
Di dalam area baby zoo, ada fasilitas menunggang hewan dan berkeliling selama 1 jam.
Melihat banyak hewan yang bisa ditunggangi, Maura dan Nilam merasa tertarik. Mereka berdua pun menghampiri Raisa dan Rumi untuk mengajak keduanya menunggang hewan.
"Raisa, hewan-hewan yang terparkir dan pakai kain tulisan Taman Safari Indonesia itu boleh dinaiki, ya?" tanya Nilam
"Iya, boleh. Kita bisa berkeliling hutan dengan menunggang salah satu hewan, tapi mungkin ada tarif dan durasi waktu tertentu," jawab Raisa
"Ayo, kita naik juga," ajak Maura
Maura langsung menggandeng tangan Nilam dan menarik tangan Raisa. Sedangkan, Raisa menarik tangan Rumi.
"Kalau begitu ... ayo, Rumi. Kita ikut Maura dan Nilam," ujar Raisa
Dengan senang hati, Rumi mengikuti Raisa. Apa lagi, gadis itu dengan inisiatifnya sendiri menarik tangannya.
Maura, Nilam, Raisa, dan Rumi pun menghampiri jajaran hewan yang terparkir di sana.
"Permisi ... maaf, apa hewan di sini boleh ditunggangi?" tanya Raisa
"Boleh. Akan ada pawang yang menemani pengunjung berkeliling hutan selama 1 jam. Gajah bisa dinaiki 4 orang sekaligus. Kalian mau naik hewan apa?"
"Kalau berempat berarti bareng Raisa dan Rumi dong. Gak deh, nanti malah ganggu. Kita misah aja," ucap Maura
"Iya. Kalian berdua aja, biar aku sama Maura," kata Nilam
"Kayaknya aku mau coba naik unta aja," ujar Maura
"Kalau unta, hanya bisa dinaiki satu orang. Karena semua unta di sini berpunuk dua, hanya bisa satu orang yang naik di antara kedua punuk unta."
"Gak apa. Saya dan teman saya naik masing-masing satu unta, tapi kami berdua berkeliling hutan secara bersamaan, ya," ucap Nilam
"Boleh. Itu bisa diatur."
"Raisa, kau ingin menunggangi hewan apa?" tanya Rumi
"Aku ingin ... kita berdua naik gajah saja," jawab Raisa
"Baiklah," patuh Rumi
Maura dan Nilam memisahkan diri dari Raisa dan Rumi. Keduanya menaiki masing-masing satu unta, sedangkan Raisa dan Rumi menaiki gajah bersama. Pada masing-masing hewan yang ditunggangi untuk berkeliling akan ditemani seorang animal keeper yang sekaligus menjadi pemandu perjalanan. Rute keliling antara unta dan gajah pun berbeda. Jadi, Raisa dan Rumi benar-bebar berpisah dengan Maura dan Nilam.
Raisa dan Rumi mulai berkeliling dengan menunggang gajah yang sama. Raisa duduk di depan, sementara Rumi di belakangnya. Raisa dan Rumi duduk di atas punggung gajah, sementara animal keeper yang menemani dan memandu perjalanan keduanya duduk di bagian depan antara kepala dan leher gajah. Keduanya menikmati pemandangan ala hutan di sekeliling dari atas punggung gajah yang tinggi.
"Menyenangkan sekali," ungkap Raisa
"Kupikir kau akan memilih ingin menunggangi kuda karena kau sangat menyukai hewan itu," ucap Rumi
"Kau salah. Yang sangat kusukai itu adalah dirimu," bisik Raisa sambil agak menoleh ke arah Rumi yang berada di belakangnya.
"Kalau itu aku juga sudah tahu dengan sangat pasti. Maksud ucapanku tadi, aku ingin tahu alasanmu lebih ingin menunggang gajah dari pada kuda," ujar Rumi
"Kan, kemarin kita sudah pernah berlatih berkuda sebelum ke sini, tadi pun aku sudah dari pertunjukan cowboy. Saat aku pertama kali ke sini 20 tahun yang lalu, aku pernah ingin berkeliling sambil menunggang gajah di sini saat melihat banyak orang melakukannya, tapi saat itu tidak terwujud. Jadi, ini seperti penebusan keinginanku yang sudah berlalu sangat lama itu," jelas Raisa
"Rupanya, begitu ... " kata Rumi
"Lalu, aku juga pernah mengalami hal kurang menyenangkan di sini. Saat datang ke sini 20 tahun yang lalu itu aku datang bersama ibuku dan rombongan sekolah taman kanak-kanak. Itu adalah kegiatan wisata kelulusan. Semua anak pergi bersama salah satu atau kedua orangtuanya sekaligus. Begitu melihat pengunjung lain berkeliling sambil menunggang gajah, aku juga ingin seperti itu. Tapi, karena datang bersama rombongan sekolah, waktu aku ingin menunggang gajah terus tertunda karena harus tetap ikut kegiatan wisata kala itu bersama rombongan lainnya. Akhirnya waktu sudah mulai malam dan harus pulang," ungkap Raisa
"Aku terus merengek pada ibuku ingin berkeliling dengan menunggang gajah, sayangnya waktu berkeliling sambil menunggang hewan di sini sudah berakhir karena sudah malam. Karena ibuku merasa kasihan, ibu berusaha memenuhi keinginanku. Saat itu yang terlihat hanya ada beberapa kuda, tapi karena sudah malam dan sat itu pun sedang turun gerimis ... akhirnya aku hanya kedapatan berfoto sambil menaiki kuda," sambung Raisa bercerita.
"Jadi karena itu dan mulai saat itu kau menyukai kuda, ya? Itu juga alasanmu ingin berkeliling sambil menunggang gajah sekarang ini, kan?" tanya Rumi
"Tepat sekali," jawab Raisa
"Rupanya, ada kejadian seperti itu. Mendengar ceritamu aku jadi ingin melihat sosok dirimu saat masih kecil. Pasti sangat lucu dan menggemaskan juga cantik," ujar Rumi
"Aku jadi ikut membayangkan saat kau merengek," sambung Rumi
"Saat masih kecil, aku merupakan anak yang keras kepala. Saat punya keinginan harus dituruti, kalau tidak ... akan terus merengek," ungkap Raisa
"Padahal sekarang kau adalah orang yang bijaksana dan tidak banyak menuntut, agak sulit dipercaya kalau kau dulu adalah anak yang suka merengek. Kau saja tidak pernah meminta sesuatu dariku dengan sungguh-sungguh," ujar Rumi
"Bukannya aku tidak pernah meminta sama sekali, tapi kau saja yang tidak menyadari dan mengingatnya karena permintaanku bukanlah hal yang muluk-muluk. Aku bukan gadis kecil lagi, aku tidak ingin membebani siapa pun dengan permintaanku," ucap Raisa
__ADS_1
"Lain kali mintalah sesuatu padaku. Aku juga ingin memberimu sesuatu meski hal yang sepele sekali pun," kata Rumi
"Bukannya tidak ada yang kuinginkan. Sebenarnya ada satu hal yang kuinginkan saat kita sedang jalan berdua," ujar Raisa
"Apa itu?" tanya Rumi
"Aku ingin sekali disuapi makan permen kapas oleh orang yang kusuka," bisik Raisa
"Aku sangat suka dan membayangkan momen seperti itu," sambung Raisa
"Kau suka permen kapas?" tanya Rumi
Raisa mengangguk.
"Dari kecil aku sangat suka. Begitu melihat penjual permen kapas, aku langsung ingin dan minta dibelikan oleh orangtuaku," jawab Raisa
Rumi pun akan mengingat baik-baik keinginan dan permintaan Raisa saat itu di dalam benaknya.
"Sekarang pun ada satu hal yang ingin kulakukan," kata Raisa
"Kalau begitu, langsung katakan saja," ujar Rumi
"Hal yang biasa kita lakukan. Berfoto," ungkap Raisa
Raisa langsung mengeluarkan ponsel serta tongsis lipat dari tas pinggang yang dibawanya.
"Kebetulan aku juga sudah membawa tongsis untuk mempermudah saat berfoto," kata Raisa
"Kenapa benda ini disebut tongsis?" tanya Rumi
"Berfoto juga sering disebut narsis. Sedangkan tongsis adalah singkatan dari tongkat narsis yang digunakan untuk mempermudah saat berfoto," jelas Raisa
Raisa pun menarik tongsis lipat yang masih berukuran pendek menjadi ke ukuran normalnya yang panjang. Ia dan Rumi pun mulai berfoto berdua. Keduanya berfoto dengan mesra.
Saat sekeliling mulai sepi karena memasuki wilayah rimbun pohon, Rumi mencuri kesempatan untuk mengambil pose foto sambil mencium pipi Raisa dari belakang. Foto pun berhasil diambil. Namun, Raisa tertegun karena terkejut. Ia bahkan membelalakkan matanya.
"Apa-apaan kau ini? Bagaimana kalau ada yang lihat?!" tegur Raisa sambil berbisik.
"Tidak ada yang melihat karena di sini sepi dan dari tadi pemandu hanya melihat ke arah depan," bisik Rumi
"Jangankan hanya mencium pipimu, aku bahkan ingin memakan sekaligus melahapmu," bisik Rumi yang merasa gemas dengan gadis yang duduk tepat di depannya.
"Rupanya, kau menakutkan juga. Jangan makan aku, tapi peluk erat aku saja," ujar Raisa meminta.
"Dengan senang hati," kata Rumi yang langsung memeluk Raisa yang berada di depannya.
Raisa pun mengambil banyak foto dengan Rumi. Karena masih berada di wilayah rimbun pohon yang sepi, Raisa pun ikut mengambil foto dengan pose mengecup pipi Rumi yang berada di belakangnya. Rumi pun terkejut dengan tidakan tiba-tiba itu. Namun, di dalam hatinya, ia merasa sangat senang. Lalu, keduanya pun tertawa bersama saat mengambil foto berdua berikutnya.
Setelah cukup satu jam, gajah shdah tiba di tempat semula sebelum memulai berkeliling tadi.
"Sudah satu jam, kita juga sudah sampai di tempat semula. Mau berhenti atau lanjut keliling satu putaran lagi?"
"Cukup, berhenti saja. Kami akan turun," jawab Raisa
Pemandu itu pun turun lebih dulu, lalu membantu Raisa dan Rumi untuk turun setelahnya.
"Terima kasih," ucap Raisa
"Sama-sama."
"Raisa, foto yang tadi tolong nanti kirimkan ke ponsel yang kau berikan padaku, ya," pinta Rumi
"Jangan pakai embel-embel yang kau berikan padaku. Ponsel itu sudah jadi milikmu karena sudah kuberikan untukmu. Sebut saja itu milikmu," ucap Raisa
"Ya. Saat di perjalanan pulang dalam bus nanti, akan aku kirimkan semua foto tadi ke ponselmu," sambung Raisa
"Raisa, Rumi ... " panggil Nilam yang juga baru tiba mengakhiri perjalanan berkelilingnya bersamaan dengan Maura.
"Kalian berdua sampai lebih cepat, ya?" tanya Maura
"Gak kok. Kami berdua juga baru sampai di sini lagi," jawab Raisa
Saat itu, teman-teman yang lain menghampiri mereka.
__ADS_1
"Raisa, Rumi, kalian berdua habis dari mana saja?" tanya Aqila
"Ya. Kami mencari kalian berdua," kata Morgan
"Maaf, tadi kami berdua habis berkeliling sambil menunggang gajah," ungkap Rumi
"Pantas saja dicari tidak ada, rupanya kalian habis kencan berdua saja," ucap Chilla
"Tiba-tiba menghilang. Merepotkan saja," dumel Devan
"Maaf tidak beritahu kalian dulu sebelum kami pergi tadi. Kalian juga kalau ingin berkeliling sambil menunggang hewan yang sudah disediakan di sini, silakan saja," ujar Raisa
"Boleh seperti itu juga?" tanya Monica
"Boleh saja," jawab Raisa
"Kau ingin berkeliling, Monica?" tanya Ian
Monica langsung mengangguk.
Ian pun menemani Monica untuk berkeliling sambil menunggang hewan. Selain Monica dan Ian, beberapa yang lain pun ikut berkeliling sambil menunggang hewan. Seperti Amy-Dennis, Aqila-Morgan, dan Sanari-Amon. Mereka semua menaiki gajah untuk berkeliling masing-masing berdua bersama pasangan masing-masing.
"Waktu berkelilingnya satu jam. Kalau saat kalian sampai dan berhenti di sini lagi, tapi kami gak ada. Carilah kami di istana panda yang tidak jauh dari sini," ucap Raisa menginformasikan lebih dulu sebelum teman-teman lainnya mulai pergi berkeliling sambil menunggang gajah.
Devan, Chilla, Marcel, Sandra, Billy, dan Wanda-lah yang tidak ikut berkeliling sambil menunggang hewan. Mereka pun memilih pergi bersama Raisa, Rumi, Maura, dan Nilam menuju ke istana panda.
Sambil menunggu 4 pasangan yang sedang berkencan dengan berkeliling sambil menunggang gajah, Raisa dan yang lainnya mengunjungi istana panda untuk beristirahat di sana sambil memanjakan mata dengan pemandangan habitat panda. Melihat tingkah lucu panda yang sedang bermain adalah cara melepas lelah yang efektif dan baru. Para panda itu itu terlihat lucu dan sangat menggemaskan, baik itu yang dewasa atau yang masih kecil.
Di dalam istana panda, mereka asik berfoto ria.
"Kalian masih ingin menunggu yang lain di sini atau mau ke tempat lain?" tanya Raisa
"Kita di sini saja dulu. Kan, kau sendiri yang bilang agar yang lain mencari kita di sini usai berkeliling menunggang gajah," jawab Chilla
"Ya. Kupikir kalian bosan menunggu lama di sini. Bagaimana pun juga mereka berkeliling selama satu jam," ujar Raisa
"Kami tidak akan bosan melihat panda yang lucu meski pun lama," ucap Wanda
"Kalau Amy tahu kita sedang melihat makhluk yang lucu ini, dia pasti iri. Saat datang nanti dia pasti langsung histeris," ujar Sandra
Mereka pun terus menunggu di sana.
Begitu waktu berkiling telah berakhir, yang lain pun langsung menuju istana panda seperti yang sudah Raisa katakan sebelumnya.
Benar saja, begitu datang, Amy langsung histeris karena melihat pemandangan makhluk menggemaskan di sana.
"Setelah dari sini, kita mau ke mana lagi? Atau mau pulang? Di sini juga ada beberapa wahana yang bisa dinaiki, taman bermain air. Serta ada Safari Trek dan outbound, kita bisa memcoba menyusuri hutan sendiri melewati sungai dan air terjun atau mencoba tantangan seru di sana. Apa kalian mau bermain wahana atau ke tempat yang lainnya?" tanya Raisa
"Apa tidak takut pulang kemalaman kalau kita bermain wahana dulu? Apa lagi kalau menyusuri hutan, kita mungkin akan kelelahan. Hari sudah mulai sore," ujar Dennis
"Atau paling tidak kita pergi ke satu tempat lagi dulu sebelum pulang," kata Marcel
"Apa kau ada saran yang bagus kita harus ke mana setelah ini, Raisa?" tanya Billy
"Mengunjungi satu tempat terakhir sebelum pulang ... aku sarankan kita pergi menaiki balon udara untuk melihat pemandangan dari atas," jawab Raisa
"Tapi, jangan naik jika takut ketinggian dan tidak boleh makan dan minum selama naik balon udara," sambung Raisa
Setelah memutuskan, usai dari istana panda mereka semua langsung menuju ke tempat balon udara.
"Balon udara bisa dinaiki 6 orang selama 10 menit. Harap bergiliran."
Yang pertama kali naik adalah Raisa, Rumi, Maura, Nilam, Monica, dan Ian.
Giliran kedua adalah Amy, Dennis, Wanda, Billy, Sandra, dan Marcel.
Dan, giliran selanjutnya adalah Aqila, Morgan, Devan, dan Chilla.
Secara bergilir, mereka semua melihat pemandangan di seluruh isi Taman Safari Indonesia dari atas saat menaiki balon udara. Bahkan pemandangan di luar Taman Safari Indonesia pun dapat terlihat.
Usai menaiki balon udara, Raisa menghubungi Sinta agar ia dan Arif bisa berkumpul dengan yang lain sebelum pulang. Setelah berkumpul, mereka semua pun memutuskan untuk kembali ke vila.
.
__ADS_1
•
Bersambung ...