
Raisa pun mengeluarkan ponselnya dari saku seragamnya dan langsung nembuka grup media sosial sekolahnya untuk mengecek video mengenai cerita menghebohkan itu...
Setelah mencari-cari video dari banyaknya postingan dalam grup media sosial sekolah, Raisa pun menemukan beberapa video mencurigakan yang sedang heboh dalam grup tersebut.
Raisa pun membuka dan mecoba memutar video itu...
Dan hasilnya, video berdurasi pendek itu mampu membelalakkan matanya dengan sempurna!~
-Bagaimana bisa...?
Raisa yang terkejut pun membekap mulutnya agar tak mengeluarkan suara yang dapat membingungkan kedua sahabatnya jika mendengar dan mengetahui reaksinya setelah melihat video itu...
Ternyata benar! Ada yang menangkap dirinya dengan lensa kamera ponsel dan merekamnya. Untung saja, rekaman itu tidak jelas karena blur...
Mungkin saja ponsel yang menangkap dirinya berkualitas rendah. Bukan bermaksud merendahkan atau menjelek-jelekkan. Namun, ia merasa lega dan beruntung bahwa sosoknya yang terekam tidak nampak jelas hingga tak dapat mengungkap jati dirinya.
Lalu, Raisa pun membuka video heboh lainnya...
Dan, benar saja!
Ternyata ada yang merekam hal yang nampak mustahil itu~
...'Aku di rekaman video sebelumnya masih sebatas aman. Rupa dan wajahku ga terlihat jelas. Mungkin, si perekam saat itu menurunkan HPnya untuk memastikan keberadaanku di atas atap itu dengan matanya sendiri. Tapi, aku sudah lebih dulu pergi dan menghilang dengan sihir. TAPI! 2 Rekaman lainnya... Ternyata benar, ada kehadiran orang yang berkemampuan sepertiku. Walau rekamannya juga kurang jelas, tapi, kuyakin! Lubang hitam misterius itu adalah portal penjelajah! Berarti orang itu bukan dari sini. Entah dari dunia sini yang berasal dari tempat jauh lain datang ke sini dengan kemampuan membuka portal sepertiku atau dari dunia lain dimensi asing, aku ga tau... Aku aja punya kemampuan ini, pasti ga menutupi kemungkinan ada orang lain yang sama spesialnya sepertiku... Tapi, kalau itu dari dunia lain dimensi asing, bagaimana bisa? Dari dunia dimensi asing mana orang itu? Dan kemampuan sihir air dan es... Siapa orang itu? Sebenarnya selain aku yang ada di 2 video ini orang yang sama atau bukan? Berapa jumlah mereka? Bisa gawat kalau mereka bermaksud jahat dengan sihir itu...!! Apa tujuannya senenarnya? ARGGH~ Ini memusingkan!' Batin Raisa mencoba menelaah video tersebut....
Maura dan Nilam juga ikut menyaksikan video itu di grup media sosial sekolah bersama Raisa...
"Videonya beneran ada. Mereka ga berbohong!" Gumam Raisa
"Videonya emang ada. Tapi, ini mustahil, kan? Paling cuma editan belaka..." Tukas Maura
"Iya, rekamannya juga kurang jelas. Bisa aja editan atau orang sulap yang dijadiin konten youtube. Biar viral, gitu... Udah biasa kayak gini, mah!" Imbuh Nilam
Raisa lupa!
Ia tak boleh asal mengungkapkan responnya setelah melihat video itu karena masih ada kedua sahabatnya di sisinya. Juga orang lainnya di sekitarnya...
"Iya juga, sih. Tapi, lumayan juga lihat video kayak gini, cukup menghibur..." Kata Raisa menutupi perasaan sesungguhnya yang penasaran dan ingin tau lebih di dalam hatinya.
Kriiiiinnggg...!~
Bel masuk kelas pun berbunyi. Semua murid pun sibuk kembali ke dalam kelasnya masing-masing. Termasuk, Raisa, Maura, dan Nilam.
"Bel masuk, tuh! Balik ke kelas, yuk, ah...!" Kata Nilam mengajak kedua sahabatnya kembali ke kelas bersama.
•••
Setelah masuk kelas, semua kelas malah dibubarkan. Dipulangkan karena alasan cuaca buruk yang tak memungkinkan pelajaran kelas untuk berlanjut...
"Huh, kelas dibubarin lagi, dipulangin lagi... Tau gini, kenapa ga sekalian aja hari ini diliburin." Dumel Nilam
"Iya, nih... Jadi makin males aja sekolah kalo cuaca ga jelas kayak gini." Setuju Maura dengan racauan Nilam.
Raisa hanya tersenyum menanggapi ocehan kedua sahabatnya. Pikirannya saat ini melayang-layang memikirkan perihal orang-orang misterius yang ada pada video yang menghebohkan tadi.
"Oh ya, aku harus pulang cepet karena mau ada saudara yang datang ke rumah. Jadi, aku duluan ya..." Ucap Maura
"Aku juga udah janji sama Mama mau bantu jaga rumah makan karena Mama sibuk mau masak buat pesenan arisan RT." Ujar Nilam. Keluarga Nilam memang membuka usaha Rumah Makan. Sedangkan hari ini Sang Mama sedang disibukkan dengan pesanan makanan untuk acara arisan setempat sehingga mengharuskan Nilam untuk membantu menjaga usaha Rumah Makan keluarganya...
"Dari tadi Mama udah nelponin aku nih. Mungkin Mama udah tau dari grup sekolah khusus orangtua. Ga bisa pulang bareng deh..." Sambung Nilam
Saat sekolah dipulangkan dengan cepat dan lebih awal dari biasanya. Pihak sekolah akan mengirimkan pemberitahuan pada grup nedia sosial terkhusus untuk orangtua/wali murid. Sehingga para orangtua akan bisa mengetahui jadwal pemberitahuan apapun mengenai sekolah dan memantau langsung kegiatan persekolahan putra-putrinya.
"Aku sama Nilam harus buru-buru pulang. Kita ga bisa pulang bareng, gapapa kan, Raisa?" Tanya Maura
"Emn... Eh, kalian mau pulang duluan, yaudah, gapapa. Sama-sama ada urusan, kan? Aku pulang sendiri aja." Ucap Raisa yang hanya menangkap hal penting yang disampaikan oleh kedua sahabatnya. Dirinya benar-benar tidak fokus saat ini.
"Nanti sama-sama ngabarin kalo udah sampe rumah masing-masing ya. Raisa, inget saling ngabarin... Kali ini jangan sampe lupa lagi!" Tutur Nilam mengingatkan Raisa agar tak mengulang kelalaiannya yang membuat kedua sahabatnya khawatir karena tak memberi kabar seperti tempo hari.
"Iya, nanti aku kabarin seinget aku ya..." Kata Raisa
"Dasar, kamu ini..." Nilam menggeleng-gelengkan pelan kepalanya...
"Yaudah, kita pulang sendiri-sendiri. Duluan ya..." Ujar Maura
"Dah~"
Saat kedua sahabatnya telah beranjak pergi untuk pulang, Raisa kembali memeriksa ponselnya. Membuka kembali video yang telah diunduhnya dari grup medsos sekolahnya. Mengamatinya lagi dengan lebih teliti, mana tau kalau dia bisa mendapat sedikit petunjuk dalam hal kasus menggemparkan yang tak lagi misterius baginya.
Saat hendak memutar video itu untuk yang kesekian kalinya, suara dentuman keras terdengar...!
BOOM~~
BRAKK!!!
DUARR...
__ADS_1
Seketika itu, Raisa menoleh mencari asal sumber suara...
"Suara apa itu!?" Gumam Raisa
Saat ini, setelah mendengar suara dentuman aneh itu, Raisa kembali merasakan aneh pada dirinya. Jantungnya kembali berdebar tak karuan.
Sebelum ini, Raisa juga pernah merasakan seperti ini. Namun, saat beberapa waktu sebelum ini, Raisa masih belum sungguh-sungguh menyadarinya...
Ini adalah PERTANDA ITU!!
Raisa pun buru-buru menyimpan ponselnya ke dalam tas sekolah miliknya.
Setelah itu, ia pun bergegas mencari asal sumber suara dentuman keras itu~
'Sesuatu telah terjadi! Di duniaku...' Batin Raisa
Raisa terus merutuki dirinya yang terlambat menyadari adanya bahaya. Ternyata kemampuannya belum sehebat itu. Ia benar-benar lalai!
DRAP~
DRAP! DRAP...
...'Di mana asal sumber suara tadi!?'...
ARRGHHH~
AKHH...
Tolooonngg!!
...'Ada orang... Di sana!' Batin Raisa...
Raisa pun tiba di suatu tempat yang masih di area kawasan sekolahnya...
Di sana terdapat 3 orang!
Ada 2 orang gadis berseragam putih abu-abu sepertinya yang terduduk saling berpelukan satu sama lain terlihat sangat ketakutan...
Dan seorang gadis lainnya berdiri mematung dengan ekspresi menakutkan!
Raisa pun menghampiri 2 orang siswi sekolahnya yang terpaku lemah itu. Ternyata mereka adalah murid baru kelas awal di sekolahnya...
"Loh, ada apa ini? Kenapa kalian sampai bergetar seperti ini? Kenapa juga teman kalian itu? Kenapa kalian belum pulang?" Tanya Raisa yang berjongkok di hadapan keduanya yang tubuhnya bergetar hebat dengan terus menatap satu temannya yang berdiri tak jauh di depan mereka.
"Kami baru mau pulang habis main sebentar di area sekolah. Tapi, kata teman kita itu dia melihat seseorang di sana. Dia nyamperin orang itu tapi terus bersikap aneh kayak orang kerasukan!" Jelas seorang siswi kelas pertama di sekolah Raisa hang nenunjuk seirang teman di depannya yang terlihat seperti kerasukan.
"Dia tadi berulang-ulang bilang, 'Menakutkan' dan 'Menghilang'. Kami ga tau dia kenapa dan tiba-tiba tenaganya jadi sangat kuat." Ungkapnya
Tampaknya 2 siswi tersebut terpental oleh kekuatan aneh temannya saat ingin menghampirinya.
Raisa pun membantu kedua adik kelasnya itu berdiri dan secara tersembunyi memberikan sedikit tenaganya agar mereka berdua dapat pergi secepatnya dari tempat itu.
"Kalian berdua pergi saja. Sepertinya di sini berbahaya!" Ujar Raisa menyuruh keduanya pergi.
"Tapi, teman kami itu..."
"Aku bakal bantu dia. Kalian pulanglah!" Kata Raisa
"Ya, Kak. Makasih..." Serempak kedua adik kelasnya.
Kedua gadis murid baru itu pun melangkah pergi berlarian dari tempat itu...
Raisa pun menghampiri seorang gadis lainnya.
"HEI, KAMU! Kamu kenapa? Apa yang kamu lihat tadi?!" Tanya Raisa
"Menyeramkan... Dia menghilang!"
Raisa menyadari sesuatu... Ini adalah sihir pengendali pikiran!
Namun, sihir ini lemah karena mungkin gadis di hadapannya sekarang cukup berani untuk mencoba menolak sihir itu memengaruhi pikirannya.
"Hei, apa kamu sadar!? Apa yang kamu lihat?! Ada orang seperti apa tadi?!" Raisa mengeraskan suaranya agar gadis itu tersadar.
Mata gadis itu membelalak, ia bergetar mencoba menggerakkan tubuhnya yang terpaku karena sihir...
"PERGI! MENJAUHLAH!!!"
Gadis itu cukup berani dan kuat untuk tidak ingin melibatkan Raisa. Ia mendorong Raisa... Raisa hanya bergeser sedikit dari hadapannya.
Gadis itu terus mencoba lepas dati kendali sihir. Raisa terus mengagumi gadis yang punya pendirian dan berani itu.
Raisa melangkah lebih dekat...
Ia mendekap adik kelasnya itu dan membisikkan sesuatu padanya dengan sihirnya agar ia tersadar dan lepas dari sihir pengendali pikiran...
__ADS_1
"SADARLAH! Gapapa... Kamu bisa tenang dan akan terlepas dari itu. Aku di sini! Ga akan ada yang terjadi..." Bisik Raisa pelan dengan memasukkan sihirnya dalam bisikan itu.
Perlahan tubuh gadis itu melemah perlahan. Raisa yang masih mendekapnya terus menjaganya agar tak terjatuh.
"Gimana? Sekarang udah mendingan?" Tanya Raisa
"Kak, kita harus pergi..." Katanya sedikit bergetar.
Raisa melepaskan dekapannya...
Raisa beralih memegangi kedua bahu adik kelasnya yang tubuhnya masih bergetar dan menatap kedua matanya.
"Tenang ya... Sekarang coba cerita pelan-pelan, apa yang tadi kamu lihat? Apa tadi ada orang di sekitar sini? Dia melalukan apa sampai kamu seperti tadi?" Ucap Raisa
"Ada seseorang kayaknya pria. Dia pake jubah hitam. Awalnya aku ga tau dia ngapain, tapi karena mencurigakan aku coba ngomong sama dia. Tapi sosoknya seram. Dia mengumamkan sesuatu, saat aku perhatiin malah merasa aneh. Tubuhku sulit digerakkan dan malah bergerak sendiri ga bisa dikendaliin." Jelasnya
...'Dia mencoba mengendalikannya melalui pikirannya!' Batin Raisa yang telah menebaknya kurang lebih....
"Apa lagi yang kamu lihat?" Tanya Raisa lagi.
Gadis itu menggeleng lemah.
"Kak, kita harus pergi! Pria tadi kayaknya mau ngelakuin hal bahaya di sekitar sini..." Ujarnya
"Ya, kita pergi. Kamu pulang ya. 2 teman kamu tadi udah pulang, kakak yang suruh. Kamu juga harus pulang cepat!" Ucap Raisa
"Ya, Kak." Ia mengangguk mengerti.
Raisa juga telah menyisipkan tenaga padanya agar ia dapat kuat pulang sendiri. Raisa pura-pura berjalan sambil memerhatikan sekitar...
"Kak, aku pulang duluan ya... Makasih untuk yang tadi." Ucapnya yang bernama dada Lina Saputri.
"Ya, Kakak juga mau pulang. Sama-sama. Hati-hati ya. Pulangnya lewat jalan ramai aja." Raisa tersenyum hangat. Dan Lina pun melangkah mendahului Raisa, berjalan pergi.
Saat dirasanya Lina sudah pergi jauh, Raisa pun menuju suatu tempat. Tempat itu cukup tersembunyi untuk menjalankan aksinya.
Ponsel dalam tasnya berdering...
Raisa mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mengangkat telepon yang masuk. Dan itu video call...
"Halo, Kak..."
Kakaknya Raina Dewi Atmawidjaya berbicara di ujung telepon sana dan wajahnya terpampang jelas di layar ponsel Raisa.
'Sa, kok kamu belum pulang? Ibu udah nungguin, khawatir... Arka juga ngabarin di kantornya ada bencana aneh. Ibu terus kepikiran kamu, udah coba telpon kamu tapi ga diangkat-angkat.'
"Kak, dengerin aku baik-baik dan jangan ada yang lihat kita telponan. Ini ulah orang jahat. Dia pakai sihir sepertiku. Aku harus menghalaunya... Gimana keadaan di kantor Kak Arka? Kok kakak kelihatan biasa aja?"
'Kantor Arka dibubarin, banyak orang yang kesusahan buat pulang. Ada gempa, air di mana-mana, batu-batu besar bermunculan dari tanah. Itu yang aku dengar dari kabar Arka, aku juga khawatir tapi cuma bisa nunggu.'
"Kakak masih di rumah Ibu, kan? Semua lengkap di rumah kecuali Kak Arka? Raihan, Bapak?"
'Semua ada di rumah kecuali kamu sama Arka. Raisa, kamu mau ngapain saat kayak gini?'
Raina memang kembali mengunjungi rumah orangtuanya membawa Farah, tapi Arka harus berkerja.
"Aku harus melakukan sesuatu. Aku bakal jemput Kak Arka ke kantornya dan antar dia pulang dulu ke rumah. Kak, aku pergi dulu ya..."
Pip!
Raisa memutus sambungan telepon video dari kakaknya.
Raisa pun memejamkan matanya...
Ia menggunakan sihirnya di tempat tersembynyi yang tak ada orang itu. Dan~
Penampilannya berubah!
Yang semula ia memakai seragam SMA, kini berubah menjadi gaun putih sebatas betis dengan topeng putih menutupi wajah di sekitar kedua matanya dengan lambang teratai putih kecil di bagian dahi pada topengnya.
Tas punggung sekolahnya pun ikut menghilang seiringan dengan sihirnya...
Dan Raisa memunculkan sepasang sayap burung pada punggungnya dengan sihir~
Saat Raisa hendak pergi menuju kantor Arka dengan kekuatannya sekarang, suara kembali menggema. Itu adalah suara teriakan dan guncangan tanah yang keras!
Raisa pun memilih menuju ke sumber suara terlebih dulu...
Raisa menemukan gedung utama sekolahnya hampir saja runtuh!
.
.
.
__ADS_1
•
Bersambung...