Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 10 - Amon dan Masa Lalu.


__ADS_3

Setelah menaruh barang bawaan di rumahnya, Raisa dan yang lain beralih mencari tempat untuk duduk. Saat itu rombongan lelaki datang menghampiri. Morgan yang melihat sosok Rumi ada di sana langsung mendekat dengan cepat pada sahabat karibnya itu.


"Rumi, kau sudah kembali ... " sapa Morgan


"Oho! Siapa gadis yang baru muncul ini? Aku tidak salah lihat, kan? Raisa, apa itu kau?" tanya Devan


"Ya. Aku datang berkunjung. Apa kabar, semuanya?" tanya Raisa yang menyapa rombongan lelaki yang datang.


"Kami semua baik," jawab Dennis mewakili semuanya.


"Lalu, bagaimana dengan kabarmu sendiri, Raisa?" tanya Marcel


"Kabarku sangat baik," jawab Raisa


"Siapa dia?" tanya seseorang yang baru Raisa temui, namun Raisa kenali.


"Oh! Kau sudah kembali ke desa, ya, Amon. Salam kenal ... aku, Raisa," ujar Raisa


"Benar juga. Kau belum pernah bertemu dengan Raisa, kan, Amon? Dialah orangnya," kata Ian


"Oh! Dia, Raisa, yang kalian sebut-sebut dan ceritakan dengan berlebihan itu," ucapnya, lelaki bernama Amon.


"Hei, Amon! Kau jangan bicara seperti itu," tegur Morgan


"Yang benar saja! Dia orang yang kalian percayai setelah belum lama itu, kan? Apa kalian tidak belajar dari pengalamanku? Dia mungkin saja terlihat baik sekarang, tapi bisa saja dia berubah dan punya niat jahat!" cecar Amon


"Itu adalah kisahmu yang telah lalu. Jangan samakan semua orang yang baru kau temui dengan masa lalu itu. Raisa, bukan orang yang seperti kau bayangkan!" tegas Billy


Rumi pun memperhatikan Raisa karena khawatir gadis itu merasa tersinggung dan sakit hati dibicarakan dengan buruk oleh orang lain. Namun, yang terlihat malah Raisa yang tersenyum simpul.


"Raisa, kau tidak apa?" tanya Rumi


Raisa mengangguk.


"Sudahlah. Jangan ada yang berdebat lagi. Tidak apa, aku sudah biasa dengan respon baru yang seperti ini. Meski begitu, ini bukanlah hal baru bagiku. Aku juga sudah menduga kalau akan jadi seperti ini kalau bertemu dengan Amon. Dia hanya bersikap waspada karena hal di masa lalu," ucap Raisa


"Kau bahkan juga tahu namaku. Kemampuanmu memang sangat berlebihan dan dilebih-lebihkan oleh mereka semua. Sayangnya aku tidak bisa melihat semua bukti itu karena katanya kau kehilangan seluruh kemampuan sihirmu, ya ... " ujar Amon


Semuanya terdiam. Semuanya tidak ingin mengungkit tentang Raisa yang kehilangan kemampuan sihirnya karena nerasa tidak enak dan khawatir Raisa tersinggung dan merasa sedih. Namun, Amon malah mengatakan dan membahas tentang semua itu langsung di hadapan Raisa.

__ADS_1


"Cukup, Amon! Sikap curigamu pada Raisa sekaranglah yang berlebihan," tegur Rumi


"Kau jelas membelanya karena dia pacarmu, Rumi. Karena dia orang yang kau cintai. Kau dibutakan oleh perasaanmu," kata Amon


"Anggap saja memang aku sudah dibutakan oleh perasaan, tapi apa yang lain juga dibutakan oleh perasaan sama sepertiku? Semuanya percaya pada Raisa, tapi kenapa kau tidak bisa ikut menaruh kepercayaanmu sedikit saja padanya. Padahal kau sudah banyak mendengar cerita tentangnya," ucap Rumi


"Itu karena kalian semua mudah tertipu," pekik Amon


"Hentikan! Kemampuanku dan bukti untuk itu memang hanya cerita lama yang tidak bisa kuungkapkan padamu, Amon. Kalau kau memang tidak percaya padaku ... kau tinggal mengawasiku dan menilai diriku langsung dengan penilaian dan mata kepalamu sendiri. Aku akan selalu bersikap biasa. Aku juga punya tekad dan ketulusan. Akan kuungkap langsung ceritaku padamu melalui sikap dan tindakanku, kau hanya perlu memperhatikannya. Kau sudah bisa mulai menilaiku sesuka hatimu," ucap Raisa


"Aku tidak punya waktu untuk itu, apa lagi mengurusi tentang dirimu," kata Amon


"Anggap saja semua telah terpedaya dan pasrah tentang diriku, jadi semuanya mau tidak mau percaya padaku. Bukankah kau hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri untuk menilai diriku ini orang yang seperti apa? Semuanya akan jadi tergantung pada tentang penilaianmu padaku, kan ... " ujar Raisa


"Abaikan lelaki yang sangat ribut itu! Raisa, katanya kau sudah menjadi artis di duniamu, ya?" tanya Chilla


"Ya. Aku menjadi sangat sibuk sampai tidak bisa memikirkan apa pun lagi selain bekerja, tapi aku tetap merindukan kalian semua," ungkap Raisa


Raisa mengatakan dirinya sangat sibuk sampai tidak bisa memikirkan apa pun selain bekerja menandakan ia telah melupakan tentang dirinya yang kehilangan kemampuan sihirnya dan secara tidak langsung mengatakan dirinya telah sepenuhnya baik-baik saja.


Semuanya merasa lega melihat Raisa yang baik-baik saja meski Amon membahas tentang hal yang pernah membuatnya sedih secara keras dan membabi buta.


Amon adalah orang asing yang terpaksa masuk dalam pengawasan Desa Daun. Ia adalah pihak yang dipaksa menjadi jahat. Setelah bekerja sama dengan Desa Daun dalam pengawasan, ia malah mengkhianati Desa Daun dan berubah menjadi orang jahat yang sesungguhnya. Namun, itu adalah kisah masa lalunya. Sekarang ia sudah kembali menjadi orang baik.


Setelah berubah menjadi baik, Amon pergi dari Desa Daun untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Setelah sekian lama baru kembali ke Desa Daun, ia mendengar cerita tentang Raisa yang baginya tidak masuk akal. Amon tidak bisa mempercayai cerita dan sosok sesungguhnya dalam cerita yang ia dengar itu karena mengingat dirinya sendiri yang pernah berkhianat di masa lalu.


Sekarang, Amon sendirilah yang bertekad untuk mengawasi Raisa dari dekat mau pun jauh. Ia sendiri yang akan menilai Raisa pantas untuk dipercaya atau tidak.


Setelah itu mereka semua pun pergi makan-makan bersama untuk merayakan kedatangan Raisa kembali setelah 4 tahun tidak bertemu sekaligus nerayakan Raisa yang telah menjadi artis pendatang baru di dunianya.


Karena semuanya berkumpul, Amon pun mau tidak mau ikut dalam perayaan yang dutujukan untuk orang baru yang tidak ia percaya itu. Amon memanfaatkan saat itu untuk diam-diam mengawasi gerak-gerik tindakan Raisa. Amon hanya ikut dan diam memperhatikan.


Usai makan-makan, semuanya mulai membubarkan diri.


"Padahal kalian tidak perlu membuat perayaan untukku. Tapi, aku berterima kasih karena kalian sudah mau menyambut kedatanganku kembali dengan hangat," ucap Raisa


"Mau bagaimana pun kau tetaplah teman kami, Raisa. Tidak perlu sungkan karena kami semua memang ingin melakukan ini untukmu," ujar Aqila


"Sekali lagi, terima kasih. Tapi, kalian semua sudah mau pergi?" tanya Raisa

__ADS_1


"Ya, kami akan memberikan Rumi waktu untuk berdua denganmu. Sepertinya dua hari berada di duniamu masih belum cukup untuknya," jawab Chilla


"Tapi, ini berlaku untuk hari ini saja. Setelah hari ini, besok Raisa bukan lagi milikmu seorang diri, Rumi. Raisa itu milik kami bersama," ucap Amy


"Ada-ada saja. Ucapanmu itu berlebihan, Amy," kata Raisa


Setelah itu mereka pun mulai bubar satu per satu.


"Hei, kau! Kuperingatkan kau jangan macam-macam," kecam Amon


"Ya. Kau sudah memutuskan untuk mengawasiku, kan?" tanya Raisa


"Siapa yang peduli dengan itu." Amon berpura-pura tidak peduli.


Amon pun beranjak pergi.


"Raisa, aku minta maaf atas sikap Amon, ya," kata Morgan


"Tidak masalah. Aku tidak mengharapkan ada yang meminta maaf. Lagi pula, kenapa jadi kau yang meminta maaf padaku mewakili dia? Amon saja tidak peduli," ujar Raisa


"Mau bagaimana pun dia tinggal di rumahku dan sudah seperti keluargaku sendiri. Jadi, aku mewakilinya bicara," ucap Morgan


"Aku mengerti. Aku sudah menduga akan jadi seperti ini jika bertemu dengan Amon. Dulu kau juga sama sepertinya. Sejak awal bertemu denganmu, aku juga sudah menduga sikapmu yang seperti dirinya saat ini. Karena aku tahu, kau mewaspadaiku karena pengalamanmu dengannya. Dan akhirnya kau mudah berubah untuk percaya padaku karena ingat saat dulu, dia pun kembali menjadi baik dan berpihak padamu. Mengingat pengalamanmu dengannya dulu kau jadi bisa mempercayaiku," tutur Raisa


"Kau benar. Ternyata, kau memang tahu sampai sedetail itu," ujar Morgan


"Oh, iya. Aku ucapkan selamat untukmu karena sudah menjadi artis. Semoga kau sukses dengan karirmu itu," sambung Morgan


"Aku baru merintis karirku. Tapi, terima kasih atas ucapan dan doamu," ucap Raisa


Morgan mengangguk.


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Selamat bersenang-senang berdua." Morgan pun beranjak pergi meninggalkan Raisa berdua dengan Rumi.


Tersisa Raisa dan Rumi, hanya berdua. Saat sedang berdua, keduanya kembali bergandengan tangan.


.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2