
Karena serangan Sang Dewa yang menargetkan Rumi dan Raisa yang berada di atas tebing, Rumi kehilangan keseimbangannya dan genggaman serta pelukannya pada Raisa pun terlepas.
Raisa pun terjatuh terjun bebas dari atas tebing. Melihat itu, Rumi langsung ikut menerjunkan dirinya untuk menyelamatkan Raisa.
"RUMI ... RAISA!!"
Semua berteriak melihat Raisa terjatuh dan Rumi yang ikut menjatuhkan dirinya.
"Bagus! Tamatlah riwayat kalian berdua yang berani melawanku!" Sang Dewa menyeringai melihat Raisa dan Rumi terjatuh dari atas tebing.
..."Aku pasti bisa!"...
Saat itulah sepasang sayap secara ajaib muncul dan terbentang di balik punggung Raisa.
Raisa berusaha dan mencoba terus menerus menggunakan kembali kemampuan sihirnya seperti dulu, serta berulang kali mensugesti dirinya sendiri agar dapat lebih percaya diri. Akhirnya, usahanya pun membuahkan hasil dan ia pun berhasil menggunakan kembali kemampuan sihirnya seperti dulu.
Semua pun terkejut ... terperangah saat melihat Raisa dapat menggunakan kemampuan sihirnya seperti dulu.
Menggunakan sayap sihirnya, Raisa yang terjatuh dari ketinggian pun terbang mengudara. Ia pun meraih Rumi dan menggenggam tangannya yang berniat menyelamatkannya yang terjatuh, lalu Raisa membawa Rumi terbang dan mendaratkannya dengan selamat di atas tebing untuk berkumpul dengan temannya yang lain.
Meski terkejut, Rumi tersenyum melihat kemampuan sihir milik Raisa sudah kembali seperti dulu. Berbeda dengan teman yang lain yang menyaksikan momen keajaiban itu dan menunjukkan ekspresi perasaran dan menuntut penjelasan, Rumi tidak seperti itu. Karena Rumi tahu dan yakin, pasti Raisa akan menceritakan alasan di balik kejadian kali ini.
"Aku tahu pasti kalian merasa sangat penasaran dan telah memiliki banyak pertanyaan untukku, terutama kau ... Amon. Tapi, izinkan aku menunda penjelasannya agar aku bisa menangani Sang Dewa Iblis itu lebih dulu," ucap Raisa
Raisa pun langsung memutar tubuhnya menatap tajam ke arah Sang Dewa yang sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Tidak mungkin! Mustahil! 4 tahun yang lalu ... inti sihirmu telah kurampas dan kemampuan sihir itu sudah jadi milikku! Bagaimana bisa kau masih memiliki dan menggunakan kemampuan sihir?!"
"Alasannya adalah ... karena kau tidak pantas memiliki kemampuan suci ini dan pada dasarnya akulah pemilik asli dari kemampuan ini!" teriak Raisa memberi penjelasan karena mengerti dengan tatapan tidak percaya Sang Dewa.
Dari ekspresi terkejut dan tidak percaya, raut wajah Sang Dewa berubah menjadi marah besar. Ia merasa telah dipermainkan oleh Raisa.
"Kau ... gadis sombong! Beraninya kau menipuku! Kau akan mendapat hukuman besar karena telah berani nenipu dan mempermainkan aku ... Sang Dewa!!"
"Bukan hanya tidak pantas memiliki dan menggunakan kemampuan suci milikku, kau jugalah yang seharusnya mendapatkan hukuman atas semua perbuatanmu!" teriak Raisa
Raisa pun terbang mendekat ke arah Sang Dewa untuk kembali menghadapinya.
__ADS_1
"Kau pikir ... dengan kau yang bisa menggunakan kemampuan sihir lagi, maka aku akan takut padamu?! Kaulah yang seharusnya takut padaku! Akulah yang merampas kemampuan sihir milikmu 4 tahun yang lalu! Dan akan kulakukan lagi hal yang sama seperti dulu! Karena kemampuan itu hanya aku yang pantas memilikinya!"
Sang Dewa pun ikut maju untuk menyerang ke arah Raisa.
"RAISA, HATI-HATI!" teriak Rumi berpesan.
"Tenanglah, Rumi. Aku tidak akan membiarkan dia melukai dirimu atau pun diriku. Kali ini aku tidak akan gagal lagi seperti sebelumnya." Raisa mengirimkan sihir transmisi suara pada Rumi.
"Ya. Aku percaya padamu." Rumi membalas transmisi suara yang Raisa kirimkan padanya.
"Teman-teman, apa pun yang terjadi ... kumohon kalian untuk nelindungi Rumi karena dialah yang menjadi target incaran Sang Dewa. Sementara aku berurusan dengan Sang Dewa Iblis!" Raisa juga mengirimkan sihir transmisi suara dengan pesan yang berbeda pada teman-temannya yang ada di sana bersama Rumi.
"Dia adalah penipu! Dia sudah menipu kita semua! Ternyata, selama ini kemampuan sihirnya tidak hilang! Lihat saja, buktinya ... sekarang dia masih bisa dengan mudahnya menggunakan kemampuan sihirnya," ucap Amon
"Raisa, bukan penipu ... " bela Rumi
"Raisa, tidak menipu. Ini adalah keajaiban yang datang untuknya. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa mendapat kemampuan sihir miliknya lagi seperti dulu, tapi sebelumnya dia benar-benar kehilangan seluruh kemampuan sihirnya karena inti sihirnya telah dirampas oleh Sang Dewa. Bagaimana pun juga dari awal dia adalah orang yang penuh dengan keberuntungan," ujar Chilla
"Raisa, sudah berkata akan memberi kita penjelasan. Kita tunggu saja," kata Aqila
"Aku tidak takut denganmu! Dari awal, kau bukanlah sosok yang pantas untuk ditakuti! Dan, sudah kubilang ... akulah pemilik asli dari kemampuan suci ini! Kaulah yang tidak pantas untuk memilikinya!" bentak Raisa
Tidak hanya sampai di situ ... Raisa mulai berhenti melawan dan menyerang Sang Dewa, ia hanya menahan semua serangan. Tanpa Sang Dewa sadari, sebenarnya serangannya pada Raisa akan musnah tepat sebelum mengenai gadis itu. Semua serangannya tidaklah mempan atau berpengaruh sedikit pun terhadap Raisa.
"Jangan sombong dan tidakperlu berbohong! Katakan saja, kau takut padaku! Maka, aku akan berbaik hati mengakhiri pertarungan yang sia-sia ini dan merampas kemampuan sihirmu lagi seperti 4 tahun yang lalu. Kalau kau menyerah dan berhenti sampai di sini, maka akan kubiarkan kau tetap hidup seperti ini selamanya, meski kau akan lebih tidak berdaya dari pada sebelumnya ...."
"Kaulah yang sombong ... dasar, Iblis kejam! Aku tidak takut padamu. Meski harus kalah, aku akan memilih mati dari pada hidup dengan belas kasihanmu. Lagi pula, kaulah yang berbohong mengatakan akan membiarkanku hidup. Kau pasti akan membunuhku karena telah menjadi penghalang besar bagi rencana besarmu. Lalu, kau akan meberuskan perbuatan jahatmu dengan berbuat kekacauan di mana-mana. Karena itulah kau harus dihentikan sekarang juga!" bentak Raisa
"Dasar, manusia tidak tahu diuntung!"
Raisa hanya terus mengulur waktu hingga Sang Dewa kelelahan dan berakhir kehilangan kemampuan sihir dengan sendirinya.
Saat itu juga, Tuan Nathan dan Paman Elvano datang setelah mencari keberadaan Sang Dewa. Keduanya melihat Raisa terlibat pertarungan dengan Sang Dewa seorang diri dengan kemampuan sihir yang telah kembali pulih seperti dulu. Keduanya pun menghampiri beberapa orang lainnya yang menyaksikan pertarungan antara Raisa dan Sang Dewa.
"Papa // Ayah ... " seru Aqila dan Morgan secara bersamaan.
"Kemampuan sihir Raisa telah kembali?" tanya Paman Elvano
__ADS_1
"Itu terjadi dengan tiba-tiba secara ajaib. Raisa menunda penjelasannya karena harus menghadapi Sang Dewa," jelas Devan
"Kalau menurut yang diberitahukan padaku, Raisa bisa menghadapi Sang Dewa seorang diri tanpa terluka," ujar Tuan Nathan
"Ya. Itu sebabnya kami tidak ingin mengganggu pertarungan antara keduanya," ucap Morgan
"Kalau begitu, kita hanya bisa menunggu sambil berjaga-jaga di sini," kata Paman Elvano
Selain berbuat kekacauan dan memporak-porandakan seisi desa, serangan Sang Dewa tidak ada yang berhasil menyentuh Raisa. Sang Dewa sudah mulai kewalahan, meski hanya melawan Raisa seorang diri saja.
"Kemampuan suci apanya yang sangat lemah dan tidak berguna seperti ini!? Tidak ada satu pun seranganku yang mengenaimu! Kemampuan sampah!"
"Sudah kubilang, kaulah yang lemah dan salah karena telah memanfaatkan kemampuan suci ini hanya untuk kepentinganmu sendiri!" bentak Raisa
Meski marah dan terus melawan, terlihat jelas jika Sang Dewa sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk menyerang. Raisa pun memanfaatkan keadaan itu untuk melenyapkan seluruh kemampuan Sang Dewa dengan kembali menyerap tenaga sihir miliknya dari tubuh Sang Dewa dengan menggunakan kemampuan sihir miliknya.
"Kau tidak pantas memiliki kemampuan suci ini!" teriak Raisa
Raisa lebih dulu menjerat tubuh Sang Dewa dengan sihir elemen tanah yang menarik tubuh Sang Dewa ke dasar permukaan tanah. Raisa pun menyentuh bagian ubun-ubun kepala dan jantung pada dada Sang Dewa. Raisa menggunakan sihir pengendali darah, lalu menyerap kembali tenaga sihir miliknya dari tubuh Sang Dewa.
Saat itulah, meski Raisa telah menarik sihir eleman tanah dan pengendalian darah yang menjerat dan membekukan tubuh Sang Dewa ... Sang Dewa merasa sangat tidak berdaya. Kini, tubuh Sang Dewa tidak lagi bertenaga.
"Apa yang telah kau lakukan padaku!?"
"Kau telah kehilangan seluruh kemampuan sihirmu. Kau tidak bisa dan tidak boleh melakukan perbuatan jahat lagi. Maka, ucapkanlah selamat tinggal ... " ujar Raisa
Dengan kemampuan sihir miliknya, tangan Raisa menembus masuk ke dalam dada Sang Dewa dan menarik jantungnya ke luar. Raisa pun meledakkan dan membakar habis jantung milik Sang Dewa dengan sihir api biru miliknya yang baru saja mengalami peningkatan. Lalu, Raisa juga menusuk ke arah kepala Sang Dewa menggunakan pedang miliknya.
Sang Dewa tewas begitu saja dan berakhir tanpa bisa melakukan perlawanan di tangan Raisa.
Setelah semua berakhir, seketika saja tubuh Raisa langsung lemas. Sayap sihir miliknya pun telah dihilangkannya dari balik punggungnya. Meski begitu, Raisa masih mampu berdiri tegak.
.
•
Bersambung...
__ADS_1