Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
67 - Bantuan Raisa.


__ADS_3

Setelah makan dan merasa cukup beristirahat, Raisa pun ke luar dari kamar tamu tersebut. Ke luar dan kembali menghampiri Rumi di ruang pemeriksaan untuk melihat keadaannya saat ini. Sudahkah pemeriksaan Rumi selesai?


Raisa telus menyusuri jalan kembali ke tempat awal ia masuk tempatnya berada saat ini. Lalu, ia mencari tempat pemeriksaan Rumi dengan melihat ke sekeliling. Menduga-duga di manakah tempatpemeriksaan di sana berada. Ia pun memasuki suatu ruangan yang diduganya adalah ruang pemeriksaan itu dengan membuka pintunya. Ternyata benar, Rumi ada di dalamnya!


Raisa pun melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut. Sepertinya pemeriksaan belum lama selesai. Tidak ada siapa pun di sana seperti Tuan Rommy atau yang lainnya, hanya ada Rumi seorang. Rumi terlihat hendak menuruni pembaringan. Raisa pun segera menghampirinya dan menyapanya.


"Rumi, kau mau ke mana?" Tanya Raisa yang berjalan mendekat ke arah Rumi.


Melihat Raisa datang, Rumi pun duduk di pinggir pembaringan tidak jadi turun dari sana.


"Raisa, kau datang? Aku hendak menghampirimu di kamar tamu tadinya." Ujar Rumi


"Kau sedang dalam masa perawatan lagi, tak seharusnya kau berkeliaran. Istirahatlah. Toh, aku juga sudah datang menemuimu di sini." Ucap Raisa


Raisa pun duduk di kursi yang terdapat di samping pembaringan di sana.


"Kau juga seharusnya diam beristirahat saja untuk memulihkan tenagamu." Kata Rumi


"Tenagaku sudah berangsur pulih. Kau tenanglah, tidak perlu khawatirkan aku. Perhatikan dirimu sendiri." Ujar Raisa


"Kau sudah makan, Raisa?" Tanya Rumi


"Sudah, tadi. Bibi Rina yang membawakannya untukku. Kau kah yang memintanya?" Ujar Raisa


"Ya. Kau bilang sendiri, butuh makan untuk memulihkan tenaga. Jadi, aku memintanya membawakan makanan untukmu." Kata Rumi


"Aku jadi merepotkan kalian. Padahal mungkin aku bisa memakan sesuatu dengan bantuan sihir tanamanku dari tenagaku yang tersisa." Ucap Raisa


"Apa dengan makan bantuan sihirmu yang tersisa bisa membuatmu kenyang dan memulihkan kembali tenagamu?" Tanya Rumi


"Mungkin bisa bertahan dan pulih selama satu jam." Jawab Raisa


Makan dari bantuan sihir tumbuhan maksudnya Raisa bisa menumbuhkan sesuatu dengan sihir tumbuhannya seperti sebuah pohon buah. Dengan buah yang dihasilkan dari pohon sihir tumbuhannya akan dapat merasa kenyang hanya setidaknya selama satu jam.


"Kalau begitu, memang lebih baik kau makan makanan yang sesungguhnya. Itu sudah benar!" Kata Rumi


"Aku sangat berterima kasih untuk itu. Oh ya, bagaimana hasil pemeriksaanmu? Bagaimana kondisimu? Apa yang kau rasakan sekarang? Apakah ada yang terasa aneh pada tubuhmu?" Oceh Raisa dengan segala pertanyaannya.


"Entahlah. Ayahku sedang memeriksa dan melihat hasilnya di dalam lab. Mungkin juga memeriksa sesuatu yang lain di sana. Aku merasa baik-baik saja selama setelah kau menyelamatkanku. Semua berkat dirimu, Raisa." Ungkap Rumi


"Sudah kubilang, kau tak perlu berlebihan. Apa kau juga sudah makan? Bukannya setelah datang kau langsung meminta untuk melakukan pemeriksaan? Pasti kau belum makan. Maukah aku bantu tanya dan ambilkan sesuatu untuk kau makan?" Ujar Raisa


"Aku kan sudah makan dengan beberapa gigitan roti yang kau suapi sendiri dengan melalui mulutmu." Kata Rumi


Bluushh~


Pipi Raisa kembali merona sangat merah akibat mendengar perkataan Rumi.


Perkataan Rumi mampu membuat Raisa mengingat akan perilakunya saat membantu menyuapi Rumi untuk memakan beberapa gigitan roti saat tak sadarkan diri dengan menggunakan mulutnya sendiri. Oh, itu sungguh membuatnya malu setengah mati! Kalau bisa, ia tak ingin mengingat dan mengungkitnya lagi. Tapi, Rumi sepertinya malah dengan sengaja membicarakan hal itu lagi.


Raisa pun menundukkan wajahnya karena malu.


"Itu mana cukup, sih!? Dan jangan bicarakan hal itu lagi, apa lagi dengan suara lantangmu seperti barusan!" Ucap Raisa


Rumi pun terkekeh kecil melihat Raisa yang berusaha menahan malunya.


"Sudahlah... Kau di sini saja dulu, menemaniku." Pinta Rumi


"Baiklah." Kata Raisa menurut.


Raisa pun mengobrol bersama dengan Rumi. Asik, hanya berdua. Menambah suasana romantis.

__ADS_1


---


Di tempat lain...


"Jadi, bagaimana hasil pemeriksaan Rumi tadi?" Tanya Nona Rina


"Tidak apa-apa. Racun yang masuk ke dalam tubuh Rumi sudah hampir semuanya di ke luarkan, kecuali sebagian kevil yang tersisa yang terus menguap ke luar dari tubuh Rumi melalui peluh keringatnya. Itu pun sepertinya karena dorongan sihir seseorang yang terus menerus menetralisir dan menekan efek ravun tersebut dengan tenaga sihir." Jelas Tuan Rommy


"Berarti kita masih harus mendetoks tubuh Rumi dan mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya?" Tanya Tuan Garry


"Racun yang berada di dalam tubuhnya hanya tinggal tersisa sedikit saja lagi. Hanya perlu membuat penawar racunnya. Sepertinya racun ini sangatlah ganas. Kita butuh sampel dari racun tersebut. Ini sedikit sulit karena sisa sedikit racun itu masih terus dalam proses menguap ke luar dari dalam tubuh Rumi." Ungkap Tuan Rommy


"Memangnya, racun apa itu yang berhasil mengalahkan daya tahan tubuh Rumi yang sangat kuat?" Tanya Tuan Garry


"Kita hanya bisa mengetahuinya jika mendaoat sampel racun tersebut." Jawab Tuan Rommy


"Sebenarnya, siapa orang yang telah menargetkan Rumi?" Tanya Nona Rina


"Pertanyaan itu, lagi-lagi hanya racun itulah kuncinya. Dengan sampel racun itu mungkin kita bisa menjawab semua pertanyaan yang ada." Ujar Tuan Rommy


"Ini sudah yang kedua kalinya terjadi hal yang hampir serupa." Kata Tuan Garry dan Nona Rina serempak.


Lalu, kapan kali pertamanya?


"Gadis bernama Raisa yang kalian sebut sebelumnya, dia ada di sini, kan? Dia yang membawa Rumi ke sini dan yang telah menyelamatkan Rumi, kan?" Tanya Tuan Rommy


"Ya, aku menempatkannya di kamar tamu karena permintaan Rumi. Sepertinya Anda harus berterima kasih padanya, Tuan Rommy." Ujar Nona Rina


"Rumi terlihat dekat dengannya. Rumi sepertinya sangat peduli dengan gadis ini dan sepertinya gadis inilah yang membawa perubahan pada diri Rumi sampai membuatnya memanggilmu dengan sebutan Ayah. Kurasa, Raisa lah penyebab perubahan ini pada diri Rumi yang menjadi sedikit lebih baik." Ucap Tuan Garry


"Kupikir memang ada suatu hubungan si antara mereka yang membuat keduanya terlihat dekat dan peduli satu sama lain." Kata Nona Rina


"Hubungan seperti apa? Apa hubungan seperti kau dan Elvano?" Tanya Tuan Garry setengah meledek.


"Oh, berarti kau sudah menerima semua kenyataan bahwa kau dan Elvano takkan bisa bersama dan bahwa Sierra lah jodoh bagi Elvano? Kau sudah dapat pencerahan hidup seoertinya." Ujar Tuan Garry setengah mengejek.


"Aku memang sudah lama tersadarkan, tau! Dasar, kau ini! Oh ya, Tuan Rommy, mungkin kau bisa mendapatkan sampel racun yang mengindikasi tubuh Rumi dari Raisa, karena dialah yang terus bersama Rumi dalam jangka waktu ini." Ucap Nona Rina


"Rencananya aku memang mau menanyakan tentang racun tersebut pada Raisa. Juga berterima kasih padanya dan melihat seperti apa gadis yang dekat dan mungkin akan jadi pasangan bagi anakku seperti yang kalian bilang tadi." Ungkap Tuan Rommy


"Baik, akan kupanggilkan orangnya." Kata Nona Rina


"Itu juga yang mau kuminta padamu. Cepatlah, panggil dan bawa dia ke mari!" Ujar Tuan Rommy


Saat Nona Rina ingin menjemput Raisa dan mengantarkannya pada Tuan Rommy di ruangan lab, ia juga melewati ruang pemeriksaan dan kebetulan melihat Raisa di sana bersama dengan Rumi, hanya berdua.


Nona Rina pun memasuki ruang pemeriksaan menghampiri Raisa dan Rumi di sana. Ia dapat melihat kedekatan Rumi dengan Raisa. Dengan hanya melihat mereka berdua, ia sudah tau bahwa keduanya saling menyukai satu sama lain dan saling memendam rasa. Raisa yang mengatakan padanya jika mereka hanya berteman itu adalah dusta. Ia tau dalam hati Raisa, gadis itu berharap bisa menjalin hubungan yang lebih dekat dan jauh melebihi ini, hukan ingin hanya berteman saja.


"Aku bisa mengetahui bahwa kau menyukai Rumi, Raisa. Rumi pun begitu... Kalian terlihat saling peduli dan perhatian satu sama lain. Aku salah telah mengharapkan Rumi bersama dengan Aqila, jika saja aku tau lebih dulu bahwa kau gadis yang sangat baik. Sebenarnya apa sebabnya sampai kau berkata hanya memiliki hubungan pertemanan dengan Rumi padahal kalian terlihat sangat cocok bila bersama berdua?" Batin Bibi Rina


Melihat Rumi dan Raisa bercengkrama berdua membuat Bibi Rina merasa kesenangan itu sampai mampu membuatnya tersenyum.


"Raisa, ternyata kau di sini bersama Rumi ya?" Tanya Bibi Rina


"Ah, Bibi Rina! Kau mencariku? Tunggu, ngomong-ngomong... Aku hanya melihat Bibi Rina, Tuan Garry, dan mendengar ada Tuan Rommy. Lalu, di mana Tuan Logan, Kakak Rumi dan Tuan Johan berada?" Ujar Raisa


"Oh, kau juga tau tentang mereka? Mereka berdua sedang ada tugas di desa lain, tidak ada di sini. Rumi, aku pinjam Raisa dulu. Kau istirahat saja di sini." Ucap Bibi Rina


"Kau mau membawanya ke mana? Raisa, kau tadi memanggilnya dengan sebutan Bibi?" Tanya Rumi


"Bibi Rina sendiri yang memintaku memanggilnya dengan sebutan ini." Jawab Raisa

__ADS_1


"Ayahmu memintaku menjemout Raisa ubtuk bertemu dengannya." Jawab Bibi Rina juga.


"Ayah ingin bertemu Raisa? Kalau begitu, aku ikut dengan kalian!" Ujar Rumi


"Kau di sini saja, istirahat, Rumi. Ayahmu tidak akan apa-apakan aku, gadis yang telah menyelamatkan anaknya. Apa lagi memberiku hukuman. Jadi, kau tak perlu cemas dan tenanglah beristirahat di sini." Ucap Raisa


"Baik. Segeralah kembali." Kata Rumi menurut


Raisa mengangguk kecil seraya tersemyum manis.


Bibi Rina pun pergi meninggalkan Rumi dengan membawa Raisa bersamanya untuk menemui Tuan Rommy.


Awalnya Rumi ingin ikut bersama mereka berdua. Namun, hanya dengan perkataan dari Raisa, ia pun menurut untuk diam beristirahat di ruang pemeriksaan itu. Rumi tampaknya sedang merasa senang. Ia merasa senang mendengar Raisa memanggil Rina dengan sebutan Bibi. Ia juga mengetahui bahwa Rina sendirilah yang meminta Raisa memanggilnya dengan sebutan itu. Itu berarti Rina sudah menerima kehadiran Raisa dalam kehidupan mereka. Ini sangat bagus! Satu orang sudah bisa menerima diri Raisa, Rumi sangat senang! Semoga ini pertanda baik untuk hubungannya dengan Raisa ke depannya...


---


Nona Rina pun membawa Raisa masuk ke dalam ruangan lab untuk menemui Tuan Rommy, di sana juga ada Tuan Garry yang menemani.


Sosok Tuan Rommy yang terlihat menyeramkan tidak dapat membuat Raisa merasa takut. Namun, saat ini ia sedikit gugup saat menghadapi Ayah dari Rumi itu. Kegugupannya bukan karena ia merasa takut, tapi ia bingung harus mengatakan apa sebagai awal pertemuannya dengan Tuan Rommy. Rasa gugupnya itu pun berusaha ia sembunyikan.


"Selamat siang, Tuan Rommy, Tuan Garry. Bibi Rina berkata, Tuan ingin bertemu dengan saya. Apa ada masalah yang bisa saya bantu? Apa itu menyangkut tentang Rumi?" Ujar Raisa dengan keberaniannya namun tetap dengan sopan.


"Kau tidak perlu terlalu sungkan, Raisa. Gunakan saja bahasa yang sedikit lebih santai. Dan, kalau kau memanggil Rina dengan sebutan Bibi, panggil juga aku dengan sebutan Paman." Ucap Tuan Garry


"Baiklah, Paman Garry." Paham Raisa


"Senang bertemu denganmu, Raisa. Aku ingin bertemu denganmu karena suatu hal, masih bersangkutan dengan Rumi. Karena kau yang telah menyelamatkan anakku, apa kau tau racun apa yang telah berhasil masuk ke dalam tubuhnya?" Ujar Tuan Rommy


"Aku tidak tau karena aku juga tidak punya kemampuan dalam hal mengenali racun seperti ini. Saat aku berhasil menemui Rumi setelah mencarinya, yang ada di dalam pikiranku hanya untuk menyelamatkannya. Aku pun berusaha sekuat tenaga untuk melakukannya. Aku terus menggunakan sihir medisku untuk menetralisir dan menekan efek racunnya dengan tubuhku, aku juga sempat memberi Rumi obat pereda demam yang kubawa. Sebelum itu juga, aku sempat membantu Rumi mengeluarkan sedikit racun dari dalam tubuhnya dengan memuntahkannya. Ah, aku juga memasukkan apa yang Rumi muntahkan ke dalam sebuah botol dan aku membawanya. Mana tau bisa berguna. Maaf, aku lupa memberikannya sebelumnya." Ungkap Raisa dengan menggunakan bahasa yang sedilit lebih santai. Tidak menggunakan kata saya namun dengan menggunakan kata aku.


Raisa memang sempat memasukkan apa yang dimuntahkan Rumi ke dalam sebuah botol minuman kecil yang sudah tak berisi. Botol minuman kecil inilah yang airnya Raisa gunakan untuk membantu Rumi meminum obat. Saat itu Raisa menyuapi Rumi meminum obat dengan mulutnya sendiri, namun Raisa tak mungkin mengungkapkan hal itu.


Raisa pun memberikan botol kecil yang ia simpan di dalam tas pinggangnya itu pada Tuan Rommy.


"Ini, botolnya. Di dalamnya adalah apa yang berhasil Rumi ke luarkan, tercampur dengan darahnya tapi mungkin juga terdapat racun yang dimasukkan ke dalam tubuhnya." Ucap Raisa


"Memang inilah yang kami butuhkan. Terima kasih, Raisa." Kata Tuan Rommy seraya mengambil botol tersebut dari tangan Raisa.


"Sebenarnya, racun apa yang berhasil masuk ke dalam tubuh Rumi itu, Tuan?" Tanya Raisa


"Kami masih belum tau karena hasil pemeriksaan tadi memperlihatkan racun pada tubuh Rumi sudah hampir semuanya lenyap kecuali yang masih terus menguap ke luar dari dalam tubuhnya. Namun, kami tak bisa tau hanya dengan itu saja. Dengan ini kami bisa mencari tau dengan mengidentifikasinya. Racun apa yang tercampur dengan darah Rumi ini... Kami juga akan bisa membuat penawarnya setelah mengetahui jenis racunnya nanti untuk mempercepat penguapan racun agar ke luar dari tubuh Rumi dan mungkin juga bisa mengetahui pelakunya." Ungkap Tuan Rommy


"Kalau begitu, senang bisa membantu Anda sekalian." Kata Raisa


"Racun ganas ini berhasil mengalahkan daya tahan tubuh Rumi yang sangat kuat. Pelakunya pasti telah lama mengincarnya!" Ujar Paman Garry


"Ya, ini kedua kalinya terjadi hal yang hampir serupa. Saat pertama kali, Rumi mengalami kecelakaan saat bertarung dalam menjalankan tugas. Saat itu sesuatu masuk ke dalam tubuh Rumi dengan tidak sengaja saat bertarung, namun saat ini ada orang-orang yang sengaja memasukkan racun ke dalam tubuhnya. Ada kemungkinan pelakunya berada di pihak yang sama dengan yang saat itu. Mungkin mereka mengetahui saat itu Rumi mengalami masalah dan berhasil disembuhkan. Makanya, saat ini mereka melakukan hal yang hampir sama untuk mencobanya pada tubuh Rumi. Itu sebabnya mereka mulai mengincar Rumi!" Tutur Raisa


Bibi Rina dan Paman Garry terkejut mendengar Raisa yang mengetahui hal yang terjadi saat itu, padahal itu termasuk hal yang dirahasiakan. Berbeda dengan mereka berdua, Tuan Rommy terlihat biasa saja saat mendengar Raisa yang mengetahui kejadian pada saat itu...


"Itu salah satu kemungkinan terbesar saat ini." Kata Tuan Rommy


"Kau juga tau tentang hal yang terjadi saat itu, Raisa? Saat itu bahkan kami terlambat mrngetahuinya. Kenapa kau malah mengetahuinya dengan sangat jelas?" Tanya Bibi Rina


"Dan, Anda tidak merasa heran saat Raisa mengetahui tentang saat itu, Tuan Rommy?" Tanya Paman Garry


Bibi Rina dan Paman Garry sama-sama merasa heran dengan sikap Tuan Rommy yang terlihat biasa dan santai setelah mendengar Raisa yang mengetahui tentang kejadian besar yang disembunyikan itu.


.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2