Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 42 - Antusias Para Penggemar.


__ADS_3

Saat atraksi lumba-lumba hampir berakhir, seekor anjing laut ikut dilepaskan ke dalam kolam air bersamaan dengan dua ekor lumba-lumba sebelumnya. Ketiganya pun beratraksi bersama tanpa adanya putri duyung yang sudah lebih dulu meninggalkan aula kolam air setelah mengakhiri aksinya.


"Aku gak tahu kalau pertunjukan lumba-lumba dan anjing laut akan digabungkan seperti ini. Kukira atraksi kedua jenis hewan ini akan dilakukan secara terpisah," ucap Raisa


"Tadi dengan putri duyung, sekarang dengan anjing laut," gumam Dennis


"Mereka semua pintar sekali. Memang terlihat menggemaskan," kata Amy


"Apa semua hewan yang ada di sini juga dilatih dan menjadi terlatih?" tanya Wanda


"Entahlah. Mungkin sebagian besar, tapi tidak semuanya. Ingin melatih hewan juga harus memperhatikan apakah hewan tersebut memiliki potensi untuk menjadi terlatih atau tidak dan semua pelatihan hewan akan dilakukan dengan tidak ada unsur pemaksaan. Jika hewan yang sudah lama dilatih tidak menunjukkan adanya hasil pelatihan, maka pelatihan untuk hewan tersebut akan dihentikan karena niatnya bukan untuk memaksa atau membebani hewan," jawab Raisa


"Aku tidak tahu kalau di Taman Safari ini, tapi yang kutahu ... alasan beberapa kebun binatang melatih hewannya adalah untuk menarik banyak minat pengunjung agar mau berkunjung. Karena uang hasil pendapatan akan digunakan untuk membeli dan memberi makan untuk hewan-hewan yang ada. Sepertinya Taman Safari ini pun seperti itu," sambung Raisa menjelaskan.


Setelah cukup melakukan atraksi bersama, dua ekor lumba-lumba pun dikembalikan untuk masuk ke dalam kandang airnya. Tinggallah seekor anjing laut yang melakukan atraksi seorang diri.


Anjing laut melakukan atraksi dengan bermain bola, meniup terompet, dan hal-hal lainnya.


Sampai atraksinya berakhir, anjing laut pun ikut ikut bertepuk tangan bersama para penonton. Sungguh terlihat lucu dan menggemaskan.


Saat pertunjukan berakhir, para penonton pun diminta untuk pergi meninggalkan aula pertunjukan kolam air tersebut.


"Kalian semua tunggulah di pintu ke luar, aku akan mengambil hasil foto saat tadi dicium lumba-lumba dari staf animal keeper di sini. Katanya, mereka mengambil foto tadi," ucap Raisa


"Aku akan ikut mengambil fotonya bersamamu, Raisa," kata Rumi


"Baiklah."


"Kalau begitu, kami ke luar lebih dulu. Kami akan menunggu kalian berdua di luar."


Kecuali Raisa dan Rumi, yang lain pun lebih dulu beranjak ke luar dari aula pertunjukan kolam air dan akan menunggu di pintu ke luar.


Raisa dan Rumi pun menghampiri staf animal keeper untuk meminta hasil foto yang telah diambil tadi.


"Permisi ...."


"Raisa Putri, ini hasil foto saat dicium lumba-lumba tadi. Gratis."


"Ah, iya. Saya ambil hasil fotonya, ya. Terima kasih banyak," ucap Raisa


"Terima kasih juga karena sudah mau berkunjung dan menyaksikan pertunjukan kami."


"Semoga pertemanan kalian terus terjalin erat dengan baik."


Ia memang mengatakan seperti itu, tapi maksud ucapannya adalah kalimat tersirat yang bermaksud mengatakan Semoga hubungan kalian berdua langgeng terus dan selalu. Kalimat tersirat itu dimaksudkan karena Raisa bersama Rumi sudah sangat terlihat jelas menjalin hubungan asmara kekasih.


"Raisa, boleh minta tanda tangannya?"


"Oh, boleh ... " jawab Raisa dengan senyum ramah khas dirinya.


Salah satu staf animal keeper pun meminta tanda tangan dari Raisa. Ia pun memberikan selembar kertas putih dan pulpen pada Raisa.


"Tolong, satu lagi ...."


"Ya," sahut Raisa


Setelah tanda tangan di salah satu lembar kertas, Raisa diminta untuk tanda tangan di satu lembar kertas putih lain lagi. Dengan senang hati, Raisa pun menorehkan tanda tangannya.


"Terima kasih."


"Terima kasih kembali," kata Raisa


"Kalau begitu, kami pergi dulu," sambung Raisa


Rumi terus berdiam diri hanya mendampingi Raisa sambil tersenyum. Raisa dan Rumi pun akhirnya berlalu pergi ke luar dari aula pertunjukan kolam air tersebut.


"Kamu benar-benar minta tanda tangan darinya?"


"Iya, dong. Sudah kubilang dia itu artis yang sedang populer."


"Kamu meminta dua kali tanda tangan sekaligus?"


"Ya. Satu untuk dipamerkan bersama dengan foto yang diambil tadi untuk aula pertunjukan. Agar para pengunjung tahu seorang artis pernah datang ke sini. Itu mungkin berguna untuk menarik minat pengunjung lebih banyak lagi saat mereka tahu artis pernah berkunjung ke sini. Dan satunya lagi, sudah tentu untuk diriku sendiri."


Raisa dan Rumi pun menghampiri teman lainnya yang sudah menunggu di depan pintu ke luar aula pertunjukan kolam air.


"Udah selesai ambil hasil fotonya? Kok lama?" tanya Nilam

__ADS_1


"Tadi aku habis dimintai tanda tangan dulu," jawab Raisa


"Ciie ... yang makin terkenal," ledek Maura


Raisa hanya menanggapinya dengan tersenyum.


"Sepertinya akan ada lebih banyak yang memintaimu tanda tangan, Raisa," kata Billy


Alasan kenapa Billy berkata seperti itu adalah karena ia dan yang lainnya melihat sudah banyak orang yang menunggu Raisa ke luar dari aula pertunjukan kolam renang sedari tadi. Dan benar saja, orang-orang itu langsung berdatangan menghampiri dan mengerubungi Raisa. Untunglah Raisa terus bersama teman-temannya. Hingga resiko Raisa berdesakan dengan para penggemar pun berkurang karena yang lainnya lsngsung berusaha melindungi Raisa.


"Raisa, minta tanda tangannya!"


"Foto bareng dong!"


Raisa pun terus menunjukkan senyumnya dan berusaha profesional menghadapi para penggemarnya.


"Tolong jangan dorong-dorong atau saling mendesak. Pelan-pelan ... satu per satu, ya," ujar Raisa


"Yang mau minta tanda tangan dulu ... maju," sambung Raisa


Satu per satu orang mulai maju dengan membawa pulpen dan kertas. Raisa pun dengan sabar menuruti keinginan penggemarnya di sana itu sambil terus tersenyum.


"Senang, deh, bisa ketemu Raisa di sini."


"Saya juga senang bisa bertemu dengan kalian semua di sini," balas Raisa


"Kalian semua kenapa bisa asa di dekat aula pertunjukan kolam air sini, udah nonton pertunjukannya belum? Bagi yang belum, harap nonton di jadwal pertunjukan selanjutnya, ya. Pertunjukannya bagus, lho. Saya sudah nonton tadi," sambung Raisa


"Ya, kami akan nonton nanti."


"Kalau saya, sudah nonton tadi. Saya lihat Raisa dicium lumba-lumba tadi."


Raisa masih saja terus tersenyum.


Para penggemar yang masih belum dan tidak sabar ingin berfoto bersama Raisa pun mengambil banyak foto Raiaa yang sibuk memberi tanda tangannya tepat di hadapan mereka semua.


Satu per satu orang yang meminta tanda tangan Raisa nenyerahkan pulpen dan kertas miliknya. Satu per satu penggemarnya itu langsung berbalik badan dan rela memberikan punggungnya sebagai alas pengganti meja untuk Raisa ketika menulis tanda tangan untuk mereka.


"Sudah semua tanda tangannya, ya," kata Raisa


"Ayo, sekarang siapa yang mau foto bareng ... maju, sekalian banyakan orang, ya. Supaya bisa cepat selesai. Karena maaf ... kami masih ingin pergi ke tempat lain," sambung Raisa


"Raisa, hari ini datang sama teman-teman, ya?"


"Iya. Semuanya teman saya," jawab Raisa


"Terus, lelaki yang namanya Rumi itu siapa? Teman juga atau pacar?"


"Atau Rumi itu yang Raisa bilang orang yang disukai? Yang inisialnya R?"


"Siapa, ya? Coba tebak," kata Raisa


"Rumi itu R ... benar, ya? Teman tapi mesra, dong?"


"Saya rasa pasti kalian semua pintar dan bisa menebak, ya. Kalau memang masih penasaran, tunggu aja sampai ada kabar selanjutnya," ujar Raisa seolah memberi teka-teki dan terkesan misterius.


Raisa pun masih tetap tersenyum.


"Sudah selesai semua, ya. Saya dan yang lain masih harus mengunjungi tempat lain dan melihat pertunjukan lainnya. Senang bertemu kalian semua. Sampai jumpa di lain waktu. Selamat menikmati waktu kalian semua di Taman Safari ini. Pamit dulu," ucap Raisa


"Terima kasih untuk tanda tangan dan fotonya, Raisa."


"Terima kasih kembali," balas Raisa sambil tersenyum.


Akhirnya, Raisa dan teman-teman pun sudah bisa pergi dari sana.


"Apa rasanya dikerubungi penggemar seperti tadi, Kak Raisa?" tanya Monica


"Aku senang saja karena mereka penggemar yang baik dan mau ditertibkan dengan sabar," jawab Raisa


"Raisa, apa kau tidak lelah harus menuruti keinginan penggemarmu satu per satu seperti tadi?" tanya Morgan


"Itu, kan, sudah jadi tuntutan dari profesiku. Aku harus terbiasa," jawab Raisa


"Jadi terkenal itu memang sulit," kata Chilla


"Sepertinya profesimu itu sangat merepotkan," cibir Devan

__ADS_1


"Untung saja kami pernah ditugaskan mengawal artis sebelumnya," ucap Aqila


"Ya. Kami pernah menyaksikan sendiri yang lebih parah dari pada tadi," sahut Ian


"Ini karena aku masih belum terlalu terkenal. Tapi, asalkan ramah, para penggemar pun akan bersikap baik," ucap Raisa


"Pulang dari sini, kau harus istirahat dengan baik," kata Rumi


Raisa mengangguk mengerti sambil tersenyum.


"Kali ini kita mau ke mana lagi? Masih ada dua pertunjukan ... burung pemangsa dan cowboy. Mau lihat pertunjukan yang mana dulu? Atau mau lihat yang lain selain pertunjukan? Semua pertunjukan dilangsungkan sekitar jam-jam ini. Kalau tidak lihat pertunjukan sekarang, kita tidak akan bisa lihat pertunjukannya lagi. Jadi, mau ke mana?" tanya Raisa


"Terserah kau saja, Raisa. Bukannya nanti juga ujung-ujungnya kau yang akan memutuskan kita akan pergi ke mana," jawab Amon dengan nada ketus.


"Ya, terserah kau saja, Raisa. Silakan saja kalau kau ingin kita lihat pertunjukan lagi, tapi satu pertunjukan lagi saja. Setelah itu kita pergi makan dulu. Stok camilanku saat ini sudah mulai menipis," ujar Chilla


"Aha ... baiklah. Kalau begitu, ayo kita lihat pertunjukan cowboy sekarang. Lewat sini," kata Raisa


Raisa pun memandu jalan menuju ke arah aula pertunjukan lainnya, yaitu atraksi cowboy.


Kabar Raisa mengunjungi Taman Safari dan sedang berada di wilayah aula pertunjukan telah menyebar dengan cepat. Terbukti dengan banyaknya orang yang datang ke sekitar aula pertunjukan yang ada. Saat Raisa dan teman-teman berjalan masuk ke aula pertunjukan cowboy pun banyak orang berdesakan hanya demi bisa bersalaman tangan atau menyentuh Raisa secara langsung. Untunglah semua teman Raisa bersedia berusaha melindunginya dan menghalangi para penggemar yang sangat ingin menggapainya. Terutama Rumi yang setia berada di samping Raisa untuk senantiasa dan selalu menjaganya.


Setelah dengan sedikit usaha keras untuk masuk ke dalam aula pertunjukan, Raisa dan teman-teman pun mencari kursi dan duduk di barisan kursi penonton.


Setelah masuk dan duduk, semua jadi lebih tenang karena di dalam aula pertunjukan ada para staf penjaga yang menjaga keamanan dan ketertiban.


"Ternyata benar Raisa ada di Taman Safari juga. Untung kita ke Taman Safari hari ini, jadi bisa ketemu artis."


"Iya. Ternyata gosip kilat di sosmed benar kalau Raisa lagi ada di Taman Safari."


"Tadi aku sempat pegang tangannya Raisa dong pas di pintu masuk tadi."


"Cuma sebatas pegang sentuh gitu doang? Kalau aku tadi kedapatan salaman sama Raisa. Benar-benar salaman ala jabat tangan gitu, loh ...."


"Tapi, tapi ... tahu gak sih ... katanya Raisa itu datang sama teman-temannya dan ada satu lelaki terus ada di samping Raisa seolah nempel kayak perangko. Katanya namanya Rumi dan diduga-duga itu adalah si R yang Raisa suka. Itu loh ... yang sempat Raisa sebut-sebut di acara talk show."


"Mungkin aja, sih. Habis, katanya ... pas ditanya benar apa enggaknya, Raisa malah sok misterius suruh nebak gitu, kan? Itu, sih, emang tanda-tanda kebenaran yang disembunyikan."


"Tapi, kalau benar ... cocok, sih. Lelakinya ganteng, soalnya. Cantik dan ganteng, kan, cocok."


"Nanti kita juga coba minta foto dan tanda tangan, yuk. Kan, katanya Raisa itu orangnya baik dan ramah banget."


"Tuh, lihat ... Raisa dan teman-temannya duduk di sebelah sana."


"Iya, Raisa cantik, ya."


"Sayang banget, kita gak kedapetan duduk dekat Raisa."


Rupanya, para pengunjung Taman Safari dapat kabar bahwa Raisa sedang berada di tempat yang sama dari unggahan sosial media. Kabar di sosial media memang cepat sekali menyebar. Kabar tentang Rumi pun ikut tersebar luas dengan cepat. Lalu, sepertinya setelah ini pun Raisa masih harus menghadapi para penggemarnya yang lain yang ingin memintainya tanda tangan dan foto bersama.


"Sepertinya setelah ini pun makan siangku akan tertunda," gumam Chilla yang melihat antusias penggemar Raisa saat di pintu masuk tadi dan juga mendengar pembicaraan para penggemar di dekat mereka.


"Sabar ... dan juga maaf, ya," kata Raisa sambil tersenyum kecil.


"Ada yang berkata kau cocok dengan Raisa. Kau pasti senang sekali saat mendengarnya, ya, Rumi," ujar Marcel


"Itu memang kenyataannya," kata Rumi


"Kau percaya diri sekali, Rumi. Bagus," kata Dennis


Saat pertunjukan dimulai, para pemain lebih dulu memperkenalkan diri dan menjelaskan perannya sekaligus ada narator yang menjelaskan alur ceritanya.


Dari penjelasan sang narator, kesimpulan dari alur cerita pertunjukan cowboy kali ini adalah ada sekelompok cowboy yang berkelana dan menemukan adanya penebangan dan perburuan liar di suatu hutan. Para cowboy yang menjunjung tinggi keadilan itu pun memerangi para pelaku penebangan dan perburuan liar untuk menghentikan aksi ilegal para pelaku tersebut.


"Pertunjukan cowboy yang kusaksikan dulu sepertinya hanya bercerita tentang dua kelompok cowboy yang saling melawan karena sebelumnya terus bersitegang. Sepertinya pertunjukan kali ini akan lebih seru," ucap Raisa


Saat pertunjukan sesungguhnya akan dimulai, entah kenapa ada lampu panggung yang menyorot tepat ke arah Raisa yang sedang duduk di kursi penonton dengan tenang.


"Ada apa ini?" tanya Raisa yang merasa bingung dan heran sekaligus.


"Hari ini, kami merasa tersanjung dan terhormat mendapat kunjungan dari artis populer yang sedang naik daun ... Raisa Putri! Dan kami akan merasa lebih terhormat jika Saudari Raisa berkenan untuk ikut berperan andil dalam pertunjukan kami sesaat lagi secara langsung. Karena itu ... dengan segala hormat, kami meminta Saudari Raisa untuk ikut memeriahkan pertunjukan bersama kami di atas panggung."


Saat itu juga, Raisa semakin merasa bingung dan heran. Ia yang masih terus tersenyum sedari tadi, kini juga memperlihatkan ekspresi seolah bertanya-tanya dengan situasi yang terjadi saat ini.


.


__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2