Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
bab 6


__ADS_3

Sastra meregangkan kedua tangannya sambil menarik otot-otot kekarnya


"akh..sungguh tidur yang menyenangkan" gumam Sastra.


setelah tiba tadi malam, Sastra dan Faris langsung menuju hotel dan beristirahat,  saking lelahnya keduanya langsung tertidur tanpa berniat untuk jalan-jalan sebentar.


sastra melirik ponselnya dan melihat masih pukul 6.30, masih ada waktu untuk bersantai sebab ia dan Faris akan meninjau lokasi royek sekitar pukul 9.00


Sastra segera membersihakn diri sejenak, dia ingin berjalan-jalan sebentar disekitar hotel tak lupa mengirimkan pesan ke Faris menyruruhnya untuk bersiap.


setelah mengganti piyamanya dengan pakaina casual dan santai Sastra segera menuju lobi hotel, dilihatnya Faris sudah menunggunya.


"selamat pagi tuan" sapa Faris sambil menyodorkan sebuah kopi kemasan


"Gak usah terlalu formal deh ris, ini kan belum jam kerja" kesal Sastra sambil meneguk kopi yang diberikan Faris.


" maaf tuan.. ehh sas, akan ku coba" kikik Faris merasa tak enak.

__ADS_1


keduanya pun berjalan-jalan di sekitar hotel, lokasi hotel yang berada di pinggiran danau toba membuat keduanya merasa senang menghirup udara yang benar-benar segar, jauh beda dengan udara ibukota yang sehari-harinya mereka hiru. suasana yang nyaman dan  indahnya pemandangan danau toba membuat mereka hanyut dalam imajinasi masing-masing. mereka hanya berjalan beriringan tanpa percakapan sedikit pun, meski udaranya terasa dingin namun tidak mengurungkan niat mereka untuk menikmati keindaa


han danau toba.


Faris melirik jam tangannya sudah mendekati pukul 7 lewat


"Sas, kayaknya kita sarapan dulu deh, udah jam 7 lewat soalnya. jam 8 kita harus gerak meninjau lokasi proyek"


ajak Faris dan sastra pun menyetujuinya.


mereka meenyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh pihak hotel tempat mereka menginap. setelah selesai sarapan mereka menuju kamar masing-masing untuk menukar pakaian mereka dan bersiap menuju lokasi proyek.


setelah tiba dilokasi Sastra pun memantau setipa proses pembangunan yang dilakukan, mempelajari nya dqan sesekali memberikan saran yang dirasanya kurang tepat. Sastra juga tak segan untuk menyapa para pekerja dan memberi semangat buat mereka.


ketika sedang asyik mengamati para pekerja, Sastra tertarik pada seorang gadis cantik yang sedang asyik berdiskusi dengan kepala proyek.


"cantik" Sastra bergumam pelan.

__ADS_1


Faris yang sedang berdiri disampingnya pun mendengar apa yang dikatakan tuannya


"namanya Siska, dia arsitek yang menangani pembangunan gedung ini bos, lulusan dari universitas x dan bekerja di perusahaan x" terang Faris yang seolah mengerti dengan pikiran bos nya.  Faris memang sudah mengenal Siska, dia adalah adik tingkatnya dulu ketika masih kuliah. Faris dan Siska juga sudah beberapa kali bertemu ketika Faris menemani papa Bagas meninjau proyek ini.


"siapa yang bertanya?" ujar Sastra merasa tidak bertanya tentang informasi gadis itu...


setelah berkonsultasi Siska pun hendak meninggalkan lokais proyek, dia berniat mencari sebuah tempat yang nyaman, karna ada beberapa desain  yang harus diubahnya sedikit sesuai dengan permintaan Sastra. tak sengaja Siska meliha ke arah Faris, dia pun segera melambaikan tangannya dan menghampiri Faris.


"kak Faris... kapan sampainya, kok sendiri pak Bagasnya kemana" tanya Siska tanpa memoerhatikan Sastra.


"ohh.... kakak lagi ninjau proyek, pak Bagas nya lagi gak bisa hadir, beliau diwakili ...."


belum sempat menjelaskan dan mengenalkan Sastra, Siska sudah menarik tanggannya mengajaknya ke suatu tempat.


"kak, ayok makan siang dulu. sekalian temanin siska merubah desain nya, ada gambar yang tidak sesuai dengan permintaan Pak bagas eh lebih tepatnya anaknya sih karna kata kepala proyek anaknya yang wakilin beliu.


kesal aku tuh udah capek buat nya, disuruh rombal lagi. yang mana sih anaknya pak Bagas? pengen deh aku ketemu. pengen tak jitak pala nya dulu biar gak seenaknya nyuruh siska ngerombak gambar yang udah jadi" sungut Siska tanpa menyadari bahwa orang yang dibicarakannya itu sedang berdiri didepannya dan menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


Faris yang mendengar keluh kesah Siska merasa kikuk dan terpojok, dia bingung antara menanggapiya natau memarahinya karna sudah mengutuk bosnya.


__ADS_2