Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 134 - Seputar Kisah Cinta.


__ADS_3

Semua yang tidak mengetahui pasti tidak menyangka saat mendengar kisah cinta antara Raisa dan Rumi yang penuh dengan lika-liku ketidak-pastian. Namun, keduanya terus saling mencintai selama 7 tahun lamanya sebelum akhirnya menikah karena rasa cinta itu.


"Memang cerita dan waktu yang panjang dan sulit, tapi saya tidak pernah merasa lelah mencintai Raisa. Saya pun tidak pernah merasa Raisa adalah perempuan yang jahat selama ini, apa lagi selama 4 tahun itu ... bukan tanpa alasan Raisa meminta untuk kami tidak saling bertemu karena saya sangat tahu bahwa sebenarnya saat itu adalah masa sulit bagi Raisa. Masa-masa sulit dan saat Raisa mencoba bangkit. Saya tidak bisa mengungkap alasan di balik itu, tapi saya mengerti alasan Raisa meminta untuk tidak saling bertemu meski sangat sulit, pastinya bagi kami berdua dan bukan bagi saya saja. Itulah alasan saya mengungkap hubungan yang kami jalin adalah selama 7 tahun karena yang terpenting bagi saya bukanlah saat kami pacaran, tapi saat kami terus dan selalu saling mencintai bahkan hingga saat ini sampai selama-lamanya. Cinta di antara kami tidak akan pernah padam," ungkap Rumi


"Rumi sangat baik hati, kan? Cintanya sangat tulus meski saya sangat egois dan labil, meski cinta saya pun pastinya juga tulus untuknya. Saat itu saya punya banyak kebimbangan dan gak percaya diri. Mengingat itu hingga saat ini selain merasa menjadi jahat, saya juga merasa malu sendiri. Makanya, saat Rumi datang melamar, tanpa ragu saya langsung menerimanya. Sekarang gak akan ada yang bisa memisahkan cinta kami berdua kecuali maut yang datang menjemput," ujar Raisa


"Selain merasa sangat bahagia, saya juga merasa bersyukur dan beruntung bisa menikah dengan Raisa," jujur Rumi


"Saya pun sama," sahut Raisa


"Apa yang membuat kalian berdua merasa sangat beruntung setelah bisa saling memiliki satu sama lain setelah menikah?"


"Rumi // Raisa adalah orang yang sangat istimewa dan saya mengaguminya," jawab Raisa dan Rumi secara bersamaan.


"Jadi, kalian berdua bisa saling mencintai berawal dari rasa kagum?"


"Benar," jawab Raisa dan Rumi secara bersamaan.


"Kalian berdua ini serasi sekali sampai menjawab pertanyaan pun sama dan berbarengan seperti itu."


Raisa dan Rumi pun sama-sana terkekeh pelan dengan penuh cinta kasih.


"Sebenarnya apa yang membuat kalian merasa pasangan kalian itu istimewa?"


"Raisa sangat baik dan selalu berbesar hati hingga selalu bisa membuatku kagum dan takjub saat melihatnya. Namun, saya tidak seperti itu," jawab Rumi


"Yang membuat Rumi istimewa adalah dia gak sadar bahwa sebenarnya kata-kata pujian yang diucapkannya tadi adalah sosok dari dirinya sendiri. Saya malah merasa gak pantas mendapat pujian seperti itu," jawab Raisa


"Selain yang dikatakan tadi, apa yang membuat kalian jatuh cinta pada satu sama lain?"


"Saya malu buat menjawab. Sebenarnya tipe ideal saya dan yang membuat saya jatuh cinta pada Rumi adalah karena wajah tampannya. Siapa, sih, yang gak suka dengan sesuatu yang indah? Tapi, sebelum saya menyadari bahwa wajahnya yang tampan itu memang benar-benar tipe ideal saya, saya lebih dulu terpukau dengan sifatnya itu. Dia yang gak sadar dengan sifat baik hatinya itu membuat saya tersentuh untuk pertama kalinya. Sayangnya saat pertama kali menyadari itu, saat itu sifat baiknya bukan ditunjukkan pada saya, melainkan dengan kucing peliharaannya," ungkap Raisa


"Melihat dia yang begitu baik dan peduli dengan seekor kucing liar membuat saya menyadari perasaan saya dan karena saya juga merupakan pecinta kucing, itu jadi membuat saya semakin menyukainya. Lalu, setelah itu semakin diperhatikan ternyata Rumi memang orang yang sangat baik dan peduli terhadap sekitar meski dia sendiri gak menyadarinya dan gak terlalu menunjukkan sifat baiknya itu. Mulai saat itu juga dia terlihat semakin tampan di mata saya. Saya sungguh malu mengatakan ini karena sebenarnya Rumi pun belum mengetahui tentang semua ini. Pada kesempatan kali ini isi hati dan pemikiran saya benar-benar terungkap," sambung Raisa


"Yang membuat saya jatuh cinta pada Raisa adalah dirinya yang membuat saya merasa menjadi orang yang istimewa saat saya tidak menyadari itu sebelumnya. Selain itu, Raisa juga orang yang sifatnya hangat dan lembut, lalu saya juga suka dengan senyum indah dan wajah cantiknya," ungkap Rumi


"Alasan jatuh cintanya pun bisa terbilang sama, ya. Kalian berdua emang cocok."


"Jadi, siapa yang jatuh cinta lebih dulu?"


"Itu saya. Bisa dibilang saya kenal seseorang yang mengenal dan sering menceritakan Rumi pada saya. Dari banyak cerita darinya, saya jadi merasa kalau Rumi itu menarik. Saat benar-benar bertemu dengan Rumi, salah malah jadi tertarik lalu jadi jatuh cinta padanya," jujur Raisa


"Tapi, karena Raisa sering tidak percaya diri dan selalu menghindar, sayalah yang mengejar cintanya," ungkap Rumi


Sebenarnya yang dikenal Raisa sering menceritakan tentang Rumi bukanlah orang yang bahkan bisa bercerita. Itu adalah mimpi ajaibnya setelah mendapat kemampuan sihir yang memunculkan kehidupan banyak orang yang berada di dimensi dan dunia yang berbeda dengan tempat tinggal Raisa.


Raisa lebih dulu dan banyak mengenal tentang Rumi dan teman lainnya setelah semua muncul pada mimpi ajaibnya itu. Namun, Raisa tidak mungkin mengungkap hal seperti ini di hadapan para wartawan.


"Sebenarnya saya merasa aneh dengan sifat egois dan labil saya dalam kisah cinta ini. Saya sendiri yang lebih dulu jatuh cinta, tapi saya sendiri juga yang menghindar hingga Rumi-lah yang lebih banyak berusaha, padahal usia Rumi lebih muda 2 tahun dari saya, tapi dia terkesan lebih dewasa," ujar Raisa


"Tidak. Raisa-lah yang jauh lebih dewasa, maksudnya memang sayalah yang sering bersifat kekanak-kanakan," ucap Rumi


"Yang benar? Padahal meski kelihatan dewasa, kami kira Raisa lebih muda satu tahun dari Rumi."


"Ini adalah kisah cinta yang mengesankan."


Raisa dan Rumi hanya tersenyum.


"Jadi, apa ada pertanyaan lain? Hari ini dan di sini adalah acara pembukaan kafe baru saya, tapi sepertinya kebanyakan pertanyaannya adalah seputar kisah cinta kami berdua," ujar Raisa bertanya.


"Itu karena belum ada klarifikasi tentang pernikahan kalian berdua."


"Tapi, setelah dapat klarifikasinya, sepertinya kalian memang hanya tertarik untuk mengorek informasi tentang kisah percintaan kami berdua," kata Raisa


Semua pun tertawa bersama. Para wartawan, termasuk juga Raisa dan Rumi yang tertawa kecil.

__ADS_1


"Apa benar-benar gak ada pertanyaan lain? Karena saya masih ada urusan di kafe, apa wawancaranya diakhiri aja?" tanya Raisa


"Tunggu sebentar. Kalau diingat-ingat, gak jauh dari sini ada toko bunga dengan nama Putri Bunga. Apa toko bunga itu juga milik Raisa? Bukannya toko bunga itu juga pakai nama yang sama dengan nama kafe ini?"


"Kalau dilihat-lihat, yang habis dari Kafe Putri juga pasti bawa setangkai bunga mawar merah yang tercantum alamat dan nama tokonya, yaitu Putri Bunga. Apa benar toko bunga itu juga milik Raisa?"


"Ada yang menyadari juga, ternyata. Memang benar, toko bunga itu milik saya. Saya juga memakai nama yang sama seperti nama kafe ini untuk toko bunga itu. Toko bunga itu baru berjalan 4 bulan setelah pembukaannya," jawab Raisa


"Selain dengan alasan mempromosikan toko bunga secara gak langsung, saya sengaja membagikan setangkai bunga mawar merah karena hari ini adalah hari Valentine," sambung Raisa


"Benar juga. Kami buru-buru mengejar sesi wawancara samlai lupa kalau hari ini adalah hari Valentine."


"Artinya hasil wawancara kali ini termasuk berita besar yang cocok dengan tema hari Valentine dan harus cepat-cepat disunting untuk segera disiarkan."


Memang benar. Pembukaan Kafe Putri milik Raisa bertepatan dengan Hari Valentine, maka dari itu wanita cantik itu sengaja nembagikan setangkai bunga mawar merah pada setiap pelanggan pertama kafe barunya hari ini. Dengan niat seraya mempromosikan toko bunganya dengan cara mencantumkan secarik kertas informasi nama dan alamat pada setiap setangkai bunga mawar merah yang dibagikan dengan gratis hari ini. Ini bisa disebut juga dengan strategi penjualan.


"Hari Valentine adalah peringatan hari kasih sayang yang penuh cinta," bisik Raisa memberi tahu pada sang suami


"Apa di kampung halamanmu juga nemperingati hari seperti ini?" tanya Raisa sambil berbisik.


"Entahlah, aku tidak terlalu peduli dengan hal seperti itu atau mungkin memang aku yang tidak menyadarinya," jawab Rumi sambil berbisik pula.


"Kalau begitu, sebagai penutup ... apa ada yang ingin disampaikan pada hari Valentine ini?"


"Berikan dan cintailah orang yang Anda cintai dengan sepenuh hati. Jangan sampai menyesal karena kehilangannya," ungkap Rumi


"Bicara tentang cinta, ini adalah suatu topik besar yang gak selalu bersifat romantis pada antar pasangan saja, tapi juga bisa keharmonisan hubungan dengan keluarga, guru, teman, kerabat, dan mungkin masih banyak lagi. Bahkan kita juga bisa mencurahkan cinta paea bumi tempat tinggal kita," ucap Raisa


"Dengan kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan pesan, cintailah bumi kita bersama. Rawat, jaga, dan lestarikan. Jangan hanya bisa menimbulkan kerusakan," sambung Raisa


"Dengan ungkapan pesan yang bermanfaat dan mendalam seperti ini, apa Raisa masih bisa dibilang kurang dewasa? Sepertinya enggak, deh ...."


Raisa hanya tersenyum.


"Terima kasih kembali," ucap Rumi


"Terima kasih juga karena udah menyempatkan untuk hadir bahkan sampai repot-repot menunggu hanya untuk newawancarai kami berdua," sahut Raisa


Para wartawan pun berpamitan dan akhirnya pergi membubarkan diri setelah puas mewawancai dan mengambil gambar Raisa dan Rumi.


Beberapa orang yang juga ikut menyaksikan sesi wawancara itu pun menghampiri Raisa dan Rumi untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama.


"Pelan-pelan dan satu per satu, ya. Jangan saling dorong," kata Raisa


Setelah sesi wawancara dengan para wartawan, kali ini Raisa dan Rumi kembali sibuk menanggapi permintaan para penggemar.


"Kak Raisa, cantik banget, sih ... Kak Rumi juga ganteng, deh ...."


"Terima kasih," ucap Raisa dan Rumi secara bersamaan.


"Kafe Putri itu punya Kak Raisa, ya? Nanti aku mampir, deh."


"Iya, benar. Yang mau makan dan minum sambil santai bisa langsung mampir, ya. Bagi yang minat aja," ujar Raisa


Setelah dapat foto bersama dan tanda tangan dari Raisa dan Rumi, ada beberapa penggemar yang mampir dan masuk ke dalam Kafe Putri seperti yang dikatakan tadi. Namun, ada juga yang langsung pergi begitu saja setelah berterima kasih. Raisa tidak mempermasalahkan itu karena ia juga tidak ingin memaksa penggemarnya untuk jadi pelanggan kafe baru miliknya.


Usai berhadapan dengan para penggemar, Raisa dan Rumi pun kembali menuju ke Kafe Putri.


"Aku baru pertama kali merasakan mengalami diwawancarai dan dimintai foto bersama juga tanda tangan," ucap Rumi


"Ya, sekarang kau sudah merasakannya dan biasakanlah dirimu dengan situasi seperti tadi. Karena kau adalah suamiku, bukan tidak mungkin jika kau mengalami hal yang serupa di lain waktu," ujar Raisa


"Ya, rupanya seperti inilah rasanya jadi terkenal. Bukan hal yang mudah juga, tapi kau pasti sudah sering mengalaminya. Kau orang yang hebat, maka jagalah dirimu," kata Rumi


Raisa mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Begitu masuk ke dalam kafe, Raisa dan Rumi langsung mencari tempat untuk duduk.


"Pasangan artis kita udah balik!" seru Maura


"Udah selesai, nih, wawancaranya?" tanya Andien


"Sudah. Kami berdua juga sempat dikerubungi banyak penggemar di luar tadi," jawab Rumi


"Tadi ada wartawan yang masuk untuk merekam di dalam. Berarti kami semua juga punya kesempatan muncul di TV nanti," kata Hasna


"Ya, seperti itulah. Tapi, sebenarnya hari ini aku gagal setelah merencanakan sesuatu sebelum datang ke sini," ujar Nilam


"Rencana apa itu?" tanya Raisa


"Sebenarnya untuk acara hari ini aku udah siapin gulungan pita untuk mengadakan sesi gunting pita untuk pembukaan kafe ini, tapi ternyata pas sampai di sini kafenya udah langsung dibuka dan udah ada beberapa pelanggan yang masuk. Bahkan udah ada wartawan yang nunggu di luar," ungkap Nilam


"Ya ampun, kukira gagal merencanakan apa. Kan, acara ini memang gak dibuat resmi sampai harus ada sesi pemotongan pita. Ekspetasi kamu terlalu tinggi, Nilam. Ini cuma kafe biasa," ujar Raisa


"Ya, kan, aku cuma mau ngerasain dan lihat sesi pemotongan pita di depan mataku sendiri," kata Nilam


"Itu cuma kayak gunting pita biasa. Yang penting adalah gimana bisa ada wartawan yang datang?" tanya Hasna


"Aku juga gak tahu. Padahal aku gak umumin acara ini ke pihak media atau panggil wartawan ke sini," jawab Raisa


"Masalah itu gak usah dipikirin dulu. Raisa, Rumi, mending kamu makan atau minum sesuatu dulu. Pasti lelah habis bicara banyak, tadi kalian berdua juga sibuk melayani pelanggan," ucap Andien


"Benar, tuh. Kami di sini udah pada coba makan kue dan minumannya juga, lho. Selagi kafe lagi gak terlalu ramai," kata Maura


Raisa pun memanggil salah satu pegawai kafenya untuk meninta diambilkan makanan dan minuman yang tersedia di sana sekalian ingin mencobanya langsung di hari pertama Kafe Putri dibuka.


Lalu, Raisa dan Rumi melihat daftar menu bersama.


"Coba lihat menunya. Kau mau pesan apa, Rumi?" tanya Raisa


"Kau saja yang pilihkan untukku," kata Rumi


"Apa kau ingin dipesankan yang sama denganku atau ingin yang berbeda?" tanyaRaisa lagi.


"Terserah kau saja," jawab Rumi


"Kau selalu saja seperti itu. Jangan sampai kau memprotesnya nanti," ujar Raisa


"Kalau begitu, aku pilih macaroon dan strawberry cheese cake. Lalu, untuk minumnya hari ini aku ingin minum es yang dingin ... vanilla latte dan matcha latte," sambung Raisa yang bicara pada pegawainya untuk memesan.


"Berarti ice vanila latte dan ice matcha latte dengan macaroon dan strawberry cheese cake." Pegawai kafe tersebut mengulang pesanan sang bos.


Raisa pun mengangguk.


"Ditunggu, ya."


Pegawai kafe tersebut pun beranjak untuk mengambilkan pesanan sang bos dengan suaminya. Lalu, kembali untuk mengantar pesanan.


"Silakan dinikmati."


"Terima kasih," ucap Raisa dan Rumi secara bersamaan.


Pegawai kafe tersebut pun mengangguk kecil, kemudian berlalu dari sana.


Raisa dan Rumi pun langsung menikmati yang telah dipesan bersama.


.



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2