Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
Episode 1


__ADS_3

kupacu mobilku membelah jalanan ibu kota yang belum begitu padat. kulirik jam di pergelangan tanganku masih menunjukkan pukul 6.10. pantas saja belum macet ucapku dalam hati. kini aku sudah tiba ditempat tujuanku, sebuah rumah mewah nan elit, itu adalah rumah orang tuaku. aku langsung disambut oleh para maid yang bekerja dirumahku. Aku membalas sambutan mereka dengan menyunggingkan senyum manisku.


aku memang tidak membatasi diri untuk dekat dengan para pekerja dirumahku, dan aku mendapat didikan itu dari kedua orang tuaku yaang sangat menyayangiku. aku adala anak tunggal dari Papa Bagas dan mama Lisa, mereka sangat menyayangiku namun tidak memanjakanku. sejak kecil mereka selalu mengajarkanku untuk tetap rendah hati dan sederhana. aku bersyukur dilahirkan dikeluarga ini.


"nak, kamu sudah datang?" tanya papa yang langsung meletakkan koran yang dibacanya ketika melihat kedatanganku.


kkusalam dan kucium tangan papaku yang dibalas dengan kecupan di keningku


"iya pa, baru aja nyampe. mama mana pa?" tanyaku sambil mengelap keningku, aku sanagt tidak suka ketika orang tuaku masih memperlakukanku  seperti anak kecil.


mama hanya tersenyum melihatku yang sedang menghapus keningku


"sampai kapanpun kamu tetap putra kecil kami yang menggemaskan anakku" ucap mama sambil mencubit kedua pipiku dengan gemas.


" ayo kita sarapan, mama sudah menyiapkan nasi goreng seafood kesukaanmu" lanjut mama.

__ADS_1


kami pun menyantap sarapan kami yang begitu nikmat, sesekali mama menyuapiku layaknya seorang anak kecil. meski aku sedikit kesal namun aku tetap menerimanya dengan senang hati.


setelah menyelesaikan sarapan aku dan papa bergegas kekantor, hari ini aku akan bekerja di perusahaan pusat menggantikan papaku.


kondisi kesehatan papa akhir-akhir ini memang sedikit menurun dokter keluarga menyarankan papa untuk berhenti bekerja dan lebih baik menikmati hari tuanya dengan beristirahat dirumah.


meski awalnya menolak, akhirnya papa luluh juga dengan perjanjian bahwa aku harus menambil alih semua tugas papa di perusahaan pusat. selama ini aku memang bekerja di anak anak perusahaan cabang di luar kota dan


mama adalah orang yang paling antusias dan bahagia mendengar keputusan itu.


setiba di gedung kantor kami menaiki lift khusus direktur menuju lantai 16 ruangan ayahku bekerja. kami disambut oleh Faris asisten dan orang kepercayaan papa.


"semangat anak papa, kamu pasti mampu melakukannya" papa menepuk pundakku lalu pergi meninggalkanku.


aku mulai mempelajari beberapa dokumen perusahaan dengan bimbingan dan arahan dari Faris.

__ADS_1


sangat mudah bagiku mempelajarinya karna ternyata tidak jauh berbeda dengan pekerjaanku ketika di anak perusahaan. Aku terlalu fokus dengan tumpukan dokumen yang ada di mejaku hingga tak terasa sudah pukul 17.00, aku sampai melewatkan makan siangku.


aku menyuruh Ardan (sekretarisku) untuk merapikan mejaku karna aku akan pulang. Baru sehari sudah terasa lelah bagiku. kutinggalkan gedung Nugroho grup menuju apartemenku. aku butuh istirahat batinku dalam hati.


setibanya di apartemen, kuhempaskan tubuhku kesofa empuk diruang tengah apartemenku tanpa mengganti pakain ku aku pun terlelap.


suara dering ponselku membangunkan ku dari tidurku, kuambil ponselku dan kujawab dengan mata yang masih terpejam tanpa tau siapa yang menelfon ku.


"halo... iya.." jawabku dengan suara khas baru bangun tidur


"halo nak, kamu dimana ?" terdengar suara khawatir perempuan diseberang sana dan sepertinya aku mengenalinya.


"mama?" teriakku dan langsung dengan posisi duduk.


"kenapa tidak pulag? ini udah jam berapa? kamu dimana? jangan terlalu larut bekerja nak." puluhan pertanyaan terlontar dari seberang tanpa memberikan kesempatan untukku menjawabnya.

__ADS_1


" iya bentar lagi Sastra pulang  ya ma. udah ya .  love you mom" ucapku dan langsung mematikan telfonku tanpa menunggu jawaban dari seberang.


mama memang tidak setuju jika aku tinggal di apartemen dan memaksaku untuk tetap tinggal dirumah bersama mereka. Sebagai anak yang patuh aku pun mengiyakannya. dengan langkah yang agak malas aku pun bergeas pulang kerumah orang tuaku.


__ADS_2