Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 75 - Naga Suci.


__ADS_3

Setelah mendengar auman keras yang mengerikan dan melihat kilatan api, Raisa, Rumi, Amon, dan Sanari langsung mencari sumber suara dan penampakan asing itu.


Mereka berempat berlari dengan cepat. Suara dan penampakan asing tersebut mengarahkan mereka menuju ke hutan belantara.


"Kita harus masuk ke dalam hutan," kata Amon


Mereka berempat pun berlarian masuk ke dalam hutan. Terus masuk ke dalam pedalaman hutan bambu tersebut.


"Ini adalah pedalaman hutan tempat tinggalnya Burung Api Legendaris dulu. Itu ... di sana adalah tempat persemayaman api abadi suci miliknya. Tapi, di mana monster yang muncul tadi?" tanya Rumi


"Dia ada di sekitar sini dan sedang mengintai kita," jawab Raisa


Saat itu juga, tiba-tiba Raisa merasa tubuhnya mengeluarkan hawa panas dari api abadi milik Sang Phoenix.


"Helio, ada apa? Kenapa api abadi bereaksi pada tubuhku?" tanya Raisa mencoba komunikasi dengan Sang Phoenix.


"Api abadi merasakan sesuatu yang menariknya. Aku rasa sepertinya benar itu adalah temanku yang telah bangkit dari siklus reinkarnasinya," jawab Helio


Saat mereka berempat menjadi waspada, kilatan api muncul mengitari tempat api abadi suci yang terus berkobar di sana. Lalu, tanpa peringatan dan aba-aba kilatan api itu memperlihatkan wujud aslinya dan berubah menjadi makhluk dengan tubuh besar yang panjang. Ia memiliki empat kaki dan kepala yang bertanduk.


Makhluk monster itu terbang di langit dan mendekat ke arah mereka berempat. Dari mulut makhluk yang seperti monster itu ke luar kobaran api besar yang terasa sangat panas.


Mereka berempat tertegun setelah melihat sosok dari wujud asli makhluk yang disebut sebagai monster itu.


"Itu adalah naga ... hewan sihir suci legendaris!"


Makhluk monster yang dianggap sebagai mitos itu kini tepat berada di hadapan Raisa dan ketiga temannya.


Monster naga itu menggeram tepat di depan Raisa. Sepasang mata makhluk menyeramkan itu menyala seorang memperlihatkan amarahnya.


Raisa dapat merasakan hembusan nafas naga tersebut yang terasa seperti uap panas. Namun, Raisa tetap terlihat tenang bahkan seolah menatap makhluk yang sangat dekat dengannya dengan tatapan kagum.


"Raisa, hati-hati!" pekik Rumi


Raisa hanya memperlihatkan senyum ramah tamah.


"Kau ... gadis manusia! Aku bisa merasakan jejak api abadi suci dalam jumlah yang sangat besar berasal dari tubuhmu. Jelaskan ... bagaimana bisa kau memiliki api abadi suci itu di dalam tubuhmu?" Naga itu bicara sambil terus menahan amarahnya pada Raisa.


Raisa pun membungkuk sebagai tanda hormat di hadapan naga suci.


"Hormat saya pada Sang Naga Suci. Api abadi suci yang kau katakan itu adalah milik Helio yang telah dipercayakan pada saya. Apa Sang Naga mengenal Helio?" tanya Raisa


"Tidak mungkin! Helio adalah nama sahabat suciku. Dia yang sangat membenci manusia tidak mungkin mau mempercayakan api abadi suci miliknya pada manusia sepertimu!"


"Itulah kenyataannya. Bahkan Helio telah merasuk dan berada di dalam diriku," ungkap Raisa


"Mustahil. Kau ... manusia, jangan coba-coba mau menipuku!"


Naga suci itu menyemburkan api ke arah tubuh Raisa yang tepat berada di bawahnya.


Raisa pun ikut mengeluarkan api abadi suci yang melindungi tubuhnya dari panasnya api milik Sang Naga Suci.


Saat itu Sang Phoenix pun ke luar dari dalam diri Raisa dan menampakkan wujudnya di depan Sang Naga Suci.


"Jangan kau coba menyakitinya dan jangan katakan bahwa aku membencinya. Dia adalah Tuanku," ucap Helio, Sang Phoenix yang memperingatkan Sang Naga Suci.


"Sang Phoenix! Helio, dari mana saja kau? Aku telah mencari keberadaanmu kebih dari seminggu ini, tapi yang kutemukan hanya sarang api abadi suci yang kosong." Sang Naga Suci mempertanyakan keberadaan Sang Phoenix.


"Seperti yang kau lihat ... aku telah merasuk dan menyatu dengan Tuanku. Dia yang tadi ingin kau lukai," ungkap Sang Phoenix.


"Aku tidak percaya! Aku tahu kau sangat membenci manusia ... seluruhnya tanpa terkecuali," ucap Sang Naga Suci.


"Jangan coba-coba kau mempertanyakan atau bahkan meragukan keputusanku," kata Sang Phoenix.


Sang Phoenix dan Sang Naga Suci saling berhadapan. Keduanya seperti sedang bertengkar dan akhirnya saling menghadapi satu sama lain seolah sedang bertarung.


"Aku tidak bisa membiarkan dua makhluk raksasa suci ini bertarung atau mereka berdua akan menghancurkan tempat ini dan menimbulkan ketakutan bagi makhluk lainnya," gumam Raisa

__ADS_1


"Raisa, ingatlah kalau kau adalah ketua timnya dan kau lebih berhak menjadi ketua dari pada aku karena kau lebih mengetahui tentang hewan sihir suci. Karena itu ... aku percayakan dua makhluk suci ini padamu. Tolong tenangkan mereka berdua," ucap Sanari sambil menepuk bahu Raisa untuk memberinya kepercayaan penuh.


Raisa mengangguk dengan cepat dan mantap. Ia pun melangkah maju dan mengeluarkan sepasang sayap sihir yang terbentang di balik punggungnya.


Dengan sekali melompat tinggi, Raisa pun mulai terbang mengudara untuk menghampiri dan melerai pertarungan antara Sang Phoenix dan Sang Naga Suci.


"Tenanglah, Rumi. Kau cukup percaya saja dengan Raisa. Dia pasti bisa menangangi dan menenangkan dua makhluk suci itu," kata Sanari


Rumi mengangguk kecil. Meski begitu, ia tampak merasa cemas saat melihat Raisa terbang mendekat ke arah dua makhluk raksasa suci yang sedang bertarung dengan sangat hebat.


Kedua makhluk raksasa suci itu bertarung dengan saling mengobarkan api abadi suci pada tubuh satu sama lain.


Saat Sang Phoenix dan Sang Naga Suci saling terbang menjauh untuk bersiap melakukan serangan berikutnya, Raisa langsung memanfaatkan celah tersebut untuk masuk dan terbang di antara keduanya.


"Manusia // Raisa menyingkirlah!!" Sang Naga Suci dan Sang Phoenix memekik keras secara bersamaan.


"HENTIKAN INI DAN TENANGLAH! JANGAN SAMPAI KALIAN BERDUA MEMBUAT KEKACAUAN DI SINI!!" Teriak Raisa


Raisa pun mengeluarkan hembusan api biru dari kedua tangannya untuk melerai Sang Naga Suci dan Sang Phoenix.


Ketiga teman Raisa yang menyaksikannya mengeluarkan api biru merasa terkejut bukan main. Pasalnya diketahui bahwa api biru adalah api suci surgawi yang langka bahkan untuk dijadikan salah satu jurus sihir.


Lagi-lagi Raisa telah membuat orang-orang tercengang dan terpukau dengan kemampuan miliknya. Bahkan Sang Naga Suci pun ikut terkagum melihatnya. Namun, Sang Phoenix tidak lagi merasa heran dengan kemampuan yang dimiliki oleh tuannya.


"Api suci surgawi! Mungkinkah ... ini seperti yang kupikirkan?" Sang Naga Suci terheran dengan apa yang dilihatnya saat itu juga.


"Kau bisa melihatnya secara langsung dan jangan harap untuk meragukan kemampuan milik Tuanku!" Sang Phoenix berbicara dengan lantang.


Raisa langsung melakukan sikap hormat sambil terbang di antara Sang Naga Suci dan Sang Phoenix, lalu mengajak kedua makhluk raksasa suci itu menarikan tarian api suci legenda bersama-sama.


Sang Naga Suci dan Sang Phoenix yang pada dasarnya mengetahui gerakan itu dengan sangat jelas pun langsung ikut menari bersama Raisa.


Kedua makhluk raksasa suci dan seorang gadis manusia itu sedang melakukan Tarian Harmonisasi Pengendalian Api Suci. Tarian itu telah membuat ketiga penarinya mengeluarkan banyak kobaran api besar yang hebat.


Saling mengiringi tarian dengan selaras. Api dalam tarian pun menyatu dalam kesatuan yang membentuk harmoni indah. Terasa menghangatkan dan tampak mengagumkan!


"Raisa juga pernah melakukan ini saat berusaha menaklukkan Sang Phoenix, Burung Api Legendaris. Itu adalah tarian Harmonisasi Pengendalian Api Suci. Mereka bertiga sedang mengiringi tarian satu sama lain dan pengendalian api suci yang ketiganya lakukan menyatu menjadi kesatuan yang membentuk sebuah harmoni yang indah," ungkap Rumi


"Terlihat mempesona," kata Sanari


Di akhir tarian, ketiganya melakukan gerakan hormat pada satu sama lain.


Sang Phoenix dan Sang Naga Suci pun terbang sambil mengelilingi sisi tubuh Raisa. Akhirnya mereka pun terbang turun dan mendarat di atas pijakan tanah.


Saat mendarat pun dua makhluk sihir suci itu masih menetap di kedua sisi tubuh Raisa. Usai mendarat, Raisa pun menyimpan kembali sepasang sayap sihir miliknya.


"Raisa, kali ini pun kau berhasil melakukannya lagi! Selamat," seru Rumi memberi gadis cantik itu ucapan selamat.


Raisa pun tersenyum hangat.


Saat baru menaklukkan Sang Phoenix dulu, Raisa langsung membungguk untuk memberi hormat pada hewan sihir suci itu. Namun, kali ini Sang Naga Suci yang lebih dulu menundukkan kepalanya untuk memberi hormat di depan Raisa.


Dengan itu, Raisa pun ikut membungkuk hormat setelahnya.


"Hormatku pada Sang Dewi Teratai Putih. Senang bertemu denganmu lagi setelah berulang kali melewati siklus reinkarnasi." Sang Naga Suci bicara dengan lebih lembut kali ini.


"Tidak perlu merasa sungkan atau segan padaku seperti itu. Kita adalah makhluk hidup yang harus saling mrnghormati. Selain itu, aku hanya manusia biasa," ucap Raisa


"Helio tidak mungkin menjadi tunduk dan mengakuimu sebagai Tuan jika kau hanya manusia biasa. Aku bisa merasakan bahwa kau juga berenkarnasi sama seperti kami. Kau adalah reinkarnasi dari Dewi Teratai Putih." Sang Naga Suci mengakui Raisa sebagai Sang Dewi Teratai Putih sama seperti Sang Phoenix dulu.


"Raisa tidak percaya adanya siklus reinkarnasi. Dia bahkan tidak ingin kusebut sebagai Tuan dan hanya memperbolehkan aku menyebut dengan namanya saja. Dia sangat rendah dan berbesar hati. Kau pun hanya perlu mengikuti sesuai kemauannya, Niran." Sang Phoenix bicara sambil menyebut nama Sang Naga Suci, yaitu Niran.


"Tidak percaya dengan siklus reinkarnasi, tapi kau masih mau menerima Helio yang merupakan makhluk reinkarnasi? Kau sangat rendah hati, Raisa." Sang Naga Suci memuji kerendahan hati Raisa.


"Rupanya namamu adalah Niran. Senang bertemu denganmu juga, Naga Suci," ujar Raisa


Raisa pun mendekati Sang Naga Suci dengan satu tangannya yang terulur menyentuh bagian tengah kepala makhluk sihir suci tersebut seolah memberinya sentuhan kasih sayang.

__ADS_1


"Rupanya, dulu kau sangat keras kepala melawan Tuanmu sendiri, Helio. Aku dapat melihat memori saat kau kembali ditaklukan oleh Tuanmu. Kau masih saja tidak percaya pada manusia dan keras kepala seperti masa lalu." Sang Naga Suci meledek Sang Phoenix.


"Itu adalah saat pertama kali aku bertemu Raisa dan aku masih belum percaya padanya. Tapi, kau juga sama keras kepalanya sepertiku. Kau pasti melihat memori Raisa saat dia menyentuh kepalamu tadi. Dasar, kau lancang!" Sang Phoenix merasa tidak terima dengan Sang Naga suci yang lancang melihat memori Raisa.


Sang Naga Suci memang melihat potongan memori Raisa saat gadis itu menyentuh kepalanya. Sang Naga Suci pun memilih untuk melihat potongan memori Raisa saat Sang Phoenix bertarung melawannya karena merasa tidak percaya pada manusia sepertinya.


"Raisa, izinkan aku mengikutimu juga seperti yang Helio lakukan," pinta Niran, Sang Naga Suci.


"Tidak bisa. Raisa tidak bisa menerima dua makhluk sihir suci dengan jenis sihir yang sama menyatu dalam dirinya. Meski dia reinkarnasi dari Sang Dewi, kini tubuhnya hanyalah manusia biasa. Tubuhnya tidak akan tahan dengan adanya dua makhluk sihir api suci berada dalam dirinya. Itu akan membahayakan nyawanya," jelas Helio, Sang Phoenix.


"Tapi, selain jenis sihir api, aku juga memiliki jenis sihir petir dan air. Tidak sepertimu yang hanya punya satu jenis sihir api saja," ujar Niran


"Tetap tidak bisa. Satu jenis sihir pun tidak boleh ada yang sama," kata Helio


"Seperti yang Helio katakan, aku tidak bisa. Maaf. Lebih baik pilih dan cari orang lain saja untuk kau ikuti," ucap Raisa


"Kalau begitu, kau buang saja Helio dan terima aku saja," ujar Niran.


"Maaf, tetap tidak bisa. Aku menghormatimu yang bahkan ingin mengikutiku, tapi aku juga menghormati Helio yang sudah lebih dulu menyatu dalam diriku. Aku tidak bisa membuangnya," tolak Raisa


"Dasar, keras kepala. Raisa sudah menolakmu," kata Helio


"Tapi, bukankah lebih baik dan kita juga akan lebih kuat jika terus berdekatan atau bahkan berada di tempat yang sama?" tanya Niran


"Meski pun tidak bisa berada di tempat yang sama, mungkin kita masih bisa saling berdekatan," ujar Helio


"Bagajmana caranya?" Tanya Niran lagi.


Sang Phoenix menoleh ke arah Rumi.


"Rumi ... kau pilih dia saja. Lelaki itu adalah pasangan Raisa. Meski belum ada ikatan pernikahan yang mengikat mereka berdua, tapi keduanya saling mencintai," jawab Helio


"Rumi, selama aku berada dalam diri Raisa, aku bisa merasakan jenis kemampuan sihirmu dengan sangat jelas saat kalian berdua saling berdekatan. Bukankah kau memiliki tenaga sihir cadangan yang khas dengan jenis kemampuan ular naga? Kurasa kau bisa saling bersatu dengan Niran dan membiarkannya merasuk ke dalam dirimu," sambung Helio


Semua pun menatap ke arah Rumi.


"Benar juga. Rumi, jenis sihir milikmu adalah petir dan angin. Kau juga punya api abadi milik Helio di tubuhmu, bahkan kau memiliki tenaga sihir cadangan yang khas dengan kemampuan ular naga. Naga Suci pasti bisa bersatu ke dalam dirimu," ucap Raisa


"Tapi, jenis sihir milikku yang sama dengan milik Sang Naga Suci hanya petir saja. Meski pun aku juga punya api abadi milik Sang Phoenix yang kau berikan saat menghilangkan kutukan di dalam tubuhku, aku belum bisa menguasai dan menggunakan api abadi itu," ujar Rumi


"Satu jenis sihir yang sama dengan Naga Suci dan api abadi milikku pun cukup untuk Naga Suci bersatu ke dalam dirimu. Kau hanya perlu bersedia untuk itu," kata Helio


"Mungkin itu memang cukup, tapi apa lelaki ini sanggup menahannya saat aku merasuk ke dalam tubuhnya?" tanya Niran


"Rumi pasti sanggup. Dia pasti bisa menahannya karena dia lelaki yang hebat dan kuat. Aku percaya itu," jawab Raisa


Baik Rumi atau Sang Naga Suci terlihat ragu untuk saling bersatu ke dalam diri Rumi.


Alasan Rumi merasa ragu adalah dirinya khawatir jika tak bisa menahan kekuatan saat Sang Naga Suci merasuk ke dalam dirinya maka ia akan meninggalkan Raisa.


Melihat keraguan itu, Raisa mendekat ke arah Rumi dan mengatakan sesuatu padanya.


"Rumi, aku tidak mungkin menyarankan sesuatu padamu jika itu berpotensi melukai dirimu. Percayalah padaku, Naga Suci pasti bisa bersatu ke dalam dirimu. Kau hanya perlu percaya dan bersedia," ucap Raisa


"Pertama, beri hormat di hadapan Sang Naga Suci dan katakanlah kau bersedia bersatu dengan Sang Naga Suci. Lalu, kau perlu membuat Sang Naga Suci percaya padamu dengan melakukan gerak tari harmonisasi pengendalian api suci seperti yang kulakukan tadi. Tidak masalah jika kau tidak bisa melakukan pengendalian sihir api, yang penting adalah gerakan tariannya. Kau pasti bisa meski baru dua kali melihat aku menarikan tarian itu. Setelah Naga Suci bersatu ke dalam dirimu, kau pasti bisa menguasai sihir api dengan mudah," sambung Raisa sambil berbisik.


"Baiklah, aku mengerti. Terima kasih karena kau sudah percaya padaku," kata Rumi


Raisa mengangguk sambil tersenyum lembut pada Rumi untuk memberi rasa percaya diri dan semangat pada lelaki tampan itu.


Rumi pun melangkah maju mendekat ke arah Sang Naga Suci dengan berani dan tanpa rasa takut.


.



Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2