
"Kakak viral di sosmed! Kakak, udah tau?" Tanya Raihan
"Viral apa? Kenapa bisa?" Tanya Ibu Bapak dengan serempaknya.
Semua pun menoleh pada Raisa dan menatapnya intens. Raisa yang mengerti sedang dimintai penjelasan pun angkat bicara...
"Tau, kok. Kakak juga baru aja lihat. Yang kemarin itu, kan?" Kata Raisa yang kurang memberi penjelasan rinci.
"Yang kemarin, apa maksudnya?" Kepo Bu Vani
"Ini loh, Bu! Sosok pahlawan yang kemaren menyelamatkan banyak orang sekarang jadi pembicaraan paling top di sosial media... Ini, Kak Raisa!" Jelas Raihan yang memperlihatkan sebuah berita yang muncul dan viral di sosial media pada ponselnya.
"Ini, Raisa? Ada yang foto Raisa kemarin?" Tanya Bu Vani
"Aku juga ga sadar kalau ada yang foto kemarin. Aku fokus sama musibah yang ada, terus melacak pelakunya dan meringkusnya. Untung kemarin aku udah memperkirakan bakal jadi begini, makanya aku buat penyamaran. Mau bagaimana lagi? Siapa lagi yang bakal ngatasin masalah kemarin kalau bukan aku? Biarin ajalah... Yang penting, ga ada yang tau identitas asliku." Ucap Raisa
"Di sini, ditulis 'Putri Burung Teratai Putih, Sang Hero penyelamat!', Seorang bertopeng bersayap burung misterius yang membantu bencana dan mengatasi pelaku yang tak kalah misteriusnya. Banyak unggahan status di media sosial yang mengaku diselamatkan menceritakan ciri-ciri penyelamatnya juga menceritakan kronologi penyelamatannya yang sangat dramatis! Sekarang banyak yang ngomongin kamu di sosmed, Raisa. Pasti beritanya ga lama lagi bakal muncul di TV juga." Ujar Arka yang sebelumnya ikut menginap bersama Raina dan Farah di rumah mertuanya.
"Mau bagaimana lagi? Aku ga bisa diam gitu aja pas ada kejadian kayak kemarin. Aku harus bantu menyelamatkan semuanya. Syukurlah aku berhasil mengatasi semuanya." Tutur Raisa
"Putri Burung Teratai Putih, ini... Nama yang kamu buat, Raisa?" Tanya Pak Hilman
"Haha, iya, Pak. Kedengaran konyol, ya? Jangan ketawain aku ya..." Jawab Raisa dengan tawa canggungnya.
"Keren, Kak! Putri Burung Teratai Putih, Sang Pahlawan Misterius!" Sanjung Raihan dengan bangga.
"Aku ga kepikiran nama lain. Pas ada yang tanya siapa aku, aku cuma bisa asal sebut." Kata Raisa
"Yang kemarun itu udah lewat. Semoga kedepannya ga ada kejadian serupa yang terulang. Semoga selalu baik-baik aja..." Ujar Bu Vani
"Ya, semoga aja..."
•••
Keesokan harinya...
Hari ini menjadi begitu terik setelah beberapa hari sebelumnya terus memperlihatkan cuaca buruk yang tak menentu. Meskipun begitu, Raisa begitu ceria mengawali hari dengan penuh semangat menggelora.
Hari ini, Raisa memiliki beberapa rencana untuk dilakukan setelah kemarin berdiskusi dengan anggota keluarganya yang lain. Dan, ia begitu senang mendapati yang lainnya mendukung penuh dirinya bahkan sampai menyemangatinya. Dan, siang ini juga Raisa akan menjalankan rencananya yang terpikir di dalam otaknya.
Dengan restu dan izin Sang Ibu, Raisa pun pamit untuk pergi.
"Bu, Raisa, pamit ya. Doain, Raisa, biar lancar..." Ucap Raisa
"Pasti, Sayang. Doa Ibu selalu menyertaimu." Kata Bu Vani
"Raisa, pergi dulu..." Pamitnya berlarian ke luar rumah.
Dengan senyum hangat, Bu Vani terus melihat kepergian Raisa sampai sosok putrinya menghilang dari pandangan matanya.
"Tekadmu sangat besar, Nak. Untuk menerima takdirmu yang berbeda, kamu selalu tersenyum dengan semangatnya. Hari ini pun, Ibu akan mulai bertekad untuk perlahan menerima dan merelakan takdirmu itu di tanganmu sendiri. Semoga kamu selalu mendapat perlindungan dan selalu baik-baik aja. Ibu merestuimu dan selalu mendoakanmu. Semoga semuanya selalu berjalan dengan lancar..." Gumam Bu Vani yang telah kehilangan Raisa dari pandangannya.
...
Kini, Raisa sedang dalam wujud transformasi sihirnya. Ia telah menjelma sebagai sosok Putri Burung Teratai Putih!
Bukan bermaksud untuk pamer atau unjuk kekuatan. Bukan juga bertujuan ingin menaikan pamornya yang sedang viral di kalangan masyarakat sosial. Namun, mengingat dua hari lalu yang terjadi terror aneh yang menyebar di mana-mana, pasti banyak yang membutuhkan bantuan untuk membereskan kekacauan yang sebelumnya terjadi. Dan, Raisa ingin membantu jika ada orang yang membutuhkannya.
Dengan sihir sepasang sayap burungnya yang membentang lebar, Raisa terbang mengapung di udara... Memperhatikan jauh dari atas, di mana tempat yang sekiranya akan membutuhkan bantuannya. Ia akan mendarat di sana. Setelah cukup memperhatikan dan menimbang-nimbang ke mana dia akan pergi, Raisa akhirnya memutuskan untuk menuju ke suatu tempat yang pasti.
Tempat tersebut adalah tempat di mana Raisa menemukan keganjalan pada dua hari yang lalu. Tempat pertama yang Raisa mengetahui ada terror di sana dan pertama kalinya pula ia melihat sosok pelaku sihir yang setelah itu ia terus memburunya sebelum akhirnya meringkus dan menangkapnya.
.
.
.
__ADS_1
Sebelum mendaratkan dirinya di tempat itu, Raisa lebih dulu memperhatikan situasi di sekitar sana dari atas udara yang ia terbang di sana.
Benar saja dugaannya, tempat itu mengalamai kerusakan parah di salah satu bangunannya. Halamannya cukup berantakan oleh beberapa reruntuhan bangunan...
Ya, tempat tersebut adalah sekolah SMA tempat di mana Raisa menuntut ilmu sehari-harinya! Di sana ada beberapa guru yang mengawasi beberapa pekerja yang telah dibayar untuk membantu nembersihkan bekas reruntuhan dan sekaligus membangun kembali bangunan yang mengalami kerusakan akibat runtuh. Ada beberapa orang yang menonton di sana. Melihat saksi bisu aksi si pelaku dan sang penyelamat yang misterius. Juga ada kepala sekolah yang memberi intruksi kepada beberapa pekerja di sana.
"Ya, sekarang kami sedang berada di tempat kejadian yang dua hari yang lalu sempat mendapat terror aneh dari sosok misterius. Yaitu, SMA N 1 XXX. Di mana, di sini terdapat kerusakan cukup parah di salah satu bangunan kantornya. Dan di sini kita sudah bersama Sang Kepala Sekolah SMA ini." Ucap Wartawan yang sedang meliput.
"Selamat Siang, Pak Kepala Sekolah. Bagaimana keadaan untuk saat ini? Berapa parah kerusakan yang dialami? Dan seperti apa penanganan untuk hari ini?" Tanya Sang Pewawancara
"Selamat Siang. Ya, seperti yang sudah dilihat, sekolah kami mendapat kerusakan yang cukup serius di salah satu bangunannya. Kerusakan pada bangunan tersebut mencapai 70% yang di mana dinding dari bsngunan tersebut mengalami keruntuhan dan kacanya pecah. Untuk hari ini yang merupakan hari pertama penanganan, kami alan membersihkan bekas-bekas reruntuhan yang ada dan mencoba memperbaiki kerusakannya sedikit demi sedikit dengan bantuan para pekerja." Jelas Pak Kepsek
"Pada saat kejadian, apa Bapak juga berada di tempat mentaksikan apa yang terjadi? Dan apakah ada korban yang terlibat? Bagaimana dengan kabar yang mengatakan, ada pelaku yang misterius yang mengendalikan keadaan bangunan dengan anehnya saat itu? Dan juga yang katanya ada penyelamat yang tak kalah misteriusnya yang berhasil membalikkan keadaan dengan menyelamatkan situasi yang kacau saat itu?" Lanjut tanya Wartawan tersebut.
"Pada saat kejadian saya tidak ada di tempat karena saat itu kondisinya sekolah sudah dipulangkan karena cuaca yang terus tak menentu. Tapi, ada beberapa guru masih berada di sekolah yang telah menjadi korban namun tidak ada yang terluka. Untuk bagaimana kejadian pastinya saya hanya mendapat laporan karena tidak menyaksikan langsung." Jawab Pak Kepsek
"Baik. Terima kasih telah menjawab beberapa pertanyaan kami."
"Ya, sama-sama."
"Baiklah. Sekarang coba kita beralih pada salah seorang guru yang katanya berada di lokasi saat kejadian dan merupakan korban dari kejadian yang terjadi dua hari yang lalu." Ucap Wartawan
"Selamat Siang, Bu. Dengan Ibu siapa?"
"Siang... Saya Olivia, Guru di sini."
"Baik, Bu Oliv. Saat kejadian dua hari yang lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Ada di mana Anda saat terjadinya kejadian saat itu?"
"Dua hari yang lalu, kebetulan sekali saya berada di dalam bangunan yang runtuh itu karena sedang merapikan dokumen nilai siswa. Saat itu, saya cukup terkejut saat merasalan seperti ada gempa dan saat dilihat ternyata ada sosok berjubah hitam yang nerentangkan kedua tangannya sambil melihat ke arah bangunan tersebut seolah dia sedang mengendalikan bangunan dan tiba-tiba saja bangunan mengalami keretakan dan terus runtuh jatuh ke tanah." Jawab Bu Olivia
"Jika Ibu sedang berada di dalam bangunan, bagaimana Ibu dapat terselamatkan? Dan bagaimana pula yang kabarnya datang seorang penyelamat misterius? Bagaimana rupanya dan caranya menyelamatkan Anda beserta teman guru Anda?" Tanyanya lagi
"Ya, saat gedung perlahan runtuh, datang seorang misterius yang terbang dengan sayap burung. Memang terdengar mustahil, tapi begitulah adanya. Dia perempuan dengan gaun putih dan topeng menutupi bagian matanya juga sayap burung yang saya katakan tadi. Saat kami yang berada di dalam gedung sangat ketakutan dan sangat sulit ke luar karena gempa terus terjadi dengan hebat dan dinding terus mengalami keretakan, penyelamat itu mendekati bangunan dan mengeluarkan kami dari dalam dengan cara memecahkan kaca bagian depan gedung. Ia mengeluarkan seperti sihir es dari kedua tangannya, saat es itu terus menjalar ke seluruh bagian kaca, kaca itu di pukul keras hingga pecah. Lalu, kami dikeluarkan dengan dibawa terbang ke bawah olehnya. Saat sudah berada di luar pun, tiba-tiba dinding bangunan runtuh dan hampir menimpa teman guru kami yang lain yang baru saja ke luar dari bangunan lain. Saat itu penyelamat otomatis mengepalkan tangannya dan reruntuhan itu mengapung di udara dan tidak sampai menimpa teman guru kami. Saat itu sangat dramatis dan kami terus tak menyangka dapat melihat kejadian yang aneh sekaligus misterius penuh tanda tanya itu..." Ungkap Bu Olivia
"Lalu, apa yang terjadi setelahnya? Dan, siapakah sebenarnya penyelamat misterius itu?"
"Lalu, satu pertanyaan lagi yang tersisa. Jika seperti ini, bagaimana kegiatan belajar mengajar di sekolah? seperti kelihatannya, sekolah hanya ada penanganan hancurnya bangunan ini saja... Apa sekolah diliburkan? Sampai kapan kegiatan sekolah akan ditiadakan?" Tanyanya
"Benar, untuk saat ini sekolah diliburkan. Dengan kesepakatan bersama, liburnya kegiatan belajar mengajar masih belum ditentukan sampai kapan. Kami akan menunggu sampai semua kembali kondusif." Jawab Bu Olivia
"Ya, Bu Oliv, terima kasih atas penjelasannya."
"Sama-sama..."
"Ya, itulah penjelasan atas apa yang terjadi dua hari yang lalu. Mari kita lihat lagi seperti apa kerusakan yang terjadi yang juga merupakan saksi bisu kejadian aneh ajaib yang super misterius tersebut."
Saat sang juru kamera merekam gambar dari bangunan yang runtuh, tiba-tiba saja dinding bangunan kembali mengalami keretakan yan perlahan runtuh bersamaan besi penyangga dan hampir menimpa orang-orang di bawahnya...
"AWAS DI ATAS!!!"
KYAAAAAA~~!!
Orang-orang yang menyadari itu berlarian menghindarinya...
Namun, apa yang terjadi?
HENING~
Shuuu...
Lagi-lagi pemandangan langka itu terjadi! Orang-orang yang sebelumnya tidak menyaksikan dan tak percaya kini menganga melihat peristiwa ajaib itu~
Reruntuhan itu tidak jadi menimpa orang-orang di bawahnya melainkan hanya mengapung di udara hampa~
Dan, terjawablah sudah apa yang sedang terjadi di sana...
"Itu! Itu dia, Putri Burung Teratai Putih!!"
__ADS_1
"Di atas sana! Cepat, ambil gambarnya!!" Heboh Wartawan menyuruh kamera-man nya untuk merekam apa yang sedang terjadi...
Nampaklah dari atas seseorang beratribut serba putih beserta sepasang sayap burung yang membuatnya terbang melayang di udara juga dilengkapi topeng yang menutupi bagian wajah pada kedua matanya.
"KALIAN MENYINGKIRLAH!!" Seru Putri Burung Teratai Putih
Orang-orang yang sibuk melihat keajaiban peristiwa langka itu perlahan menjauh dari dari. Namun, kebanyakan mereka terus merekam menggunakan ponsel juga sang juru kamera dengan kamera liputannya.
Raisa, identitas asli dari Putri Burung Teratai Putih itu menurunkan bongkahan reruntuhan bangunan itu ke tanah secara perlahan.
"Adakah yang terluka di sini?" Tanya sosok Putri Burung Teratai Putih itu yang tak lain adalah Raisa.
"Tidak. Terima kasih sudah jadi penyelamat kami, Putri Burung Teratai Putih!"
Raisa memperhatikan sekitar. Pantas saja ia mendapati beberapa orang tak berkepentingan di sana, ternyata sedang ada wartawan yang sedang meliput TKP* tersebut. Dirinya lengah, jika saja tanpa penyamarannya, jati dirinya pasti terungkap dengan tertangkap basah sekarang.
*TKP: Tempat Kejadian Perkara.
"Putri Burung Teratai Putih, Andakah itu? Apakah yang sebenarnya terjadi pada dua hari yang lalu? Katakanlah sesuatu!" Tanyanya yang meliput kejadian ajaib tersebut.
"Saat itu, ada pelaku yang menggunakan sihir untuk menebar terror untuk menebarkan ketakutan. Kini, pelaku sihir itu telah diringkus dan diberi hukuman yang pantas di tempat yang seharusnya. Namun, tetap... Berhati-hatilah kalian dengan keadaan sekitar!" Ujar Putri Burung Teratai Putih yang menjawab pertanyaan wartawan tersebut.
Setelah mengatakan penjelasan itu, Raisa kembali mengudara terbang menuju dinding bangunan yang runtuh pada dua hari yang lalu. Ia menyentuh bagian dinding yang telah runtuh tersebut. Matanya terpejam... Dalam pikirannya sudah tercetak jelas bagaimana bentuk asli bangunan itu sebelum runtuh. Karena bagaimana pun, ia adalah murid yang bersekolah di sana.
Dengan kempampuannya, ia menggunakan sihir elemen tanah untuk menyempurnakan kembali dinding di salah satu sisi bangunan kantor sekolah tersebut. Hanya menyisakan bagian depan gedung yang sebelumnya terdapat kaca yang telah ia hancurkan.
"Saya hanya bisa membantu sampai di sini. Selebihnya, tolong kalian lebih berhati-hati." Ucap Raisa tetap terbang di udara tanpa mendarat terlebih dahulu.
"HIDUPLAH DENGAN DAMAI DAN TENTRAM!~" Pesan akhir Putri Burung Teratai Putih.
Setelah menyampaikan kata-kata akhirnya sebagai pesan, Raisa terbang menjauh pergi dari sana.
...
...'Aku ga tau kalau ada peliputan di sekolah. Di medsos sekolah ga ada yang kasih tau tentang itu. Untung aja aku datang sebagai Putri Burung Teratai Putih...' Batin Raisa...
Matahari terus menyoroti bumi dengan sinarnya yang terik. Dan, angin panas terus berhembus dengan tenangnya...
Namun, di balik ketenangan siang hari yang terik ini ada seseorang yang menjerit keras meminta pertolongan. Dan, orang-orang di sekitarnya sibuk mencarikan pertolongan juga bahu-membahu membantu menyirami kobaran api yang menyala-nyala membakar sebuah rumah dengan ember-ember air.
Raisa yang menyadari itu langsung mengarahkan pandangannya ke bawah tepat di mana terlihat kobaran api melahap sebuah rumah.
Setelah melihat itu, tanpa berlama-lama, Raisa pun meluncur ke lojasi tersebut dengan penerbangan ajaibnya.
"TOLOOONGG!! Anak saya ada di dalam. Mereka masih kecil-kecil. Salah satunya masih bayi. Mereka di dalam! Bantu ke luarkan mereka, siapapun, tolong! Atau biar saya saja yang masuk... Jangan halangi saya!!" Pekik seorang ibu dengan penuh rasa takutnya.
"Tenang dulu, Bu. Saya sudah telpon pemadam kebakaran, mereka akan segera sampai. Apinya cepat membesar, akan bahaya jika Ibu masuk ke dalam. Sabarlah sebentar lagi..."
"Bagaimana saya bisa sabar?! Bapak sendiri tau apinya cepat membesar, lalu bagaimana anak-abak saya yang ada di dalam. Jika, mereka tidak segera ke luar takutnya- hiks~" Ucapan Ibu tersebut terpotong, tak sanggup mengatakan kata selanjutnya. Ia tak mau terjadi apa-apa pada kedua anaknya.
Ibu itu terus menangis mencemaskan keadaan kedua anaknya yang masih kecil yang terperangkap di dalam rumah yang perlahan mulai hangus terbakar itu. Ia terus berteriak minta tolong dan hendak berlarian masuk ke dalam rumah jika saha tidak ada para tetangga yang menahan langkahnya. Ia terus menjerit namun dalam hatinya tiada henti ia berdoa agar kedua anaknya dapat selamat dari musibah ini. Dan, tetangga yang lain terus mencoba memadamkan api itu dengan guyuran air ember secara bergantian...
"Tolong, anak saya... Mereka di dalam!!" Suaranya perlahan mengecil seiring seraknya syara yang ke luar karena terus menangis sesegukan.
Ibu tersebut terus terisak hampir pingsan. Namun, kemunculan sosok dari langit membuatnya terperanjat kaget dan orang-orang di sekitarnya pun heboh...
"Itu, Putri Burung Teratai Putih! Dia Sang Penyelamat!!"
'Penyelamat!?'
"Siapa pun Anda, tolong... Tolong kedua anak saya di dalam sana~" Pinta Ibu tersebut dengan penuh harap.
.
•
Bersambung...
__ADS_1