalah akan terluka lebih parah lagi." Setelah mengatakannya, Raisa pun memutus sihir transmisi suaranya.
Korban yang telah diselamatkan masih merasa ketakutan dengan adanya teror hujan api yang berjatuhan. Mereka bergemetar menahan rasa takut itu...
"Aku sudah meminta bantuan dengan sihir transmisi suara, mereka akan segera datang. Aku akan memeriksa apa yang sedang terjadi." Ucap Raisa
"Nona, terima kasih sudah menolong kami."
Raisa tersenyum dan mengangguk kecil...
"Jaga diri kalian!" Pesan Raisa
Dengan menggunakan sihirnya, sepasang sayap terbentang di balik punggung Raisa. Dalam satu gerakan Raisa pun terbang mengudara~
Raisa yang awalnya pergi bersama Chilla pun tidak lupa mrngirimkan pesan transmisi suara pada satu temannya itu...
"Chilla, ini aku. Raisa! Aku akan pergi sebentar. Harap jaga dirimu baik-baik."
"Apa-apaan itu? Raisa, apa maksudmu?" Bingung Chilla
Chilla mencoba membalas pesan Raisa, namun sihir transmisi suara yang dikirimkan padanya terputus begitu saja...
"Baru saja ditinggal pergi sebentar, kenapa dia juga jadi pergi?" Gumam Chilla
Raisa terbang pergi untuk mencari dalang di balik kejadian misterius itu, sekaligus mencoba memancing teror aneh itu pergi menjauh dari para korban. Dan, benar saja! Hujan api yang tadi berjatuhan kini berterbangan seolah sedang mengejarnya. Bahkan hujan api itu berubah menjadi bola api berukuran raksasa! Raisa terus mencoba menghindari bola api misterius itu dan sampai sekarang masih belum menemukan pelaku yang mengendalikan teror yang mengincarnya itu...
Raisa mencoba mencari tempat luas yang sepi untuk mengakhiri teror aneh itu. Raisa pun mendarat di suatu tempat~
Walau tidak bisa memadamkan bola api besar itu, Raisa terus mencoba mengendalikan api itu sampai akhirnya api itu menghilang. Tapi, saat terus mencoba dan berusaha, ia malah terkena kobaran bola api itu... Dan bola api itu kini seakan melahap tubuhnya~~
UKH!!
Raisa meringis menahan hawa panas yang membakar tubuhnya. Seperti yang pernah dikatakannya, baginya rasa panas lebih tidak buruk dari rasa dingin. Namun, karena api itu terus menyelimuti tubuhnya membuat Raisa mau tidak mau memilih sesuatu yang mungkin buruk baginya, yaitu menceburkan diri ke sungai!
Raisa teringat sesuatu yang dilihat di dalam mimpinya. Sihir elemen api yang akan melahap tubuh seseorang yang hanya bisa dipadamkan dengan air dalam jumlah besar! Raisa harus mencoba cara itu karena mungkin saja sihir yang sedang melahapnya adalah sihir yang serupa dengan yang ada di dalam mimpinya itu...
Raisa berharap cara yang terpikirkan olehnya akan berhasil. Setelah mencoba mengatur pernapasannya, Raisa pun menceburkan dirinya ke dalam sungai yang sedang nengalir deras~
Blub...
Blubub!
Blub... Blub~~
Raisa terus masuk ke dalam sungai sampai hampir menyentuh dasarnya. Raisa memang pernah berkata tidak tahan dengan dingin, tapi bukan berarti dirinya tidak bisa berenang~
---
Setelah menyerahkan laporan misi dan memeriksa panggilan misi yang ada, Rumi langsung pergi begitu saja dengan berlari cepat!
__ADS_1
"Hei, Rumi! Kau mau ke mana?!" Pekik Morgan
Morgan melirik ke arah Aqila yang wajahnya berubah jadi muram. Tak jauh beda dengan wajah Rumi yang terlihat panik dan gelisah...
"Morgan, apa kau tidak melihat tandanya?" Tanya Aqila
Satu-satunya tanda yang dimakdud Aqila adalah lambang sihir dari Raisa yang diberikan pada mereka.
"Maksudmu, tanda berlambang sihir milik Raisa? Tandanya muncul dengan warna merah!" Ujar Morgan setelah memeriksa telapak tangannya.
Aqila mengangguk...
"Aku rasa Raisa sekarang dalam bahaya. Rumi langsung menyadarinya, makanya dia langsung bergegas pergi." Ucap Aqila
"Kalau begitu, ayo! Kita pergi juga!" Kata Morgan
Morgan dan Aqila pun langsung berlari menyusul Rumi...
"Aqila, apa kau ingat Raisa bilang akan pergi ke mana?" Tanya Rumi begitu Aqila dan Morgan berhasil menyusulnya.
"Raisa bilang akan perhi bersama Chilla memburu makanan di pasar barat." Jawab Aqila
Rumi bergeleng pelan.
"Raisa tidak sedang di sana." Kata Rumi
"Apa kau bisa merasakan keberadaannya?" Tanya Aqila
Rumi mengangguk kecil...
"Ikuti aku!" Kata Rumi
"Apa mereka berdua benar-benar punya semacam ikatan batin?" Gumam Morgan bertanya-tanya.
---
"Ada apa ini? Kenapa kedainya terbakar? Lalu, di mana Raisa?" Bingung Chilla
Chilla baru saja kembali ke tempat saat ia meninggalkan Raisa, namun kedai tempat Raisa nengantri makanan malah hangus terbakar. Di sana ada ahli sihir pemadaman, Chilla pun mencoba bertanya pada mereka...
"Tuan, sebenarnya apa yang terjadi di sini?" Tanya Chilla
"Kami juga tidak tahu, kami hanya dapat laporan tempat ini terbakar dengan misterius."
"Lalu, di mana orang-orang yang ada di kedai? Temanku tadi sedang mengantri makanan di sini!" Ujar Chilla bertanya.
"Kami tidak tahu teman yang kau maksud, tapi beberapa korban di tempatkan di dekat sungai di belakang sana..."
Chilla pun bergegas karena kemungkinan Raisa juga ada di sana.
"Bibi Sierra, apa di sini ada Raisa?" Tanya Chilla saat melihat ada Bibi Sierra di dekat sungai yang dimaksud.
"Harusnya aku tidak pergi meninggalkannya!" Gumam Chilla
"Chilla, bisakah kau mencarinya? Aku rasa dia dalam bahaya!" Pinta Bibi Sierra
"Kurasa itu memang benar! Sinyal merah menyala pada lambang sihir pemberiannya. Raisa, kuharap kau masih baik-baik saja!" Batin Chilla
"Nona itu... Dia menyelamatkan kami, dia pergi ke arah selatan." Salah satu korban memberi tahu ke arah mana Raisa pergi.
"Baiklah, Bibi. Kalau begitu, aku pergi mencari Raisa dulu!" Kata Chilla yang beranjak pergi.
---
Raisa kembali naik ke permukaan setelah berendam air sungai dan api yang menyulut tubuhnya sudah berhasil padam. Raisa ke luar dari sungai setelah merasa ancaman yang mengincarnya sudah tidak ada, tapi dugaannya salah!
Raisa mencoba mengatur kembali nafasnya setelah ke luar dari dalam air, namun teror kembali datang padanya!
Ancaman bola api memang sudah tidak lagi muncul, namun kini tanah yang dipijaknya berguncang tidak seimbang~
Bagai ombak laut, tiba-tiba saja tanah melonjak naik ke udara mencoba menindih tubuh Raisa yang lemah! Raisa pun dengan cepat menghindari serangan terror itu lagi. Lagi-lagi pelaku yang mengatur terror itu tidak muncul atau terlihat sama sekali. Ombak tanah yang mencoba menggulung tubuh Raisa terus bermunculan...
Raisa terus berusaha menghindar, tapi ia merasa tenaganya semakin banyak terkuras. Sebagai usaha terakhir, Raisa pun memecah ombak tanah itu dengan sihirnya. Berhasil! Tanah yang berusaha menggulungnya pun hancur menjadi serpihan batu. Raisa memanfaatkan waktu untuk pergi dari sana dan terbang mengudara dengan cepat~
Raisa melihat lambang sihir di telapak tangannya, sinyal berwarna merah muncul dan perasaannya menjadi tidak enak. Satu nama muncul di benaknya. Rumi!
..."Apa bukan hanya aku yang berada dalam bahaya? Kuharap yang lain baik-baik saja, tapi aku harus memastikannya secara langsung!" Batin Raisa...
Raisa pun bergegas mencari sumber bahaya lain dalam kondisinya yang semakin melemah. Kini bahkan terbangnya pun semakin tidak seimbang dan terus bergerak turun karena hampir kehabisan tenaga, tapi Raisa terus berusaha...
Saat penglihatannya mulai kabur, Raisa menangkap suatu situasi yang nembutuhkan bantuannya. Raisa pun segera mendarat~
Terror yang sebelumnya mengincarnya kini terlihat menyerang ketiga temannya secara misterius. Salah satu dari mereka adalah kekasih hatinya! Raisa menyaksikan saat ketiga temannya itu tertimpa gelombang tanah seperti yang sebelumnya berusaha menguburnya hidup-hidup...
Raisa memekik dan tidak akan tinggal diam atas apa yang telah terjadi begitu saja!
"Siapa pun yang telah melukai mereka yang berharga bagiku takkan pernah kulepaskan!" Ancam Raisa
Terror masih terus bermunculan...
Raisa pun mengaktifkan Mode Sihir Teratai Putih yang paling murni dari dalam dirinya. Tanda Bunga Teratai Putih yang merupakan lambang inti sihirnya muncul di tengah keningnya~
Raisa mencoba nenyatukan diri dan sihirnya dengan alam. Matanya terpejam damai, tangannya menyentuh permukaan tanah... Di atas tanah muncul tanda Bunga Teratai Putih yang merupakan lambang inti sihirnya~
Raisa merapalkan mantra dengan serius...
Di sana, seluruh elemen sihir yang Raisa kuasai muncul secara ajaib!
__ADS_1
API, UDARA, AIR, TANAH, PETIR, TANAMAN~~
Semuanya berputar menjadi satu!
Ini adalah teknik sihir terkuat untuk menemukan lawan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Merasakan keberadaan musuh melalui seluruh elemen sihir dan menghadiahinya serangan telak menggunakan sihir alam dari jarak sejauh apa pun!
BOOM!!~~
Walau tidak melihat lawannya terluka akibat serangannya secara langsung, Raisa dapat merasakan lawannya terkapar setelah kalah melawan sihir alam yang Raisa kirim padanya...
"RUMI, AQILA, MORGAN!!" Pekik Raisa
"Raisa, apa itu kau? Tunggu baik-baik, aku akan ke luar melihat kondisimu!" Ujar Rumi
"Tidak, tetaplah diam. Kalian bertiga jangan ada yang bergerak, aku yang akan mengeluarkan kalian dari bawah sana!" Ucap Raisa
Raisa pun mengangkat tumpukan tanah yang menimpa Rumi, Aqila, dan Morgan sekaligus! Tanah itu hancur berkeping-keping setelah Raisa selesai menggunakan sihirnya...
Rumi menatap Raisa yang terlihat aneh itu dengan sangat lekat. Aqila terlihat meringis karena terluka.
"Raisa, kau baik-baik saja? Kami khawatir denganmu, terutama Rumi!" Ujar Morgan bertanya.
Raisa mengangguk seraya tersenyum kecil...
"Syukurlah, kalian baik-baik saja!" Kata Raisa
BRUKK!~~
Raisa terjatuh lemas begitu saja setelah memastikan semua baik-baik saja...
"Raisa, bangunlah!" Pekik Rumi
"Maaf karena aku datang terlambat." Lirih Raisa dengan suara yang hampir tidak terdengar.
Kesadaran Raisa pun hilang~
"Raisa, sadarlah! Kau masih harus baik-baik memeriksa keadaanku, kan? Jadi, sadarlah!" Ujar Rumi yang tidak terima melihat kondisi Raisa yang sangat buruk.
Rumi menyesal karena datang terlambat dan tidak sempat menolong Raisa, tapi justru Raisa yang menyelamatkannya bahkan meminta maaf padanya.
"Raisa! Kalian menemukannya? Apa yang terjadi padanya?" Tanya Chilla yang baru saja muncul setelah menemukan mereka berempat.
"Chilla, bukankah tadi kau pergi bersamanya?" Tanya Aqila
"Kami sempat berpisah sebentar, saat aku kembali ingin menemuinya, Raisa sudah tidak ada." Jawab Chilla
"Chilla, tolong kau bantu Aqila dan Morgan. Aku akan membawa Raisa ke rumah sakit segera!" Kata Rumi yang bangkit dengan menggendong tubuh Raisa.
Rumi pun beranjak pergi dengan cepat sambil menggendong Raisa (ala bride style)~
"Bertahanlah, Raisa! Maafkan aku yang selalu tidak ada saat kau dalam kesulitan sampai kau selalu saja terluka seperti ini..." Gumam Rumi
Rumi menggendong Raisa dengan erat dalam pelukannya...
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu? Seluruh tubuhmu basah kuyup, tapi kenapa tubuhmu terasa sangat panas seperti terbakar?" Batin Rumi bertanya-tanya dengan bingung.
...
Tidak lama Bibi Sierra kembali ke rumah sakit setelah membawa korban kebakaran misterius, di sana terlihat Rumi datang membawa Raisa dalam pelukannya.
"Siapa pun, kumohon tolong!" Panik Rumi
"Rumi, kau menemukan Raisa dan membawanya ke sini... Ada apa dengannya?" Ujar Bibi Sierra bertanya.
"Aku tidak tahu." Jawab Rumi dengan tubuh gemetar.
"Kau tenanglah dulu. Tolong bawa Raisa masuk ke dalam sini..." Kata Bibi Sierra
Bibi Sierra menuntun Rumi untuk membawa Raisa masuk ke dalam ruang tindakan. Di sana sudah ada Nyonya Sunny yang siap membantu.
Rumi pun membaringkan tubuh Raisa di ranjang perawatan...
"Biarkan Nyonya Sunny memeriksa Raisa terlebih dulu. Bisakah kau jelaskan padaku, apa yang terjadi di luar?" Ujar Bibi Sierra
Bibi Sierra pun mengajak Rumi ke luar dari ruangan. Membiarkan Nyonya Sunny memeriksa kondisi Raisa dengan cermat. Nyonya Sunny adalah ketua yayasan rumah sakit yang juga sering membantu pekerjaan di rumah sakit, keahliannya setara dengan Bibi Sierra.
"Bisa kau ceritakan padaku... Bagaimana kondisi Raisa saat kau menemukannya?" Tanya Bibi Sierra
"Bukan aku yang menemukannya, tapi Raisa yang menemukan kami. Saat aku menyadari adanya sinyal tanda bahaya, aku bersama Aqila dan Morgan langsung pergi mencarinya. Di tengah jalan, ada sesuatu yang tidak terlihat menyerang kami sampai akhirnya kami tertimpa tanah. Saat itulah Raisa datang menyelamatkan kami, tapi dia terjatuh pingsan sesaat setelah mengeluarkan kami dari timbunan tanah. Aku melihatnya dan merasakan saat membawanya ke sini, tubuhnya basah kuyup, tapi terasa sangat panas seperti terbakar! Aku tidak tahu apa yang telah terjadi padanya, tapi tolong selamatkan dia." Jawab Rumi mengungkapkan.
"Tadi Raisa melaporkan terjadinya kebakaran misterius di pasar barat, dia meminta bantuan untuk datang ke sana. Lalu, dia berkata akan mencari pelaku di balik kebakaran itu. Kurasa dia terkena serangan dari pelaku misterius yang juga menyerangmu di tengah jalan saat mencarinya tadi." Ungkap Bibi Sierra
"Tadi Chilla juga menemui kami, aku sudah memintanya untuk membantu Aqila dan Morgan. Mungkin mereka sedang dalam perjalanan ke sini." Ucap Rumi
"Itu tidak masalah. Mereka pasti baik-baik saja. Kalau begitu, aku akan membantu Nyonya Sunny di dalam. Kau tunggulah di sini atau pergilah periksakan juga kondisimu." Ujar Bibi Sierra
Rumi mengangguk mengerti...
Bibi Sierra pun masuk ke dalam ruang tindakan untuk membantu Nyonya Sunny menangani Raisa.
Setelah melakukan banyak cara, masih belum ada perubahan signifikan pada kondisi Raisa. Kondisi Raisa masih sama seperti saat ia di bawa ke rumah sakit, hanya saja pakaiannya yang basah sudah mengering setelah lama dibiarkan, namun tubuhnya masih terasa sangat panas.
Sebenarnya, apa yang telah terjadi pada Raisa?
.
•
__ADS_1
Bersambung...