Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 121 - Jelajah Malam Berhadiah.


__ADS_3

Usai bermain dan merasa kesal karena kalah, Raihan meletakkan raket tenis meja dan juga meletakkan raket tenis meja yang dipegang oleh Arka.


"Kak Arka, ikut aku, yuk!" seru Raihan yang langsung menarik tangan Arka.


"Emangnya kamu mau ke mana?" tanya Arka


"Kita main permainan lain," jawab Raihan


"Permainan apa? Kok mainnya ke luar?" tanya Arka


Melihat Raihan menarik tangan Arka ke luar dari ruangan tersebut, Raisa langsung menghampiri keduanya setelah meletakkan raket tenis mejanya.


"Sebentar, ya ... " kata Raisa


Raisa langsung menyerukan nama adik dan kakak ipar lelakinya itu.


"Kak Arka, Raihan, kalian berdua mau ke mana?" tanya Raisa


"Gak tahu, nih, si Raihan ... " jawab Arka


"Aku mau ajak Kak Arka main permainan jelajah malam berhadiah," ungkap Raihan


"Oh, permainan misterius yang kamu tanyain ke pelayan tadi, ya?" tanya Arka


Raihan hanya mengangguk pelan sebagai ganti jawaban atas pertanyaan dari Arka.


Raisa menghela nafas pelan. Ia sudah mengira akan seperti ini. Adik lelakinya itu masih saja merasa penasaran dengan hantu prajurit perang dan kisah misterius dari tempat pemandian air panas itu.


"Emang pada tahu cara permainannya? Jangan asal langsung pergi aja, harus daftar untuk ikut bermain dulu di loket, nanti dikasih selembar kertas bergambar peta jalur jelajahnya dan pulpen. Di kertas itu juga ada pertanyaan misteri yang harus dijawab saat mengungkap misteri dari 4 objek misterius. Setelah selesai baru balik ke loket untuk balikin kertas peta yang pertanyaannya udah dijawab baru bisa dapat hadiahnya," jelas Raisa


"Seperti itu, toh ... " kata Raihan


"Untung Raisa kasih tahu, kalau gak kita berdua bisa nyasar. Sekalian aja kasih tahu tentang misteri 4 objek misteriusnya. Biar bisa cepat terjawab," ujar Arka


"Jangan dong. Nanti permainannya jadi gak seru lagi," larang Raihan sekaligus menolak.


"Untuk jaga-jaga gak apalah aku kasih tahu aja. Aku juga gak tahu apa permainannya masih sama persis seperti dulu atau gak," ucap Raisa


"Aku juga gak tahu dengan jelas bentuk pertanyaannya seperti apa. Yang aku tahu ... tentang 4 objek misteriusnya. Di lokasi yang berbeda, kalian bakal menemukan 2 lukisan dan 2 patung. Aku juga kurang tahu kalian bakal menemukan objek misteri yang mana lebih dulu," sambung Raisa


"Kalau dulu urutannya adalah yang pertama, lukisan misteri dari pemilik pemandian air panas ini. Jika diperhatikan lukisan itu juga akan memerhatikan kalian bahkan dari segala sisi. Mungkin pertanyaannya gak jauh dari ... kenapa sang pemilik selalu memerhatikan setiap pengunjung hanya dari sebuah lukisan tersebut? Maka jawabannya, karena pada lukisan tersebut mata sang pemilik berada tepat di tengah, itu sebabnya dari arah mana pun kamu memerhatikan lukisannya, sang pemilik di lukisan tersebut akan memerhatikan kamu juga. Yang kedua adalah lukisan wanita menangis. Kalau diperhatikan lebih dekat, maka akan ada suara tangisan sungguhan. Kalau pertanyaannya, bagaimana wanita dalam lukisan bisa menangis? Maka jawabannya adalah lantai kayu yang pakunya longgar saat diinjak akan mengeluarkan suara seperti tangisan seorang wanita. Yang ketiga adalah patung botak yang bisa menumbuhkan rambut sendiri. Jika pertanyaannya, bagaimana patung bisa menumbuhkan rambut sendiri? Maka jawabannya, patung tersebut terbuat dari besi, maka saat pasir besi yang bertiupan jatuh dari atas dahan pohon, pasir besi akan mengeluarkan reaksi magnet pada patung yang sama-sama berbahan besi hingga pasir besi akan bertumpuk seolah berdiri tegak seperti rambut yang tumbuh pada kepala patung. Yang terakhir adalah patung yang bisa menangis darah. Jika pertanyaannya adalah bagaimana patung bisa mengeluarkan air mata darah? Maka jawabannya adalah patung tersebut berisi lilin merah saat uap panas di sekitar pemandian air panas ini berhembus maka lilin merah di dalam patung akan mencair ke luar dari sela-sela lubang mata pada patung hingga membuatnya seperti menangis darah," tambah Raisa


"Jadi, semua itu hanya tipuan trik," ujar Arka


"Yah ... kalau udah dikasih tahu semua bakalan gak seru lagi," kata Raihan


"Ini cuma untuk berja-jaga. Karena kamu terus aja merasa penasaran, kalian harus hati-hati karena yang mengawasi sesungguhnya tetap ada," ucap Raisa


"Apa dia ... hantu prajurit perang itu ada di sekitar sini?" tanya Raihan


Raisa mengangguk kecil sebagai ganti jawaban atas pertanyaan dari Raihan.


"Apa lagi itu? Hantu prajurit perang? Betulan ada hantu di sini? Raisa, kamu gak bohong, kan?" tanya Arka


"Kak Raisa mana pernah bohong, sih, Kak? Hantu ptlrajurit perang itu betulan ada, tahu ... " ujar Raihan


"Gak usah nakut-nakutin, deh ... " kata Arka


Raisa menghela nafas pelan.


"Ya, aku gak bohong. Bahkan saat ini dia sedang memerhatikan kita dari jauh, meski sebenarnya dia cuma mau menyapa. Sewaktu datang ke sini aku udah sebarkan sihir cahaya suci pelindung untuk membatasi pergerakannya supaya dia gak mengganggu, tapi sekarang udah malam, jadi pengaruh sihirnya mulai berkurang dan energi roh hantunya mulai pulih dan buat dia bisa berkeliaran lagi. Tapi, tenang aja, yang dia sapa di sini cuma aku, jadi dia gak akan mengganggu kalian berdua atau yang lain," jelas Raisa


"Kenapa kamu gak tambahin sihir cahaya sucinya lagi, Raisa?" tanya Arka


"Udah, tapi tetap aja gak boleh terlalu banyak karena bisa aja musnahin dia dan itu gak boleh terjadi. Kalau dia gak mengganggu, kita juga gak boleh ganggu dia. Kehidupan di dunia ini harus seimbang, makhluk hidup berdampingan dengan makhluk ghaib yang gak hidup. Itu udah kodrat kehidupan. Dan malam hari emang waktunya makhluk seperti dia untuk berkeliaran, jadi sihir cahaya pelindung aku gak terlalu berpengaruh lagi bagi dia," jelas Raisa


"Meski begitu, hati-hati aja dan jangan melamun. Terkadang hantu ini suka bersemayam pada 4 objek misterius pada permainan jelajah berhadiah ini, tapi sebelumnya dia udah janji gak akan ganggu atau menampakkan diri pada selain aku, jadi tenang aja dan gak usah takut," sambung Raisa

__ADS_1


"Kamu udah bilang begitu, gimana jadi gak takut, sih? Aku langsung merinding, nih ... " ujar Arka


Raisa hanya tersenyum dan terkekeh kecil.


"Hei, Raisa! Jangan senyum dan ketawa gitu dong! Bikin orang parno aja!" seru Arka


"Emangnya aku ini hantu pakai segala merasa parno," kata Raisa


Raihan pun nenarik tangan Arka untuk pergi dari sana menuju loket untuk daftar bermain jelajah malam berhadiah.


"Udah, gak usah. Udah dibilang Kak Raisa gak pernah bohong. Dia gak akan ganggu dan udah ada sihir cahaya suci pelindung juga. Tenang aja," ujar Raihan


"Ngomong emang gampang!" seru Arka


"Permainannya juga gampang. Kak Raisa juga udah kasih tahu tadi. Kita berdua cuma tinggal bermain dengan cepat supaya bisa cepat balik juga," kata Raihan


Usai mendaftar di loket dan mendapat kertas peta yang juga berisi pertanyaan, Raihan dan Arka pun mulai jalan berkeliling untuk menyelesaikan permainan jelajah malam berhadiah.


Arka adalah orang yang penakut dan sebenarnya ingin sekali pergi meninggalkan adik iparnya itu untuk kembali ke ruangan sebelumnya. Namun, pria itu juga merasa gengsi dan tidak ingin diejek sebagai penakut oleh adik iparnya itu. Jadi, dengan gengsinya itu ia tetap menemani adik iparnya itu bermain jelajah malam berhadiah.


Raihan sendiri adalah orang yang agak sulit ditebak. Dari kecil entah dia adalah anak yang penakut atau tidak. Tidak ada yang bisa menebaknya. Lelaki SMA itu sengaja mengajak Arka yang penakut itu untuk bermain bersama permainan jelajah malam berhadiah. Apa lagi setelah Arka diberi tahu tentang adanya hantu prajurit perang di pemandian air panas tersebut. Raihan ingin melihat reaksi Arka saat dipaksa ikut bermain permainan jelajah malam berhadiah bersamanya.


Apakah Arka akan pergi ketakutan atau malah menekan rasa takutnya dengan rasa gengsinya untuk menemani Raihan bermain hingga akhir?


Setelah bicara dengan Raihan dan Arka, Raisa kembali masuk ke dalam ruangan sebelumnya setelah Raihan dan Arka pergi untuk memulai permainan jelajah malam berhadiah.


Di dalam ruangan tersebut, ternyata Rumi sedang bermain catur melawan Bapak mertuanya.


"Onty Icha, habis ngapain dan dari mana? Kok lama? Papi dan Om Ehan mana?" tanya Farah


"Onty Icha habis bicara sama Papi kamu dan Om Ehan di depan tadi. Sekarang Papi kamu sama Om Ehan lagi jalan-jalan di sekitar sini mau cari udara segar," jawab Raisa disertai dengan bumbu dusta.


Raisa tidak mengatakan pada Farah bahwa Raihan dan Arka sedang pergi bermain jelajah malam berhadiah karena khawatir keponakan perempuannya itu merajuk karena ingin ikut bermain bersama Raihan dan Arka. Raisa merasa jika Farah lebih baik berada di dalam ruangan karena lebih aman.


Raisa pun menghampiri yang lain dan duduk di dekat Rumi dan Farah.


"Gak tahu, nih, tapi suami kamu jago mainnya," jawab Pak Hilman


Tentu saja. Rumi sudah sering menyusun strategi untuk mengalahkan lawan saat menjalankan misi. Teori dari praktek bermain catur akan terasa mudah bagi suami Raisa itu.


"Tapi, kayaknya yang paling serius itu malah Farah, serius banget lihat Kakek dan Uncle Rumi main catur," ujar Raisa


"Iya, aku mau lihat. Biar bisa belajar main catur dari permainan Kakek sama Uncle Rumi sekarang," kata Farah


Usai bermain jelajah malam berhadiah, Raihan dan Arka lembali menuju ke loket untuk mengembalikan kertas peta serta menyerahkan jawaban atas pertanyaan misterius yang juga ada pada kertas peta tersebut.


"Apa kalian sudah berhasil mengungkap rahasia di balik objek misterius yang ada di sekitar tempat ini?"


"Ya. Semua pertanyaan yang tertulis juga udah kami jawab," jawab Arka


"Kalau begitu, selamat dan ini dia ... hadiahnya!" Seorang pelayan pun memberikan hadiah pada Raihan dan Arka yang telah berhasil menyelesaikan permainan jelajah malam berhadiah.


Hadiah yang diberikan adalah boneka maskot kecil dari pemandian air panas tersebut yang berbentuk hewan Kapibara, sejenis hewan pengerat.


"Terima kasih," ucap Arka dan Raihan secara bersamaan.


"Bagaimana dengan jelajah misterinya? Bukankah semua itu hanya sebuah trik yang mudah? Apakah kalian berdua menikmati permainannya?"


"Ya," jawab singkat Raihan


Setelah mengambil hadiah permainan, Raihan dan Arka pun kembali menuju ke ruangan sebelumnya.


"Ternyata hadiahnya cuma boneka maskot," kata Raihan


"Iya, padahal permainannya lumayan menegangkan. Untung aja udah sempat dikasih tahu sama Raisa, jadi permainannya bisa cepat selesai. Kalau gak pas berlama-lama-"


"Apa? Kak Arka merasa takut, ya? Udah, ngaku aja ... ya, kan?" tanya Raihan yang memotong perkataan Arka.

__ADS_1


"Enggak kok. Buktinya aku temani kamu main," jawab Arka


"Pakai menyangkal segala. Kalau takut, mah, ngaku aja. Ya udah, nih ... bonekanya buat Kak Arka aja, siapa tahu bisa menenangkan perasaan takut Kak Arka. Kalau masih takut juga bonekanya ada hantunya, kasih aja bonekanya buat Farah aja," ujar Raihan


"Gak, ah. Kalau benar boneka itu ada hantunya bisa bahaya buat Farah," tolak Arka


"Jadi, Kak Arka betulan takut, ya ... hahahaha," ledek Raihan sambil tertawa.


Begitu sampai dan masuk ke dalam ruangan sebelumnya, dilihat permainan sudah dirapikan dan ada dua orang pelayan di sana.


"Papi sama Om Ehan habis dari mana?" tanya Farah


"Papi sama Om Ehan habis cari udara segar di luar sambil keliling sebentar," jawab Arka


"Oh, ya, ini ... ada boneka buat Farah aja," ujar Raihan sambil memberikan boneka Kapibara pada keponanakan perempuannya.


"Wah, boneka ... dapat dari mana, Om?" tanya Farah


"Tadi Om Ehan ketemu sama Bibi Pelayan, terus main dan dikasih tebak-tebakan. Karena jawabnya benar dapat hadiah boneka itu," jelas Raihan dengan sedikit dusta.


Raihan tidak memberi tahu pada keponakan perempuannya jika habis bermain jelajah berhadiah karena khawatir Farah akan merajuk saat tidak diajak pergi bermain bersama.


"Hei, Raihan ... gimana kalau boneka itu betulan berhantu?" tanya Arka sambil berbisik.


Mendengar pertanyaan sang kakak ipar sambil berbisik, Raisa langsung mendekat.


"Wah, lucu deh bonekanya!" seru Raisa sambil mengulurkan tangan untuk mengelus boneka yang kini berada di dalam pelukan Farah yang sebenarnya sedang nendeteksi apakah boneka maskot itu berhantu atau tidak menggunakan kemampuan sihirnya.


"Iya, tapi ini boneka hewan apa, ya, Onty?" tanya Farah


"Ini namanya boneka hewan Kapibara. Hewan ini suka berendam di pemandian air panas juga, tapi yang buat khusus hewan," ungkap Raisa


"kukira ini tikus atau marmut," kata Farah


"Boneka ini gak berhantu, udah aku periksa. Tenang aja," bisik Raisa


"Emang Kak Arka aja yang parnoan. Aku gak mungkin simpan boneka kaya perempuan, makanya aku kasih ke Farah," ujar Raihan berbisik.


"Bilang aja kamu juga takut kalau boneka itu berhantu," kata Arka berbisik


"Aku gak penakut kayak Kak Arka," sahut Raihan berbisik lagi.


Farah tampak merasa senang setelah mendapat boneka.


"Apa Anda semua sudah mau berendam di pemandian kami?" tanya salah satu pelayan


"Ya. Tentu saja," jawab Raisa


"Nanti Farah ikut berendam juga, ya, karena ini baik buat kesehatan. Kalau merasa airnya kepanasan, Farah bisa masukin kakinya aja sambil duduk di tepi kolam pemandiannya," sambung Raisa yang beralih bicara pada keponakan perempuannya.


"Oke, Onty Ucha!" seru Farah


"Kalau begitu, mari kami antarkan ke kolam pemandian air panas di sini."


"Lalu, untuk Nyonya Raisa dan Tuan Rumi ... untuk Anda berdua sudah kami sediakan tempat pemandian air panas khusus spesial paket pasangan bulan madu."


"Tapi, kami berdua gak memesan paket khusus bulan madu itu," kata Raisa


"Ini bukan tergantung pemesanan Anda, tapi atasan kami yang khusus berikan paket spesial ini untuk Anda berdua."


"Silakan ikuti kami."


Semua pun mengikuti kedua pelayan itu. Namun, mereka berpencar untuk memasuki tempat pemandian air panas yang berbeda.


.


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2