
Sang Penguasa Sungai Suci dengan wujud serigala rakaasa itu langsung menunduk pertanda hormat di hadapan Raisa.
"Hormatku kepada Dewi Kebajikan Teratai Putih. Senang bisa bertemu denganmu pada kehidupanku kali ini," ucap Sang Penguasa Sungai Suci.
"Jangan begitu segan atau sungkan padaku. Di kehidupan kali ini aku hanya seorang manusia biasa," ujar Raisa sambil tersenyum ramah.
"Baik, aku mengerti. Kau sudah memperkenalkan dirimu padaku, Raisa. Kali ini kuperkenalkan diriku padamu ... namaku Glyn Veron," kata Sang Penguasa Sungai Suci yang mengungkap namanya.
"Namamu terdiri dari dua suku kata, rupanya. Kalau begitu, aku akan memanggilmu Veron saja," ujar Raisa
"Karena kau sudah mengerti, Veron ... tolong mengertilah juga bahwa kedatangan kami semua bukan berniat jahat. Sama sepertimu, kami juga menginginkan kedamaian," sambung Raisa
"Aku mengerti dan percaya padamu, Raisa," kata Sang Penguasa Sungai Suci, Veron.
Saat itu Rumi berjalan mendekat ke arah Raisa. Sedangkan Sang Phoenix dan Sang Naga Suci tetap diam pda posisinya saat itu.
"Kau berhasil lagi, Raisa. Selamat, Sayang ... " ucap Rumi
Raisa tersenyum senang.
"Terima kasih, Rumi," ucap Raisa
"Veron, perkenalkan ... ini suamiku. Rumi," sambung Raisa memperkenalkan suaminya pada Veron.
"Rumi, memiliki aura seorang Dewa. Dia bahkan menjadi patner dari Niran, Sang Naga Suci. Suamimu tidak kalah hebat dari dirimu yang merupakan patner dari Helio, Sang Phoenix. Senang bertemu denganmu, Rumi," ujar Veron
"Senang bertemu denganmu juga, Veron," balas Rumi
"Bagaimana bisa makhluk itu jadi patuh begitu saja dengan Nona Raisa? Padahal kita semua baru saja melihat pertarungan luar biasa dari keduanya? Lalu, apa maksudnya dengan Dewi Kebajikan Teratai Putih?" tanya Yasha
"Karena itulah Raisa, dia adalah reinkarnasi dari Dewi Kebajikan Teratai Putih. Tentu saja hewan sihir suci menjadi patuh dengannya," jawab Sanari
Karena keadaan sudah aman, Raisa pun menghilangkan pengaruh sihir dinding pelindung buatannya. Semua pun menghampiri Raisa.
"Veron, perkenalkan ... mereka semua adalah teman-temanku," ujar Raisa
"Nona Raisa, bagaimana caranya sampai kau bisa menaklukan Serigala Raksasa ini?" tanya Yasha
"Itu bukan penaklukan, tapi bisa dibilang aku punya ikatan dengan para hewan sihir suci. Namanya adalah Veron, Sang Penguasa Sungai Suci," ungkap Raisa
"Ketiga makhluk raksasa ini adalah hewan sihir suci, tapi kenapa aku merasa hubungan mereka tidak begitu baik?" tanya Devan
"Itu karena karakter dan jenis elemen sihir mereka yang berbeda. Dan semuanya berawal sejak dulu kala, beribu-ribu tahun yang lalu," jawab Raisa
"Dahulu, para makhluk sihir suci diciptakan dan muncul begitu saja di sebuah pegunungan besar di dekat suatu lembah. Mereka semua tercipta dari elemen alam yang membentuk wujud mereka menjadi seperti rupa hewan yang berbeda. Semua berkumpul dan hidup damai di sana meski memiliki karakter dan jenis elemen sihir yang berbeda. Namun, karena banyaknya peperangan di berbagai belahan dunia, mereka semua berpencar untuk melindungi wilayah yang berbeda untuk mempertahankan keutuhan dan perdamaian dunia. Mereka semua mengakui tuan yang berbeda di setiap wilayah yang mereka jaga. Namun, karena itu perpecahan antara mereka semua mulai terjadi. Masing-masing dari mereka mengklaim bahwa tuan dan diri mereka sendiri lebih kuat dari pada yang lain. Itu semua telah berlangsung sangat lama," sambung Raisa mengungkapkan sebuah cerita legenda zaman dahulu kala.
"Bagaimana dan dari mana kau bisa tahu semua cerita itu, Raisa?" tanya Ian
"Aku mengetahui semuanya saat menyentuh kepala Veron tadi. Aku melihat suatu memori ke dalam ingatannya," jawab Raisa
"Itu semua memang benar, tapi ada sesuatu yang terlewat. Saat kami semua berada pada perpecahan yang sangat buruk, saat itulah ada yang mempersatukan kami kembali. Yaitu, Dewi Kebajikan Teratai Putih yang diakui sebagai tuan oleh Sang Phoenix dan Kaisar Dewa yang diakui sebagai tuan oleh Sang Naga Suci. Kau dan suamimu adalah reinkarnasi dari dua tuan hebat yang kini juga diakui Sang Phoenix dan Sang Naga Suci sebagai tuan, Raisa," ungkap Veron
"Aku adalah reinkarnasi dari Kaisar Dewa? Apa itu mungkin? Tapi, aku hanyalah manusia buatan yang bahkan diciptakan oleh penjahat pada masa pembuatanku," ujar Rumi
"Tidak ada yang tidak mungkin. Setelah kau bernafas dan hidup, serpihan dari jiwa Kaisar Dewa terdahulu masuk ke dalam dirimu dan menjadikanmu sebagai reinkarnasi dari jiwanya. Seperti itu jugalah proses reinkarnasi dari Dewi Kebajikan Teratai Putih ke dalam diri Raisa," jelas Veron
Rumi menoleh ke arah Raisa yang sedang tersenyum sambil menatap ke arahnya. Rumi pun bergerak menggenggam tangan Raisa dengan erat.
"Apa dulu kami juga pasangan suami istri seperti saat ini?" tanya Rumi
"Ya. Kaisar Dewa dan Dewi Kebajikan Teratai Putih adalah pasangan suami istri terkuat yang harmonis hingga mampu mempersatukan kami semua kembali," jawab Veron
"Pada saat itu Kaisar Dewa dan Dewi Kebajikan Teratai Putih membuatkan kami penghubung koneksi pada diri kami satu sama lain yang membuat kami tetap bisa berkomunikasi meski berada di tempat yang berjauhan. Meski begitu, Sang Phoenix dan Sang Naga Suci menjadi paling kuat karena memiliki tuan terkuat dan itu membuat mereka berdua menjadi sombong hingga saat ini," sambung Veron
__ADS_1
"Hei, kami menjadi sombong bukan karena itu, tapi itu sudah menjadi sifat alami kami karena karakter pembentuk dari jenis elemen sihir kami," ucap Niran
"Kalau aku adalah reinkarnasi dari Kaisar Dewa, kenapa Niran atau Helio tidak memberi tahukan padaku soal ini?" tanya Rumi
"Mungkin karena mereka berdua tidak ingin kau menjadi sombong seperti mereka atau mereka hanya sekadar ingin mengujimu. Hingga tibalah saat ini, saat aku memberi tahu padamu mengenai fakta ini," jawab Veron
"Rupanya seperti itu. Tidak ada yang menyangka akan fakta ini," kata Raisa sambil tersenyum lembut.
"Raisa, konflik di sini sudah berakhir. Kalau kau sudah tidak membutuhkan bantuanku lagi, aku akan kembali merasuk ke dalam dirimu," ujar Helio
"Baiklah. Silakan saja, Helio. Terima kasih atas bantuan darimu tadi," ucap Raisa
"Sama-sama. Panggil aku kapan saja kalau kau butuh," balas Helio
"Aku juga akan kembali merasuk ke dalam dirimu, Rumi," kata Niran
Rumi hanya mengangguk. Sang Naga Suci pun kembali merasuk ke dalam diri Rumi dan Sang Phoenix kembali merasuk ke dalam diri Raisa.
"Veron, aku butuh kerja sama darimu. Bisakah kau jelaskan, alasan kenapa kau menyerang Desa Es?" tanya Raisa
"Wilayah yang kulindungi sejak dulu ... orang-orang telah mencemari kesucian dari Sungai Suci dengan menyalah-gunakannya," ungkap Veron sambil menggeram.
"Bagaimana itu bisa terjadi? Apa warga desa kami yang menghilang karena ulah darimu?" tanya Yasha
"Aku mengungkapkan yang sebenarnya. Dan kami menahan sebagian orang yang menyalah-gunakan sungai suci kami," jawab Veron
"Kalian tenanglah. Aku mengerti bahwa ini tidak adil bagi kalian, maka mari kita ambil jalan tengah sebagai solusinya," ujar Raisa
"Veron, aku mohon agar kau membebaskan orang-orang yang kau tahan. Sebagai gantinya biarkan kami yang memberi hukuman bagi mereka yang bersalah dan kami juga akan membersihkan sungai suci yang tercemar," sambung Raisa
"Baiklah. Aku setuju," kata Veron
"Aku juga setuju, tapi itu pun kalau terbukti bahwa orang-orang yang Veron tahan memang bersalah," ujar Yasha
"Kalian semua ikutlah denganku dan kalian semua bisa naik ke atas punggungku," sambung Veron
Semua pun melompat dengan menggunakan jurus peringan tubuh naik ke atas punggung serigala raksasa itu satu per satu. Rumi pun memeluk tubuh Raisa untuk membawa istrinya itu melompat naik ke atas punggung serigala raksasa Sang Penguasa Sungai Suci.
Setelah semua sudah berada di atas punggung Veron, serigala raksasa itu membawa mereka semua pergi ke wilayah sungai suci yang dilindungi olehnya sejak dulu.
Dengan langkah kaki besarnya, tak butuh waktu lama, Veron pun tiba di wilayah sungai suci sambil membawa mereka semua ke sana bersamanya.
"Kita sudah sampai," kata Veron
Di sana adalah wilayah tersembunyi di balik gunung es utara. Itu adalah wilayah terlarang karena sejak dulu tidak ada yang bisa datang ke sana karena jalannya yang sangat rumit dan curam. Di sekeliling tempat itu adalah sungai gletser (es) dan tepat di tengahnya terdapat sungai air hangat yang tidak terlalu besar dan tidak terpengaruh oleh suhu dingin di sekitarnya.
Begitu sampai di sana, semua terkejut. Tempat yang harusnya tidak terjamah oleh siapa pun itu menjadi tercemar dan kotor. Ada sampah makanan dan pakaian kotor manusia di mana-mana.
Semua pun bergerak turun dari atas punggung Veron.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi di sini?" tanya Raisa
"Sungai air hangat di sana mengandung air suci yang bisa menyembuhkan luka dan penyakit apa pun. Awalnya ada satu orang terluka yang datang dan berendam di sana hingga lukanya sembuh, awalnya pun kami menerima kehadirannya karena berharap yang terbaik baginya yang ingin menyembuhkan lukanya di sini, tapi semakin lama dia semakin sering datang membawa temannya yang terluka. Mereka jadi lebih sering tinggal di wilayah ini tanpa menghiraukan kelestarian tempat ini dan malah melakukan pencemaran hingga kondisinya jadi seperti sekarang ini," ungkap Veron
"Ini memang terlihat buruk, tapi izinkan aku melakukan sesuatu untuk meyakinkan sesuatu," ucap Yasha
"Silakan saja asalkan kau tidak menambahkan pencemaran di sini," kata Veron
Yasha berjalan ke arah sungai air hangat di tengah sana. Lelaki itu menggulung lengan pakaiannya hingga sebatas bahu dan langsung memperlihatkan bekas luka besar pada bagian lengan atasnya. Lalu, ia pun menampung air suci di satu tangannya dan mengaliri luka pada lengan atasnya dengan air suci tersebut. Dan benar saja, bekas luka besar itu langsung menghilang sepenuhnya seperti tidak pernah ada sebelumnya.
"Lukaku sembuh. Ini benar-benar air suci," kata Yasha
"Tentu saja. Itulah alasan mengapa aku disebut sebagai Sang Penguasa Sungai Suci," ucap Veron
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo, kita bersihkan lingkungan sungai suci ini," ujar Yasha
"Ayo saja. Aku bahkan sudah memulainya," kata Raisa
Raisa sudah mulai memungut satu per saru sampah dan mengumpulkannya untuk dibuang nanti. Raisa menggunakan kemampuan sihir elemen udara miliknya untuk mengangkat dan mengumpulkan banyak sampah di sana. Melihat Raisa, yang lain pun mengikutinya memungut sampah.
"Kalian semua pergilah cari dan bawa kantong plastik untuk semua sampah yang ada di sini." Yasha memberi perintah pada semua anggota pasukannya.
"Baik, Ketua!"
Anggota pasukan yang dipimpin oleh Yasha tidak banyak bicara dan hanya menunggu dan mendengar perintah darinya.
Setelah mendapat perintah dari ketua, anggota pasukan burung hantu itu langsung pergi mencari kantong plastik dan juga cepat kembali. Usai mengumpulkan semua sampah termasuk pakaian kotor, semua itu dimasukksn ke dalam kantong plastik yang sudah dibawakan oleh anggota pasukan burung hantu.
"Setelah ini kita hanya perlu membuangnya di tempat yang tepat," kata Yasha
"Setelah kupikir lagi, sepertinya tidak perlu repot membuangnya. Biar aku yang mengurus semua sampah ini," ujar Raisa
Dengan kemampuan sihirnya, Raisa mengeluarkan api abadi untuk membakar semua sampah di dalam kantong plastik itu bagai meledakkannya seperti bom. Namun, ajaibnya itu tidak menimbulkan asap dan hanya hilang begitu saja seperti tidak pernah ada.
Kini wilayah sungai suci itu sudah kembali bersih dan asri seperti semula. Semua hanya ada putih sejauh mata memandang.
"Semua sudah dilakukan seperti yang sudah disepakati, sekarang bisakah kau beri tahu di mana tempat kau menahan warga desa kami, Veron?" tanya Yasha
Sejak tadi, serigala raksasa Sang Penguasa Sungai Suci hanya berdiam diri di sana menyaksikan wilayahnya dibersihkan.
"Mereka terus berada di sini, di balik lapisan dinding es tebal di sebelah kiri itu ... di sana," jawab Veron
Semua pun berlarian menuju diding es tebal yang ditunjukkan oleh Veron di samping kiri.
"Bagaimana bisa kau mengurung mereka di dalam lapisan dinding es ini? Mereka bisa saja mati kedinginan," protes Yasha yang sebenarnya sia-sia.
"Tidak akan. Di sini adalah tempat suci secara keseluruhan, bukan hanya sungai kecil di sana. Di sini memang beku, tapi tidak akan membuatmu kedinginan. Tidakkah kalian semua menyadarinya? Begitu juga mereka yang kutahan dalam lapisan dinding es itu, mereka hanya sekadar dilapisi dinding es untuk memenjarakan mereka, tapi itu tidak akan membuat mereka kedinginan apa lagi hingga membuat mereka mati. Aku memang membuat mereka tidak sadarkan diri, tapi mereka memang pantas dihukum," ujar Veron
"Sama seperti api abadi milik Pboenix dan Naga Suci. Hanya terasa hangat dan tidak membakar bahkan tidak terasa panas," ucap Rumi
"Aku memang tidak merasa dingin sedikit pun di sini," ungkap Chilla
"Tapi, mereka tetap akan mati karena menghilang di sini selama lebih dari seminggu dan tidak makan," kata Yasha
"Tidak akan. Sudah kubilang di sini adalah tempat suci, jiwa kehidupan mereka dilindungi meski tidak makan. Aku pastikan itu," ucap Veron
"Kalau begitu, kau hanya perlu mengeluarkan mereka dari dalam sana," ujar Amon
"Aku tidak bisa. Tugasku hanya menghukum orang jahat yang mencemari kesucian di tempat ini, bukan sebaliknya. Itu sudah bagaikan hukum alam yang tertanam dalam diriku," ucap Veron
"Biar aku saja yang membebaskan mereka," kata Raisa yang melangkah mendekati dinding es yang mengurung orang-orang hilang itu.
"Yang mengurung mereka di dalam sana saja tidak bisa mengeluarkan mereka lagi, apa kau bisa melakukannya, Nona Raisa?" tanya Yasha
"Aku akan mencobanya," jawab Raisa
"Aku percaya istriku bisa melakukannya ... membebaskan mereka dari dalam lapisan dinding es tebal ini," ucap Rumi
"Mungkin Raisa bisa. Posisi Dewi Kebajikan Teratai Putih berada di atas hukum alam. Tidak. Maksudku dia menyatu dengan hukum alam," ungkap Veron
"Bagaimana pun juga Nona Raisa hanya seorang reinkarnasi, bukan Dewi yang sesungguhnya, bahkan dia mengatakan sendiri bahwa di kehidupan kali ini dia hanyalah manusia biasa. Aku juga tidak suka dengan kemungkinan yang tidak pasti, tapi memang lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali," batin Yasha
Raisa bergerak mengulurkan kedua tangannya yang terbalut sarung tangan untuk menyentuh lapisan dinding es tebal yang berada tepat di hadapannya. Matanya terpejam secara perlahan untuk memfokuskan dirinya. Saat itu tiba-tiba muncul lambang bunga teratai putih di bagian tengah dahinya yang mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.
.
•
__ADS_1
Bersambung.