
"Sudah, jangan pamer kemesraan lagi. Katanya, ingin menghilangkan kutukan pada tubuh Rumi," ujar Nona Rina
Raisa pun melepas kedua tangannya yang dipakai untuk menutupi wajahnya dan berusaha sebisa mungkin menahan rasa malunya.
"Raisa, kau bisa menghilangkan kutukan pada tubuh Rumi di sini, di depan kami semua. Biarkan kami semua melihat prosesnya dan aku akan memeriksa kondisi tubuh Rumi. Untuk mengetahui jika mungkin ada kelainan atau hanya untuk memastikan kutukan itu hilang sepenuhnya dari tubuh Rumi," ucap Tuan Rommy
Raisa mengangguk tanda mengerti dan setuju.
Rumi pun menarik tangan Raisa untuk mencari tempat yang tepat agar bisa lebih leluasa menghilangkan kutukan pada tubuhnya.
"Ayo, Raisa. Sekarang aku butuh bantuanmu," kata Rumi
Karena ruang pribadi Tuan Rommy adalah laboratorium favoritnya, Rumi pun langsung beranjak menuju pembaringan dan duduk di pinggirnya seperti biasa saat hendak melakukan pemeriksaan.
"Aku seperti ini saja. Mohon bantuanmu, Raisa," ucap Rumi
"Pusat inti kutukan pada tubuhmu berada di jantung. Kau harus membuka bagian atas pakaianmu." Raisa bicara sambil malu-malu.
"Dengan senang hati," kata Rumi
Rumi pun langsung membuka pakaian atasnya sesuai perkataan Raisa.
Wajah Raisa kembali merona merah karena berhadapan langsung dengan dada tegap milik Rumi setelah membuka pakaian atasnya.
"Kutukan yang terikat dengan hidup seseorang biasanya tidak akan bisa terlepas kecuali jika orang itu mati," ungkap Tuan Rommy
"Kalau begitu, aku mulai sekarang," ujar Raisa hendak memulai proses menghilangkan kutukan pada tubuh Rumi.
"Sebelumnya ... maaf, aku harus menyentuhmu," sambung Raisa berbisik pada Rumi.
Rumi tersenyum tipis.
Raisa pun mulai meletakkan tangannya pada dada kiri Rumi tepat pada bagian jantungnya.
"Karena kutukan pada tubuhmu terletak pada jantungmu, maaf ... aku harus sedikit melukaimu," ucap Raisa
Raisa menggunakan kemampuan sihirnya untuk menusuk es pada dada kiri Rumi tepat pada posisi jantungnya. Es itu menyebar ke seluruh jantung Rumi hingga ke luar dan membekukan seluruh permukaan dada Rumi.
Raisa yang awalnya menahan rasa malu, jadi menahan rasa sedih karena harus melukai Rumi demi menghilangkan kutukan pada lelaki yang dicintainya itu.
Rumi meringis menahan rasa sakit yang sekaligus membekukan inti kehidupannya itu. Namun, ia masih terus tersenyum demi menghibur Raisa yang terlihat sedih saat harus melukainya.
"Tubuhku ini milikmu. Kau bebas mau menyentuhnya di mana pun kau mau atau bahkan melukainya. Kau tidak perlu ragu atau merasa sedih," bisik Rumi
Kedua mata Raisa mendelik dalam raut wajah sedih.
"Kau sudah cukup merasa kesakitan dan aku tidak ingin menambah rasa sakitmu saat ini. Karena itu ... diam saja dan jangan buat aku merasa kesal." Raisa berkata lirih meski merasa kesal.
Rumi meraih wajah Raisa dengan satu tangannya dan membelai lembut pipi mulus gadis cantik yang terpat berada di hadapannya itu.
"Aku baik-baik saja," ungkap Rumi yang tidak ingin Raisa merasa sedih melihatnya menahan rasa sakit.
Raisa mengangguk tanda mengerti. Ia tahu betul, Rumi pssti kuat menahan rasa sakit yang diberikannya. Raisa pun meraih tangan Rumi yang berada di wajahnya dan beralih menggenggam tangan lelali tampan itu untuk menguatkannya.
Setelah merasa kutukan pada jantung Rumi sudah sepenuhnya terkunci oleh sihir esnya, Raisa melanjutkan proses dan menggunakan api abadi untuk melenyapkan kutukan tersebut.
Kali ini Raisa memberikan perasaan sakit yang membakar pada jantung Rumi dan membuat lelaki tampan itu menahan rasa panas.
Meski sedang meringis dan merintih menahan sakit, Rumi memang tetap masih terlihat tampan. Namun, tetap saja Raisa tidak tega melihatnya kesakitan.
Semua orang terdiam menyaksikan proses menghilangkan kutukan yang terlihat sekaligus terasa memilukan itu.
Api abadi terus membakar kutukan pada bagian jantung tubuh Rumi hingga akhirnya padam dengan sendirinya. Yang artinya proses menghilangkan kutukan sudah usai.
Raisa sudah bisa merasa lega. Ia pun berbalik badan ke arah orang-orang yang ada di sana untuk memberi tahu jika proses menghilangkan telah usai. Pada akhirnya, Raisa menitikkan air mata yang sedari tadi ia tahan karena ikut merasakan sakit yang dirasakan Rumi.
"Sudah selesai," ungkap Raisa
"Aku hanya perlu menyembuhkan luka pada dada Rumi," sambung Raisa
__ADS_1
Raisa kembali berbalik ke arah Rumi untuk menyembuhkan luka akibat tusukan es pada dada kiri Rumi dengan menggunakan sihir medis miliknya.
Kini Rumi telah terbebas dari kutukan.
Tuan Rommy pun berjalan mendekat ke arah Rumi untuk memeriksa kondisinya setelah Raisa menghilangkan kutukannya.
Dilihatnya, luka akibat tusukan es tadi sudah kembali pulih dan benar-benar hilang tanpa bekas.
"Aku akan langsung melakukan pemeriksaan pada tubuh Rumi," ucap Tuan Rommy
"Rumi, kau berbaringlah," sambung Tuan Rommy meminta.
Rumi segera berbaring untuk melakukan pemeriksaan seperti yang diminta oleh Tuan Rommy. Tuan Rommy pun langsung memasang kabel alat pemerikaaan untuk memeriksa londisi tubuh Rumi terutama pada bagian jantungnya yang sebelumnya terdapat kutukan ciptaannya sendiri.
"Sambil aku melakukan pemeriksaan, bisakah kau jelaskan keseluruhan proses menghilangkan kutukan pada tubuh Rumi, Raisa? Dan kenapa kau memilih cara seperti tadi?" tanya Tuan Rommy
Raisa mengangguk.
Tuan Rommy pun beralih menuju monitor untuk melihat hasil pemeriksaan pada tubuh dan jantung Rumi.
Pemeriksaan pada monitor ciptaan Tuan Rommy bisa dikatakan sempurna. Karena monitor tersebut bisa menunjukkan hasil yang paling spesifik dari pemeriksaan yang dilakukan. Bahkan bisa menerawang atau melihat perasaan dan pikiran seseorang. Dan melihat tampak organ dalam seseorang seperti aslinya melebihi teknik pemeriksaan rongsten atau CT-scan atau MRI.
"Sebenarnya aku hanya bisa terpikirkan cara seperti ini untuk menghilangkan kutukan. Aku mengggunakan sihir es untuk mengunci pergerakan kutukan pada satu titik tubuh yang menjadi media pemasangan kutukan agar tidak menyebar atau bereaksi dan lepas kendali, lalu setelah itu aku membakarnya hingga akhirnya kutukan itu hilang sepenuhnya," jelas Raisa
"Hanya seperti itu? Apa yang istimewa dengan cara itu sampai bisa menghilangkan kutukan terkuat dengan sangat mudah?" tanya Logan
"Itu hanya sihir, tapi juga tidak sepenuhnya. Api yang kugunakan bukanlah api sihir atau api biasa pada umumnya. Itu adalah api abadi suci yang murni milik Burung Api Legendaris," ungkap Raisa
Logan langsung menatap Tuan Garry seolah minta bantuan penjelasan darinya karena ia menyaksikan cara yang sama sebelumnya.
"Raisa mengatakan hal yang sama saat telah menghilangkan kutukan pada tubuh Johan. Kurasa sepertinya itu memang benar," kata Tuan Garry yang sebenarnya masih tidak terlalu percaya.
"Kalau memang benar seperti itu, kurasa ini semua jadi masuk akal," ujar Nona Rina
"Aku tidak ada niat untuk menipu. Jika menggunakan api lainnya mungkin itu akan merusak tubuh atau bahkan membunuh nyawa, tapi api abadi suci yang murni ini sifatnya adalah hidup bukan menghancurkan," ucap Raisa
"Sudah kubilang, aku mendapat sedikit bantuan. Dan Burung Api Legendaris bersedia membagikan api abadi miliknya padaku," sambung Raisa
"Alasanku terpikir cara seperti ini adalah karena mengetahui pengalaman menghilangkan kutukan pada tubuh Kak Logan. Paman Rommy juga pernah menciptakan kutukan yang dipasangkan pada Kak Logan dan juga telah menghilangkannya," jawab Raisa
"Paman Rommy, menggunakan api suci dari gunung berapi suci untuk menghilangkan kutukan pada tubuh Kak Logan. Namun, api suci dari gunung berapi suci masih memiliki resiko saat digunakan. Api itu bisa menghilangkan kutukan, tapi juga merusak tubuh bahkan hampir membunuh nyawa dan juga Kak Logan masih harus menahan rasa panas yang membakar selama proses berlangsung sekitar 10 hari. Itu karena sifatnya memang suci namun memusnahkan. Setelah berhasil menghilangkan kutukan pada tubuh Kak Logan, Paman Rommy masih harus banyak melakukan perawatan untuk memulihkan kondisi tubuh dan menyembuhkan kerusakan pada organ dalam Kak Logan. Aku tidak punya kemampuan yang sulit seperti itu atau memiliki waktu sebanyak itu, jadi aku meminta bantuan dari Burung Api Legendaris," sambung Raisa
Raisa bahkan mengetahui cara yang Tuan Rommy gunakan untuk menghilangkan kutukan pada tubuh Logan yang sebenarnya sangat dirahasiakan.
Karena Raisa mengungkapkannya, semua jadi tahu salah satu rahasia Tuan Rommy.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada kelainan dan tubuh Rumi tampak normal bahkan lebih prima dari sebelumnya. Kutukan pada jantung Rumi pun tidak terlihat atau membekas sama sekali dan telah hilang sepenuhnya. Rumi sudah terbebas dari kutukan. Bahkan terlihat ada jejak energi yang seolah melindungi inti kehidupan Rumi yang terletak pada jantungnya," ungkap Tuan Rommy
"Apa hasil pemeriksaannya tidak bisa melihat jelas jejak energi apa itu? Sebenarnya itu adalah cahaya kehidupan dari api abadi," ujar Raisa
"Apa ini seperti yang kupikirkan? Sungguh menakjubkan," kata Nona Rina
"Jika di dalam pikiranmu adalah jurus sihir langka yang mampu membuat seseorang mampu menukar nyawa dengan cara memberikan cahaya kehidupannya pada orang lain, itu memang benar. Fungsi api abadi Burung Api Legendaris salah satunya adalah untuk ini," ungkap Raisa
"Hanya saja jika jurus sihir itu hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup oleh penggunanya yang akan mati jika menggunakan jurus sihir ini sekali saja, Burung Api Legendaris bisa memberikan api abadinya sebanyak apa pun dan tidak akan mati. Setidaknya sampai waktunya berenkarnasi dalam kurun waktu sekitar 2000 tahun," sambung Raisa
"Kau bahkan tahu apa yang sedang kupikirkan, Raisa. Hebat sekali," kata Nona Rina
Saat itu Rumi bangkit duduk dan melepaskan alat pemeriksaan kabel pada tubuhnya sendiri.
"Burung Api Legendaris ... apa kau sungguh memilikinya, Raisa?" tanya Tuan Rommy
"Ya. Raisa menyebutnya Sang Phoenix dan namanya adalah Helio," ungkap Rumi
Sebenarnya Rumi tidak ingin mengungkap hal ini pada kerabatnya karena bagaimana pun mereka punya riwayat kejahatan dan khawatir akan kembali melakukan hal jahat pada Raisa setelah mengetahui faktanya bahwa Raisa memiliki makhluk legendaris yang luar biasa. Namun, Rumi juga tidak ingin mereka meragukan Raisa.
"Helio bukan milikku. Namun, dia memilih tinggal dan merasuk ke dalam diriku. Dengan api abadi miliknya, dia melindungi langsung inti kehidupan di dalam diriku. Keberadaannya sangat berharga," ungkap Raisa
"Kalau begitu, apa kau bisa menunjukkan Burung Api Legendaris pada kami?" tanya Logan meminta.
__ADS_1
"Aku bisa saja memanggilnya. Tapi, memanggil burung raksasa itu di sini sangat berbahaya karena bisa menghancurkan tempat ini," jawab Raisa
"Kan, kau bisa meminta Helio memperkecil ukurannya seperti yang pernah dia lakukan, Raisa," kata Rumi
"Kalau begitu, apa yang ada di sini bisa percaya bahwa itu adalah Burung Api Legendaris?" tanya Raisa
"Lakukan dan panggil saja dulu Burung Api Legendaris. Percaya atau tidak, itu keputusan nanti," jawab Nona Rina
"Ya. Panggillah Burung Api Legendaris itu dalam ukuran yang kecil seperti kata Rumi," pinta Tuan Rommy
"Baiklah," setuju Raisa sambil mengangguk.
Raisa pun mengeluarkan secercah api pada salah satu tangannya. Dan ia pun berseru ....
"Helio, aku memanggilmu!"
Pada api yang ada di tangan Raisa, muncullah sosok makhluk bersayap. Seperti sulap muncul burung seukuran burung elang yang terbang dan berakhir bertengger pada pundak Raisa.
"Aku memenuhi panggilanmu, Raisa ... " sahut Helio
"Namanya adalah Helio. Dia telah menyesuaikan ukurannya dengan manusia, makanya jadi berubah kecil seperti ini," ungkap Raisa
Sang Phoenix yang telah menyesuaikan ukuran dengan manusia tidak lagi dikelilingi oleh api abadi miliknya di sekujur tubuhnya seperti kondisi normalnya.
Tuan Garry yang sudah merasa sangat penasaran cukup lama pun menberanikan diri menyentuh Sang Phoenix yang bertengger pada pundak Raisa.
"Apa benar ini adalah Burung Api Legendaris? Kenapa hanya terlihat seperti burung elang biasa?" tanya Tuan Garry
Sang Phoenix langsung mengeluarkan api abadi miliknya yang langsung menyambar tangan Tuan Garry yang menyentuhnya.
"Lancang! Kau telah meragukan Raisa!"
"Ah! Tanganku terbakar!" pekik Tuan Garry yang langsung menarik kembali tangannya dengan panik.
"Eh, tapi ... tanganku tidak terbakar. Apinya tidak panas, tapi hangat," sambung Tuan Garry yang langsung kembali menjadi tenang.
"Itu artinya kau orang baik, Tuan Garry. Api abadi milik Helio hanya membakar orang yang berhati jahat," ucap Raisa
"Aku cukup tersanjung," kata Tuan Garry
Semuanya tampak memperhatikan Sang Phoenix yang telah menyesuaikan ukurannya dengan manusia menjadi seperti seekor elang biasa.
"Jadi, seperti inilah sosok Burung Api Legendaris ..." gumam Logan
"Kalian semualah yang meminta Raisa memanggilku dalam wujud seperti ini, tapi kalianlah yang tidak percaya padanya. Dasar, tak tahu malu! Harusnya kalian menghormati Raisa! Tuanku adalah reinkarasi dari Dewi Suci Teratai Putih!" Helio langsung memancarkan aura dari jiwanya yang berapi-api.
Semua langsung mengetahui aura Burung Api Legendaris yang berapi-api.
"Aku percaya kok," kata Rumi
"Ya, kecuali kau, Rumi."
"Rumi, kau bahkan susah mendapat pengakuan dari Burung Api Legendaris. Hebat sekali," ucap Nona Rina
Rumi pun tersenyum tipis.
"Tenanglah, Helio. Semua yang ada di sini sudah lebih senior dariku, harusnya aku yang menghormati mereka. Lagi pula, aku tidak percaya reinkarnasi. Jangan berkata seperti itu lagi," ucap Raisa
Sang Phoenix pun langsung menjadi tenang.
"Tadi kau sendiri yang bilang bahwa Burung Api Legendaris adalah makhluk yang bereinkarnasi," ujar Tuan Garry
"Aku hanya mengatakannya karena hanya seperti itu yang kutahu, tapi aku tidak begitu percaya," kata Raisa
"Setelah melihat langsung, baru bisa percaya," kata Tuan Rommy
.
•
__ADS_1
Bersambung ...