
Sang Naga Suci memuji keberanian Rumi yang tanpa takut menghampirinya dengan menatap lelaki itu secara intens. Sang Naga Suci ingin melihat sejauh mana keberanian dan rasa percaya diri Rumi dan apa yang akan dilakukan olehnya.
Rumi pun membungkukkan badannya untuk menunjukkan hormat di hadapan Sang Naga Suci.
"Aku bersedia bersatu denganmu, Sang Naga Suci. Aku sanggup menahan kekuatanmu saat kau masuk ke dalam diriku," ucap Rumi
Saat itu, Naga Suci pun terbang mengudara sambil terus memperhatikan Rumi. Lelaki itu pun kembali menegakkan tubuhnya dan menatap ke arah Sang Naga Suci yang terbang di atasnya.
"Jangan menyesal dengan keputusan yang telah kau buat," ujar Niran, Sang Naga Suci.
"Tidak akan," kata Rumi dengan mantap.
Sesuai yang dikatakan oleh Raisa, Rumi mulai menarikan tarian harmonisasi pengendalian api suci. Dimulai dengan gerakan sikap hormat, Rumi pun melakukan gerakan tari harmonisasi pengendalian api suci seperti yang Raisa lakukan sebelumnya.
Meski hanya rangkaian gerak tari tanpa mampu melakukan pengendalian sihir api, Sang Naga Suci tetap mengiringi tarian Rumi sambil terbang. Sedangkan Rumi tetap menari dengan berpijak di atas tanah. Meski begitu, tarian keduanya tampak selaras dan menyatu membentuk sebuah harmonisasi yang indah.
Di akhir tarian, Rumi kembali pada gerakan sikap hormat seperti pada awal tarian. Saat itulah, Sang Naga Suci merasuk ke dalam diri lelaki yang sedang menunjukkan sikap hormat padanya itu.
Rumi berusaha menahan kekuatan besar yang masuk ke dalam dirinya bersamaan dengan sosok Sang Naga Suci tersebut yang bersatu ke dalam dirinya.
Tubuh Rumi hampir saja limbung kalau saja ia tidak memperkokoh pijakan kedua kakinya.
"Mulai sekarang aku akan tinggal di dalam dirimu. Rumi, sekarang kau adalah Tuanku. Tetaplah hidup dan aku akan melindungimu," ucap Niran, Sang Naga Suci dari dalam diri Rumi.
"Selamat, Rumi. Kau telah berhasil bersatu dengan Sang Naga Suci yang telah merasuk ke dalam dirimu," ucap Helio, Sang Phoenix.
Raisa pun mendekat ke arah Rumi.
"Rumi, kau tidak apa, kan?" tanya Raisa
"Ya, Raisa. Aku baik-baik saja," jawab Rumi
Rumi membuka telapak tangannya yang sedari tadi terkepal karena menahan kekuatan besar saat Sang Naga Suci bersatu ke dalam tubuhnya. Dari telapak tangannya ke luar kobaran api yang artinya kini Rumi bisa mengendalikan sihir api.
"Sekarang aku bisa menggunakan sihir elemen api. Tubuhku pun terasa lebih hangat setelah jumlah api abadi bertambah karena Sang Naga suci telah beraatu ke dalam diriku," ungkap Rumi
"Sudah kubilang, kau pasti bisa bersatu dengan Sang Naga Suci dan sanggup menahan kekuatan Naga Suci yang masuk ke dalam dirimu. Selamat, ya, Rumi ... " ucap Raisa
"Kau bisa melatih kemampuan sihir api milikmu mulai dari sekarang dan mungkin secara perlahan kau juga bisa menguasai sihir elemen air seperti jenis sihir yang dimiliki Naga Suci di dalam dirimu," sambung Raisa
"Aku merasa senang karena dengan adanya Sang Naga Suci di dalam diriku artinya aku bisa lebih mudah melindungimu lebih dari yang sebelumnya," ujar Rumi
"Kita berdua akan tetap dan selalu saling melindungi. Tidak akan ada yang berubah," kata Raisa
Raisa tersenyum lembut. Ia dan Rumi pun saling menggenggam tangan satu sama lain.
"Berada di dalam sini membuatku bisa merasakan cinta Rumi yang sangat besar untuk Raisa. Saat kalian berdua bergenggaman tangan pun aku jadi tahu bahwa hubungan kalian berdua sangat dekat karena saling mencintai," ucap Niran, Sang Naga Suci yang berada di dalam diri Rumi.
"Mulai sekarang aku bisa terus berdekatan dengan Helio yang berada di dalam diri Raisa, kan?" tanya Niran
"Tidak juga. Dunia tempat Raisa tinggal berbeda dengan dunia tempat tinggal Rumi ini. Saat Raisa harus kembali ke dunianya, dia harus berpisah dengan Rumi yang artinya kita berdua juga akan saling berjauhan untuk sementara waktu," ungkap Helio
"Tapi, meski berjauhan pun tidak akan membuat kita berdua menjadi lemah. Begitu juga dengan Raisa dan Rumi. Tuan kita berdua ini adalah orang yang hebat dan kuat. Percayalah, Niran," sambung Helio
"Baiklah, aku percaya. Jadi, itulah sebabnya saat aku berusaha mencari keberadaanmu aku tidak bisa menemukan sosokmu selain api abadi yang kau tinggalkan di hutan ini? Karena Raisa tidak berada di dunia yang sama dengan Rumi?" tanya Niran lagi.
"Itu benar," jawab Helio
Meski berada di tempat yang berbeda, asal tetap berdekatan, Sang Naga Suci dan Sang Phoenix tetap bisa saling berkomunikasi. Seperti saat ini ... Sang Phoenix berada di luar tubuh Raisa dan Sang Naga Suci berada dalam diri Rumi, tapi kedua makhluk sihir suci itu tetap bisa berkomunikasi dengan lancar karena keduanya adalah makhluk sihir suci dengan jenis sihir yang sama, yaitu pengguna api abadi.
"Tenang saja. Aku dan Raisa akan segera menikah. Setelah itu, Helio dan Niran tidak perlu khawatir lagi karena berada berjauhan," ucap Rumi
"Rumi, jangan lupa dengan Sanari dan Amon yang masih ada di sini. Kau jangan mengatakan hal yang membuatku merasa malu dong," bisik Raisa
"Maaf, Sayang ... " balas Rumi sambil berbisik.
Sanari dan Amon pun menghampiri Rumi dan Raisa.
__ADS_1
"Selamat, Rumi ... " Sanari dan Amon bicara secara bersamaan.
"Terima kasih," ucap Rumi
"Raisa, sekarang aku juga akan kembali masuk ke dalam dirimu," ucap Helio
"Baiklah. Silakan," kata Raisa
Sang Phoenix pun terbang mengudara, lalu ia mengarahkan dirinya pada Raisa dan merasuk kembali ke dalam diri gadis cantik itu.
"Bukankah artinya sekarang misi kali ini sudah terselesaikan? Kalau begitu, kita bisa kembali ke panti, kan?" tanya Amon
"Sepertinya begitu," jawab Sanari
"Rumi, kau sungguh tidak apa, kan?" tanya Raisa
"Ya. Kita semua bisa langsung kembali ke panti sekarang. Ayo," jawab Rumi
Mereka berempat pun segera beranjak ke luar dari pedalaman hutan bambu tersebut untuk kembali menuju ke panti asuhan.
Selama berjalan, mereka berempat mengobrol bersama.
Saat itu, mereka melihat sebuah kebun yang tumbuh dengan sangat subur.
"Kebun ini ... apa ini adalah kebun yang dibicarakan oleh anak-anak di panti asuhan?" tanya Sanari
"Benar. Ini adalah kebun yang dijadikan untuk sumber penghasilan seluruh warga Desa Bambu," jawab Raisa
"Apa maksud anak-anak yang mengatakan kalau kau yang nembangun kebun ini?" tanya Amon
"Raisa-lah yang menumbuhkan seluruh tanaman yang ada dalam kebun tersebut. Saat itu desa ini sedang mengalami kemarau panjang dan hutan di sini mengalami kerusakan parah karena ulah penebangan dan perburuan liar yang dilakukan sekelompok warga di sini. Raisa menumbuhkan banyak jenis tanaman dan membuatnya menjadi sebuah kebun supaya para warga di sini bisa mengolah dan menjadikan hasil dari kebun ini sebagai sumber penghasilan," jelas Rumi
"Raisa memiliki kemampuan menumbuhkan tanaman dengan sihir. Tak hanya itu, sumur yang letaknya tak jauh dari sini pun Raisa yang membuatnya," sambung Rumi
"Apa penebangan dan perburuan liar yang Rumi sebutkan tadi adalah penyebab dari munculnya banyak monster sebelum ini?" tanya Sanari
"Itu sebabnya roh suci pelindung hutan ini menjadi marah dan berubah menjadi roh kegelapan dan memengaruhi para monster hutan untuk balas dendam dan membuat kekacauan di desa. Saat itu, kami harus melakukan beberapa solusi untuk mengatasi masalah di Desa Bambu ini," ungkap Raisa
"Pertama, menenangkan kemarahan roh suci pelindung hutan dengan menangkap pelaku kerusakan hutan serta melakukan penghijauan kembali dan melepas-liarkan kembali para hewan yang sebelumnya diburu. Bersamaan dengan itulah aku bertemu dengan Sang Phoenix yang saat itu sangat membenci manusia, jadi aku berusaha menenangkannya dan berakhir dengan dia bersatu dan merasuk ke dalam diriku. Lalu, kami menyembuhkan beberapa warga desa yang terkena pengaruh kegelapan seperti kutukan yang disebabkan oleh kemarahan roh suci pelindung hutan. Yang terakhir, kami juga membebaskan desa dari kecaman kemarau panjang yang tak berkesudahan dengan membuatkan sumur dan kebun," sambung Raisa
"Dari penjelasanmu dan mengingat seperti apa kemampuanmu sepertinya bisa ditebak bahwa kau yang melakukan semua hal yang kau sebut itu seorang diri. Ya, kan, Raisa? Sebenarnya apa, sih, yang tidak bisa kau lakukan? Apa kau tidak punya satu pun kelemahan?" tanya Amon
Rumi terkekeh pelan mendengar deretan pertanyaan dari Amon. Sedangkan Raisa hanya tersenyum kecil.
Padahal lelaki dengan tampang galak itu tidak percaya dengan kemampuan hebat yang dimiliki oleh Raisa, tapi kini ia malah terheran setelah mengetahui langsung kehebatan Raisa.
"Kau benar, Amon. Saat itu Raisa mampu melakukan semua yang ia sebutkan tadi seorang diri. Sepertinya pacarku ini mampu melakukan segalanya dan dia bahkan tidak memiliki satu pun kelemahan," jawab Rumi
"Oho ... rupanya, kau sedang membanggakan pacarmu itu di sini, ya. Atau sebenarnya kau membanggakan dirimu sendiri karena punya pacar seperti Raisa? Dasar, kau berlebihan. Ingatlah, dia bukan pacarmu lagi dan kalian berdua hanya sekadar menjalin hubungan tanpa status," ujar Amon
"Hush ... jangan keterlaluan, Amon. Kau sudah menyinggung hal yang sangat sensitif," bisik Sanari yang menegur perkataan Amon dengan menyikut pinggang pacar lelakinya itu.
"Maaf ... " lirih Amon
"Harusnya kau minta maaf pada Rumi dan Raisa, bukan padaku," bisik Sanari
"Maaf atas kata-kata pedas ysng Amin ucapkan tadi, ya, Rumi, Raisa ... " ujar Sanari mewakili Amon untuk meminta maaf.
"Tidak apa. Sudah jadi sifat pavarmu seperti itu. Kami berdua juga bisa maklum," kata Raisa
Rumi pun hanya tersenyum tipis. Amon telah mengingatkannya pada kenyataan pahit yang tidak ingin Rumi akui dengan perkataannya. Rumi seolah ditampar oleh kenyataan dengan menggunakan tangan Amon.
"Namun, kau salah, Rumi. Tidak ingatkah kau ... kalau kau dan anggota tim yang lain dan para warga desa juga membantuku saat misi kali itu? Dan ada juga satu kemampuan sihir milikku yang punya suatu kelemahan," ujar Raisa yang berusaha merubah suasana menjadi lebih baik.
"Tapi, saat itu kami hanya membantumu melakukan hal-hal kecil ... seperti, saat kau menenangkan para monster dan roh kegelapan serta Sang Phoenix, kami hanya memperhatikan dari jauh untuk sekadar berjaga-jaga jika sesuatu terjadi padamu, bahksn itu berakhir dengan Sang Phoenix yang bersatu ke dalam dirimu. Saat melakukan penghijauan hutan, kau yang menumbuhkan kembali banyak tumbuhan dan menyuburkan kembali tanaman yang rusak parah di sana, sedangkan kami hanya membantu menanam kembali sebagian kecil bibit pohon yang dirampas oleh sekelompok warga saat itu," ungkap Rumi
"Saat kau menyembuhkan warga yang terkena pengaruh kegelapan dari amarah roh suci, kami hanya membantu mengobati para warga yang terluka kecil akibat serangan roh suci yang berubah menjadi roh kegelapan, kau bahkan menumbuhkan tanaman obat untuk mengobati luka mereka. Saat kau membuat dan masuk ke dalam lubang sumur yang sangat dalam, kami hanya membantu beri penerangan untukmu. Lalu, saat kau menumbuhkan tanaman dan membuat kebun, kami hanya membantu menyirami tanaman itu sekali agar tampak segar saat baru tumbuh," sambung Rumi
__ADS_1
"Kalau soal kemampuan sihirmu yang mampu mengendalikan senjata yang memiliki kelemahan, kau bahkan tidak memberi tahu pada kami ... tentang apa kelemahan jurus sihir itu," tambah Rumi lagi.
Raisa terkekeh pelan mendengar Rumi yang bicara sangat panjang tentang kemampuan miliknya.
"Rupanya, kau mengingat semua itu dengan sangat jelas," kata Raisa
"Tapi, dari semua penjelasanmu itu membuktikan bahwa aku tetaplah seseorang yang butuh bantuan orang lain dan memiliki suatu kelemahan. Aku bahkan lemah pada rasa dingin yang seolah dapat membekukan tubuhku. Artinya aku juga merupakan orang biasa seperti manusia pada umumnya," sambung Raisa
"Tapi, bagiku kau berbeda dan kau sangatlah istimewa," ungkap Rumi
"Sudah cukup bicaranya, Rumi ... " tegur Raisa yang mengisyaratkan bahwa dirinya merasa malu karena Rumi sangat percaya diri bicara tentangnya di depan Sanari dan Amon.
"Bagiku kau juga adalah orang yang istimewa karena kau hebat dan kuat. Terlebih lagi, aku mencintaimu ... " sambung Raisa sambil berbisik.
"Aku juga mencintaimu," bisik Rumi membalas kalimat cinta dari Raisa.
Raisa pun tersenyum manis. Kalau saja tidak sedang bersama Sanari dan Amon, Rumi pasti sudah berhamburan memeluk Raisa dengan sangat erat ke dalam dekapannya. Namun, saat ini Rumi hanya bisa untuk sekadar terus saling bergenggaman tangan dengan Raisa.
Mereka berempat terus melanjutkan berjalan hingga sampai kembali di panti asuhan. Mereka berempat pun masuk ke dalam panti asuhan tersebut.
Begitu masuk ke dalam panti asuhan, mereka berempat langsung disambut oleh anak-anak yang sudah menunggu sejak kepergian mereka berempat.
"Kakak-kakak sudah kembali!"
"Bagaimana, Kak? Apa monster kali ini pun berhasil dikalahkan? Apa monster itu sudah pergi dan tidak akan datang lagi ke sini?"
"Apanya yang sudah pergi dan tidak akan datang lagi? Monster itu malah ikut terbawa sampai masuk ke dalam panti asuhan ini, tahu! Sekarang dia berada di dalam diri Rumi dan dia bukanlah monster, melainkan makhluk sihir suci legendaris. Hati-hatilah kalau bicara, anak-anak ... " batin Amon
"Tenang, ya, anak-anak. Kami berempat sudah menenangkan monster itu. Cara kami menanganinya sama dengan monster yang dulu pernah muncul, kami bukan mengalahkan monster itu, tapi menenangkannya. Namun, bisa kami pastikan kalau monster itu tidak akan mengganggu desa ini lagi," jelas Raisa
"Sungguh?"
"Benarkah itu?"
"Iya, benar. Monster yang dulu atau monster yang kali ini tidak jahat. Monster yang dulu hanya marah karena tempat tinggalnya dihancurkan, mereka tidak akan mengganggu kalau saja dulu tidak ada orang yang mengusik tempat tinggal mereka. Mereka hanya merasa sedih dan sakit hati karena melihat tempat tinggal mereka yang hancur. Sedangkan monster yang kali ini, dia muncul karena berusaha mencari temannya. Tapi, masalahnya sudah selesai sekarang," ungkap Raisa
"Kak Raisa, kami bukan anak kecil lagi. Jangan menipu kami. Masa ada monster yang muncul karena sedang mencari temannya? Temannya juga monster dong?"
"Kakak tidak menipu kok. Monster yang dulu sebenarnya adalah roh suci pelindung hutan yang berubah menjadi roh kegelapan karena merasa marah saat hutan menjadi hancur akibat ulah orang yang tak bertanggung-jawab. Sedangkan monster yang kali ini sebenarnya adalah makhluk sihir suci yang sedang mencari sahabatnya, sesama makhluk sihir suci yang lainnya. Seperti itu ... " ungkap Raisa
"Anak-anak, Kak Raisa tidak mungkin menipu kalian. Yang dikatakan oleh Kak Raisa semuanya benar kok. Kami bertiga adalah saksinya," ucap Rumi
Sanari dan Amon pun menggangguk kecil untuk membenarkan ucapan Raisa dan Rumi.
"Bagaimana cara kakak-kakak menenangkan makhluk-makhluk suci itu?"
"Kami menenangkan roh suci pelindung hutan yang marah dulu dengan cara menangkap dan menghukum pelaku jahat yang menghancurkan hutan dan membantu mengembalikan kondisi hutan seperti saat belum dihancurkan. Lalu, kami menenangkan makhluk sihir suci kali ini dengan cara mempertemukanya dengan sahabat makhluk sihir suci lainnya," jelas Raisa
"Seperti apa sosok asli makhluk sihir suci dan sahabatnya yang ia cari itu?"
"Kami tidak bisa mengungkap wujud asli mereka, tapi sosok asli mereka adalah naga suci dan burung api suci," jawab Raisa
"Wow ... itu adalah dua binatang legenda!"
"Di mana mereka berdua sekarang? Di mana tempat tinggal mereka?"
"Bagaimana cara kakak-kakak mempertemukan dua makhluk sihir suci yang bersahabat itu?"
"Burung api suci sudah menjadi teman Kak Raisa. Dia tinggal di suatu tempat, kakak tidak bisa bilang di mana itu, tapi kakak bisa memanggilnya dengan bantuan sihir yang kakak miliki. Lalu, saat naga suci mencarinya, kakak pun mempertemukan mereka berdua. Dan sekarang naga suci itu sudah menjadi teman Kak Rumi dan dia bisa memanggil naga suci dengan sihir miliknya. Karena Kak Raisa dan Kak Rumi juga berteman, jadi naga suci dan burung api suci bisa saling bertemu dengan mudah sekarang," jelas Raisa dengan sedikit mengarang jawabannya.
"Jadi, entah seperti apa sosok asli monster yang disebut-sebut itu ... kalian sungguh sudah mengatasinya?" tanya Tuan Derril
Raisa, Rumi, Amon dan Sanari pun mengangguk secara bersamaan dengan serempak sebagai jawaban untuk pertanyaan dari Tuan Derril dan membenarkannya.
.
•
__ADS_1
Bersambung ...