
Melihat rumahnya dilahap oleh kobaran api dengan kedua anaknya yang terperangkap di dalam membuat Ibu tersebut terus terisak hampir pingsan. Namun, kemunculan sosok dari langit membuatnya terperanjat kaget dan orang-orang di sekitarnya pun heboh...
"Itu, Putri Burung Teratai Putih! Dia Sang Penyelamat!!"
'Penyelamat!?'
"Siapa pun Anda, tolong... Tolong kedua anak saya di dalam sana~" Pinta Ibu tersebut dengan penuh harap.
Raisa sampai di dekat rumah yang terbakar itu. Ia berhenti namun tetap terbang di udara dan menatap kobaran api di hadapannya
Mobil pemadam kebakaran belum juga datang. Raisa telah mendengar semua situasinya. Bagaimana pun kedua anak yang terjebak di dalam rumah lebih penting, harus lebih dulu diselamatkan dan dikeluarkan sebelum memadamkan apinya...
Tanpa berpikir lebih lama lagi, Raisa pun menerobos masuk ke dalam rumah tingkat dua sederhana itu melalui jendela lantai atas yang kacanya sudah terlebih dulu pecah karena tak tahan dengan hawa panasnya api yang membakar itu. Raisa menerjang api besar mencari keberadaan dua anak yang terjebak di dalam. Menggunakan kemampuan sihir elemen apinya agar api itu tak langsung mengenai menyentuh kulit tubuhnya. Bagaimana pun ia masih bisa menahan rasa panas dari pada dingin...
"Halo... Ada orang di dalam? Aku datang!" Ucap Raisa kehampaan panasnya api.
"JAWAB AKU!! AKU DATANG UNTUK MENYELAMATKAN!" Pekik Raisa
Uhuk!
Raisa mendengarnya... Dan terus mencari sumber suara yang semakin melemah itu.
"Di sini... Ada adikku di sini. Tolong selamatkan kami! Setidaknya, adikku harus selamat." Lirihnya
"KALIAN BERDUA AKAN SELAMAT... DI MANA KALIAN?!!" Teriak Raisa bertanya.
"Di kamar mandi...!" Jawabnya pelan.
Lalu, Raisa menemukan sebuah kamar tidur yang di dalamnya terdapat pintu kecil persis pintu kamar mandi yang suara anak tadi berasal dari dalamnya. Namun, pintu itu tertutup. Dan lagi terkunci!
"Kenapa pintunya terkunci??" Tanya Raisa
"Pintunya memang sering macet. Pintunya rusak dan kami terus terjebak di dalam, tidak bisa ke luar." Ungkapnya
Sebenarnya, anak kecil itu cukup pintar. Ia bersembunyi di dalam kamar mandi bersama adik bayinya untuk menghindari panasnya api. Bagaimana pun, di dalam kamar mandi terdapat banyak air. Dan, itu setidaknya dapat mengulur waktu untuk api sampai menggapainya. Namun, jika mereka terus berada di dalam dan tak kunjung ke luar itu akan fatal. Mereka akan kehabisan nafas berada dalam ruangan sekecil kamar mandi dan akhirnya api tetap akan menemukan mereka dan melahap keduanya hingga terbakar hangus...
Oek!
Oekk... Ooeeekk~
Benar saja, adik bayinya muoai kehabisan nafas. Terlebih pula, sebenarnya udara lembab di kamar mandi itu tak baik untuk kesehatan anak. Terlebih lagi ditambah udara kotor dan pengap akibat kebakaran...
Tentu, Raisa takkan tinggal diam membiarkan itu terjadi!
Buru-buru, Raisa mengambil selimut yang ada di kamar tidur tersebut~ Membuka pintu kamar mandi yang terkunci dengan sihirnya...
Terlihatlah seorang anak lelaki kecil sedang mendekap seorang bayi yang adalah adiknya di dalam pelukannya yang erat. Raisa mencelupkan selimut yang diambilnya tadi ke dalam bak mandi sampai basah sempurna sepenuhnya. Segera, ia pakaikan selimut itu pada punggung anak lelaki itu. Ia sedikit khawatir tak bisa melindungi anak itu dengan sihirnya yang belum seberapa, jadi ia lakukan usaha ini.
"Selimut ini basah... Untuk apa? Dan, kakak siapa?" Tanyanya yang melihat penampilan Raisa.
"Selimut basah ini untuk menghalau api agar tidak menyentuhmu. Kakak adalah Putri Burung Teratai Putih, datang menyelamatkanmu untuk ke luar dari rumah ini." Jelas Raisa.
Dengan gaun putih dan topeng menutupi wajah bagian matanya. Raisa sudah terlebih dulu menghilangkan sihir sayap burungnya.
"Ke marikan adikmu. Kakak yang akan menggendongnya. Kamu ikuti kakak dari belakang. Jangan jauh-jauh, berjalanlah dekat denganku. Kita harus cepat." Ucap Raisa mengambil alih bayi dan menggendongnya.
"Dan, untuk selanjutnya... Jangan sampai terkejut dengan apa yang akan terjadi. Mengerti?" Ujar Raisa
Anak lelaki itu hanya mengangguk tanda mengerti.
Raisa menggunakan sihir elemen udara untuk membersihkan udara yang ada di sekitar, menetralisir udara kotor itu dengan udara yang llebih pantas dihirup. Anak lelaki itu sempat tersentak saat merasakan dan melihat hembusan angin mengelilingi mereka dan menggantikan udara dengan yang baru yang lebih segar. Namun ia langsung tak menghiraukan apa yang dilihatnya. Dari matanya terlihat fokus bertekad untuk harus selamat hingga berhasil ke luar.
Dengan hati-hati, Raisa menuntun jalan di depan dengan si anak lelaki mengekor di belakangnya.
Tak hanya menggunakan sihir api untuk menghalau kobaran itu menyentuh mereka. Tapi, juga sihir air! Menyemprotkan air pada api yang menghalangi jalan ke luar mereka.
Lagi-lagi, anak lelaki itu hanya terdiam melihat apa yang disaksikannya.
__ADS_1
"Kak, kenapa kita ga turun ke bawah malah ke arah balkon?" Tanya si anak kecil
"Percayalah, lewat sini akan lebih cepat. Sekarang kamu genggam tangan kakak dengan erat. Jangan sampai melepasnya atau terlepas." Kata Raisa
Saat sudah mencapai ambang jendela, Raisa menyuruh anak kecil itu menggenggamnya. Keduanya pun saling menggenggam dengan erat. Dan, Raisa pun bersiap!
"Jangan khawatir... Kamu dan adikmu pasti bisa ke luar dari sini dengan selamat. Kamu hanya perlu percaya padaku." Ucap Raisa
Dari bawah sana, ada Ibu dan para warga yang terus melihat ke arah rumah yang terbakar...
Nasibnya sungguh miris. Ia meninggalkan kedua anaknya di rumah untuk membeli suatu keperluan, saat berjalan arah kembali pulang, tetangganya memberitau musibah yang terjadi pada kediamannya. Ia langsung berlari pulang. Dilihatnya api besar telah melahap sebagian rumahnya.
Sedangkan suaminya, bekerja di luar kota.
Cuaca terik memang sangat mendukung terjadinya kebakaran dan angin panas terus berhembus membuat api yang berkobar semakin cepat menjalar menyebar ke seluruh penjuru rumah...
"Bagaimana nasib dua anak saya di dalam?" Tanyanya dengan cemas
"Tenang, Bu. Ada Putri Burung Teratai Putih... Semoga mereka bisa terselamatkan."
"Lihat! Itu mereka!!"
"Anak-anakku!!!"
"Bersiap untuk melompat! 1,
2...
3!
Ayo, lompat!" Ujar Raisa
Bersama dengannya, Raisa membawa anak lelaki kecil yang digenggam tanggannya dan bayi dalam gendongannya itu melompat bersama turun ke bawah.
Saat ia melompat, Raisa kembali mengeluarkan sihir sepasang sayap burungnya. Hingga mereka dibawa terbang menurun ke bawah~
"Apa kakak... Malaikat? Kakak pasti bidadari!" Katanya terkagum.
Raisa tersenyum hangat...
"Kakak hanya bertugas untuk menolongmu. Pejamkan matamu jika kau takut. Kita akan cepat sampai ke bawah..." Ucap Raisa
Anak lelaki yang berkisar umur 7 tahun itu pun memejamkan matanya. Mempercayakan keselamatannya pada kakak bidadari misterius itu...
Saat itu mobil pemadam kebakaran baru datang di tempat sudah dikejutkan dengan pemandangan heroik yang ajaib tersebut... Namun, mereka tidak hanya diam. Dan langsung bersiap dengan peralatannya untuk memadamkan api yang sudah terlanjur besar itu.
Tak butuh waktu lama, Raisa pun melakukan pendaratan di tempat yang aman. Mendaratkan anak lelaki kecil bersamanya dan si bayi dalam pelukannya.
Sang Ibu pun berlarian mendekat pada kedua anaknya yang telah diselamatkan...
Raisa pun menyerahkan kedua anak yang telah diselamatkan pada Ibunya. Menyerahkan bayi dalam gendongannya pada Sang Ibu. Ibu tersebut menerima bayinya dengan penuh suka dan memeluknya erat dalam gendongannya. Dilihatnya anaknya tetap tenang walau sebenarnya tadi sempat menangis keras.
"Anak-anakku! Terima kasih..."
"Ini bayinya, Bu." Raisa menyerahkan bayi dalam gendongannya pada Sang Ubu yang telah sangat mengkhawatirkannya.
"Terima kasih banyak!" Hanya kata itulah yang terus terucap dari mulut sang ibu.
Raisa pun tersenyum ramah...
Setelah itu, Raisa kembali mengudara menghadapi rumah yang terbakar itu. Dilihatnya petugas damkar sedang berusaha untuk memadamkan api yang berkobar besar itu. Bersama dengan mereka, Raisa pun membantu memadamkan api tersenut dengan sihir elemen airnya yang ia semburkan ke luar melalui kedua telapak tangannya~
"Syukurlah, kalian selamat...! Kamu ga apa-apa kan, Nak?" Ujar si ibu
"Gapapa, Bu. Bu, kakak itu siapa? Dia bidadari ya? Atau Malaikat?" Ujarnya si anak kecil
"Ibu juga ga tau. Tapi, mungkin saja..." Jawab Ibunya
__ADS_1
Api memang sudah menjalar cukup besar ke semua penjuru rumah. Namun, dengan bantuan Putri Burung Teratai Putih, api itu berhasil dipadamkan dalam waktu yang cukup singkat. Hanya butuh waktu 20 menit, api berhasil dipadamkan.
Para pemadam itu ada yang mendatangi pemilik rumah yang terbakar, Si Ibu...
"Semua api sudah berhasil dipadamkan karena kami pun mendapat banyak bantuan. Bahkan titik api di dalam rumah pun telah banyak yang terpadamkan, makanya tak lama bagi kami untuk memadamkannya. Kami tidak menemukan adanya korban di dalam." Jelasnya, salah satu petugas damkar.
"Ya, syukurlah anak-anak saya sudah ada yang menyelamatkan. Terima kasih sudah memadamkan kebakaran di rumah kami."
Entah apa lagi yang dibicarakan antara keduanya, setelahnya petugas damkar itu kembali pada pasukan damkar yang lsin.
Saat itu, Raisa menghampiri Ibu bersama dua anaknya itu. Ia mendarat dari terbangnya secara perlahan~
Dan, berjalan mendekati ketiganya...
"Semuanya baik-baik sajakah? Apa ada yang terluka?" Tanya Raisa dengan ramahnya.
"Kami baik-baik saja. Jika, bukan karena Anda menyelamatkan kedua anak saya, tidak tau akan jadi seperti apa hidup saya. Rumah memang penting, namun anak adalah bagian hidup saya. Terima kasih banyak..." Ujarnya
"Ibu, saya minta maaf karena datang saat api sudah membesar." Kata Raisa penuh sesal
"Tidak. Anda sudah datang saja adalah berkah dan keajaiban bagi kami." Tukasnya
Pandangan Raisa teralihkan pada anak lelaki kecil di hadapannya.
"Hei, anak baik. Siapa namamu?" Tanya Raisa dengan lembut.
"Aku, Yoga." Jawabnya
"Ibu punya anak yang pintar. Yoga adalah anak pemberani. Dia terus memeluk adiknya yang masih bayi saat saya menemukan mereka. Bahkan saat saya datang, dia berkata, 'Setidaknya adik saya harus selamat.' Dia mementingkan keselamatan sang adik lebih dari dirinya sendiri. Dan, syukurlah saya berhasil menyelamatkan keduanya." Ungkap Raisa seraya tersenyum.
"Ya, saya sangat bersyukur telah dianugerahi Tuhan kedua anak ini. Tapi hampir saja saya kehilangan kedua anak saya kalau saja Anda tidak datang. Saya ucapkan, terima kasih banyak." Tuturnya
Raisa menggerakkan tangannya perlahan~
"Pasti Yoga terikut basah karena selimut basah tadi, kan? Nah, sekarang udah kering lagi. Jangan sampai sakit. Jaga Ibu dan adik, lelaki harus kuat. Ya?" Ujar Raisa yang mengeringkan pakaian pada tubuh Yoga dengan sihir elemen airnya. Dengan menarik dan membuang air yang terserap dalam pakaian Yoga akibat diselimuti selimut basah tadi.
"Ya, terima kasih, Kak." Kata anak lelaki kecil tersebut yang bernama Yoga.
"Semoga putri Ibu juga akan tumbuh besar menjadi pintar dan pemberani seperti kakaknya. Tentu juga menjadi gadis yang cantik." Ucap Raisa yang beralih menatap putri kecil yang masih bayi di dalam gendongan Sang Ibu.
"Sekali lagi, terima kasih..."
"Walaupun tadi, saya sudah menetralisir udara yang tak baik selama proses penyelamatan. Namun, mungkin kedua anak Ibu tetap menghirup udara kotor selama saya belum datang. Periksakanlah mereka berdua segera. Maaf, saya tak bisa membantu lebih." Ucap Raisa
"Baik, saya akan ingat... Maaf, tapi, Anda..."
"Ah, saya belum memperkenalkan diri. Sebut saja saya Putri Burung Teratai Putih. Saya tidak bisa berlama-lama, tidak bisa membantu banyak. Saya akan pergi..." Mengerti maksud Ibu tersebut Raisa pun menyebutkan nama julukannya.
"Yoga, tetaplah jadi yang paling berani untuk melindungi yang tersayang..." Kata Raisa
"Saya pamit pergi. Saling mrnjaga dan berhati-hatilah~" Pamit Raisa
"Terima kasih banyak, Putri Burung Teratai Putih!"
Raisa mulai kembali terbang dengan sihirnya. Mengudara dan menjauh dari sana~
Setelah kejadian hari itu, Nama Putri Burung Teratai Putih terus menyebar luas dengan kebaikannya sebagai penyelamat. Banyak masalah teeselesaikan, beberapa kasus pun dibantu ditumpas! Dan semua itu, karena bantuan dari nama yang melejit... Putri Burung Teratai Putih!
Dan, sekarang keadaan telah jauh lebih tenang~
.
•
Bersambung...
Maaf banget telat update, hampir lupa kalau hari ini jadwalnya up lagi... Maaf juga kalau pendek. Selain memang lagi sibuk, kuota Author juga lagi sekarat nih. Mohon maklum yaa~
__ADS_1