Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 87 - Suami Istri yang Sah.


__ADS_3

3 bulan kemudian.


Setelah lama mengurus surat-surat dan melakukan persiapan pernikahan lainnya, akhirnya tibalah saatnya menunggu hari h pernikahan antara Raisa dan Rumi.


Rumi dan Paman Elvano juga sempat kembali ke dunianya untuk mengurus beberapa hal sebelum hari pernikahan dan membagikan kartu undangan bagi mereka yang ingin datang ke pernikahannya dengan Raisa di dunia sana.


•••


Beberapa hari kemudian.


Hari-H Pernikahan.


Berlokasi di vila keluarga besar, banyak keluarga besar yang datang dari pihak Raisa, kerabat, dan banyak teman. Sedangkan dari pihak Rumi, sang ayah, Tuan Rommy beserta seluruh kerabatnya datang. Banyak teman-teman dari dunia sana juga menghadiri pernikahan Raisa dan Rumi.


Setelah selesai melakukan proses inti pernikahan, Raisa dan Rumi kini resmi menjadi pasangan suami istri yang sah. Kini hanya tersisa merayakan resepsi pernikahan.


Kini Raisa dan Rumi sama-sama sedang beranjak untuk berganti busana. Raisa yang awalnya memakai kebaya putih, kini sedang berganti untuk memakai gaun.


Rumi yang lebih dulu selesai berganti busana kini sedang menunggu Raisa dengan perasaan berdebar-debar tak karuan. Ia tak sabar untuk kembali bersanding dengan Raisa yang sosoknya ribuan kali lebih cantik dari pada biasanya. Di hari pernikahan mereka berdua itu, sudah sangat jelas Raisa yang terlihat jauh lebih cantik. Rumi selalu saja dibuat jatuh cinta berulang kali oleh gadis cantik yang kini sudah berstatus sebagai istri sahnya itu.


Rumi kini sudah terlihat sangat tampan dengan setelan serba putih. Rambut hitamnya dipoles klimis dengan gel menjadi begitu rapi, namun tetap bergaya.


"Tenangkan dirimu, Rumi," kata Tuan Rommy


"Sekarang ini jelas sekali dirimu sedang tidak sabaran," kata Logan


"Baru sebentar berpisah dengan Raisa, aku sudah merasa sangat rindu," ungkap Rumi


"Bicaramu, Rumi ... mentang-mentang sudah menikah," ledek Tuan Garry


"Setelah menikah kau bisa terus bersama Raisa, jadi bersabarlah sedikit. Pengantinmu hanya berganti pakaian sebentar," ucap Tuan Johan


"Itu dia istrimu yang cantik!" seru Nona Rina


Rumi pun langsung memandang ke arah yang ditunjuk oleh Nona Rina. Lelaki bersetel jas, kemeja, celana, dan dasi yang serba putih itu tampak terpesona sambil mengembangkan senyuman indah seiring melihat pemandangan indah dari seorang gadis cantik yang sudah berstatus sebagai istri sahnya itu.


Raisa muncul sambil terus berjalan didampingi oleh sang kakak perempuan dan adik lelakinya. Raina dan Raihan mendampingi Raisa untuk kembali menaiki pelaminan untuk bersanding kembali bersama Rumi.


"Jangan gugup, Raisa," kata Raina


"Di saat seperti ini, bagaimana bisa aku gak gugup, Kak? Aku juga sedang berusaha menghilangkan kegugupan yang kurasakan," ujar Raisa


"Gak usah gugup. Kak Raisa cantik kok hari ini," puji Raihan


"Kamu bilang begitu, kakak malah tambah gugup. Jangan larang aku untuk gugup. Ini manusiawi," ucap Raisa


Raisa mengenakan gaun putih dengan lengan panjang berbahan brokat dengan mutiara yang menghiasi. Dengan kalung mutiara yang menghiasi leher mulusnya. Rambut panjangnya disanggul setengah terurai. Terlihat cantik mempesona.


Di atas pelaminan itu sudah ada Bu Vani dan Pak Hilman sebagai kedua orangtua Raisa serta Tuan Rommy sebagai orangtua Rumi dan Nona Rina sebagai kerabat yang mendampingi Tuan Rommy karena Rumi yang tidak memiliki seorang Ibu.


Rumi yang melihat Raisa datang, ia menghampirinya dan membantu Raisa untuk naik ke atas pelaminan dengan mengulurkan tangannya.


"Ke marilah, Istriku ... " sambut Rumi


Raisa pun menerima uluran tangan Rumi yang ingin membantunya naik ke atas pelaminan.


"Terima kasih, Suamiku ... " ucap Raisa


Perlahan, tapi pasti. Raisa menaiki tangga menuju ke atas pelaminan. Begitu sampai di atas, Rumi langsung merengkuh pinggang rampingnya dengan sangat mesra.


"Jangan macam-macam. Ada banyak tamu undangan yang melihat," bisik Raisa memperingati sang suami agar tidak terlalu menunjukkan kemesraan di depan umum.


"Tidak apa. Kita sudah jadi suami istri yang sah," balas Rumi berbisik.


"Jangan jadikan itu sebagai alasan," bisik Raisa


"Kau sangat cantik hari ini berbeda dari pada biasanya," puji Rumi


"Kau juga sangat tampan," balas Raisa memuji.


Raisa pun langsung melepaskan rengkuhan tangan Rumi dan membenarkan posisinya untuk berdiri tegak di samping lelaki tampan yang kini sudah berstatus menjadi suami sahnya.


Pada sesi foto bersama keluarga, Raihan, Raina, Arkan, Farah, serta Logan, Tuan Garry, dan Tuan Johan naik ke atas pelaminan. Mereka pun berfoto bersama kedua pengantin bersama kedua orangtuanya.


"Selamat atas pernikahannya, ya, Sayang ... " ucap Bu Vani yang tampak menahan tangis harunya karena harus kembali melepas putrinya yang menikah dengan lelaki pilihannya.


"Terima kasih, Bu," ucap Raisa yang beehambur memeluk sang ibu.


"Jaga Raisa baik-baik, ya, Rumi," pesan Pak Hilman


"Baik, Pak," patuh Rumi yang sudah memanggil Pak Hilman dengan sebutan Bapak seperti Raisa.


"Selamat, ya, Raisa, Rumi ... " ucap Raina bersamaan dengan Arka.


"Terima kasih, Kak," ucap Raisa yang telah melepaskan pelukannya pada Bu Vani. Ia bicara bersamaan dengan Rumi.

__ADS_1


"Ibu, Bapak, yang lain juga ... sudah berkenalan sama keluarga Rumi belum?" tanya Raisa


"Ini ada Paman Rommy. Ah, maaf, maksudku Ayah. Lalu, ada kakak lelakinya Rumi, Kak Logan. Dan, mereka bertiga adalah murid dari Ayah. Yaitu, Bibi Rina, Paman Garry, dan Paman Johan. Ketiganya adalah murid seperguruan dengan Paman Elvano," sambung Raisa memperkenalkan keluarga Rumi pada keluarganya.


Keluarga Rumi yang datang dari dunia yang berbeda memang terlihat berbeda. Lain dari Paman Elvano yang terkesan dingin, keluarga Rumi terkesan berwajah garang. Terutama Ayah Rommy yang berambut panjang diikat, namun anak rambutnya menutupi sebelah matanya yang berwarna kuning terang seperti Rumi dan Logan.


"Jadi, aku punya Kakek yang lain, ya, Onty?" tanya Farah dengan polosnya.


"Iya, Sayang. Farah bisa panggil dengan sebutan Kakek Rommy," jawab Raisa


"Oh, iya ... Onty Icha cantik banget hari ini," puji Farah


"Terima kasih. Farah juga cantik," ucap Raisa


"Kembali kasih, Onty ... " balas Farah sambil tersenyum manis.


"Ayah Rommy, semuanya juga ... kenalkan ini semua keluarga Raisa. Ada Ibu, Bapak, Kakak Raina dan suaminya, Arkan. Raihan, adik lelakiku dan Farah, keponakanku," ujar Raisa memperkenalkan keluarganya pada keluarga Rumi.


"Salam kenal. Maaf, karena kami baru bisa datang di hari pernikahan anak-anak kita," kata Tuan Rommy


"Salam kenal juga. Senang bisa bertemu dan kenal dengan keluarga Rumi," balas Pak Hilman


"Terima kasih sudah mau memaklumi kami semua," ucap Tuan Rommy


"Jangan sungkan seperti itu. Kita semua sudah jadi satu keluarga sekarang," kata Bu Vani


"Mulai sekarang sebagai suami kau harus menjaga Raisa dengan baik, Rumi," pesan Tuan Rommy


"Ya, Ayah ... " patuh Rumi


"Selamat atas pernikahannya, Rumi, Raisa ... " ucap Logan


"Jangan pernah sedih lagi. Kalian berdua harus berbahagia selalu," pesan Nona Rina


"Selamat karena sudah menjadi suami istri yang sah," ucap Tuan Garry dan Tuan Johan secara bersamaan.


"Terima kasih, semuanya ... " ucap Raisa dan Rumi secara bersamaan sambil tersenyum bahagia.


Ada juga saatnya keluarga besar Raisa menaiki pelaminan untuk memberi selamat bagi sepasang pengantin baru. Tak lupa mereka juga ikut berfoto bersama.


Setelah para keluarga, kini giliran para tamu undangan yang memberi selamat pada sepasang pengantin baru yang berada di atas pelaminan. Mulai dari teman dekat Raisa.


Ada Andien, Hasna, Maura, Nilam, dan ada juga Daffa. Kelima teman dekat Raisa ini datang menjadi satu rombongan.


"Selamat, ya, buat Raisa dan Rumi. Akhirnya sah juga, nih ... " ucap Daffa


"Langgeng terus, ya. Akhirnya bisa melepas status lajang juga," ujar Nilam


"Selamat untuk suami istri baru," ucap Andien


"Semoga cepat dapat momongan," doa Hasna


"Terima kasih, semuanya ... " ucap Rumi


"Terima kasih sudah mau datang. Untuk ucapan dan doanya juga. Kalau untuk momongan, kita serahkan pada yang kuasa saja," ucap Raisa


"Jangan cepat-cepat pergi, ya. Nikmati dulu acaranya. Makan dulu juga yang banyak," sambung Raisa


"Kita foto bareng dulu dong!" seru Daffa


"Oh, iya. Boleh ... mohon bantuannya, ya, Daff," kata Raisa


Daffa adalah salah satu fotografer yang disewa untuk acara pernikahan hari ini. Ada satu orang fotografer lain yang datang dari pihak Wedding Organaizer bersama seorang kamera-man.


Setelah berfoto bersama teman dekat Raisa, kini teman dari sesama artis yang cukup dekat dengan Raisa juga datang karena diundang. Beberapa dari mereka adalah Lina dan Vino. Mereka pun memberi selamat pada tokoh utama hari ini, yaitu sepasang pengantin Raisa dan Rumi.


"Selamat, ya, untuk pernikahannya," ucap Vino


"Selamat, ya, Kak Raisa dan Kak Rumi. Semoga pernikahannya harmonis selalu," ucap Lina yang datang bersama Luna, saudari kembarnya.


"Saya datang menemani Lina. Selamat atas pernikahannya untuk kakak berdua," ujar Luna


"Terima kasih sudah mau datang. Aku tahu kalian sibuk, tapi jangan langsung pergi. Setidaknya makan dulu," ucap Raisa


"Terima kasih sudah menyempatkan untuk datang. Nikmatilah acaranya dulu sebentar," ucap Rumi


Setelah itu, ada juga Paman Elvano dan Bibi Sierra yang menyempatkan datang. Di belakang mereka diikuti oleh teman-teman Rumi dan Raisa lainnya yang datang dari dimensi lain sana.


"Selamat, ya, Raisa, Rumi. Kalian berdua sudah resmi menikah sekarang," ucap Paman Elvano


"Semoga hidup kalian berdua bahagia selalu, harmonis, langgeng, ditemani banyak anak hingga akhir hayat," ujar Bibi Sierra


"Terima kasih. Aku senang sekali kalian berdua datang. Padahal kutahu kalian berdua pasti sibuk. Terutama kau, Paman Elvano. Jika bukan karena bantuanmu, pernikahan ini belum tentu bisa terwujud. Terima kasih banyak," ucap Raisa


"Aku adalah wali Rumi. Tidak perlu sungkan," kata Paman Elvano

__ADS_1


"Terima kasih pada Paman Elvano dan Bibi Sierra yang sudah menyempatkan diri untuk datang," ucap Rumi


"Nikmatilah acaranya dulu. Kalau merasa lelah, kalian bisa istirahat di vila," ujar Raisa


"Baiklah, kami mengerti. Tapi, sepertinya kami berdua harus segera pergi karena sudah banyak yang mengantre untuk bertemu sepasang pengantin hari ini," ucap Bibi Sierra


Bibi Sierra dan Paman Elvano pun beranjak pergi menuruni pelaminan. Setelah itu baru anak-anak muda lainnya menghampiri ke atas pelaminan.


"Selamat atas pernikahannya untuk Rumi dan Raisa," ucap Morgan


"Baik-baik terus, ya, kalian berdua," kata Aqila


"Selamat, ya!" seru Sanari


"Akhirnya kalian menyusul Morgan dan Aqila juga," ujar Amon


"Raisa, kau cantik sekali hari ini!" puji Amy


"Setelah ini tidak ada alasan lagi untuk Rumi merasa cemburu karena kau sudah menjadi suami dari Raisa," ujar Dennis


"Terima kasih, semuanya ... karena sudah datang hari ini," ucap Raisa


"Terima kasih banyak," ucap Rumi


"Devan, Yola tidak datang bersamamu?" tanya Raisa


Yang dimaksud Raisa adalah Yolanda, pacar Devan.


"Ya. Dia ada acara lain di Negara Angin, tapi dia menitipkan salam," jawab Devan


"Banyak yang ingin datang, tapi tidak bisa," kata Ian


"Ya. Ibu dan Ayah juga mau datang, tapi tidak bisa karena Ayah ada acara yang harus didatangi bersama Ibu," ungkap Monica


"Tidak masalah. Karena aku pun tahu, sulit untuk meninggalkan dunia mereka dan melintas ke sini," ucap Raisa


"Karena itu, kalian berdua juga harus mengadakan pernikahan di sana. Supaya adil," kata Marcel


"Namun, jangan terburu-buru. Nikmatilah waktu kalian berdua sebagai pengantin baru di sini," ujar Sandra


"Ya. Siapa tahu begitu kalian datang ke sana, sudah ada kabar bahwa kami akan menjadi Paman dan Bibi," sahut Billy


"Tapi, jangan terlalu lama menikmati waktu berdua saja. Ingat juga kami dan keluarga kalian yang ada di sana," ucap Wanda


"Kalau soal itu, aku akan mengikuti kata Raisa saja," kata Rumi


"Mengadakan pernikahan di sana? Aku juga ingin, tapi mungkin tidak bisa terburu-buru seperti kata Sandra. Tunggu saja, ya ... " ujar Raisa


"Raisa, tadi aku lihat Lina datang dengan Luna, kembarannya. Bocah itu sudah tidak macam-macam lagi padamu, kan?" tanya Chilla


"Oh, Lina ... dia sudah jadi baik sekarang. Tidak pernah menggangguku lagi. Kami juga pernah bermain peran dalam suatu drama yang sama dan menjadi cukup akrab," jelas Raisa


"Syukurlah, kalau begitu ... " ujar Chilla


"Ya. Kalian semua nikmatilah acara hari ini," kata Raisa


Mereka semua pun meninggalkan Raisa dan Rumi di atas pelaminan, berdua.


Di saat para tamu sibuk menikmati acara, sepasang pengantin baru juga sibuk mengambil gambar berdua. Demi mengabadikan momen pernikahan dalam sebuah foto.


Di sela-sela waktu berfoto, keduanya berbincang ringan sambil berpose mesra sesuai arahan sang fotografer.


"Aku merasa sangat bahagia bisa menikah denganmu hari ini, Raisa. Benar-benar penantian yang berharga," bisik Rumi


"Aku juga sama. Aku saja masih tidak menyangka. Rasanya seperti-"


"Jangan bilang lagi bahwa ini seperti kau sedang bermimpi," larang Rumi


Raisa terkekeh pelan.


"Ini juga karena dirimu yang memberanikan diri. Sekarang aku telah menyandang status sebagai istrimu. Terima kasih, Suamiku," ucap Raisa


"Terima kasih juga karena kau yang sudah bersedia menunggu dan menerimaku yang seperti ini, Istriku ... " balas Rumi


"Aku mencintaimu, Raisa. Selamanya," sambung Rumi


"Aku juga sangat mencintaimu, Rumi. Selamanya ... " balas Raisa


Setelah sesi foto pengantin usai, Raisa dan Rumi pun beralih untuk duduk di kursi panjang pelaminan. Keduanya tampak sangat bahagia karena telah menyandang status Suami Istri yang Sah.


Senyum penuh kebahagiaan tak pernah hilang atau pun luntur dari bibir keduanya, sepasang pengantin baru. RAISA DAN RUMI.


.


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2