Bertemu Dan Jatuh Cinta

Bertemu Dan Jatuh Cinta
[Season 2] 40 - Taman Safari.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Usai sarapan, Raisa terus sibuk mengobrol dengan Maura dan Nilam untuk menentukan ingin pergi ke mana. Memutuskan tempat wisata yang akan dikunjungi selanjutnya.


Meski pernah berinteraksi mesra, kini Rumi merasa agak sedih dan seolah tersingkirkan oleh keberadaan Maura dan Nilam. Pasalnya, Raisa terus menerus sibuk mengobrol dengsn kedua teman Raisa itu. Saat tidak bersama Maura dan Nilam pun Raisa akan sibuk berkumpul bersama semua teman lainnya hingga membuat Rumi tidak bisa dekat dengannya seenaknya lagi. Rumi benar-benar dibuat iri sekaligus rindu, meski kekasih hatinya berada di hadapannya. Rumi ingin berada berdua dengan Raisa saja. Namun, itu hanya sebatas angan-angan saja dan tak mungkin bisa terjadi.


"Hari ini kita mau ke mana, nih?" tanya Maura


"Rencananya aku mau mengajak kalian semua ke kebun raya, tapi kalau ada saran tempat lain juga gak apa. Coba kita lihat wisata dekat sini di internet aja dulu," jawab Raisa


"Emang ada banyak tempat wisata lain, tapi ke kebun raya juga seru kok. Ayo, kita ke sana," kata Nilam


"Tapi, sepertinya akan terlalu jauh kalau kita ke kebun raya. Apa kalian tidak akan bosan jika terlalu lama selama di perjalanan? Apa kita pilih tempat wisata lain saja?" tanya Raisa


"Akan jadi merepotkan kalau merasa bosan karena terlalu lama di perjalanan. Cari tempat yang lebih dekat sini saja," jawab Devan


"Apa kau sudah ada pilihan tempat wisata cadangan, Raisa?" tanya Chilla


"Ada. Tempat wisata terdekat sini adalah Taman Safari, tempat itu seperti cagar alam. Aku sudah pernah ke sana sekali saat masih kecil berusia 5 tahun. Rasanya sangat menyenangkan dan seru," jawab Raisa


"Jika ke Kebun Raya, kita akan menghabiskan waktu di perjalanan sekitar lebih dari satu jam dan di sana adalah wisata alam yang menyuguhkan pemandangan flora dan air terjun. Namun, jika ke Taman Safari mungkin hanya menghabiskan waktu di perjalanan sekitar 30 menit dan di sana adalah wisata alam pelestarian flora dan fauna," sambung Raisa


"Kalau begitu, kita ke Taman Safari yang kau bilang saja," ujar Morgan


"Apa semuanya juga setuju?" tanya Raisa


Semua pun mengangguk setuju.


"Kalau begitu, sudah diputuskan kalau kita akan ke Taman Safari," ujar Raisa setelah mengambil keputusan bersama-sama.


"Pada akhirnya hanya kau sendiri yang memutuskan ingin pergi ke mana dan kami semua hanya menyetujui keputusanmu saja," kata Amon


Raisa pun hanya bisa tertawa kecil.


Setelah banyak pertimbangan dan terus memilih-milih, akhirnya mereka semua akan pergi menuju ke Taman Safari dan bukan ke Kebun Raya yang menjadi keputusan pertama.


Semua pun segera bersiap-siap untuk kunjungan wisata selanjutnya.


Sejak pagi-pagi sekali, Lina sudah mengawasi vila keluarga Raisa sambil berpura-pura sedang melakukan lari pagi.


Saat ada mobil bus yang datang dan berhenti di depan vila keluarga Raisa, Lina langsung bersembunyi dan memantau dari jauh.


"Bus berhenti di depan vila itu? Apa mereka mau pergi? Apa mereka akan berwisata?" batin Lina bertanya-tanya.


"Aku lelah terus mondar-mandir di depan vilanya menunggu ada yang ke luar dari sana, lebih bagus jika itu Rumi. Tapi, sekarang mereka malah terlihat ingin pergi? Aku harus tetap mengikuti mereka. Ah ... ini melelahkan sekali," gumam Lina


Lina pun melihat Raisa dan semua temannya ke luar dari dalam vila.


"Ah, itu mereka! Mereka semua ke luar. Benar saja sepertinya mereka akan pergi berwisata," kata Lina bermonolog ria.


"Tak bisa dibiarkan. Aku harus tetap memantau mereka semua. Aku harus cepat ambil mobil dan mengikuti ke mana mereka semua pergi dengan bus itu," gumam Lina


Lina pun kembali ke penginapannya yang tak jauh dari sana. Ia langsung masuk ke dalam mobil miliknya yang memang ia bawa ke sana untuk memata-matai Raisa dan teman-temannya.


Raisa dan teman-temannya yang ke luar dari vila langsung disambut oleh mobil bus yang telah terparkir di depan vila tersebut.


"Aku sudah meminta penjaga vila untuk mencarikan kita kendaraan untuk berwisata dan ini adalah bus sewaan untuk kita pergi ke Taman Safari," ucap Raisa


"Ayo, naik. Mungkin supirnya sudah menunggu," sambung Raisa


Semua pun masuk ke dalam mobil bus.


Di dalam bus, sudah ada Kang Arif, seorang pelatih di tempat pelatihan berkuda yang diminta khusus oleh Pak Danu, penjaga vila untuk menyupiri perjalanan wisata rombongan Raisa. Boss Kang Arif, Pak Wisnu yang masih punya hubungan kerabat dengan Pak Danu pun memberi izin untuk Kang Arif yang dimintai tolong oleh Pak Danu.


Kang Arif pun membawa serta tunangannya dalam perjalanan wisata kali ini karena memang Raisa yang memberitahu Pak Danu kalau tidak masalah jika supir bus membawa pasangan atau keluarganya sekali pun. Karena pasti masih banyak tempat yang tersisa dalam bus tersebut dan Raisa yang akan menanggung biaya wisata mereka.


Mereka pun mencari tempat duduk masing-masing.


"Lho, Kang Arif yang jadi supirnya hari ini?" tanya Raisa seraya menyapa.


"Iya, Neng Raisa. Dulu saya pernah kerja jadi supir bus sewaktu merantau ke ibukota. Terus karena diizinkan, saya bawa tunangan saya. Namanya Sinta," ungkap Kang Arif


"Neng Raisa, saya Sinta. Tunangannya Kang Arif," sapanya, Sinta, tunangan Kang Arif.

__ADS_1


"Iya, salam kenal, Teh Sinta. Kenapa gak pada bawa keluarga sekalian? Bangku busnya pasti cukup," ujar Raisa


"Mereka gak mau ganggu acara anak muda, katanya, Neng," ungkap Sinta


"Ada-ada aja. Oh, ya ... Teh Sinta, Kang Arif, gak usah cemas ... di bus ini rata-rata udah pada punya pacar, jadi gak bakal ada yang ganggu kalian berdua," ucap Raisa dengan sedikit berbisik.


Arif dan Sinta pun hanya bisa tertawa kecil.


"Oh, iya, Pak Danu suruh kami bawa camilan sekalian. Jadi, Sinta udah bawa camilannya," kata Arif


"Iya. Camilannya mau dibagiin sekarang aja, Neng?" tanya Sinta


"Iya. Tolong, ya, Teh. Mohon bantuannya juga, Kang Arif," kata Raisa


"Saya pergi duduk dulu," sambung Raisa


Raisa pun berbalik hendak mencari tempat duduk.


"Raisa, sini ... " panggil Rumi yang menunjuk-nunjuk kursi di sebelahnya agar Raisa duduk dengannya.


Raisa mengangguk mengerti. Raisa pun menghampiri Rumi dan duduk di kursi yang bersebelahan dengannya.


Saat itu, Sinta langsung membagikan camilan yang sudah disiapkan sebelumnya.


Urutan tempat duduk di dalam bus adalah Arif duduk di kursi supir, lalu ada Sinta yang duduk tepat di belakang kursi supir. Beberapa kursi terdepan dibiarkan kosong. Setelahnya ada ... di bagian kursi sebelah kanan ada Morgan-Aqila, Rumi-Raisa, Devan-Chilla, Amy-Dennis, Amon-Sanari. Lalu, di bagian kursi sebelah kiri ... ada Ian-Monica, Maura-Nilam, Sandra-Marcel, Wanda-Billy.


"Semuanya sudah suduk dan dapat camilan masing-masing, kan? Berarti kita langsung pergi sekarang, ya? Tujuan wisatanya mau ke mana?" tanya Arif


"Ya, langsung berangkat aja. Kita ke Taman Safari, Kang," jawab Raisa dari kursinya.


"Oke, semuanya duduk tenang di tempat masing-masing, ya," kata Arif


Arif pun mulai menancap gas dan mengendarai bus tersebut pergi menuju ke Taman Safari.


Di sisi lain, Lina yang terus menunggu sambil mengamati bus yang ada di depan vila keluarga Raisa akhirnya melihat bahwa bus tersebut mulai berjalan pergi. Pada kesempatan itu, Lina pun mengikuti bus itu pergi dengan mengendarai mobil miliknya sendiri.


"Akhirnya mereka bergerak juga. Aku akan terus ikuti mereka ke mana pun perginya," gumam Lina


Di dalam bus, saat selama perjalanan Chilla terus memakan camilan yang sebelumnya dibagikan oleh Sinta.


"Biar saja. Aku masih ada camilan yang kubawa sendiri," kata Chilla


"Bahkan yang mengendarai bus ini pun sudah punya tunangan. Kasihan sekali kita yang tidak punya pasangan," sambung Chilla


"Jangan samakan aku denganmu," kata Devan


"Tunggu ... kau bilang apa Devan? Jika kau dan aku tidak sama, apa kau sudah punya pacar?" tanya Chilla


"Hmm ... " Devan hanya berdeham.


"Aku tidak tahu ... mungkin saja yang lain bahkan Maura dan Nilam sudah punya pacar, tapi tidak mereka bawa ke sini. Namun, kau bilang sudah punya pacar!? Siapa gadis itu, Devan?" tanya Chilla


Devan hanya diam, enggan menjawab atau bahkan memberitahu tentang pacarnya.


"Aku tahu, tapi Devan mungkin tidak ingin pacarnya diketahui saat ini. Jadi, aku hanya akan diam," ucap Raisa


"Harusnya kau diam saja kalau tidak ingin beritahu kami, Raisa. Kau hanya akan membuat kami penasaran," kata Chilla


"Raisa, semua masalah pun bisa kau ketahui dengan cepat. Aku tidak heran lagi, tapi sudah benar kalau kau tidak beritahu apa pun pada yang lain," ujar Chilla


"Bahkan yang lain pun mungkin diam-diam sudah berpacaran," sambung Chilla yang meratapi nasibnya yang masih belum memiliki pacar hingga sekarang.


"Aku sama Nilam belum punya pacar kok," sahut Maura


"Itu bagus. Artinya kita senasib," kata Chilla


"Raisa, omong-omong ... kan, sebelumnya kamu pilih mau ke Kebun Raya, tapi ternyata jaraknya cukup jauh, jadi ganti pergi ke Taman Safari. Sebenarnya apa alasanmu lebih dulu memilih Kebun Raya sebagai tujuan wisata kita?" tanya Nilam mengalihkan topik pembicaraan.


"Itu karena aku mau memperlihatkan pohon sakura pada yang lain. Mungkin yang lain akan berasa seperti ada di lingkungan rumah jika lihat sesuatu yang sama ada di sini," jawab Raisa


"Oh, kalian tinggal di tempat sakura tumbuh? Di negara apa? Jepang, China, atau Korea?" tanya Maura


Raisa melupakan sesuatu. Teman-temannya adalah pendatang dari dimensi lain. Meski banyak hal yang serupa antara di sini dan di dunia sana, itu itu tidak termasuk nama-nama tempat atau negara.p

__ADS_1


Raisa sudah keceplosan tentang hal yang satu ini. Harusnya ia tidak bicara seperti itu jika tidak ingin memancing rasa penasaran temannya. Pada akhirnya semua bingung harus menjawab apa, termasuk juga Raisa.


"Jepang. Mereka tinggal di desa dekat hutan di Jepang," jawab Raisa asal menyebut nama negara sambil berdusta.


"Kok kamu gak pernah bilang teman-temanmu dari Jepang, sih, Raisa? Kamu selama ini selalu bilang, mereka datang dari jauh, kan?" tanya Nilam


"Oh, ya? Aku bilang seperti itu? Aku gak begitu sadar selama ini kalau selalu bilang seperti itu," ujar Raisa sambil tertawa kecil untuk menutup-nutupi kebohongan ucapannya.


"Kalau begitu, apa alasanmu akhirnya memutuskan untuk pergi ke Taman Safari, Raisa? Apa benar, katamu di sana seru?" tanya Aqila kembali mengalihkan topik pembicaraan.


"Selain dekat, memang seru kok. Di sana adalah cagar alam yang menjaga flora dan fauna. Saat aku pergi wisata ke sana di usia 5 tahun, banyak sekali hewan di sana. Di sana juga ada pertunjukan hewan dan teater manusia dan hewan. Kalian akan tahu keseruannya saat sudah ada di sana," jelas Raisa


"Sepertinya kau sangat suka dengan hewan, ya, Raisa?" tanya Sanari


"Untuk beberapa hewan tertentu, iya. Sepertinya aku memang suka banyak jenis hewan," jawab Raisa


Akhirnya, mereka pun sampai di tujuan dan benar saja hanya butuh waktu sekitar 30 menit di perjalanan hingga tiba di Taman Safari.


Lina sudah melihat jelas tempat tujuan wisata rombongan Raisa dan ikut masuk ke dalam Taman Safari.


"Oh, ternyata mereka pergi ke Taman Safari. Heh ... seperti wisata anak kecil saja. Tempat tujuan mereka tidak berkelas. Pasti kak Raisa yang memilih tempat tujuan wisatanya. Kampungan sekali," gumam Lina


Setelah mengurus tiket masuk, bus pun berjalan masuk untuk menjelajah dalam Safari Journey.


"Kang Arif sama Teh Sinta, sebelumnya udah pernah ke Taman Safari belum?" tanya Raisa


"Sinta udah pernah sekali ke sini, tapi saya belum pernah. Ini pertama kali, Neng," jawab Arif


"Kalau begitu, hati-hati bawa busnya, Kang, jangan sampai nyasar. Teh Sinta, yang udah pernah ke sini, tolong bantu pandu Kang Arif, ya," ujar Raisa


"Bukannya Neng Raisa juga udah pernah ke sini?" tanya Sinta


"Saya masih kecil usia 5 tahun dulu, Teh. Udah gak terlalu ingat," jawab Raisa


"Saya juga gak terlalu ingat lagi, Neng. Dulu saya ke sini waktu SMP," kata Sinta


"Ya udah, gak apa. Kan, tadi dikasih petanya. Cukup lihat jalur di petanya aja. Waktu kita keliling cuma 45 menit, ya, Kang," ucap Raisa


"Busnya ikut masuk juga?" tanya Dennis


"Ya. Karena Taman Safari menggunakan konsep alam terbuka dan membiarkan semua hewan di sini beraktivitas dengan bebas, jadi kita diperbolehkan untuk menjelajah dengan membawa masuk kendaraan," jawab Raisa


"Setelah mengurus tiket masuk, kita juga sudah mengambil makanan untuk hewan dengan membelinya. Saat masuk ke area harbivora, kita bisa memberi makan pada hewan yang mendekat ke arah bus dari dalam lewat jendela. Tapi, tolong diingat ... saat masuk ke area karninora, semua jendela bus harus ditutup demi menjaga keamanan," sambung Raisa


"Memberi makan hewan? Terdengar menyenangkan," ujar Amy


Menjelajah dalam Safari Journey dan masuk ke dalam area herbivora, semua jendela bus pun dibuka.


Bus sesekali diberhentikan untuk bisa melihat para hewan dengan lebih jelas. Saat itu, terkadang ada hewan yang mendekat atau harus memanggil-manggil hewan agar mau mendekat untuk diberi makan.


Beberapa hewan yang nendekati bus untuk diberi makan adalah rusa, gajah, jerapah, dan yang lain.


"Ayo, sambil foto sama hewan yang kita beri makan," kata Raisa


"Hihi ... kepala jerapahnya sampai ingin masuk dari jendela bus. Lehernya panjang sekali," ucap Monica


"Iya. Tadi belalai gajah juga masuk karena tidak sabar ingin dapat makan," sahut Wanda


"Sudah mulai masuk ke area karnivora. Tolong semua jendela busnya ditutup," ucap Raisa


Semua pun langsung menutup jendela dengan cepat. Kali ini, mereka hanya bisa mengambil gambar hewan dari dalam bus.


Hewan yang menampakkan diri di sana adalah Harimau, Singa, Beruang, dan yang lain.


"Sudah hampir 45 menit ... kita udah harus cari jalan ke luar dari Safari Journey," ujar Raisa


"Siap, Neng ... " kata Arif


Bus pun dijalankan menuju ke jalan ke luar terdekat.


"Huh ... membosankan sekali. Dari tadi cuma keliling begini doang," gumam Lina yang masih setia mengikuti bus rombongan Raisa dalam Safari Journey hingga mencari jalan ke luar.


.

__ADS_1



Bersambung ...


__ADS_2