Selamanya Cinta

Selamanya Cinta
Kualifikasi


__ADS_3

Zafran menatap Alisha yang sedang menuntun cucunya turun dari tangga. Ia tersenyum samar saat melihat wajah cucunya yang begitu mirip dengan Arkana.


'Lihatlah Ka, kau meninggalkan duplikatmu di dunia ini. Bagaimana bisa Qania melupakanmu jika wajah anakmu saja begitu mirip dan mengingatkan dia akan dirimu. Tuhan begitu adil dengan memberikan pengganti untukmu seorang anak laki-laki, Qania. Begitu pun dengan Setya, ia dikaruniai seorang pewaris yang sama persis dengan pewarisnya yang sudah tiada. Papa harap kau tidak akan marah di alam sana saat Qania mendapatkan penggantimu, Ka.'


"Kakek ayo" panggil Arqasa, membuat Zafran tersadar dari lamunannya.


"Qania udah selesai nelpon, Pa?" Tanya Alisha.


"Iya, Ma. Dia pamitan mau berangkat KKN, tadi juga katanya di lokasi KKNnya itu ada sinyal. Jadi aman," jawab Zafran sembari berdiri kemudian menggandeng tangan cucunya.


"Syukurlah Pa," ucap Alisha yang berjalan di belakang dua pria kesayangannya sambil membawa ransel milik cucunya.


ketiganya pun masuk ke dalam mobil dengan tidak menggunakan jasa supir mereka. Sepanjang perjalanan Arqasa terus berceloteh dan ditanggapi pula oleh kakek dan neneknya.


Mobil Zafran berhenti di depan gerbang sekolah. Seperti biasa, Arqasa melarang kakekh dan neneknya untuk turun. Ia hanya berpamitan dari dalam mobil dan langsung turun.


Zafran dan Alisha melambai saat Arqasa melambai kepada mereka dan setelah itu Zafran memutar mobilnya untuk kembali ke rumah.


Tak butuh waktu lama mobil tersebut sudah terparkir di halaman rumah. Alisha dan Zafran pun masuk dan duduk di taman samping rumah seperti biasa.


"Pa, tadi apa aja yang kalian bahas?" Tanya Alisha yang sedari tadi sudah penasaran.


"Itu Ma, jadi di sana ada teman Qania yang sudah lama menyukai dan terus mengejarnya bahkan sudah bertahun-tahun. Qania takut akan luluh jika terus mendapatkan perhatian. Selain itu dia juga tidak ingin mengecewakan Setya jika menggantikan Arkana. Papa juga merasa kasihan padanya, Ma. Biar bagaimana pun anak itu masih sangat muda dan perjalanannya masih panjang. Dia dan Arqasa pasti membutuhkan sosok yang bisa melindungi mereka. Qania memangs masih belum memikirkan hal ini, tapi suatu saat nanti dia pasti akan paham dengan situasinya."


"Papa hanya tidak ingin Qania terlambat menyadari dan akhirnya ia kembali terpuruk dalam kesendirian, apalagi kalau nanti Arqasa sudah berumah tangga. Tentu saja prioritas Arqasa adalah istri dan anak-anaknya nanti. Lalu Qania, dia akan hidup sendiri dan kesepian. Kapan anak itu akan bahagia? Setelah ia terpisah dengan Arkana, jarang sekali Papa melihat tawa yang nyata dari mulutnya kecuali saat bersama anaknya, Ma," ucap Zafran panjang lebar, kemudian ia mendesah.


"Papa benar juga, cinta Qania pada Arkana yang begitu besar membuatnya tidak bisa membuka hati dan dirinya kepada pria lain. Mama sama takutnya dengan Papa, dan kekhawatiran Qania tentang kekecewaan Setya pun juga benar. Tapi Qania itu tidak bisa hidup sendiri selamanya, dia membutuhkan sandaran. Seperti yang Papa bilang tadi, Qania itu masih muda dan masih panjang perjalanan yang harus ia lalui. Tidak bisa sendiri menghadapi pahitnya kehidupan," ucap Alisha menimpali, pikirannya menerawang jauh hingga sosok cantik anaknya melintas di pikirannya.


"Apa yang kalian khawatirkan?"

__ADS_1


Alisha dan Zafran yang sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing dibuat kaget dengan pertanyaan dari suara yang begitu familiar di telinga mereka. Keduanya pun berbalik dan menjadi salah tingkah saat melihat siapa yang tengah berdiri di belakang mereka.


"Setya ...."


"Mas Setya ...."


"Kenapa melihatku seperti kalian baru saja melihat hantu sih?" Kesal Setya kemudian berjalan dan duduk di samping Zafran.


"Ya memang, kah itu sama seperti setan yang suka datang tiba-tiba," cibir Zafran.


"Sialan lu," umpat Setya.


"Emm, mas Setya ...."


"Tenang aja, aku dengar kok semua yang kalian bicarakan tadi. Memang benar hatiku sakit saat mendengar kalau ada yang menyukai menantuku itu. Tapi bagaimana pun aku tidak bisa melarang Qania jika dia mendapatkan lelaki yang bisa membuatnya melupakan Arkana dan juga bisa melindunginya. Aku nggak mau munafik aja, aku akui kalau aku kecewa karena Qania akan diambil orang, tapi aku tidak ingin mengekangnya. Aku hanya berharap dia tetap bersamaku dan juga cucuku saat dia sudah menemukan pengganti Arkana," ucap Setya berusaha legowo menyikapi masalah ini.


"Kalau begitu kenapa tidak kau nikahi saja si Qania? Dengan begitu dia akan terus bersamamu dan akan membantumu mengutus semua bisnismu itu," celetuk Zafran.


"Awww ... lu kok mukul punggung gue Set?"


Sementara Alisha, ia terbengan setelah suaminya berkata seperti itu tadi.


"Makanya tuh mulut jangan asal ngeluarin kata-kata. Ya kali gue nikahin Qania karena gue mau dia terus bersama gue. Dia itu sudah gue anggap anak gue sendiri dan namanya udah masuk juga ke kartu keluarga gue. Pikiran Lo bikin gue ngeri Zaf," gerutu Setya.


Zafran tertawa, tadi ia hanya bercanda saja. Ia tidak menyangka respon sang sahabat sekaligus besannya akan seperti ini. Tapi dalam hati ia sangat bersyukur karena putrinya mendapat mertua yang begitu sayang padanya, meskipun setelah ini ia akan menyiksa putrinya itu dengan mengurus semua bisnis dan membantunya dalam memecahkan kasus hukum.


"Kali aja. Lu kan udah lama sendiri nggak ada pendamping," kekeh Zafran.


"Pa, berhenti menggoda mas Setya. Aku maunya kita itu bicara serius masalah ini. Bahas dulu masalah Qania, jangan lari dari topik," tegur Alisha.

__ADS_1


"Hehehe, maaf."


"Hmm ... terus gimana menurut mas Setya?" Tanya Alisha harap-harap cemas.


"Seperti yang aku bilang tadi Al, semua terserah Qania. Aku mendukungnya asalkan suaminya nanti bersedia membagi waktu untuk tetap tinggal di rumahku dan di rumah mereka. Dia tidak melarang Qania untuk bersamaku dan mengurus bisnisku. Tidak menyisihkan cucuku dan yang pasti tidak membuat Qania sedih seperti Arkana yang sudah membuat Qania terkurung dalam kesedihan dan terus menantinya kembali padahal itu adalah suatu ketidak mungkinkan yang ia terus semogakan."


"Kamu benar Set, dan terima kasih karena sudah bersikap bijak," ucap Zafran tulus, kini tidak ada lagi belenggu dalam hatinya.


"Aku sependapat denganmu, mas Setya. Kualifikasi yang kau sebutkan tadi adalah syarat untuk calon menantu kita. Aku juga berterima kasih kepadamu, Mas," ucap Alisha berbinar-binar.


"Ya kembali kasih. Tapi memangnya siapa pria yang akan menjadi calon menantu kita?" Tanya Setya yang sebenarnya sudah sangat penasaran dengan pria yang mampu menggantikan posisi Arkana di hati Qania.


"Kami pun belum mengetahuinya dan dari penuturan Qania, sepertinya pria ini sama seperti Arkana. Qania sudah menolaknya berulang kali tapi dia terus datang lagi. Qania bahkan lelah menghadapinya tapi pria itu tetap saja ingin menempel pada Qania," cerita Zafran.


"Tunggu dulu, ini berarti Qania dan pria itu belum menjalin hubungan?" Tanya Setya belum paham.


"Ya seperti itu. Qania sama sekali belum menerima pria itu. Qania itu keras kepala dan dalam hatinya ia bertekad untuk tidak menggantikan Arkana. Dia ingin hidup berdua saja dengan anaknya serta kenangannya bersama Arkana. Bukan hanya pria ini yang sudah ditolak olehnya, masih banyak lagi dan kami pun tidak bisa berbuat apa-apa jika anaknya sudah mengambil keputusan," keluh Zafran.


"Luar biasa, Arkana benar-benar sangat beruntung karena mendapatkan istri yang mencintainya begitu besar meskipun dirinya sudah tiada. Sayang jodoh mereka begitu singkat, andaikan saja Arkana masih ada aku yakin mereka berdua akan menjadi pasangan paling bahagia dimana mereka adalah dua orang yang memiliki cinta yang begitu besar pada pasangannya," lirih Setya.


"Sabar Set, semua akan indah pada waktunya," hibur Zafran sembari mengusap bahu Setya untuk menyalurkan kekuatan.


"Iya Zaf. Ah aku jadi penasaran bagaimana perjuangan pria itu menaklukkan hati Qania," ucap Setya antusias.


"Aku pun," seru Alisha.


Zafran tertawa melihat istri dan sahabatnya itu begitu antusias menunggu calon menantu mereka. Sebenarnya ia pun sama, hanya ia tidak menunjukkannya.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca 🤗🤗🤗


__ADS_2