
"Mohon maaf kepada para penonton semuanya atas keterlambatan dan penundaan waktu tayang pertunjukan cowboy kali ini dan terima kasih karena sudah mau menunggu. Baiklah ... karena semua sudah menunggu, kini mari kita saksikan pertunjukan sebenarnya. Ini dia!"
Narator di balik layar pun mulai membacakan narasi alur jalan cerita awal saat pertunjukan dimulai.
BOOM!!
Suatu hari, sekelompok cowboy pengelana sedang bepergian. Lalu, tiba-tiba ...
Sebuah ledakan bom terdengar dari arah hutan belantara dan itu menarik perhatian dari suatu kelompok cowboy pengelana. Para cowboy yang sedang berkelana itu pun langsung pergi memeriksa ke tengah hutan di mana suara ledakan itu berasal.
Saat itulah Raisa dan para anggota cowboy lainnya ke luar dari balik layar menuju atas panggung dengan menunggang kuda.
DRAP ... DRAP!
DRAP~
"Dan ... inilah bintang tamu kita hari ini, Raisa Putri!
Mari beri tepuk tangan yang meriah pada para pemain dan bintang tamu utama kita pada pertunjukan kali ini!"
WOO ... WOOHOO!!
PROK PROK PROK~~
Semua penonton bersorak sorai dan bertepuk tangan dengan meriah begitu pertunjukan dimulai dan Raisa muncul dari balik layar bersama pemain pertunjukan lainnya. Kecuali, Lina. Ia tidak menunjukkan antusiasnya seperti para penonton lainnya. Bahkan ia tampak sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Bagaimana tidak? Lina yang mengharapkan reputasi Raisa menjadi jelek karena gagal pada penampilannya dalam sebuah pertunjukan malah menyaksikan hal yang sebaliknya. Dilihatnya Raisa ke luar dari balik layar dengan menunggang kuda putih dengan berani dan percaya diri tanpa merasa resah atau takut sekali pun.
Lina menjadi kesal karena kenyataan yang ia saksikan tidak sesuai ekspetasinya. Ia pun menggeram pelan.
"Apa-apaan ini!? Gak seauai dugaanku, Kak Raisa malah terlihat enjoy dengan peran dadakannya dalam pertunjukan kali ini tanpa resah atau takut sedikit pun! Enggak! Ini pasti karena masih permulaan ... Kak Raisa pasti gak akan sanggup memerankan peran dadakannya dengan baik sampai akhir pertunjukan nanti. Dia pasti akan gagal dan terluka. Dan yang paling parah, dia akan kehilangan reputasi baiknya yang dianggap artis hebat tanpa stundman atau stund woman. Ini juga adalah awal kehancuran reputasi dan karirnya. Kita lihat dan tunggu aja ... ini gak akan mudah," batin Lina
Pertunjukan pun terus berlanjut.
Para anggota kelompok cowboy itu langsung bertanya-tanya, "suara apa itu?"
"Sepertinya itu adalah suara ledakan bom yang terdengar dari arah hutan. Mari kita periksa!"
Dalam pertunjukan cowboy kali ini, hanya Raisa yang mengeluarkan suara secara langsung dengan bantuan minimic yang disematkan pada kerah bajunya. Sedangkan para pemain yang lain hanya menggunakan suara dubbing lipsing yang sudah direkam sebelumnya. Perubahan pada penokohan cerita tampaknya tidak menyulitkan para pemain atau staf pengatur di balik layar pada penentuan jalan cerita pada pertunjukan cowboy kali ini.
Saat diperiksa ke dalam hutan, ternyata di suatu tempat di sana terlihat sangat kacau akibat bom yang meledak sebelumnya.
"Oh, tidak. Kondisi di sini kacau sekali. Sebenarnya siapa yang tega-teganya meledakkan bom di tengah hutan seperti ini? Ini akan membuat para hewan ketakutan bahkan mati karena ledakannya."
"Mari kita benahi tempat ini dan selamatkan hewan-hewan terluka yang masih hidup."
Sekelompok cowboy baik hati itu pun membereskan kekacauan di dalam hutan dan menyelamatkan hewan terluka yang masih hidup di sana.
"Sepertinya ada oknum tidak bertanggung-jawab yang melakukan pemb*nt*ian untuk berburu liar. Dan dari yang terlihat pada kondisi di tengah hutan ini, sepertinya mereka juga melakukan penebangan liar."
"Ini tidak bisa dibiarkan! Mari kita usut masalah ini sampai tuntas dan lawan serta usir oknum tak bertanggung-jawab itu dari hutan ini. Mari kita selamatkan kehidupan di hutan ini!"
"Ayo, kita dirikan kemah di sini untuk mengawasi kondisi hutan untuk menghalau oknum tak bertanggung-jawab itu."
Sekelompak cowboy itu pun mendirikan tenda-tenda untuk menetap sementara di sana untuk menindak dan menghalau para pelaku perburuan dan penebangan liar.
Di dalam persembunyiannya, para oknum tak bertanggung-jawab itu menjadi merasa gelisah karena perbuatan ilegal mereka ditemukan.
"Bagaimana ini? Pekerjaan kita akan tertunda lama jika pasukan cowboy itu tidak juga segera pergi dari sini."
"Tenang saja. Cowboy itu pengelana, mereka pasti tidak betah jika terus menetap lama di suatu tempat."
Esok harinya, ketika para oknum itu sedang memeriksa situasi tempat mereka akan melancarkan aksi, ternyata sekelompok cowboy itu sudah pergi dan tidak ada lagi di sana.
"Ternyata, para cowboy itu sudag pergi."
"Sudah kubilang, mereka tidak akan betah menetap lama di suatu tempat. Mereka pasti akan segera pergi. Sekarang, ayo lakukan perjaan kita lagi."
DOR!
__ADS_1
Sebuah tembakan memekakkan telinga mengejutkan mereka yang ada di sana termasuk para burung yang terlihat terbang kabur dari sarangnya.
Dalam pertunjukan, beberapa burung terlatih dilepaskan untuk terbang seolah kabur saat mendengar suara tembakan.
"Siapa yang melepaskan tembakan."
Saat itulah, Raisa dan pemain swkelompok cowboy kembali muncul dengan pasukan kudanya.
Rupanya, perginya para cowboy hanya sebuah jebakan yang sudah direncanakan agar oknum menampakkan diri dari persembunyiannya.
"Itu aku! Hentikanlah perbuatan ilegal kalian yang hanya akan merusak ekosistem di hutan ini dan pergilah dari sini!"
"Siapa kau!? Apa urusan kalian!? Jangan ikut campur atau halangi pekerjaan kami! Kalianlah yang harus pergi dari sini karena kami yang lebih dulu menemukan tempat ini."
"Kami adalah pecinta hewan dan alam yang akan menghentikan tindakan tidak terpuji kalian!"
"Heh, banyak lagak sekali! Tembakan yang kau lepaskan tadi pasti juga untuk berburu dan hanya ingin berebut tempat dengan kami, kan? Jangan harap kami akan pergi dari sini!"
"Jangan menguji kesabaranku atau kutembak ke luar isi kepala kalian!"
Seseorang dari pihak cowboy mengacungkan pistolnya ke arah oknum ilegal di hadapannya. Dan itu adalah Raisa yang beraksi.
"Coba saja halangi kami! Kami tidak akan pernah pergi dari sini!"
Seseorang dari oknum ilegal hutan tersebut merasa geram dengan kelakuan para cowboy yang menghalagi tindak pekerjaan mereka di sana pun melemparkan dinamit bom ke arah para cowboy.
Raisa kembali beraksi. Ia dari pihak cowboy langsung turun dari punggung kuda dan menendang bom dinamit yang dilemparkan oknum tadi ke arah sungai di hutan hingga bom itu padam dan tidak jadi meledak.
Dari saat itu, pertarungan pun terjadi dan tak dapat terhindarkan dari pihak cowboy dan oknum ilegal hutan di sana.
Suara tembakan dan bom sangat memekakkan telinga.
Meski pihak cowboy ingin berusaha mengusir para oknum ilegal dan menyelamatkan hutan, kekacauan tetap terjadi saat kedua belah pihak tidak ada yang mengalah dan malah terjadi pertarungan.
Kekacauan ada di mana-mana. Korban dari kedua belah pihak mulai bermunculan. Tak sedikit orang yang terluka akibat terkena tembakan atau ledakan bom.
Para penonton yang menyaksikan terperangah dan terkagum dengan aksi yang dipertunjukkan para pemain seolah terlihat nyata, termasuk adegan aksi yang Raisa lakukan. Semua tampak seperti sungguhan dan sangat profesional.
"Kenapa Kak Raisa bisa melakukan semuanya dengan terlihat sempurna? Apa dia seorang profesional sungguhan? Itu tidak mungkin karena dia artis baru. Mustahil ini terjadi," batin Lina
Lina diam-diam mengepalkan tangannya karena merasa kesal.
Di akhir cerita dalam pertunjukan, akhirnya para oknum ilegal hutan berhasil dibekuk oleh para cowboy. Para cowboy itu menangkap dan mengikat tubuh para oknum ilegal hutan. Saat para oknum ilegal hutan sudah tidak dapat berkutik lagi, para cowboy pun memanggil polisi hutan untuk menindak-lanjuti para oknum ilegal hutan tersebut.
"Pastikan kalian semua mengingat hari ini baik-baik dan jangan melakukan hal yang merusak alam lagi di masa depan."
Para oknum ilegal itu meringkuk malu dan pasrah saat dibawa oleh para polisi hutan untuk diadili.
Setelah itu, mereka bersama-sama membenahi kerusakan di tengah hutan dan melakukan penghijauan. Serta menolong dan menyelamatkan para hewan yang terluka. Hewan yang terluka parah akan dibawa ke balai konservasi untuk mendapat perawatan dan akan kembali dilepas-liarkan setelah kembali pulih.
Di akhir pertunjukan, narator mengatakan sesuatu dari balik layar.
"Cerita dalam pertunjukan kali ini hanyalah rekayasa dan karangan. Namun, akan lebih baik jika kita semua terus menjaga alam serta ekosistem yang ada, bukan malah merusaknya dengan keji. Harap semuanya bisa mengambil pesan moral dari cerita pertunjukan kali ini tanpa meniru adegan bahaya atau ilegal. Terima kasih sudah menyaksikan dan semoga semuanya terhibur dengan pertunjukan kali ini."
Para pemain yang masih berada di atas panggung pun saling berpegangan tangan, lalu membungkuk hormat pada para penonton, termasuk Raisa, untuk memberi salam penutup. Setelah itu mereka semua kembali berlalu ke arah balik layar.
Pertunjukan cowboy kali ini pun berakhir.
Sekali lagi, para penonton pun bersorak sorai dan bertepuk tangan dengan meriah.
"Kenapa Raisa tidak langsung menghampiri kita saja di sini, malah ikut ke balik layar?" tanya Amy
"Dia pasti ingin mengembalikan perlengkapan pertunjukannya dulu pada staf di sini," jawab Dennis
"Kita tunggu saja, dia pasti tidak akan lama," kata Sanari
"Keren, ya. Pertunjukannya juga mendidik."
"Iya. Dan yang paling keren lagi itu aksi Raisa tadi. Ekspresi di tiap adegannya juga pas dan bagus banget."
__ADS_1
"Ternyata Raisa benar-benar jago bela diri dan bisa melakukan apa aja."
"Sepertinya Raisa emang berbakat dan multitalent."
"Aku jadi makin nge-fans sama Raisa."
"Iya. Aku kira Raisa cuma artis baru yang cantik yang emang lagi banyak diomongin aja. Ternyata ada alasan kenapa dia bisa populer. Benar-benar keren dan memukau!"
Tsk hanya menggeram, Lina bahkan juga menggertakkan giginya karena merasa kesal. Ternyata, pertunjukan dan peran dadakan yang Raisa lakukan berjalan sempurna sampai akhir dan sangat terlihat bahwa berjalan sesuai dengan cerita yang telah dibuat. Ini semua benar-benar tak sesuai dengan ekspetasi keinginannya. Sia-sia saja Lina mengeluarkan uang. Yang harusnya membuat Raisa kesulitan dengan membuatnya merasakan peran dadakan malah membuatnya semakin populer dan dibicarakan banyak orang tentang kehebatannya.
"Aku benar-benar kesal ... ini semua tidak sesuai dengan ekspetasiku! Ternyata pertunjukan berakhir dengan sukses dan sempurna. Kak Raisa tidak merasa kesulitan sekali pun atau terluka sedikit pun karena banyak adegan aksi yang dia lakukan. Kalau begini, percuma aja aku keluar uang banyak untuk menyogok para pemain pertunjukan di sini. Harusnya tadi aku langsung to the poin aja bilang ingin lihat Kak Raisa kesulitan dan terluka dalam pertunjukan kali ini. Ini namanya gak adil! Kak Raisa selalu aja dapat kemudahan dan semakin populer, bahkan dia juga dekat dengan lelaki yang kusuka!" batin Lina
Lina yang kesal pun ikut berjalan ke luar dari aula pertunjukan bersama para penonton lainnya.
Di balik layar.
Begitu masuk ke balik layar, langsung ada pria yang menghampiri Raisa.
"Raisa, terima kasih sudah mau bergabung dalam pertunjukan kami dan selamat atas keberhasilan Anda bermain peran dadakan ini dengan sukses."
"Terima kasih kembali. Lalu, saya ingin mengembalikan perlengkapan pertunjukan sebelum pergi," ucap Raisa seraya menyerahkan semua peralatan dan perlengkapan pertunjukan, seperti minimic, headset nirkabel (bluetooth), dua pistol palsu, dan topi cowboy.
"Iya, tapi maaf ... apa Anda bisa tunggu dulu sebentar di sini untuk bicara dengan saya? Namun, sebelum itu saya harus bicara pada para staf di sini dulu."
"Baiklah, tapi tolong jangan terlalu lama. Teman-teman saya masih menunggu," kata Raisa
"Terima kasih atas pengertiannya. Ini tidak akan lama."
Ternyata, pria tersebut adalah ketua himpunan pertunjukan dalam Taman Safari yang bisa dibilang adalah boss pertunjukan di sana. Pria itu pun meninggalkan Raisa dan menghampiri para staf dan pemain di sana.
"Gawat, ketua datang. Kita tidak akan kena semprot massal, kan?"
Para staf di sana terdiam menegang saat melihat ketua datang.
"Tidak. Selamat atas pertunjukan kalian yang sukses dan untuk itu saya akan beri ucapan sambutan dan selamat yang meriah." Ketua itu tersenyum getir karena marah.
Semua staf di sana langsung menunduk karena itu adalah tanda mereka akan dimarahi.
"Katakan dengan jujur ... siapa dalangnya?"
Tak ada yang bicara atau buka mulut sekali pun. Para staf dan pemain di sana semuanya hanya terdiam.
"Masih tidak ada yang mau bicara atau mengaku? Atau harus saya laporkan ini ke boss besar?"
"Maafkan kami ketua. Kami tidak tahu apa-apa, kami hanya dibujuk oleh Mawar."
"Tidak tahu apa-apa, hanya dibujuk ... kalian semua bod*h! Lau, Mawar! Apa kamu tidak sadar dengan perbuatan kamu kali ini? Meski Raisa artis top terhebat sekali pun, dia datang di sini hanya orang asing yang ingin menonton. Kamu malah seenaknya membawa orang asing ke dalam pertunjukan? Apa kamu tidak berpikir jika saja Raisa sampai terluka karena adegan aksi dalam pertunjukan ... bagaimana kita mau bertanggung-jawab? Apa kau mau menanggung resiko itu dan bisa bertanggung-jawab sendiri?"
"Maaf, ketua. Tapi, Raisa bahkan tidak terluka sama sekali dan bisa bermain peran dengan sangat baik dan sempurna. Saat syuting, Raisa bahkan tidak memakai peran pengganti seperti stundman atau stund woman."
"Alasan! Kita memang tidak mau ada sesuatu yang terjadi, tapi bagaimana jika benar-benar ada sesuatu yang buruk terjadi pada Raisa? Raisa tidak memakai peran pengganti dalam syutingnya atau apa pun itu sudah jadi urusan pekerjaannya dan tidak ada hubungannya dengan di sini. Di sini hanya kalian yang bekerja dan kita saling punya tanggung-jawab masing-masing. Raisa bukan tanggung-jawab tempat ini dalam hal pekerjaan!"
Ketua pertunjukan itu marah besar.
"Sekarang katakan dengan jujur! Kamu atau kalian semua tidak mungkin mengajaknya bermain peran dalam pertunjukan hanya karena nge-fans sama Raisa ... jadi, siapa dalangnya? Siapa yang menyuruh untuk mengajak Raisa ikut bermain peran dalam pertunjukan? Apa kalian dibayar seseorang? Mawar, jawab!"
"Saya memang dibayar orang yang bilang ingin lihat pertunjukan cowboy kesukaannya dengan artis kesukaannya juga ikut berperan dalam pertunjukannya. Tapi, saya tidak tahu dan tidak kenal siapa orang itu."
"Ceroboh! Tidak ada orang yang tidak butuh uang, semua orang juga butuh uang. Tapi, tidak begini caranya. Kalau begini, kamu akan dianggap tidak bertanggung-jawab dalam pekerjaan bahkan juga termasuk juga adanya tindakan penyogokan. Ini pelanggaran. Kamu bisa saja dipecat, Mawar!"
"Maafkan saya ketua. Saya benar-benar minta maaf. Jangan pecat saya."
"Kalau tidak mau dipecat, kamu harus temui orang yang bayar kamu dan kembalikan uangnya. Lalu, juga minta maaf sama Raisa!"
"Baik, akan saya lakukan!"
Ketua pertunjukan pun membawa Mawar untuk meminta maaf pada Raisa.
.
__ADS_1
•
Bersambung ...