Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 99 - Serigala Raksasa.


__ADS_3

"Kami tahu kalau desa kalian sedang dalam mengalami musibah, makanya kami dipanggil datang ke sini untuk membantu, tapi apa itu sudah hingga ke tahap krisis?" tanya Raisa


"Seperti itulah," jawab Yasha


"Seperti apa kondisi terbaru secara keseluruhan saat ini? Coba jelaskan dengan lengkap,"ujar Amon meminta penjelasan.


"Seperti yang sudah kalian tahu, ada monster yang muncul dan datang menyerang desa kami secara misterus. Lalu, beberapa warga desa menghilang secara misterius pula," ungkap Yasha


"Apa warga desa yang menghilang ada kaitannya dengan monster yang menyerang desa?" tanya Ian


"Entahlah, tapi sebagian besar warga lainnya berpendapat seperti itu," jawab Yasha


"Ada yang mengatakan satu per satu orang menghilang karena berusaha menangani dan membasmi monster yang menyerang desa kami. Lalu, banyak orang yang terluka akibat serangan badai salju ekstrim saat mereka mencoba mencari keberadaan monster tersebut. Ada yang mengklaim bahwa wujud monster itu adalah kawanan serigala salju dan satu di antaranya adalah serigala raksasa," sambung Yasha


"Karena kalian baru saja tiba di sini, malam ini kalian istirahat saja dulu di penginapan. Jagalah agar kondisi kalian tetap fit supaya besok sudah bisa mulai menjalankan misi dengan efektif," tambah Yasha lagi.


"Itu juga yang Devan sarankan tadi," kata Sanari


Baru saja diceritakan, tiba-tiba saja muncul badai salju yang seolah menyerang mereka yang berkumpul di sana.


"Badai salju itu datang!" teriak Yasha


Mereka semua menghalangi wajah dengan kedua tangan agar salju tidak masuk dan menusuk mata atau bagian anggota tubuh sensitif lainnya.


"Tegakkan tubuh kalian, tetaplah berpijak dengan kokoh, fokuskan pandangan kalian, dan jangan sampai lengah," kata Raisa


"Di saat seperti ini bagaimana bisa kita menegakkan tubuh dan memfokuskan pandangan jika keseimbangan dan penglihatan kita saja terganggu karena badai salju ini?" tanya Chilla


Raisa pun menggunakan kemampuan sihirnya untuk membuat dinding pelindung di sekitar hingga membatasi badai salju agar tidak menyakiti mereka semua dan di dalam batasan dinding pelindung itu Raisa mengeluarkan sihir elemen cahaya agar mereka semua bisa tetap melihat apa yang terjadi di tengah badai salju yang bergemuruh di luar dinding pelindung tersebut. Dinding pelindung yang Raisa bangun berbentuk seperti kuncup bunga teratai.


"Tidak terlihat apa pun di luar sana," kata Devan


"Wah ... dinding pelindung ini berbentuk kuncup bunga teratai. Sungguh mengagumkan," takjub Yasha menatap kagum dinding pelindung transparansi berbentuk kuncup bunga teratai di sekeliling.


"Yasha, tadi kau bilang ... sebagian warga mencari keberadaan monster untuk membasminya. Mungkin itulah sebab monster itu menyerang karena mereka marah setelah merasa terganggu," ujar Raisa


"Tapi, monster itu yang lebih dulu mengganggu dan menyerang desa kami," kata Yasha


"Karakteristik monster itu sama seperti hewan, dia tidak akan mengganggu kalau tidak diganggu lebih dulu. Lagi pula, dari pengalaman kami yang pernah menangani misi yang serupa dengan ini sebenarnya monster itu adalah hewan sihir suci. Kalian tidak boleh menyerang apa lagi membasminya. Hanya boleh menerima keberadaannya," ungkap Raisa


"Hewan sihir suci ... apa itu mungkin? Tapi, kami tidak pernah menyerang lebih dulu. Setelah adanya terror dari monster itu barulah kami melakukan upaya penanganan, termasuk dengan cara menyerang balik. Namun, itu hanya upaya kami untuk mengakhiri musibah ini," ujar Yasha


"Mungkin ada oknum yang tidak kalian ketahui sudah mengganggu keberadaan monster itu, seperti kasus yang pernah kami temui sebelumnya dan cara kalian salah jjka menangani musibah ini dengan menyerang balik," ucap Rumi


Raisa pun melangkahkan kakinya ke depan.


"Kalian semua tetaplah berlindung di dalam sini, aku akan ke luar dari dinding pelindung ini untuk mencoba mengatasi semua ini," kata Raisa


"Raisa, jangan. Di luar sana berbahaya," larang Rumi sambil mencekal tangan istri tercintanya itu.


"Kau hanya perlu percaya padaku, Rumi," ucap Raisa


"Kalau begitu, aku ikut denganmu ke luar sana," ujar Rumi


"Baiklah. Temanilah aku di sisiku," kata Raisa


Raisa dan Rumi pun berjalan ke luar dari dinding pelindung sambil saling bergenggaman tangan dengan erat.


"Mereka berdua mau apa di luar sana? Di dalam sini lebih aman, kenapa mereka malah mencari bahaya?" tanya Yasha dengan bingung.


"Kau tidak perlu khawatir. Mereka adalah pasangan hebat," ujar Chilla


"Pasangan hebat pun tidak perlu mencari mati seperti itu," heran Yasha

__ADS_1


"Kau hanya perlu diam dan perhatikan saja," kata Amon


Raisa menghembuskan nafas dengan kasar saat merasakan udara yang terlampau dingin di hadapan badai salju yang menerjang.


"Udara di sini dingin sekali," gumam Raisa


"Helio, aku minta ... tolong hangatkan tubuhku dari dalam." Raisa mencoba berkomunikasi dengan Sang Phoenix yang berada di dalam dirinya.


"Baiklah, Raisa." Helio mematuhi permintaan Raisa dan langsung menghangatkan tubuh tuannya dari dalam diri tuannya tempat ia berada.


"Kau yang tidak berinisiatif lebih dulu ... aku juga akan menghangatkan tubuhmu dari dalam sini," ujar Niran, Sang Naga Suci yang berada di dalam diri Rumi yang membantu tuannya itu menghangatkan tubuh tuannya dari dalam diri tuannya.


"Terima kasih, Niran," ucap Rumi yang berkomunikasi dengan Sang Naga Suci yang berada di dalam dirinya.


"Terima kasih atas bantuanmu, Helio," ucap Raisa


"Sama-sama," balas Helio dan Niran dari dalam diri tuannya masing-masing.


"Helio, apa kau mengetahui sesuatu tentang monster di sini atau sesuatu yang mungkin sedang menyerang kita saat ini?" tanya Raisa


"Mungkin itu adalah hewan sihir suci lainnya, tapi aku tidak dekat dengannya karena jenis elemen sihir kami yang berbeda," jawab Helio, Sang Phoenix.


"Benar, aku pun tidak begitu dekat dengan hewan sihir suci yang satu ini. Karena bagaimana pun jenis elemen sihir unggulan dan yang utama milikku adalah elemen api, sama seperti Helio," ungkap Niran, Sang Naga Suci di dalam diri Rumi yang menyahuti percakapan Raisa dan Helio.


"Jadi, bencana saat ini adalah ulah hewan sihir suci seperti kalian yang jenis elemen sihirnya bukan api?" tanya Rumi


"Mungkin seperti itu," jawab Niran


"Kalau di daerah seperti ini, jenis elemen sihir hewan sihir suci kali ini mungkin adalah air dan es," ujar Raisa


Raisa dan Rumi saling bertatapan. Kini keduanya mengerti setelah melakukan percakapan pada hewan sihir suci yang berada di dalam diri masing-masing. Percakapan Raisa dan Rumi dengan hewan sihir suci bisa saling terhubung karena semua hewan sihir suci memiliki koneksi yang erat.


Setelah merasa hangat karena bantuan Sang Phoenix yang nenghangatkan tubuhnya dari dalam dirinya menggunakan limpahan api abadi suci, Raisa pun langsung menggunakan kemampuan sihir elemen es miliknya untuk meredakan badai salju di hadapannya hingga berakhir sepenuhnya.


"Tidak ada yang tidak mungkin bagi Raisa. Dia akan membuat semua hal menjadi wajar baginya. Dia adalah orang yang seperti itu," ucap Ian


"Jangan bilang dia adalah Dewi Penyelamat Desa Daun?" tanya Yasha mencoba menebak.


"Kau baru menyadari itu sekarang, rupanya ... " kata Chilla


"Begitu, rupanya. Kalau begitu, tidak heran lagi," ujar Yasha


Begitu badai salju berakhir, para monster itu muncul pada detik akhir dari balik terpaan salju. Memang benar, itu adalah kawanan serigala salju dan ada seekor serigala berukuran raksasa yang memimpin kawanan tersebut.


Serigala berukuran raksasa itu berbeda dari serigala lainnya dari segi aura dan mengeluarkan sinar terang yang terpancar di sekeliling tubuhnya. Bahkan serigala itu bisa bicara.


"Tidak ada satu pun manusia yang bisa mengendalikan bahkan menghentikan badai salju yang kubuat, tapi kau ... siapa kau sebenarnya?" Dengan suaranya yang bisa bicara layaknya manusia, serigala raksasa itu mengeluarkan pertanyaan.


"Serigala itu bisa bicara," takjub Yasha


"Sepertinya memang benar itu adalah hewan sihir suci," duga Devan


"Kalian sudah berulang kali bicara tentang hewan sihir suci, apa kalian sudah pernah bertemu langsung?" tanya Yasha


"Kami sudah pernah melihatnya langsung. Burung Api Legendaris yang disebut sebagai Sang Phoenix yang memilih Raisa sebahai tuannya dan Sang Naga Suci yang memilih Rumi sebagai tuannya," ungkap Sanari


"Jadi, itulah sebabnya kalian bilang mereka berdua adalah pasangan hebat," gumam Yasha


Di hadapan serigala raksasa itu, Raisa membungkukkan tubuhnya sambil menyilangkan sebelah tangannya di depan dada. Melihat Raisa, Rumi pun ikut melakukan hal yang sama seperti sang istri.


"Salam dan hormatku ... aku adalah Raisa. Senang bertemu denganmu, Wahai Penguasa Sungai Suci," ucap Raisa


"Tidak ada orang yang mengetahui identitasku kecuali orang yang berniat jahat. Kau pasti ingin merampas kekuatan suci milikku. Pasukanku, serang mereka semua!"

__ADS_1


Atas perintah dari serigala raksasa itu, kawanan serigala ysng berada di bawahnya langsung bergerak maju dengan cepat untuk menyerang. Namun, langkah mereka berhenti saat Raisa mengeluarkan sihir elemen cahaya dengan lambang bunga teratai putih pada salah satu tangannya. Kawanan serigala itu langsung mundur dengan ekspresi takut bahkan langsung mendundukkan kepala dengan hormat di hadapan Raisa.


"Kami semua datang ke sini bukan dengan niat jahat, tapi dengan penuh rasa damai," kata Raisa


"Tidak mungkin! Itu adalah cahaya dengan lambang teratai putih yang suci. Aku bahkan bisa merasakan jejak api abadi suci dalam jumlah besar pada tubuh kalian berdua. Sebenarnya siapa kalian berdua, terutama kau ... wanita? Dinding pelindung kuncup bunga teratai itu juga kau yang membuatnya, bukan?"


"Kalau kau bisa merasakan sihir itu milikku, berarti kau juga bisa merasakan bahwa aku tidak memiliki niat jahat terhadapmu," ujar Raisa


"Aku tidak percaya manusia sepertimu! Aku sendiri yang akan melawanmu!"


Serigala raksasa itu pun melangkah maju dengan langkah besarnya. Raisa pum mengeluarkan sepasang sayap sihir di balik punggungnya. Seketika saja serigala raksasa itu menyemburkan air dari mulutnya yang langsung memerangkap dan membekukan sayap sihir Raisa hingga wanita itu tidak bisa berkutik.


"Ini dingin sekali," gumam Raisa


Dengan menggunakan kemampuan sihirnya, Raisa mengeluarkan kobaran api abadi suci dari dalam tubuhnya hingga melelehkan es yang membekukan sepasang sayap sihirnya. Seketika saja, serigala raksasa itu kembali menyerang dengan elemen es miliknya dan kali ini serangan itu digagalkan oleh Sang Naga Suci yang ke luar dari dalam diri Rumi dan melindungi tuannya serta Raisa dengan menggunakan tubuh panjangnya untuk menghalangi serangan es di sekeliling tubuh Rumi dan Raisa.


"Niran, Sang Naga Suci!"


"Terima kasih, Niran. Aku mohon bantuanmu untuk melindungi Rumi dan teman-teman kami yang lain di belakang sana," ucap Raisa


"Baik, Raisa." Sang Naga Suci yang juga menganggap Raisa sebagai tuannya langsung patuh begitu saja. Ia tetap bersiaga di dekat Rumi, tuannya.


Raisa melenyapkan sepasang sayap sihirnya dan beralih memanggil Sang Phoenix ke luar dari dalam dirinya.


"Helio, aku memanggilmu dan membutuhkan bantuanmu!" seru Raisa


Saat itu juga, Helio Sang Phoenix ke luar dari tubuh Raisa demi memenuhi panggilan dari tuannya.


"Aku memenuhi panggilan darimu, Raisa," patuh Helio terbang mengudara.


Dengan sihir elemen udara, Raisa langsung berdiri di atas punggung Helio dengan sekali lompat.


"Helio, berubahlah!" teriak Raisa


Dengan kemampuan sihirnya, Raisa mengeluarkan api suci surgawi dan Helio menerima api suci tersebut hingga merubah wujudnya yang dikelilingi api abadi suci berwarna kemerahan menjadi di kelilingi api suci surgawi berwarna biru terang yang menyilaukan mata.


"Berhati-hatilah, Raisa!" teriak Rumi berpesan pada sang istri yang telah siap bertarung.


Rumi memang mengkhawatirkan keselamatan Raisa, tapi ia lebih percaya bahwa istrinya itu mampu membawa perdamaian meski dengan cara melawan serigala rakasasa yang disebut sebagai penguasa sungai suci itu. Seperti yang sudah pernah Raisa lakukan dua kali berturut-turut.


"Itu adalah Burung Api Legendaris dan Naga Suci! Burung Api Legendaris itu bahkan bisa berubah jadi mengobarkan api biru! Sungguh menakjubkan!" seru Yasha


"Api biru itu adalah kemampuan milik Raisa dan dialah yang membuat Burung Api Legendaris atau Sang Phoenix itu berubah jadi mengobarkan api biru. Itu adalah api suci surgawi," ungkap Sanari


Pertarungan antara es dan api pun tak terhindarkan lagi dan itu terjadi secara besar-besaran. Semuanya menatap kagum penuh rasa takjub ke arah pertarungan yang mereka saksikan bersama.


Serigala raksasa itu sebenarnya langsung menyadari bahwa Raisa adalah reinkarnasi dari Dewi Kebajikan Teratai Putih saat melihat cahaya dengan lambang bunga teratai putih. Namun, karena sudah lebih dulu mengatakan akan menyerang, ia tidak bisa mundur begitu saja. Apa lagi, ia mengetahui adanya Sang Naga Suci dan Sang Phoenix yang menyertai keberadaan dua manusia di hadapannya. Bukan hanya tidak percaya dengan manusia, hubungannya yang tidak baik dengan Sang Naga Suci dan Sang Phoenix membuatnya meneruskan serangannya.


Pada puncak serangan, Raisa bersama Helio saling berhadapan dengan serigala raksasa Sang Penguasa Sungai Suci dan menyerang secara bersamaan.


Di dalan pertarungan kali ini, Helio hanya membantu Raisa bergerak dengan mudah sambil terbang di udara. Namun, tetap Raisa yang melakukan serangan sepenuhnya dengan menggunakan kemampuan sihirnya.


Di saat yang bersamaan, Serigala raksasa Sang Penguasa Sungai Suci mengeluarkan serangan es miliknya dan Raisa mengeluarkan serangan api suci surgawi. Kedua serangan yang sangatlah besar dan kuat itu saling berbenturan, namun kedua penyerang sama-sama bertahan di posisi. Karena Helio membantu pergerakan Raisa, ia terus terbang maju ke depan hingga serangan Raisa terus menekan Sang Penguasa Sungai Suci yang mulai kesulitan menahan serangan Raisa.


Saat telah berada di jarak yang dekat, Raisa menghentikan serangan api suci surgawinya sekaligus mematahkan serangan es milik Sang Penguasa Sungai Suci. Hingga akhirnya, pada jarak sedekat itu Raisa bergerak mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala Sang Penguasa Sungai Suci yang berwujud serigala raksasa demi untuk menenangkan hewan sihir suci elemen air dan es itu. Saat itu juga muncul lambang bunga teratai putih pada bagian tengah dahinya yang mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dan serigala raksasa Sang Penguasa Sungai Suci itu dapat melihat lambang Dewi itu dengan jelas.


"Tenanglah, Wahai Sang Penguasa Sungai Suci ... " kata Raisa


Serigala raksasa itu langsung terdiam dengan sangat tenang. Helio pun langsung mendarat dan Raisa pun langsung melompat turun dari atas pungggung Sang Phoenix yang kali ini menjadi tunggangannya itu.


.


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2